
Disebuah kamar seorang gadis menangis haru menonton acara live pernikahan iparnya,Salsa turut bahagia melihat Serkan menikah dengan pujaan hati.
Yang Salsa sedihkan adalah saat melihat Alexi tersenyum bahagia bersama gadis yang tak ia kenali.
Yap,Salsa melihat semuanya berkat bantuan Jacob.
Pria itu rela vidiocall sangat lama dengan Salsa agar gadis yang sudah ia anggap adik itu bisa melihat acara resepsi Serkan.
Salsa tak bisa pulang meski ia sangat ingin,gadis malang itu sedang mengejar nilai agar bisa segera lulus.
Serkan sudah hampir memesankan tiket untuknya tapi Salsa menolak,selain tak banyak waktu,Salsa masih takut bertemu Alexi.
Menatap dari kejauhan saja gadis itu sudah lemah apalagi melihat dari jarak dekat ditambah Alexi punya seorang gadis yang terlihat sangat akrab dengannya.
" Sa,udah ya Kakak mau makan " Ucap Jacob diseberang.
" Ehh iya Kak " kata Salsa menghapus air matanya dengan cepat.
" Jangan sedih,kan ada Jackson disana " Kata Jacob tersenyum.
" Hehe iya Kak " jawab Salsa tersenyum.
" Sa,kamu gak papa ?" tanya Helend memenuhi layar.
" Iya Kak aku gak papa,titip ucapan selamat buat Kak Serkan ya " Ucap Salsa tulus.
" Iya nanti Kakak sampein,udah dulu ya kita dah keroncongan ini " Kata Helen pamit.
" Hehe iya,selamat makan2 " Ucap Salsa terkekeh.
Helen tersenyum geli dan melambaikan tangan.
Panggilan terputus,Salsa menaruh hapenya di kasur dan menghela nafas panjang.
" Aku kenapa sih ? masa iya aku masih suka sama Alexi ?" gumam Salsa memukul kepalanya.
" Jangan lagi dong Sa,Alexi udah punya pengganti,bahkan baju nya aja sama,haistt " Ucap Salsa kesal sendiri.
Pikiran gadis itu tak karuan,otak Salsa terus berpikir bertanya tanya siapa gadis bersama Alexi,kenapa keduanya terlihat sangat akrab dan serasi.
" Uhh udah lah,cape mikirin dia mulu " Kata Salsa mencoba tenang.
" Aku harus fokus,aku harus move on dari Alexi,aku gak boleh gini lagi " Kata Salsa tegas.
Gadis itu bangun dari ranjang menuju kamar mandi.
Berkali kali Salsa mengucapkan agar melupakan Alexi,tapi sekali melihat wajah pria itu Salsa menjadi melenyot terus,hatinya belum terima Alexi bersama orang lain,tapi dirinya juga tak bisa menawarkan diri kepada lelaki itu.
Ditempat lain,pasangan baru Serkan dan Histi terlihat sangat enjoy.
kini keduanya lebih bisa membaur,meski banyak yang menggoda mereka,Histi tak ambil pusing lagi walaupun ia tak bisa membuang raut malunya.
" Selamat ya Histi " Ucap Bryan datang kondangan bersama kekasihnya Dewi.
" Iya,kapan nih nyusul ?" tanya Histi ramah.
" Insyaallah bulan depan " Jawab Bryan tersenyum.
Dewi menunduk malu dengan jawaban lelaki itu.
" Aminn,cepetan nyusul biar ntar kita besanan " kata Histi memainkan alis matanya.
__ADS_1
" Uhuuuk uhukkk..." Serkan langsung terbatuk keselek ludahnya sendiri mendengar ucapan asal sang istri baru.
Bryan tertawa dan menyenggol Dewi yang sudah bersemu malu.
" Aduh suami ku batuk everybody " Kata Histi menepuk punggung Serkan.
" Kamu ngomong apaan barusan ?" Tanya Serkan gemas.
" Aku nganjak kak Bryan besanan " Jawab Histi polos.
" Astaga buka bungkus aja belomm udah mau besanan aja " Kata Serkan menepuk wajahnya.
" Kan planing dulu sayang,ntar malam buka bungkus mau ?" Goda Histi mengedipkan sebelah mata.
Bryan menatap Serkan,lelaki itu melototkan matanya kepada sang istri.
" Bungkus kado maksudnya ihh pasti udah mendesah ya pikirnya " Tebak Histi.
" Hahahahahah " Bryan tertawa ngakak menampar lengan gadis itu.
Histi ikut tertawa begitupun Dewi yang syok dan merasa lucu sekaligus dengan mantan calon suaminya itu.
Serkan menatap Histi datar membuat Histi kembali tertawa.
" Nantangin dia bang " Kata Bryan adu domba.
" Iya,biarin aja dia mau lihat ntar " Jawab Serkan santai.
" Hehe becanda sayang,kamu mah seriusan mulu " Kata Histi seketika merinding.
Serkan diam dengan wajah penuh misterinya.
Histi mulai deg degan,gadis itu merasa menyesal menggoda singa lapar seperti Serkan.
Bryan dan Dewi mengulum senyum melihat nyali Histi menciut.
Pasangan itu kembali berkeliling,Histi mendekati teman2 sekolahnya yang ia undang,Serkan yang merasa lelah memilih mendekati keluarganya yang berkumpul bersama dengan keluarga Histi.
Seorang pria berjalan cepat kearah luar tanpa disengaja pria itu berpapasan dengan Sifa yang sedang mengambil air dingin,keduanya hampir bertabrakan jika pria itu tak ngerem.
" Maaf aku gak sengaja " Ucap Sifa menunduk dalam.
" Iya gak papa " jawab lelaki itu tenang.
Sifa mendongak melihat siapa lelaki yang hampir menabraknya,keduanya bertatapan sejenak sebelum Sifa menundukkan pandangan.
" Maaf saya permisi " Ucap lelaki itu menunduk sofa.
Sifa mengangguk menatap punggung lelaki tinggi tersebut.
" Dia bukannya cowok tadi ya ?" Gumam Sifa mengingat.
" Kak " Panggil seseorang membuat gadis itu tersadar.
" Èh iya " Jawab Sifa kaget.
Sifa menunduk kebawah dan tersenyum melihat Byanca menatapnya.
" Es aku mana ?" tanya Byanca.
" Oh ini,maaf Kakak lama antri " Jawab Sifa terkekeh.
__ADS_1
" Gak papa,duduk disana yuk " Ajak Byanca semangat.
" Sama mereka ?" tanya Sifa melihat segerombolan gadis remaja dan anak2.
" Hm,enak loh gabung sama mereka bikin Kakak awet muda " Jawab Byanca.
" Masa sih ?" tanya Sifa.
Byanca menarik tangan wanita itu mendekati para the genknya.
" Kak Angel " Panggil Byanca.
Gadis yang sedang makan es krim itu menoleh dan mengernyit melihat Byanca membawa orang asing.
" Hay " Sapa Sifa tersenyum canggung.
" Hay " Jawab mereka semua tersenyum.
" Ini Kak Sifa mantannya Kak Serkan " Ucap Byanca memperkenalkan diri.
" Hah Apa !" Pekik Angel dan Azura kaget.
" Yang bener ?" tanya Ana sambil mengusap bibirnya yang belepotan es krim.
" Ehh ngak " Jawab Sifa panik.
" Wah2 hebat juga Kak Serkan ya,berarti saingan Kak Histi bukan kaleng2 dong " Kata Angel takjub.
" Aduh nih Byanca asal ngomong " Kata Sifa panik.
" Gak papa Kak,aku tau Kakak pasti lagi patah hati kan sekarang,gak papa its okey,itu manusiawi " Kata Angel berdiri merangkul perempuan itu.
Sifa menelan ludah kasar,melihat raut wajah gadis itu membuat dirinya was2.
" Iya Kak,namanya juga hidup pasti banyak rintangan yang menghadang " Sahut Azura sok dewasa.
" Hmm pepatah bilang tingkatan paling tinggi mencintai itu adalah mengikhlaskan,jadi Kakak harus ikhlas Okey " Sahut Jack tak kalah dewasa.
" Waduh nih bocah tau pepatah dari mana ?" Batin Sifa terkekeh.
" Sebenarnya kita senasib sih Kak,tapi gak papa lah ya kita nanti cari baru lagi " Lanjut Jack sambil menyindir Byanca.
Salim yang tau sindirin keras itu menuju kearahnya hanya mendengus kesal dan mendapat kekehan dari saudara kembarnya.
Sifa menggaruk kepala bingung,belum ada lima menit bergabung gadis itu sudah banyak mendapat petuah dari anak2 dibawah umur tersebut.
" Jack " Panggil seseorang membuat bocah ingusan itu terdiam.
" Abangggg " Pekik Jack heboh.
" Yeeee Abaaaangggg " Pekik bocah lainnya ikut heboh.
Angel melepas rangkulannya kepada Sifa dan berlari mendekati suara.
Sifa menghela nafas lega dan berbalik badan.
Deg...
Gadis itu terdiam saat melihat seseorang yang sempat membuatnya degdegan.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.