
Disebuah perusahaan,Romi kedatangan tamu tak diundang yaitu Malvin.
Pria tersebut terpaksa datang kesana untuk memberitahu aksi Samuel.
Seperti dugaan Malvin,Romi terlihat sangat syok sesaat tapi detik berikutnya merubah mimik wajah biasa lagi.
" Kenapa dia melakukan itu ?" Tanya Romi.
" Ntah lah Bang,aku tak bisa melarang Samuel " Jawab Malvin frustasi.
Romi terdiam,memang Samuel sulit ditebak lelaki itu akan melakukan apapun jika ia sudah berkehendak.
" Sekarang Winda dimana ?" tanya Romi.
" Ikut Samuel Bang " Jawab Malvin.
" Kenapa ikut ?" Tanya Romi mengernyit.
" Aku gak tau,tadi aku lagi kerja mereka berangkat,Sindi nelfon aku nangis2 " Jawab Malvin.
" Ya ampunn " Kata Romi menghela nafas iba.
" Bagaimana ini Bang,jika Samuel kembali Abang juga pasti terseret " Kata Malvin mendongak.
" Tak masalah,kamu tidak usah memikirkan nasib aku,sekarang nasib kalian ada ditangan Samuel,jika dia membuka fakta maka...." Ucap Romi menggantung.
" Aku tak masalah Bang jika harus dipenjara,aku hanya kasihan kepada Winda " kata Malvin sedih.
" Tenang saja,Abang akan urus semuanya " Kata Romi menenangkan.
" Sekarang kau pulang lah,tenangkan istri mu " Ucap Romi berdiri.
" Iya Bang,aku gak balik kampus lagi otak ku gak nyambung kesana " Balas Malvin.
Romi mengangguk paham,Malvin pun keluar dari ruangan.
Diruangan lain,seorang pria duduk tenang memperhatikan gerak gerik asistennya dari cctv.
" Siapa itu ?" Gumam Reno kepo.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,masuklah Romi dengan 1 map besar dan laptop hitam.
" Ayo Pak waktu kita tak banyak " Ucap Romi tenang seraya melihat jam melingkar ditangannya.
" Tadi siapa Rom ?" Tanya Reno melihat lelaki itu.
" Siapa ?"
" Barusan keluar ruangan kamu " Jawab Reno.
" Bapak mantau saya ?" tanya Romi menyelisik.
" Gak sih,cuma cctv nya pas di ruangan kamu " Jawab Reno ngeles.
" Hist kepo banget " Cibir Romi.
" Siapa itu ? sepupu kamu ?" tanya Reno masih kepo.
Romi tak menjawab,lelaki itu berjalan keluar dengan wajah datar.
" Ck,gak bisa apa dia jujur dikit sama Atasan,kan aku jadi kepo " Gerutu Reno kesal.
Lelaki itu pun setengah berlari mengejar asistenny yang jalan duluan.
Berita kepulangan Samuel belum diketahui oleh Kakek Nenek Samuel,lelaki itu meminta untuk dirahasiakan dulu karna Samuel belum siap meladeni Kakeknya yang pasti akan meledak2.
Menjelang sore Winda diajak makan bersama oleh keluarga Samuel.
Orang tua Samuel sangat baik membuat Winda merasa tak enak.
__ADS_1
" Ayo Winda dimakan " Ucap Lutfia menegur.
Hari ini Lutfia memesan banyak makanan online untuk menyambut kepulangan anaknya.
Kedua adik Samuel terlihat begitu lahap beda hal dengan Samuel dan Winda yang hanya diam memperhatikan para makanan tersebut berbaris didepan mereka..
" Iya Te " Jawab Winda tersenyum canggung.
Winda menoleh ke Samuel,lelaki itu terlihat menelan ludah kasar.
" Sam kenapa bengong ?" tanya Rafael heran.
" Hah em gak kok Pa,pusing liat makanan sebanyak ini " Jawab Samuel.
" Ya udah dimakan dong,kalo cuma diliatin doang mana bisa habis " Balas Rafael terkekeh.
Samuel mengangguk dan melirik Winda.
" Ayo2 kenapa pada canggung gini sih " Kata Lutfia menaruh potongan pizza dipiring keduanya.
Samuel menatap wajah ibunya,Lutfia terlihat sangat semangat.
Sakit yang diderita wanita itu seolah lenyap begitu saja saat anaknya pulang.
Samuel mengangguk dan menyentuh pizza tersebut.
" Jangan !" Kata Winda menahan tangan Samuel.
Pria itu terkejut begitupun keluarganya.
" Ada apa Winda ?" tanya Lutfia mengernyit.
" Em jangan ini buat aku aja " Kata Winda mengambil pizza tersebut dan menaruh di piringnya.
" Hah " pekik kedua adik Samuel menganga.
" Loh punya mu kan ada dipiring " Kata Lutfia bingung.
" Kurang kali Ma,tambah lagi " Kata Rafael terkekeh dan mengambil satu potong lagi dipiring Winda.
Gadis itu menelan ludah kasar,Samuel melototkan matanya melihat tìmbunan Pizza dipiring gadis itu.
" Bagaimana ini ? aku belum boleh makan ini " Batin Winda mulai panik.
" Winda,ayo Nak dimakan " Tegur Lutfia.
" hah em ya Te " Jawab Winda tersentak.
Tangan gadis itu pun mulai menjangkau tepung panggang tersebut.
Dulu Pizza merupakan makanan kesukaan Winda tapi sejak tau dirinya sakit dan dilarang makan banyak mengandung garam dan micin membuat gadis itu sudah melupakan enaknya makanan tersebut.
Hap...
Gadis itu mulai menggigit potongan pizza dan menelannya.
Samuel begitu kaget,Dokter melarang mereka makan sembarangan karna keduanya masih rawan sakit.
Baru berapa gigitan,Winda mulai mual.
Ntah mengapa perutnya seolah menolak makanan itu untuk dicerna.
" uek uek " Kata Winda ingin muntah.
" Winda kamu kenapa ?" tanya Rafael terkejut.
" Uekkkkk " kata Winda menahan mulutnya dan langsung berlari menuju wastafel.
" Uekkkk ueeekkk " Gadis itu memuntahkan makanan yang baru saja masuk ketenggorokan.
Lutfia langsung mengusap punggung gadis itu dan meminta Winda memuntahkan semuanya.
__ADS_1
" Ayo lagi " Ucap Lutfia lembut.
" Udah Te " Kata Winda dengn kaki bergetar.
Samuel yang melihat Winda berubah pucat menjauhkan kotak pizza dari matanya.
Lelaki itu tau apa penyebab Winda bisa muntah dan langsung lemas..
" Pa bawa dia kekamar Sam " Pinta Lutfia kepada sang suami.
" Sam gendong calon istri mu !" Titah Rafael kepada sang anak.
Samuel diam memperhatikan Winda yang hampir pingsan.
" Sam !" Tegur Rafael kesal.
" I iya Pa " Jawab Samuel berdiri dan mendekati gadis itu.
" Ayo ke kamar " Ajak Samuel.
" Gendong Sam,kaki Winda lemas buat jalan !" Kata Lutfia gemas.
" Iya Ma " Jawab Samuel pasrah.
Lelaki itu pun mulai menggendong Winda ala bridal style menuju kamarnya.
" Wah2 bakal punya cucu beneran nih Pa " Goda Tania kepada Rafael.
" Hush kecil2 udah tau cucu aja " Kata Rafael tajam.
" Hehe ya gak Papa biar rumah makin Rame,Kak Winda juga keliatanny baik " Kata Tania melemah diakhir.
" Kamu setuju kakak mu menikah dengan gadis itu ?" Tanya Lutfia.
" Ya setuju aja sih Ma,toh yang nikah Kak Samuel bukan aku hehe " Jawab Tania ambil aman.
" Huh kamu niihhh makan lagi yang banyak " Kata Lutfia gemas.
Tania mengangguk dan mengambil 1 potong dipiring Winda.
Didalam kamar,gadis itu dibaringkan dengan hati2.
" Makanya gak usah sok2an " Cibir Samuel kesal.
Winda diam memegang perutnya yang masih terasa menusuk.
" Sam obat " Ucap Winda lirih.
" Tas mu mana ?" tanya Samuel.
" Didepan " Jawab Winda.
" Iya tunggu bentar " Balas Samuel berjalan keluar.
Winda memejamkan matanya menikmati rasa yang begitu menyakitkan.
Winda tak bisa menolak ajakan Ibu Samuel karna itu akan membuat wanita tersebut curiga kepada mereka.
Winda jug tak bisa membiarkan Samuel memakan Pizza tersebut,keduanya tau efek samping jika mereka melanggar aturan Dokter.
Tak lama Samuel datang dengan segelas air dan obat.
Lelaki itu dengan lihay mengambil beberapa butir pil dalam kemasan karna ia juga meminumnya jika merasa nyeri.
" Ini hati2 " Ucap Samuel mengangkat setengah badan Winda untuk minum air.
Keduanya terlihat begitu dekat,Samuel pun terlihat begitu perduli kepada gadis tersebut hingga tanpa keduanya sadari Orang tua Samuel mengintip dari pintu.
" Lihat Sam Pa,dia begitu perduli kepada Winda dan calon anaknya " Bisik Lutfia merasa baper.
" Iya Ma,mereka serasi " Kata Rafael tersenyum kecil.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment donggg😭