Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
427


__ADS_3

" Si siap apa ?" tanya Winda gemeteran.


Samuel bangun dan duduk merapikan rambutnya.


" Malam pertama " Jawab Samuel menatap wajah gadis itu.


" Ka kau mau ?" tanya Winda polos.


" Kau pikir untuk apa aku menikahi mu jika hanya dijadikan pajangan ?" Tanya Samuel balik.


" Bukankah kau balikan dengan Naya ?" tanya Winda mengernyit..


" Lalu ?"


Winda diam.


" Kau istri ku jadi kau bertanggung jawab untuk ku " Ucap Samuel tersenyum miring.


" Kau berencana mendua ?" tanya Winda.


" Kau berpikir begitu ?" tanya Samuel.


Winda mengangguk pelan.


" Kau lupa kau yang meminta untuk aku menghamili mu ?" tanya Samuel lagi.


Winda lagi2 terdiam.


" Kau membuat keputusan yang besar Winda " Ucap Samuel tersenyum miring.


Winda menunduk,ia tau keputusannya mungkin akan berakibat fatal tapi apa boleh buat nasi menjadi bubur.


" Baiklah " Kata Winda menarik nafas berusaha tenang.


" Apanya ?" tanya Samuel.


" Baiklah,ayo hamili aku " Jawab Winda.


" What !" Pekik Samuel melotot.


" Kenapa kau terkejut ?" tanya Winda mengernyit.


Samuel diam,pria itu tak menyangka Winda malah menawarkan hal yang lebih gila.


" Baiklah,ayo " Balas Samuel berusaha tenang.


" Mau dimana ?" tanya Winda polos.


Telinga Samuel memerah,sungguh lelaki itu merasa sangat ditantang saat ini.


" Diranjang saja,kau sudah mandi ?" tanya Samuel.


" Haruskan aku mandi lagi ?" tanya Winda polos.


Samuel kembali diam.


Winda berbalik badan tapi langsung ditarik Samuel.


" Tidak usah " kata Sam pelan.


Winda mengangguk,gadis itu menarik tangan Samuel berdiri dan menjatuhkan dirinya di ranjang.


" Astaga apa dia benar2 sudah gila ?" Batin Samuel deg degan.


" Kau pernah melakukan ini ?" Tanya Samuel hati2.


" Jika pernah apa kau akan tetap menghamili aku ?" Tanya Winda.


" Kau seperti seorang model " Jawab Samuel.


" Ya persis nya pelacur bukan ?" Kata Winda tersenyum kecil.


Samuel mengangguk pelan membuat hati gadis itu sedikit tergores.


Ia tak bisa bagaimana cara membuat Samuel mengerti akan dirinya saat ini,Winda hanya melakukan apa yang bisa ia lakukan.


Gadis itu mulai berbaring,Samuel masih berdiri memperhatikan.


" Kenapa diam ?" Tanya Winda lagi.


" Aku lelah,bisakah kau berbaring dengan benar ?" Tanya Samuel tenang.


" Bukankah kau ingin hak mu ?" tanya Winda.


Samuel diam dan mengangkat kaki gadis itu kesamping.

__ADS_1


" Tutup mulutmu kau begitu berisik " Cibir Samuel berbaring disamping gadis itu.


" Aku harus segera hamil Sam " Kata Winda bangun.


" Itu urusan mu " Balas Samuel memejamkan mata.


" Aku harus bagaimana jika kau tak mau ?" Tanya Winda.


" Bukan urusan ku " jawab Samuel.


" Sam " Panggil Winda nanar.


Samuel tak menjawab lagi,pria itu mengambil guling dan memeluknya.


Winda mengusap wajah kasar,ia bingung harus bagaimana.


Sesungguhnya Winda juga tak ingin merengek seperti sekarang,tapi ia harus mengejar waktu.


Hening....


Keduanya sama2 diam,helaan nafas Winda terdengar berulang ulang.


" Sam " Panggil Winda pelan.


Heningg tak ada jawaban..


" Sam kau tidur ?" tanya Winda lagi.


" Akhh jangan ganggu aku ngantuk " Kata Samuel menutup telinganya.


" Kamu tidur ?" tanya Winda melongo.


" Ck diam lah sebelum dia bangun " Jawab Samuel kesal.


" Siapa yang bangun ?" tanya Winda bingung.


Samuel berdecak kesal,ia mati2an menahan diri agar tak mencengkram Winda saat ini.


" Dasar aneh,dikasih enak malah ditolak " Gerutu Winda.


Samuel semakin memejamkan matanya merasa hampir mati kepanasan.


Ntah apa yang terjadi kepada lelaki itu ia begitu merasa sangat bergairah apalagi Winda selalu memancing dirinya.


Samuel bergerak gelisah,lelaki itu merasa makin tak karuan.


" Bisakah kau diam ? ranjangnya bergerak " Tegur Winda tak jadi memejamkan mata.


" Aku merasa panas " Jawab Samuel menoleh.


" Kenapa ? Ac nya dingin " Balas Winda langsung bangun.


Gadis itu membalik tubuh Samuel dan kaget melihat pria tersebut banjir keringat.


" Ya ampun,kau kenapa ?" Tanya Winda syok.


" Aku tak tau,rasanya gerah " Jawab Samuel kesal.


Winda menyeka keringat pria itu membuat Samuel melotot.


" Menjauh dari ku !" kata Samuel mundur.


" Kenapa ?" tanya Winda bingung.


Winda kembali maju dan Samuel kembali mundur.


" Hei kenapa ? apa ada setan dibelakang ku ?" tanya Winda heran.


" Kau setannya " Jawab Samuel kesal.


" Hah " Pekik Winda terbelalak.


" Kau gila apa !" Kata Winda menabok lelaki itu.


" Menjauhlah " Kata Samuel terus mundur.


" Aku tak menyentuh mu " Kata Winda tak terima.


" Haist,,aaaaaaaaaa brughhhh " Samuel terguling kebawah menghantam lantai saat tak ada lagi kasur menampung bokongnya.


" Sammm !!" Pekik Winda melotot.


" Aduhh " Ringis Samuel menyentuh kepalanya.


" Ck kenapa kamu menjatuhkan diri sih " Kata Winda sambil menarik tangan pria itu.

__ADS_1


" Siapa yang menjatuhkan diri ? aku jatuh karna mu !" Tuduh Samuel kesal.


" Kenapa menuduh ku " Kata Winda menabok lengan lelaki itu.


" Sakit Winda !" kata Samuel meringis dan membalas gadis itu.


" Auuu Sam sakit !" Pekik Winda meringis lengannya.


" Kau yang mulai " Kata Samuel bersedekap dada.


" Kau !" Kata Winda geram.


Aksi tabok menabok pun terjadi,bunyi dencatan ranjang terdengar sangat nyaring,bantal guling menjadi saksi perkelahian 2 anak manusia tersebut.


Dari luar 2 bocah perempuan saling melihat mendengar suara dari luar pintu.


" Kak Sam sama Kak Winda lagi ngapain ya kok berisik banget " Ucap Tania kepada sang adik.


" Iya rame,kayak orang berkelahi " Balas Tini.


" Tapi gak ada suara nangis,masa iya Kak Sam mukul istrinya ?" Sahut Tania.


" Kayaknya gak mungkin deh,Kak Sam gak gitu " Jawab Tini yakin.


Rafael pulang dari rumah temannya mengernyit melihat 2 putri tercinta sedang berbincang di kamar sang Kakak.


Pria itu mendekat dan menegur salah satu pundak mereka.


" Ngapain ?" Tanya Rafael.


" Eh Papa " Kata Tania dan Tini kaget.


" Ngapain disini ?" Tanya Rafael lagi.


" Ini Pa aku sama Tini lagi ngupingin Kak Sam berkelahi sama Kak Winda " Jawab Tania polos.


" Berkelahi ?" Ulang Rafael kaget.


" Iya Pa,coba deh denger " Kata Tini serius.


Rafael menempelkan telinganya di pintu dan mendengar suara sahut2an ranjang.


" Sakit Sammm " Pekik Winda.


" Kau juga terlalu kencang " Balas Samuel.


" Udahan lah aku gerah pengen mandi " Kata Samuel lagi.


" Yah cemen banget " Cibir Winda.


Hening...


" Aaaaaaaaaa " Pekik Winda kelabakan.


Rafael langsung menjauh dengan mata melotot.


" Astaga jangan nguping " Kata Rafael menyeret kedua anaknya menjauh.


" Kenapa Pa ?" tanya Tania kaget.


" Ini adegan 18+ kalian belum cukup umur " Kata Rafael panik sendiri.


" Hah maksudnya apa ?" tanya Tini menggaruk kepala.


" Pokonya gak boleh,cepat tidur masuk kamar " Jawab Rafael tegas.


" Tapi aku mau ambil barang dimeja kak Sam " Kata Tania mengkrucut.


" Besok aja " Balas Rafael


" Tapi Pa...


" Udah ayoo jangan ganggu kakak mu "Potong Rafael.


Tania dan Tini mengkrucut kesal,keduanya pun berjalan lesu menuju kamar.


" Kak gimana kalo kita lihat di yutub aja adegan 18 kata Papa tadi " Ajak Tini semangat.


" Iya ayokkk jadi kita tau apa kerjaan Kak Sam sama Kak Winda hihi " Balas Tania tak kalah semangat.


Kedua bocah itu pun berlari menuju kamar mereka.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2