
Flasback On
Zaki terdiam saat mengenali lelaki yang menyapa dirinya.
" Kenapa kau ada disini ?" tanya pria tua itu mengernyit.
Zaki masih diam,lelaki asing itu mendekat dan terbelalak melihat siapa yang berada didalam ruangan tersebut.
" Kenapa cucu ku ada disini ?" tanya Rudi syok.
" Saya bisa jelaskan " jawab Zaki tenang.
" Apa yang harus dijelaskan ? kenapa Winda ada disini dan astaga apa itu Samuel ?" tanya Rudi mengenali lelaki muda didalamnya.
Zaki menghela nafas pendek,ia tak bisa mengelak lagi karna Rudi sudah melihat dengan jelas.
" Winda !" Panggil Rudi sedikit keras.
Wanita yang sedang mengambil anaknya itu tersentak dan berbalik badan.
" Kakek " Gumam Winda terbelalak.
" Kenapa kau ada disini ?" Tanya Rudi tajam.
" Hm anu Kek aku.." Jawab Winda kelabakan.
" Dia menemani ku " Jawab Samuel tenang.
" Apa !" kata Rudi kaget.
" Kenapa ? dia masih istri ku dan itu kewajiban baginya " Balas Samuel tanpa ragu.
Rudi melotot begitupun Winda dan Zaki yang tak menyangka dengan ucapan Samuel barusan.
" Dia bukan istri mu lagi Sam !" Kata Rudi tegas.
" Kalian yang memisahkan kami,sekarang Winda sudah kembali dan aku akan memulai lagi dengannya " Balas Samuel sengit.
Rudi terlihat begitu terkejut begitupun Zaki yang masih tak menyangka.
" Ayo pulang " Ajak Rudi mengambil alih cucunya.
" Jangan !" Tahan Samuel menarik tangan Winda.
" Winda pulang !" Kata Rudi geram.
" Sam lepaskan aku " kata Winda melepas tangan Samuel.
" Tidak,aku gak akan lepasin kamu lagi " Kata Samuel tegas.
" Winda !" Bentak Rudi emosi.
" Huaaaaa huaaaaaaa " Nur langsung menangis kaget dengan bentakan kasar Kakeknya.
" Lepaskan aku !" kata Winda mengibas tangannya dengan keras.
" Huaaa huaaaa " Nur terus menangis ketakutan.
Zaki hanya diam melihat Rudi terbawa emosi.
" Sini sama Mama " kata Winda mengambil Nur dari tangan Kakeknya.
Rudi berjalan duluan tanpa berpamitan sedikit pun.
" Windaaaaaaa " Panggil Samuel kesal.
__ADS_1
" Biarkan saja " ucap Zaki tenang.
" Dia istri ku Kek,Winda harus bersama dengan aku bukan orang lain !" Kata Samuel emosi.
Winda berjalan cepat keluar dengan hati yang mulai tak karuan.
Nur terlihat masih takut melihat Kakeknya berjalan duluan dengan langkah lebar.
" Gak papa sayang jangan takut " Bisik Winda menenangkan anaknya.
" Papa " Rengek Nur sedih.
" Cepat masuk !" tegur Rudi saat melihat Winda terdiam setelah Nur memanggil nama Papanya.
Dengan mata menunduk,Winda masuk kemobil,tanpa tunggu lama lagi mobil mewah itu melesat kejalan raya.
Sesampainya dirumah ternyata Risa juga baru pulang,wanita itu menampilkan wajah serius menatap cucunya.
" Bicara didalam saja " kata Rudi tenang.
Risa mengangguk,wanita itu pun masuk kedalam rumah.
Flashback Off
Setelah mendengar banyak ceramahan dari Kakek neneknya,Winda memutuskan masuk kamar.
Wanita itu terdiam saat maniknya menatap seorang gadis kecil tertidur telentang dengan wajah lugu.
Hati Winda tersentuh dengan lembut,rasa sesak ia rasakan saat dimana ia pertama kali melihat gadis kecil itu lahir dulu penuh dengan pengorbanan dan air mata.
Dengan hati2 Winda menaiki ranjang dan menatap wajah putrinya.
" Maafin mama Nak " Ucap Winda lirih.
Air matanya kembali turun,ia merasa sangat bersalah dengan apa yang ia lakukan hari ini.
Winda begitu bingung,dalam waktu bersamaan ia menyukai 2 orang yang berbeda.
Winda tidak ingin menyakiti Restu karna perasaannya,lelaki itu sudah banyak berkorban,Restu juga lelaki yang tak memandang dirinya sebelah mata.
Winda mengusap pipi putrinya lembut seraya menarik nafas berusaha agar tetap tenang.
" Huh aku gak boleh gini,Mas Restu suami ku,bukan Samuel " Gumam Winda tegas.
" Aku harus setia,aku harus membuang semua perasaan ini jauh2 " Lanjut Winda yakin.
Diluar Risa terlihat mengurut kepalanya yang terasa pusing.
Wanita itu begitu terkejut mendengar kabar Winda berada dirumah sakit sedang merawat Samuel.
Ia tak menyangka cucunya masih punya simpati kepada lelaki itu.
" Bagaimana ini Pa ?" tanya Risa melihat Rudi mendekat.
" Aku akan bicara dengan Zaki besok " Jawab Rudi tenang.
" Iya kamu harus memberitahu dia jangan lagi menganggu Winda " Kata Risa tegas.
Rudi mengangguk kecil,lelaki tua itu terlihat berpikir keras dengan apa yang ia lihat hari ini.
" Aku juga akan menemui Nenek Samuel " kata Risa mengepalkan tangan.
" Untuk apa ?" tanya Rudi kaget.
" aku yakin mereka tau Winda kesana merawat Samuel " Jawab Risa tajam.
__ADS_1
" Rencana apa lagi yang mereka lakukan,tidak puaskah mereka melihat Samuel dan Winda berpisah karna mereka " Ucap Risa heran.
" Aku hanya takut akan satu hal " Kata Rudi serius.
" Apa ?" tanya Risa mengernyit.
" Restu " Jawab Rudi menghela nafas.
" Ada apa dengan Restu ?" tanya Risa bingung.
" Sekarang Restu bekerja diperusahaan Zaki dan perusahaan itu akan diambil alih Samuel jika sudah sehat " Jawab Rudi frustasi.
" Apa ! jadi perusahaan itu punya Zaki ?" tanya Risa kaget.
" Iya aku pikir kemarin gak papa Restu kerja disana karna itu punya Zaki dan tidak ada kendala,tapi dengan kondisi sekarang...." Kata Rudi menggantung.
" Astaga Pa,ini bakal jadi bomerang buat rumah tangga Winda " kata Risa menutup mulut terkejut.
" Yaa,Samuel bukan pria biasa dan Restu bukan lawan dia " kata Rudi lesu.
" Jadi kita harus gimana Pa ? Restu udah urus surat berhentinya disekolah " Kata Risa panik.
" Restu tidak akan mau berhenti mendadak tanpa alasan yang jelas,dan kita juga gak mungkin menjelaskan ke dia karna itu pasti akan menyakiti dia sebagai suami Winda " kata Rudi memahami kondisi Restu.
" Ya Pa,Restu pasti merasa sedih dengan keadaan ini " Sahut Risa.
" Jadi kita harus bagaimana ?" Tanya Risa mengacak rambutnya kesal.
" Salah satunya aku harus bicara sama Zaki dan kamu bicara juga sama Mama dan Nenek Sam " Jawah Rudi memutuskan.
" Baiklah,besok aku menemui mereka " Kata Risa setuju.
Keduanya mengangguk paham,Risa maupun Rudi tak mau tinggal diam lagi,kini saatnya mereka yang bergerak meluruskan benang kusut yang tak pernah rapi selama ini.
Kebesokan paginya,Winda bangun seperti biasa.
Hari ini sedikit sepi karna tak ada Restu yang membuat tawa Nur meledak,Risa dan Rudi sudah siap duduk di kursi mereka seraya menikmati sarapan pagi.
" Pagi Kek,Nek " Sapa Winda hangat.
" Pagi,Nur sini sama kakek " Balas Rudi semangat melihat cucunya.
" Nur belum mandi Kek " Kata Winda tak enak.
" Kenapa cicit Nenek belum mandi ?" tanya Risa menggoda gadis itu.
Nur bersembunyi malu dipelukan ibunya,Risa tersenyum dan mengambil alih bocah itu.
" Nur jadi anak yang baik ya Nak,jangan nakal " Kata Risa mendekap Nur hangat.
" Nanti kalo Nur udah gede,Nenek bakal kasih semua yang Nur mau " Kata Risa serius.
" Es clim " Ucap Nur polos.
" Ya es krim dan grobak2nya Nenek beliin " Kata Risa terkekeh.
Winda dan Rudi ikut terkekeh dengan permintaan Nur yang seperti anak kecil lainnya.
" Hari ini gak usah kemana mana ya,jagain Nur dan tunggu suami kamu pulang " Kata Risa menegur Winda.
" Kakek Nenek mau kemana ?" tanya Winda mendongak.
" Kami ada urusan " Jawab Risa tenang.
Winda mengangguk pelan meski hatinya ketar ketir takut2 pasangan itu berulah.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.