
Keringat Serkan bercucuran saat asik mencicipi makanan yang disodorkan Histi kepadanya.
Awalnya lelaki itu menolak dengan keras tapi melihat Histi terus menggodanya dengan mengatakan makanan itu enak akhirnya iman Serkan melemah,pria itu pun ikut ketagihan makan seblak setan.
" Udah Dok ntar sakit perut " Kata Histi menelan ludah kasar saat lelaki itu menyendok kuah,wajah putih Serkan berubah merah.
Bahkan Serkan tidak perduli saat Histi dengan berani menyeka keringatnya dengan tisu.
" Uh uh pedas " kata Serkan mengipas wajahnya.
" Apa saya bilang Dok,ini pedes Dokter ngeyel sih " kata Histi gemas.
" Air Put,dada saya terasa panas " Kata Serkan membuka baju kemejanya hingga meninggalkan kaos kutang.
" wawww " Gumam Histi terbelalak melihat otot2 lelaki itu menimbul dibalik kaos pria tersebut.
" Put air " tegur Serkan benar2 tak sanggup lagi.
" i i iya " Jawab Putri melihat kiri kanan dan menemukan susu kotak serta air galon.
Gadis itu mengambil gelas lalu menuangkan susu kepada Serkan.
" Nih biar pedesnya ilang " kata Putri menyodorkan gelas dengan manik menatap wajah lelaki itu.
Serkan menerima dengan cepat dan menunggaknya sampai habis.
Histi ikut menelan melihat jangkun pria itu naik turun.
" Aduhh kok aku kepanasan ya ?" Gumam Histi mengipasi wajahnya.
Serkan menyeka bekas susu dibibirnya dan menatap gadis itu nanar.
Histi semakin kepanasan,wajah Serkan memerah basah keringat dan yang paling membuat gadis itu deg degan adalah bibir merah Serkan yang sedikit tebal akibat rasa pedas dimulut.
" Ya Tuhan pria ini benar2 menggoda " batin Histi.
Serkan menyeka keringatnya sendiri dan berselonjoran didepan gadis itu.
" Udah ?" tanya Histi sangat malu.
" Hm " jawab Serkan ngos ngosan.
Gadis itu menunduk dan membersihkan bekas makannya yang didominasi lelaki dingin tersebut.
" Kamu beli dimana itu ?" Tanya Serkan meminum air dari botol.
" Di warung " Jawab Histi pelan.
" Nanti pesen lagi ya " Kata Serkan tersenyum.
Histi mengangguk lemah.
Perempuan itu mengambil buah2an yang masih ada didalam kostnya.
" Ini Dok makan pisang " Kata Histi sopan.
" Iya " Jawab Serkan tenang.
Setelah sedikit tenang dan sejuk Serkan mengenakan lagi kemejanya dengan cepat,lelaki itu baru sadar dari tadi ia berpenampilan sexy didepan Histi.
Saat asik2 saling diam tiba2 Serkan terkejut melihat hidung Histi mengeluarkan darah.
" Putri " kata Serkan berlari mendekati gadis itu.
__ADS_1
" Darah " Gumam Histi terkejut dan mengusap hidungnya.
" Hei2 tenang,jangan disentuh " Kata Serkan menahan tangan Histi.
" Gak papa Dok " Kata Histi mendongak.
" Hei jangan nanti makin parah " Kata Serkan lembut.
Histi berusaha tenang,Serkan mengusap darah yang terus keluar dari hidung gadis tersebut dengan tisu.
Lelaki itu dengan lembut mendudukkan Histi di kasur mencoba membuat gadis itu tetap tenang.
" Apa kepala mu ikut pusing ?" Tanya Serkan lembut.
" Hm " jawab Histi menatap manik lelaki itu dalam.
" Baiklah,tenang ya biar pendarahannya selesai " Kata Serkan mengangguk paham.
Histi menurut,gadis itu bersender didada Serkan dengan Serkan menahan lengan Histi.
Gadis itu memejamkan matanya merasa kenyaman yang belum pernah ia rasakan.
" Masih pusing ?" Tanya Serkan lembut.
Histi mengangguk lemah.
Serkan mengurut kening ģadis itu perlahan,Histi membuka matanya dan menatap wajah Serkan lembut.
Sudah lama sekali dirinya tidak diperhatikan seperti saat ini,Histi begitu merindukan kasih sayang Bara karna lelaki itu juga sering memanjakannya.
Serkan mengusap lembut pipi Histi dan tersenyum kecil.
Ntah mengapa direlung hatinya yang paling dalam lelaki itu merasakan kenyamanan saat bersama gadis dalam dekapannya saat ini.
Meski Histi selalu membuat ulah dan sangat rusuh tapi Serkan merasa tak ingin jauh,dirinya mulai menerima Histi dalam kesibukannya.
" Maaf Dok " Kata Histi langsung bangun.
" Apa kau sudah baikan ?" Tanya Serkan terkejut dari lamunannya.
" Iya " Jawab Histi tersenyum canggung.
" Apa perlu kedokter ?" Tanya Serkan.
" Lah Dokter kan dokter juga " Jawab Histi terkekeh.
" Ya maksudnya Dokter spesialis,saya kan Dokter mata bukan hidung " Balas Serkan gemas.
Histi tertawa kecil membuat lelaki itu ikut tersenyum.
" Em kayaknya waktu istirahat Dokter udah habis " Kata Histi menggaruk kepala menunjuk jam.
" Hah iya,saya harus kembali " Ujar Serkan berdiri.
Histi ikut berdiri.
" Jika masih sakit istirahat saja saya akan memberikan surat keterangan nanti " Kata Serkan siap2 pergi.
" Terima kasih Dok " Balas Histi menunduk hormat.
" Ya sudah saya pulang dulu "
" Iya hati2 ya Dok,ini hatinya jangan lupa dibawa " Kata Histi pura2 menaruh sesuatu di kantong celana lelaki itu.
__ADS_1
Serkan menjitak pelan kepala gadis itu seraya tersenyum hangat.
" Kan cape saya anterin kesana,ntar mimisan dijalan kan berabe " Kata Histi mencoba melawak.
" Gak papa simpen buat kamu " Balas Serkan tenang.
Deg...
Histi tersentak,gadis itu langsung terdiam.
Serkan berbalik badan dan keluar dari rumah kost kecil tersebut.
Histi membalas lambaian tangan Serkan yang menghadap kearahnya,setelah Serkan pergi Histi memegang dadanya yang terasa deg degan.
kali ini gadis itu merasakan hatinya seperti berkupu2 terbang melihat senyum manis pria dingin tersebut.
" Huh jangan sampe aku beneran suka sama Dokter Serkan kan gawat kalo Bryan tau " Gumam Histi menggeleng pelan.
Gadis itu berusaha menenangkan hatinya yang mulai tak karuan.
Histi sebenarnya sudah punya pacar yaitu lelaki yang ia suka saat masih kecil.
Bryan Putra Anggara,seorang cucu sahabat Kakeknya,hubungan mereka sudah setahunan berjalan,namun terhalang oleh jarak karna Bryan menyelesaikan kuliahnya diluar negeri.
Histi sangat mencintai lelaki itu begitupun Bryan,meski mereka jarang berkabar tapi sesekali mereka vidio call semalamam untuk menyampaikan salam rindu.
" Inget Histi,kamu gak boleh berpindah hati,inget kamu hanya ingin membuat Dokter Serkan ngak dingin aja sama orang " gumam Histi menampar wajahnya sendiri.
Gadis itu berusaha tenang meski jantungnya masih berdegub memikirkan Serkan barusan.
Seperti janjinya Histi memang hanya ingin menggoda lelaki itu karna Histi gemas banyak orang yang tak menyukai Serkan hanya karna pria itu tak banyak suara dan memasang wajah datar,Histi tak berniat untuk ikut jatuh kedalam pesona lelaki dingin tersebut tapi sekarang tiba2 gadis itu menjadi ragu kepada dirinya sendiri.
" Huh aku harus menelpon Bryan,aku gak boleh mikirin Dokter Serkan lagi " Gumam Histi mengambil hapenya dan menghubungi kekasih hatinya tersebut.
Lama menunggu akhirnya suara seorang terdengar.
" Iya sayang " Jawab seseorang dengan suara serak.
" Kamu baru bangun ?" Tanya Histi kaget.
" Bukan bangun beneran tapi terbangun " jawab Bryan.
Histi melihat jam dan terkekeh sendiri.
" hehe iya disana masih malam ya " Kata Histi malu.
" Iya disini baru jam 2 " Jawab lelaki itu lesu.
" Ya udah,tidur lagi sana " Titah Histi kasihan.
" Aku ngantuk,jam 1 baru selesai ngerjain tugas " Ucap Bryan.
" Iyaa maaf ya aku ganggu,dah sana tidur lagi " kata Histi lembut.
" Ya udah good night,eh good morning " Kata Bryan salah ucap.
" Good good sayang " Balas Histi terkekeh.
Tut.
Panggilan terputus,Histi menghela nafas lega setelah mendengar suara pria itu.
Gadis itu berbaring dikasur tipisnya menatap langit2 kamar..
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.