
Menghela nafas berat tatkala melihat kondisi gedung yang sudah sedikit ramai.
Dengan langkah gontai namun tetap terlihat elegan Mita menuju ke pintu masuk gedung. Namun, langkahnya terhenti, saat tatapannya tertuju pada wanita berparas cantik namun terlihat sangat elegan dengan kaftan batik yang melekat di tubuh langsingnya.
Wanita itu terlihat sangat kerepotan menenangkan anak dalam gendongannya yang sedang menangis sambil tangannya sibuk merogoh handbag rotannya.
Mita sangat kenal siapa wanita dan anak itu, siapa lagi kalau bukan wanita yang dilihatnya beberapa hari yang lalu di dalam supermarket. dan tatapannya seperti tidak suka dengan mereka, terlihat jelas dari sorot matanya yang tajam. Bodo amat!! pikirnya lalu kembali melangkah.
Baru beberapa langkah, langkahnya kembali terhenti di depan wanita itu. Dia tiba-tiba merasa iba dengan mereka. Perasaan tidak suka memang ada dalam diri Mita pada wanita ini, namun rasa kemanusiaannya mengalahkan egonya. Sudah menjadi kewajiban untuk menolong sesama. pikirnya.
"Ada yang bisa saya bantu!?" ucapnya pada wanita itu.
"Iya mba! tolong ambilin dot anak saya di dalam tas dong mba!! pinta wanita itu tanpa melihat ke arah Mita.
Dengan sigap Mita langsung merogoh tasnya. tidak butuh waktu lama, dot itu di temukan. Mita langsung menyodorkannya pada wanita itu dan langsung melesat masuk ke dalam gedung setelah wanita itu meraih dot itu.
"Terima kas-
Kalimatnya terputus tatkala dia sudah tidak melihat Mita di tempatnya dan melihat punggung Mita yang sudah masuk ke dalam gedung.
"Dia kan!? gumam Dian tatkala dia merasa kenal dengan sosok Mita. Namun, saat dia tengah berpikir dia kembali tersentak saat anaknya kembali menangis, dengan sigap dia langsung memberikan susu itu pada putranya yang sangat mirip dengan Arman.
Mita mengambil duduk di barisan kursi tamu undangan yang sudah berisi satu persatu. Sesaat kemudian, dia kembali merutuki kakaknya dalam hati, karena sudah membuatnya telat sampai tujuan.
Sebenarnya nggak telat sih! karena acaranya juga belum dimulai, hanya saja dia sengaja bersiap lebih awal agar dia bisa dia bisa melihat Vivi bersiap, tapi gagal!! Dan mungkin saat ini Vivi sudah selesai bersiap karena sebentar lagi pihak pria akan tiba. Ini semua karena manusia yang menyebalkan itu. Pikir Mita. Bagaimana tidak, Risal sengaja memperlambat laju mobilnya, agar Mita gagal dalam rencananya.
Tatkala dia masih sibuk dengan berbagai umpatan dalam hatinya, tiba-tiba saja, netra hitamnya tertuju pada sosok pria tampan yang terlihat sangat fashionable sekali. Sosok itu yang membuat Mita menyukai dunia fashion. Namun sayang!! Dia suami orang!! T_T
"Rik!!! Sapa Mita saat dia sudah berdiri di dekat pria itu.
"Haiii Mit!! Udah dari tadi?! tanyanya saat dia menoleh dan melihat Mita di sampingnya.
"Baru aja! Mita menjeda ucapannya bersamaan dengan pandangannya celingak celinguk terlihat mencari seseorang membuat Riko mengerutkan dahi heran.
"Kamu sendiri!? tanya Mita
Riko mengangguk pelan lalu berkata "Citra ngga bisa ikut, diakan sedang hamil tua." jelasnya.
"Bukan Citra! tapi Riki sama Nayla, mereka ngga ikut!?
"Nggak, mereka ngga mau ikut! katanya, mereka mau jagain bundanya." jelas Riko membuat Mita kecewa. Harusnya kan Riki sama Nayla ikut, Citra udah janji agar Riko membawa anak-anaknya.
"Citra udah bujuk mereka untuk ikut, tapi mereka tetap ngga mau." jelas Riko lagi saat menyadari raut wajah kecewa Mita.
Mita hanya ber oh ria.
Citra memang tidak bisa hadir di acara pernikahan Vivi karena dia sedang hamil tua, dan bukan hanya Citra yang tidak bisa hadir, Indah pun sama, karena anaknya yang sudah berusia dua tahun tengah sakit. Dan itu membuat Vivi sedikit kecewa, bagaimana tidak!! dia sudah menunda pernikahannya agar bisa mengumpulkan sahabat-sahabatnya, karena baru tahun ini Mita baru ada cuti kerja, makanya dia mengadakannya tahun ini, tapi bukannya berhasil membuat sahabatnya hadir semua, malah dua yang berhalangan.
"Ya udah deh! kalau gitu aku ke toilet dulu yah." pamitnya dan langsung melesat pergi dengan terlihat buru-buru.
Riko hanya bergeming dengan dahi mengerut heran, melihat tindakan Mita yang langsung pergi begitu saja.
"Yahhh!! dia udah pergi.
Suara berat yang terdengar kecewa itu, membuat Riko menoleh menatap pria yang sebaya dengannya. Kini dia mengerti dengan maksud kepergian Mita.
"Dia pergi karna ngehindarin elo." cetus Riko.
__ADS_1
Menghela nafas berat, Doni pun melangkahkan kakinya, bermaksud menyusul Mita. Namun, baru selangkah, dia kembali berhenti tatkala Riko mencegatnya sambil menarik pergelangan tangannya.
"Mau kemana lo!? Tanya Riko penasaran.
"Mau nyusul Mita lah!! apalagi!? ketusnya.
Riko menggeleng-gelengkan kepalanya pelan membuat Doni mengernyit heran.
"Kenapa!?
"Ternyata kebucinan lo itu, sudah menghilangkankan kewarasan lo." cetusnya lagi membuat Doni menyipitkan matanya tak paham dengan maksud Riko.
"Masa lo mau nyusulin Mita ke toilet sih." jelasnya membuat Doni seketika kesal mengerti maksud perkataan Riko.
"Siapa yang juga yang nyusulin sampai ke dalem!? yah gue nunggu di luar lah!! ketusnya dengan nada yang sangat kesal, dan Riko hanya ber oh oh ria. Membuatnya mengumpati Riko dalam hatinya. Untung bos. pikirnya.
Kembali menghela nafas berat dan ingin melangkahkan kakinya lagi. Namun kembali terhenti, tatkala Dian kembali memanggilnya. Sial!! rutuknya dalam hati. Detik berikutnya diapun berbalik melihat adiknya itu.
"Jagain Ardi bentar yah kak!! pintanya.
Detik itu juga Ardi pun berpindah ke dalam gendongan Doni, lalu secepat kilat Dian pun melesat pergi meninggalkan mereka.
Riko menyengir tatkala melihat wajah bengong Doni.
"Udah!! ngga usah mikirin Mita, fokus aja sama tugas lo, jangain keponakan!! ejeknya membuat Doni mendengus kesal disertai tatapan sinis ke arah Riko. Lagi-lagi dia mengumpati Riko dalam hati.
...***...
Sejak kembali dari toilet tadi, Mita terus menerus melamun hingga detik ini. Bahkan saat acara akad dimulai hingga selesai pun dia tidak sadari.
Vivi yang menatap sahabatnya dari atas panggung pun merasa heran. Apa yang terjadi dengan sahabatnya itu? kenapa sejak tadi dia terlihat melamun? pikirnya. Namun, karena saat ini para tamu undangan sibuk memberi ucapan selamat kepadanya, membuatnya mengabaikan Mita dan kembali fokus pada acaranya.
Mita masih terus bergelut dengan pikirannya sendiri, sampai sebuah tangan menyentuh pergelangan tangannya dan membuatnya tersadar. Belum sempat melihat siapa yang menyentuhnya, tiba-tiba saja tangan itu langsung menariknya. Karena tidak siap dengan tarikan itu membuatnya tergelak kaget dan membuat langkahnya tergopoh-gopoh.
Matanya membulat tajam tatkala netra hitamnya mengenali sosok yang menariknya, yang ternyata adalah Doni.
Doni tidak kasar, dia menarik Mita dengan pelan, hanya saja karena terkejut, makanya Mita tergopoh-gopoh. kasihan sekali.
Doni masih terus menarik Mita hingga keluar dari gedung pernikahan Vivi.
"Lepasin tangan aku Don!! sentak Mita sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Doni. Namun gagal karena genggaman Doni sangat kuat.
Doni menghentikan langkahnya, setelah kini mereka berada di bawah pohon tidak jauh dari gedung itu.
"Aku akan lepasin, tapi janji jangan kabur!! ucap Doni.
"Iya!! ketusnya, lalu Doni pun perlahan melepaskan tangan Mita.
"Harus banget yah, langsung narik orang gitu aja!! Kenapa nggak ngomong baik-baik dulu!? ketusnya lagi.
"Nggak ada pilihan lain! jangankan ngomong, aku baru mau samperin kamu aja, kamu udah langsung kabur!! cetus Doni membela dirinya.
Mita diam! tak mampu mengelak karena itu memang benar.
"Terus ngapain kamu bawa aku kesini!! tanya Mita lagi.
"Aku mau jelasin semuanya, kalau Dian itu bukan istri aku tap-
__ADS_1
Kalimat Doni terputus tatkala Mita langsung memotong ucapannya.
"Udah tau!!
ketus Mita membuat Doni terkejut dan langsung mengerutkan dahi heran.
"Tau darimana?" tanya Doni penasaran.
"Dari Dian." ketusnya lagi semakin membuat kerutan di dahi Doni semakin jelas.
"Kamu ketemu dia dimana?" tanyanya lagi.
"Toilet." ketusnya lagi.
Menghela nafas kasar tatkala dia mendengar jawaban Mita terdengar sangat ketus dan cuek sekali, ditambah lagi dengan posisi Mita yang berdiri menyamping tak mau melihat kearahnya membuatnya sedikit kesal. Sedikit aja, soalnya kalau banyak nanti di tinggal lagi!! kasihan sekali nasib pria tampan yang sudah bucin ini.
"Kalau ngomong sama orang itu!! Doni menjeda ucapannya dengan menyentuh kedua pundak Mita.
"Orangnya harus dilihat." sambungnya saat dia sudah berhasil membuat tubuh Mita berhadapan dengannya. Mita hanya pasrah saja dengan perlakuan Doni. Namun ekspresi dingin dan datarnya tetap! Tidak berubah!
"Jadi!? kapan kamu ketemu Dian di toilet?" tanyanya lagi berusaha tenang.
"Tadi, sebelum acara dimulai." Cetus Mita, meskipun tubuhnya mengarah kepada Doni, namun tatapannya tak pernah tertuju pada Doni.
Doni hanya mengingat-ingat kejadian dimana Dian tiba-tiba menitipkan Ardi kepadanya. Ternyata dia ke toilet untuk nemuin Mita. pikirnya.
"Jadi! tujuan kamu menyeret aku kesini cuma mau menjelaskan status kamu aja!? tanya Mita membuat Doni tersadar dari lamunannya dan langsung mengangguk cepat.
"Aku sudah tau status kamu!! kalau sudah tidak ada yang ingin kamu sampaikan lagi, aku masuk dulu!" Ucapnya lagi lalu berbalik hendak meninggalkan Doni.
Belum sempat kakinya melangkah, tiba-tiba saja Doni kembali berkata.
"Jangan pergi Mit!!
Kalimat permohonan itu seketika membuat Mita menghentikan langkahnya. Detik itu juga Doni langsung menarik Mita ke dalam pelukannya.
Tubuh Mita tersentak saat tiba-tiba Doni menariknya ke dalam pelukannya. Mita tidak menolak pelukan itu, namun dia juga tidak membalas pelukan itu.
Mita bergeming sesaat dalam dekapan dada bidang Doni dan membiarkan tubuh hangat Doni meresap ke dalam tubuhnya.
"Maafkan aku Mit!!
Suara berat Doni menyadarkan Mita, sebelum akhirnya dia mendorong tubuh kekar Doni agar terpisah dari tubuhnya.
"Kita bahas masalah ini nanti lagi!! aku harus masuk, Vivi udah nungguin aku!!" ucap Mita dan langsung berbalik meninggalkan Doni.
Sementara Doni yang masih termangu menatap punggung Mita yang perlahan menjauh darinya, kembali menelan pahitnya kekecewaan.
Melihat Mita tak membalas pelukannya dan bahkan tak menatap ke arahnya saat berbicara tadi, membuat Doni berfikir Apakah sudah tak ada harapan lagi?.
-tbc-
...Gimana nih guyss??...
...Menurut kalian part ini gimana?...
......Seru! atau biasa aja!? ......
__ADS_1
...dan Author harus lanjut apa nggak nih? ...