Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
314


__ADS_3

Semalaman Salsa membantu Alexi memulihkan kondisi tubuh,rasa sakit yang ia rasai beberapa hari ini terasa lenyap seketika.


Salsa bukan sembuh normal tapi sembuh terpaksa karna ada yang lebih parah darinya dan harus mendapatkan penangan extra.


Alexi sudah meringkuk diranjang dibaluti selimut tebal,hujan diluar terdengar sangat lebat,angin pun bertiup kencang masuk kecelah2 lubang.


Salsa duduk sendirian didapur setelah memberi Alexi makan dan minum.


" Sssttt " Gadis itu meringis mengusap punggung tangannya yang tadi sempat berdarah dan kini mengering tanpa diobati.


" Huh perih2 " Gumam Salsa menggigit bibir bawahnya mengusap pelan luka itu dengan percak basah air hangat.


Beberapa menit berkutat menyembuhkan luka,kini gadis itu bangun melihat sisa makanan yang ia buat untuk Alexi tadi.


Salsa baru teringat dirinya belum makan malam karna tak berselera sama sekali,tapi kini perut datarnya meminta untuk diisi.


" Alhamdulillah masih ada " gumam Salsa tersenyum kecil.


Gadis itu mengambil mangkuk dan menuangkan bubur instans tsb lalu membawanya ke meja.


Dalam hening,Salsa mulai menyendokkan suap persuap bubur kedalam mulut lalu meminumkan obatnya yang telah diresep dokter.


Setelah selesai,gadis itu kembali masuk kamar dan mendekati Alexi yang masih diposisi tadi.


Wajah lelaki itu mulai kembali normal tak pucat seperti pertama ia lihat.


" Kenapa juga nih orang kesini gak bilang2 ?" Gumam Salsa heran.


Salsa sangat terkejut saat melihat Alexi tadi,pria itu seperti tamu tak diundang datang dan pergi seenak jidat pikir Salsa.


Dengan perlahan,Salsa mengangkat tangannya mengusap rambut Alexi yang terlihat memanjang.


Gadis itu mengusap pelan dengan senyum kecil.


Deg...


Saat asik nya mengusap kepala Alexi,tiba2 tangan Salsa ditangkap oleh lelaki itu tepat ditempat luka sang gadis.


" Sttt ahhh sakit " Ringis Salsa memejamkan matanya.


Alexi langsung terbangun dan melepaskan tangan gadis itu.


" Kenapa ?" tanya Alexi kaget.


Salsa memegang tangannya dan melihat luka yang belum sembuh tadi kembali berdarah.


" ya ampun Sa " Pekik Alexi melonjak kaget.


" Gak papa Lex " kata Salsa langsung bangun.


" Sa " panggil Alexi menarik tangan sebelah Salsa.


Salsa menoleh kebelakang dengan mata berkaca kaca menahan sakit ditangannya.


Sebenarnya bekas impus Salsa tak terlalu menyakitkan jika ia melepasnya dengan benar tapi karna panik tadi,kulit gadis itu ikut terangkat saat Salsa tak sengaja menarik dengan keras.


" Biar aku yang obati " Ucap Alexi membuka selimut dan menurunkan kakinya.


" Gak usah Lex,aku gak papa " Balas Salsa tersenyum.


" Dimana obatnya ?" tanya Alexi tak menghiraukan jawaban Salsa..


Gadis itu diam,Alexi masih memegang tangan Salsa membawa nya keluar kamar.


" Dimana ?" tanya Alexi celingak celinguk.


" Dapur " Jawab Salsa menunduk.


Alexi mengangguk dan kembali menyeret tangan Salsa masuk dapur.


Pria itu pun melihat kotak obat yang teronggok digantungan rak sbelah kulkas.


Salsa duduk di kursi menunggu Alexi datang.

__ADS_1


" Sini " Kata Alexi mengangkat tangan luka Salsa.


Salsa manut dan menatap Alexi dalam.


" Kulitnya terangkat " Ucap Alexi menghela nafas.


" Hm " Jawab Salsa mengangguk.


Alexi mulai mengeluarkan obat merah dan kapas serta kawan2nya.


Salsa hanya diam melihat aksi lelaki itu.


" Hnmmpttt Lex " Ringis Salsa menarik baju Alexi.


" Gak usah mendesah " kata Alexi tenang.


" Aku bukan mendèsah,ini sakit " Kata Salsa kesal.


Alexi terkekeh geli melihat wajah mengkrucut gadis itu.


" Pelan2 Lex " Rengek Salsa merasa pedih.


" Ini udah pelan Sa " Balas Alexi gemas.


" Sakit " Rengek Salsa menggigit bibir bawahnya.


" Jangan gitu ah,ntar aku pengen " kata Alexi menggoda.


" Kamu ih,,pikirannya kotor mulu " Gerutu Salsa menabok lengan lelaki itu.


" Aduh sakit " kata Alexi meringis mengusap bahunya.


Salsa mencebik bibir bawahnya membuat Alexi gemas.


Beberapa kali Alexi berbuat jahil kepada gadis itu dengan menekankan luka membuat Salsa memekik kesakitan dan menabok kepala Alexi.


Alexi terlihat berapa kali tertawa meski sesekali meringis dan ingin membalas gadis itu tapi tak tega.


Keduanya terlihat kembali akur meski masih sama2 canggung.


Alexi pun sama ngantuknya ditambah cuaca dingin.


" Sa " Panggil Alexi melihat gadis itu bangun.


" Apa ?" tanya Salsa menoleh kebelakang.


" Mau kemana ?" tanya Alexi.


" Tidur " Jawab Salsa.


" Ikut " Rengek Alexi.


" Kemana ?" tanya Salsa mengernyit.


" tidur lah,kemana lagi " Jawab Alexi gemas.


" Sama aku ?" tanya Salsa melotot.


" Hehe " Jawab Alexi cengengesan.


" Ih ogahh " kata Salsa merinding.


" Kenapa ?" Tanya Alexi terkejut.


" Takut " Jawab Salsa.


" Takut sama siapa ?" tanya Alexi bingung.


" Hm itu " Jawab Salsa menelan ludah kasar.


" apa ?" tanya Alexi melihat kiri kanan.


" Tau ah,dah kamu disana aja aku mau tidur " Kata Salsa tak mau mengingat.

__ADS_1


" Aku juga mau tidur Sa,aku capek tau berjam2 dipesawat terus dikunciin diluar,diterpa angin badai putingbeliung lagi " Rengek Alexi memelas.


" Siapa suruh kamu kesini ?" tanya Salsa bersedekap dada.


Alexi terdiam dan memasang wajah datar.


" Ya udah,dah sana tidur " Kata Alexi melemah.


Salsa menurunkan tangannya melihat lelaki itu seperti enggan menjawab pertanyaan.


Salsa langsung masuk kedalam kamar dan menutupnya cepat.


Alexi menghela nafas panjang,dirinya tak bisa menjawab pertanyaan Salsa karna lelaki itu malu dengan jawaban jujur yang akan ia berikan.


Saat enak2nya berbaring tiba2 pintu kamar Salsa terbuka lagi,Alexi langsung bangun dan brughh...


Pria itu mendapat lemparan bantal dan selimut tepat diwajah tampannya.


" Jangan nyusahin " Kata Salsa datar dan kembali masuk mengunci pintu kamar.


Alexi mengambil selimut dan bantal itu dari wajahnya.


" Haissst kirain mau ajak aku tidur bareng " Gumam Alexi kesal bukan main.


Pria itu menggerutu sendiri sambil berbaring disofa panjang membalut tubuhnya dengan selimut tipis.


" Huh mana cuaca dingin lagi,coba tadi aku pura2 sakit aja pasti tuh cewek meluk suka rela " Gumam Alexi terkekeh geli.


Pria dengan hayalan tinggi itu pun mulai menutup matanya untuk beristirahat.


Kebesokan paginya,Salsa bangun tidur gadis itu langsung menuju dapur membuat sarapan.


Kondisi tubuhnya mulai membaik,bahkan saat bangun tadi Salsa tak merasa pusing seperti hari biasanya..


" Masak apa ya hari ini ?" Gumam Salsa berkacak pinggang.


Gadis itu bingung mau masak apa,beberapa sayuran sudah habis dan daging ayam stoknya pun masih tinggal 1 paha.


Karna hidup sendiri,Salsa jadi sangat berhemat selain sering makan diluar,ia juga mendapat makanan dari tempatnya bekerja.


Ting nong..


Suara bel rumah berbunyi,Salsa masih berkutat didapur mencari sayur segar yang akan dimasak.


Bunyi bel terus terdengar,Alexi yang tidur diruang tamu pun merasa sangat terganggu.


Lelaki itu menerjangkan selimut kesal dan berjalan sempoyongan menuju pintu.


Ceklek...


Pintu rumah pun terbuka,Alexi mengusap matanya melihat siapa yang datang bertamu pagi2.


Saat manik Alexi terbuka lebar lelaki itu langsung terdiam melihat seorang lelaki berdiri diambang pintu membawa bungkusan makanan.


" Good Morning " Sapa lelaki itu melihat Alexi bingung.


" Morning,cari siapa ? eh maksudnya who are you looking for ?" Tanya Alexi kelabakan sendiri.


" Salsanya ada ?" tanya lelaki itu datar.


" Hah Salsa ?" tanya Alexi menyadarkan dirinya.


" Iya " Jawab lelaki dengan jaket tebal itu mengangguk.


" Jackson " Gumam Salsa tak sengaja melihat lelaki itu diluar.


Alexi melihat kebelakang dan diam menatap Salsa yang tersenyum cerah.


" Ayo masuk " Ajak Salsa menarik tangan jackson.


Jackson mengangguk dan melirik Alexi yang memasang wajah datar.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2