
Disebuah rumah seorang wanita sedang berlulur manja ditemani seorang gadis yang terlihat kumal.
" Kenapa gak dipake ?" tanya Histi mendongak seraya menggosok tangannya.
" Tante kemana repot2 beli beginian,di sawah banyak Te " Jawab gadis cilik itu polos.
" Hah " Pekik Histi melotot.
" Emang banyak disawah kalian ?" tanya Histi antusias.
" Hm,apalagi kalo musim hujan " Jawab bocah bernama Sania tersebut.
Histi terdiam dan mencoba berpikir sejenak.
" Maksud kamu lumpur yang dibajak sama kerbau ?" Tanya Histi.
Sania mengangguk pelan.
" Aduhh itu beda sayang,kalo pake itu kulit kita bukannya mulus malah korengan kena tai kerbau " kata Histi gemas.
" Tapi warnanya sama Te,baunya juga mirip2 " Ucap gadis itu menyelisik.
Histi menggeleng pelan,wanita itu ingin tertawa dengan kepolosan Sania.
" Mending kamu kesini,gosokin punggung aku " Kata Histi menarik tangan Sania.
Bocah itu menurut dan duduk dibelakang Histi.
Histi menurunkan kainnya sedikit dan memberi masker mahal itu kepada Sania.
" Sambil digosok ya biar dakinya cek out " Ucap Histi.
" Oke " Jawab Sania paham.
Tangan bocah itu pun mulai membaurkan lulur ke punggung Histi secara merata hingga kulit putih Histi berubah hitam legam.
" Tante kayak hantu " Kata Sania terkekeh.
" Iya habis ini hantunya glowing " Balas Histi terkekeh.
Sania kembali tertawa,setelah Histi selesai kini giliran Sania.
Bocah itu menurut saja dan membiarkan Histi mengecet tubuhnya.
Tak lama kemudian,suara pintu diketuk dari luar.
Kedua perempuan yang sudah berubah wujud pun seketika kaget.
" Aduh gimana ini " Kata Histi panik.
" Aku gak mau keluar Te,aku dah kek hulk ini " kata Sania menggeleng.
" Ck kalo bukan kamu siapa lagi,aku gak mungkin keluar pake beginian " kata Histi memegang erat kain suaminya..
Suara panggilan pun terdengar,Sania yang mengenali suara itu langsung melotot.
" Astaga Mak aku pulang Te " kata Sania panik.
" Hah masa ?" tanya Histi kembali kaget.
" Saniaaaa pulaaang " Pekik seorang wanita dari luar.
" Duh gawat nih,,aku pulang dulu ya Te " Kata Sania buru2 bangun.
" Lah masa kamu pulang begituan " Kata Histi melotot.
" Ya mau gimana lagi,kalo cuci sekarang hilang dong emasnya " Kata Sania mengkrucut.
" Iya rugi,kering aja belum " Kata Histi mencolek kaki gadis itu.
" Udah ah aku mau keluar dulu Te,pintu nya dibuka dong " Kata Sania sudah siap.
" Aduhh dah mager nih buat bangun " Kata Histi lemas.
" Is cepetan napa Te nanti aku digebukin emak " Kata Sania tak sabaran.
" Ck,iya2 " Kata Histi berusaha bangun seraya menahan perutnya.
__ADS_1
Keduanya pun berjalan kedepan,Histi membuka pintu dengan wajah tak yakin.
Ceklek..
Pintu kayu itu pun terbuka,keduanya mengintip keluar dan kaget melihat seorang ibu2 berdiri didepan rumah.
" Dah sana cepetan " Usir Histi.
" Aku takut " Kata Sania menciut.
" Ck,gak usah takut itu emak kamu " kata Histi gemas.
Wanita didepan pintu mengernyit mendengar suara bisik2 dari dalam rumah.
Ibu Sania pun mengintip sedikit dan terbelalak.
" astagfirullah hantu " Pekik wanita itu langsung mundur dan terjengkang.
" Maaakkk " pekik Sania kaget dan membuka lebar pintu rumah.
" Aaaaaaaaaaaaaa " Pekik wanita itu heboh.
" Mak2 tenang Mak ini aku Mak " pekik Sania berlari mendekat.
" Jangan,tolong jangan dekat2 " Pekik wanita itu mengibas tangannya.
" Mak aku Sania Mak " Kata Sania memegang tangan ibunya
" Gak kamu bukan Sania,kamu tuyul kamu anak hantu " Kata Wanita itu tak mau dekat2.
" Ppffttttt " Histi yang melihat drama ibu dan anak itu ingin tertawa apalagi Ibu Sania mengatai anaknya hantu.
" Astaga,itu siapa lagi aaaaaaa tolooooong " Pekik ibu Sania berlari kencang.
Histi yang ingin melangkah sontak kembali mengangkat kakinya dan melihat penampilan.
" Ck,Tante sih pake acara keluar segala,jadi lari kan emak aku " Gerutu Sania.
" Salah aku apa ?" tanya Histi bingung.
Brughhhh...
" Bapak kenapa ?" tanya Sania berlari mendekat.
" Aaaaa hantuuuu " Pekik bapak itu seketika berlari terbirit2.
Histi dan Sania kembali menganga saling melihat.
" Mereka pada kenapa sih ?" tanya Histi heran.
" Emang kita mirip hantu ya Te ?" tanya Sania polos.
Histi melihat penampilan Sania,bocah itu memakai pakaian serba hitam ditambah kulit hitam,rambut hitam dan wajah hitam bahkan gigi pun hitam karna tadi sempat memakaI corcoal milik Histi.
" Hahahahaa " Histi tiba2 tertawa ngakak merasa lucu.
" Tante kenapa ?" tanya Sania bingung.
Histi terus tertawa sampai mengeluarkan bunyi kentut membuat Sania kaget.
" ihhh bauuu Tante jorok !" Kata Sania langsung menjaga jarak.
" Hahaha " Histi semakin tertawa hingga beberapa warga mendekati mereka dengan obor ditangan.
" Waduhh " kata Histi melotot sempurna.
" Aduh Te,kita dikira hantu beneran ini " Kata Sania panik.
" Ayo masuk kerumah " kata Histi langsung berlari.
Sania mengangguk dan melesat mengejar Histi yang kabur duluan.
Dari kejauhan seorang lelaki berjalan riang menenteng tas kerjanya.
" Selamat sore Pak " Ucap Serkan menyapa warga.
" Sore dokter " Jawab warga sopan.
__ADS_1
" Ada acara apa nih Pak bawa obor sore2 ?" tanya Serkan kepo.
" Sepertinya dirumah Dokter ada setan " Jawab salah satu warga serius.
" Hah !" Pekik Serkan syok.
" Iya Dok,saya buktinya,tadi saya lewat sini pulang dari sawah ada 2 hantu berdiri dirumah dokter " ucap salah satu petani.
" 2 hantu ?" Ulang Serkan bingung.
" Iya Dok,tadi saya mau jemput anak saya yang main disekitaran rumah Dokter tapi saat pintu rumah terbuka,hantu kecilnya keluar Dok " Kata seorang ibu2.
Serkan kembali menganga bingung.
" Sepertinya kita harus membersihkan kampung ini Pak Rt,penghuni mistis sedang marah sama kita " Sahut warga lain.
" Iya Pak,kemarin juga saya dengar suara anak nangis padahal gak ada orang " Sahut yang lain lagi.
Serkan menggaruk kepalanya dan melihat rumah yang ia tempati.
Memang sangat sederhana dan bisa dikatakan angker jika dilihat dari luar karna terbuat dari papan dan daun sebagai atap.
" Ayo Dok kita usir setannya keluar dari kampung ini,kasihan istri Dokter lagi hamil " Kata Ibu Sania serius.
" Histi " Gumam Serkan terbelakak.
" Apa jangan2 hantunya lagi ngintipin Neng Histi ya,kan katanya kalo wanita hamil itu rawan " Ucap warga.
Glekkk...
Serkan menelan ludah kasar,ia baru teringat Histi sedang hamil muda dan mulai menunjukkan tingkah aneh.
Tanpa basa basi lagi Serkan langsung melangkah menuju rumahnya.
" Histi " Pekik Serkan mengetuk pintu.
Heninggg...
Tak ada suara.
Semua warga memperhatikan lelaki itu dengan seksama.
" Histi sayang,buka pintunya " Pekik Serkan.
" Yaaaankkkkk " Teriak Histi dari dalam.
" Histiii buka pintunya sayang " Balas Serkan ikut berteriak.
" Aku takut Yank " Teriak Histi lagi.
" Ya Tuhan,Den ayo dobrak aja pintunya nanti Neng Histi dicekek !" Kata warga mulai heboh.
" Yankkkk " Teriak Histi.
Serkan mengetuk pintu dengan keras dan belum mendapat jawaban.
Hingga salah satu warga berbadan besar maju lalu mendobrak pintu itu dengan keras.
Braakkkjj....
Pintu rumah pun terlepas dan menampilankan penampilan 2 anak manusia saling berpelukan dengan wajah takut.
" Histi " Gumam Serkan terbelalak melihat penampilan istrinya yang begitu ambyar.
" Yankkkk tolongg " Rengek Histi ingin menangis.
Glek....
Serkan menelan ludah kasar dan melihat kebawah terlihat celana Sania basah dengan air yang menetap kelantai.
" Makkkkkkkkk aku Saniaaaaaaa huaaaaaa " kata Sania langsung menangis kencang.
Semua warga menganga tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
" Huaaaaaa pintu rumah kita Yankkkk " Kata Histi ikut menangis menatap pintu rumahnya teronggok tak berdaya..
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.