
Jam menunjukkan pukul 12.30 malam.
Seorang pria baru pulang bekerja,Samuel masuk kerumah dan langsung disambut keheningan serta ruangan yg gelap.
Tak ada sambutan apalagi senyuman hangat yg memberikannya sedikit tenaga dalam menjalani hidup.
" Uhh lelah sekali " Ucap Samuel menjatuhkan tubuhnya disofa.
Pria itu membuka dasi dan kancing kemejanya setengah.
Hari ini pria itu harus lembur,perusahaan Papanya sedikit bermasalah dalam bidang pengelolaan.
Ia harus bekerja dengan keras agar titah sang Papa yg diturunkan kepadanya tetap berdiri kokoh.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,keluarlah seorang perempuan berjalan sempoyongan.
" Sam " Ucap Leni pelan saat melihat bayang seorang duduk di sofa ruang tamunya.
Pria tersebut tetap diam tanpa menoleh.
Leni mengernyit,wanita itu mengusap matanya agar penglihatan bisa jelas melihat.
Perlahan Leni mendekati pria yg masih mematung ditempat tersebut.
" Sam " Panggil Leni lagi.
Hening...
Tak ada jawaban.
" Sa..aaaa " Pekik Leni melonjak kaget saat pria tersebut berdiri.
Samuel berbalik badan dan diam melihat istrinya begitu terkejut.
" Aku bukan hantu " kata Samuel kesal.
" Kau seperti hantu Sam ! kenapa tidak menjawab saat aku panggil !" Kata Leni ikut kesal.
" Tenggorokan ku sakit " Balas Samuel menyugar rambutnya.
" Hah kau panas dalam ?" tanya Leni terkejut.
Samuel mengangguk pelan.
" Oh Tuhan,suami ku sakit " Kata Leni mendekati Samuel dan memeriksa kening pria tersebut.
Samuel memutar mata dan menghempas tangan Leni lalu berjalan kearah lain.
Leni mengkrucut ditinggal begitu saja.
" Heii aku perduli pada mu Sam " Pekik Leni gemas.
Samuel tak menjawab,lelaki itu berjalan menjauh memasuki dapur.
" Sini biarkan aku buatkan obat mujarab " Kata Leni menahan Samuel yg ingin membuka Kulkas.
" minggir " Kata Samuel datar.
" No no " Balas Leni menggeleng cepat.
" Minggir aku mau minum " Kata Samuel berusaha sabar.
" Ih gak mau Sam,kamu duduk aja di sana biar aku bikinin minuman seger " Kata Leni kekeh.
" Haisttt !" Samuel berdesak dan mengalah saja.
Leni tersenyum kecil,wanita itu melihat Samuel yg mulai menarik kursi makan.
Dengan gerakan cepat,wanita itu pun membuka kulkas dan mengambil madu dan buah segar.
Leni tak tau obat apa yg harus ia berikan kepada sang suami,tapi melihat kondisi Samuel yg sakit tenggorokan mungkin perempuan itu pikir buah bisa menyembuhkan secara alami.
Tak lama sepiring kecil buah dan air madu pun tersaji didepan meja.
" Apa ini ?" Tanya Samuel mengernyit.
__ADS_1
" Aku dengar buah bisa membuat panas dalam menjadi dingin " Jawab Leni ngasal.
Samuel semakin mengernyit bingung.
" Makanlah,mumpung buahnya masih segar " Kata Leni mencomot satu dan memakannya dengan cepat.
Samuel masih diam melihat istrinya yg mulai berulah.
" Sini aku suapin " Kata Leni gemas melihat Samuel belum juga bergerak.
" Tidak,aku bisa sendiri " Tolak Samuel menjauhkan garpu istrinya.
Leni mengangguk,Samuel pun mulai bergerak mengambil 1 buah anggur dan memakannya.
" Manis bukan ?" tanya Leni tersenyum.
" Asam " Jawab Samuel datar.
" Jangan lihat wajah ku " Balas Leni kesal.
Samuel mengulum senyum,lelaki itu mencoba menghibur dirinya sendiri.
Leni mengkrucut dan mengambil buah yg sama.
" Kenapa pulang malam ?" Tanya Leni muĺai membuka suara.
" Aku lelah " Jawab Samuel tenang.
" Ya kau bekerja apa dikerjain pulang selarut ini " Cibir Leni.
Samuel diam tak menjawab.
" Oh iya Sam " kata Leni teringat.
" Kenapa ?" tanya Samuel datar.
" Tadi ada orang Papa mu bawa seorang gadis " Jawab Leni mengingat.
" Apa !" Pekik Samuel kaget.
" Eh maksud ku gadis kecil,em mungkin 7 tahunan atau em gak tau deh " Kata Leni tak perduli.
Samuel langsung bangkit dari duduknya dan berjalan cepat keluar dari dapur.
" Ehh Sammm " Pekik Leni terkejut.
Wanita itu langsung mengejar sang suami yg seperti kesetanan.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,Samuel menghidupkan lampu dan terkejut melihat seorang gadis meringkuk diranjang dengan Ac dingin.
" Nur " Ucap Samuel dengan dada naik turun.
Pria itu langsung berlari dan mendekap Nur yg terlihat kedinginan.
Leni diam dengan wajah syoknya menatap sang suami yg sedang memeluk gadis asing tersebut.
" Matikan Acnya !" Titah Samuel tegas.
Leni masih diam ditempat.
" matikan Acnya !" Ulang Samuel sedikit membentak.
" Emmmm Kakek " Gumam Nur terlihat terkejut.
Leni tersentak dan langsung berlari mencari remot Ac.
" Sayang " Panggil Sam lembut.
Nur masih meringkuk mencari kehangatan.
" Kita pindah kamar ya " Kata Sam lembut.
Perlahan Nur membuka matanya dan terkejut melihat pria asing didepannya.
" Aaa " Pekik Nur langsung berontak.
__ADS_1
" Eeh eh jangan takut,ini aku Papa Sam " Kata Samuel ikut terkejut.
" Papa Sam ?" Ulang Nur mengusap matanya.
" Iya sayang,ini Papa Sam " Jawab Samuel tersenyum.
Nur melihat sekelilingnya dan kembali terkejut saat maniknya melihat seorang wanita asing yg juga melihat kearah mereka.
Samuel melirik Leni yg diam mematung memegang remot Ac.
" Hm kita pindah kamar ya,disini banyak debu " Kata Samuel menarik gadis itu lembut.
" Tidur dimana Pa ?" Tanya Nur polos.
" Dikamar Papa " Jawab Samuel.
" Hah terus aku ?" Tanya Leni melotot.
Nur menyembunyikan wajahnya takut melihat wanita dengan rambut acak2 tersebut.
" Kalo mau gabung,ayo " Jawab Samuel santai.
" Sama kalian ?" tanya Leni polos.
" Kalau gak tidur disini aja " Jawab Samuel tak perduli.
" Ehh gak mau lah,banyak nyamuk " kata Leni menggeleng cepat.
Samuel tak menjawab lagi,pria itu membawa Nur keluar dari kamar.
Leni menggaruk kepala bingung,ia tidak mengerti kenapa Samuel lebih mengutamakan orang asing daripada dirinya.
" Sebenarnya mereka siapa ? kemarin seorang bocah kecil sekarang gadis lagi ? terus besok siapa lagi yg akan Sam bawa kerumah ini ?" Gumam Leni heran.
Leni sering kali dibuat bingung dengan sikap semau Samuel tanpa persetujuan dirinya,kadang wanita itu juga setres dengan pernikahan yg tak kunjung beres.
Bañyak sekali rintangan yg harus ia lewati,tapi Leni tak ingin menyerah sekarang,dirinya yakin suatu saat nanti Samuel akan jatuh tertunduk kepadanya.
" Huh aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Sam dari ku,bahkan gadis kecil itu pun akan aku larang !" Gumam Leni tajam.
Dengan semangat 45,wanita dengan baju tidur sexy tersebut berjalan keluar dan masuk kekamar sang suami.
Berada dikamar,Leni kembali lesu,Samuel begitu perhatian kepada Nur,sedangkan dirinya tak dianggap sama sekali.
" Masih ada tempat untuk mu disana " Kata Sam menunjuk sebelah Nur.
" Aku maunya tidur disamping kamu Sam " Rengek Leni manja.
Samuel tak mengubris,lelaki itu menarik selimut Nur dan membiarkan gadis cantik tersebut terbang ke alam mimpi.
" Dia siapa Pa ?" tanya Nur polos.
" Shhuut tidur aja " jawab Samuel mengalihkan.
Leni mendekati ranjang dan berdiri dibelakang Samuel.
" Sam geser " Kata Leni mendorong punggung Samuel.
" Sebelah sana " Kata Samuel datar.
" Gak mau ih,maunya disini " Kata Leni mencebik.
" Ck sama aja,disini sempit " Kata Samuel gemas.
" Ih gak mau,mau nya sama kamu " kata Leni memaksa mendorong pria itu.
Nur yg bingung melihat pasangan tersebut langsung menarik tangan Samuel agar mengalah.
Pria itu menurut meski hatinya sangat gedeg kepada sang istri.
Leni tersenyum cerah,ada sedikit lapak untuk dirinya berbaring disamping sang suami.
Semangat Leni kembali membaŕa,tanpa malu wanita itu memeluk punggung Samuel dari belakang dan membelit kaki sang suami.
Aksi tendang menendang pun terjadi,Samuel merasa gerah sedangkan sang istrinya terus menyempil seperti kotoran hidung.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa vote,like,coment ya.