Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Enam Puluh "TSJC"


__ADS_3

Pagi - pagi sekali Riko meninggalkan hotel tempatnya menginap menuju bandara, dia akan berangkat ke Korea.


Riko ke bandara menggunakan mobil layanan hotel, setelah beberapa menit perjalanan Riko pun sampai di bandara, dia kemudian memberi tip kepada sopir yang mengantarnya, lalu segera masuk ke dalam bandara.


Riko sedang menunggu keberangkatan pesawatnya, sambil sibuk dengan ponselnya, dia terlihat sedang menghubungi seseorang, tidak lama kemudian pengumuman bahwa pesawat yang di tumpangi oleh Riko akan berangkat, diapun menaruh ponselnya di saku, kemudian berjalan menuju pesawat.


Skip...


Indah terlihat menunggu Indah di depan ruangannya, dia ingin menanyakan kabar Kevin, tidak lama kemudian Mita pun keluar dan melihat Indah.


"Kamu ngapain disini?" tanya Mita.


"Aku nungguin kamu." imbuh Indah.


"Nungguin aku?, kenapa?" tanya Mita lagi.


"Aku mau tau keadaan Kevin sekarang gimana, dia baik-baik aja kan?" tanya Indah khawatir.


"Aku fikir apaan, iya dia baik-baik aja, cuma dia belum bisa ke kampus, karna kakinya luka dan keseleo, jadi dia hanya butuh istirahat sebentar, palingan besok dia udah ke kampus." ucap Mita lagi.


Mendengar perkataan Mita, Indah menjadi lebih tenang, karna Indah dari semalam mencoba menghubungi Kevin, tapi Kevin mengabaikan panggilannya.


"Mit, pulang nanti aku boleh ngga ke rumah kamu, buat jenguk Kevin?" tanya Indah.


"Boleh kok, nanti kita pulang bareng, tapi tungguin aku, soalnya aku masih ada kuliah lagi." ucap Mita dan Vivi hanya mengangguk mengiyakan, kemudian mereka berjalan menuju kantin.

__ADS_1


Skip..


Di Kantor Romi sudah tidak terlalu sibuk, dia sedang bersantai di ruangannya, tiba-tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk, Romi pun membaca pesan yang masuk di ponselnya yang ternyata dari Riko.


Pesan Riko: "Aku ngga balik hari ini, aku mau pergi ke suatu tempat."


Romi pun membalas pesan Riko, "Ok, tapi jangan lupa oleh-oleh buat gue." pesan Romi terkirim, tapi tidak ada balasan dari Riko, Pesan Romi bahkan tidak Riko lihat, karna Riko sedang berada di pesawat.


Ok Next..


Setelah pulang dari kampus, Mita dan Indah pun sampai di rumah Romi, Indah menatap rumah Romi yang besarnya tidak jauh beda dengan rumah Riko.


"Masuk yuk." ajak Mita, Kemudian mereka pun masuk.


Mita tidak melihat Kevin di ruang tamu, karna biasanya dia selalu berada disana untuk mengerjakan tugas maupun bermain game.


Mita meninggalkan Indah menuju ke kamarnya, sementara Indah menghampiri kamar Kevin, Indah tampak ragu saat ingin mengetuk pintu kamar Kevin, tapi kemudian dia mencoba mengetuknya pelan-pelan.


Indah menunggu respon dari dalam beberapa detik, tapi tidak ada respon, kemudian dia kembali mengetuk sampai 3x tapi tetap tidak ada respon.


"Apa dia lagi tidur." gumam Indah, dia kemudian memberanikan dirinya membuka pintu kamar Kevin pelan-pelan dan melihat Kevin sedang duduk di kasurnya sambil menatap tajam ke arah Indah.


"Aku fikir kamu lagi tidur, makanya aku masuk, gimana keadaan kamu Vin.. tanya Indah sambil berjalan ke arah Kevin.


"Ngapain kamu kesini." ketus Kevin menatap Indah dengan tatapan dingin.

__ADS_1


"Aku mau jenguk kamu Vin, kata Mita kamu habis jatuh dari motor, luka kamu gimana? udah baikan?. ucap Indah lembut berusaha ingin menyentuh luka Kevin, tapi Kevin langsung menghempaskan tangan Indah dengan kasar.


Indah terkejut dengan perlakuan Kevin.


"Kamu kenapa Vin?" tanya Indah bingung sambil memegang tangannya yang sedikit sakit akibat hempasan Kevin.


"Kamu ngga usah sok polos di depan aku Ndah, kamu sebenarnya udah tau ini dari dulu kan, aku kecewa sama kamu, kenapa kamu tidak mengatakan hal ini ke aku.." ucap Kevin berteriak kepada Indah karna dia sangat marah.


"Tentang apa Vin? aku ngga ngerti maksud kamu." ucap Indah heran.


"Kamu udah lama tau kan, kalau Citra udah nikah, tapi kenapa kamu ngga ngomong sama aku, kenapa kamu hanya menyuruh aku untuk melupakan dia tanpa sebab, kenapa? kenapa?. Apa karna kamu suka sama aku, kamu mau aku lupain Citra habis itu kamu berharap aku suka sama aku, begitu. ngga akan, aku ngga akan pernah suka sama cewek modus kayak kamu." teriak Kevin lagi kepada Indah.


"Iyaaa,, aku suka sama kamu, dan bodohnya aku bahkan mengikuti kamu sampai disini, kamu tidak pernah melihat ke arah aku, tidak pernah menganggap aku ada di saat aku berada di depan kamu, yang ada di pikiran kamu hanya ada Citra, Citra dan Citra. Bahkan disaat kita mulai dekat kamu terus mencari Citra, iya aku memang menyuruh kamu melupakan Citra bukan karna aku mau mengejar kamu, bukan karna aku mau memiliki kamu seutuhnya, aku hanya kasihan melihat kamu Vin,, kamu selalu mengejar - ngejar Citra, sementara Citra sama sekali ngga suka sama kamu, kamu udah di tolak berkali-kali sama dia, tapi tetap aja kamu selalu ngorbanin perasaan kamu sendiri yang selalu menerima penolakan dari dia... Teriak Indah yang sudah menangis karna sakit hati dengan perkataan Kevin.


"Aku memang suka sama kamu Vin, udah dari duluu, tapi aku hanya bayangan di mata kamu, dan asal kamu tau perasaan aku sama kamu itu tulus dan aku ngga pernah modus sama perasaan aku sendiri, dan 1 lagi aku ngga perduli lagi, kamu mau menerima perasaan aku atau tidak. Ucap Indah sambil menangis lalu berlari meninggalkan Kevin.


Mita yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka di depan kamar Kevin, terkejut saat Indah membuka pintu. Indah sempat menatap Mita beberapa detik kemudian berlari meninggalkan rumah Romi.


"Indah.." Ucap Mita khawatir dengan Indah yang sudah menangis, dia mengejar Indah, tapi Mita tidak bisa meraih Indah, karna Indah langsung pergi menggunakan taksi.


Mita kemudian berjalan menuju kamar Kevin.


"Vin, kamu kenapa sih kayak gitu sama Indah, dia itu benar Vin, kamu itu udah menyia-nyiakan perasaan kamu dengan menyukai Citra, sementara ada wanita yang sangat tulus mencintai kamu." teriak Mita kesal kepada Kevin.


Pikiran Kevin kacau, dia tidak tau harus berbuat apa, dia menyesali perkataan dan perbuataannya yang sangat kasar dengan Indah, Kevin menyuruh Mita keluar dari kamarnya, karna Mita terus menerus mengoceh. Mita kesal dengan respon Kevin, dia kemudian memukul luka di lengan Kevin dengan keras lalu berlari meninggalkannya.

__ADS_1


"Mitaaaaaa." teriak Kevin kesal kepada Mita yang sudah berlari meninggalkan kamarnya.


"Rasaaiinn, itu akibatnya kalau kamu nyakitin teman aku." Ketus Mita dari luar kamar Kevin.


__ADS_2