Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
380


__ADS_3

" Apa kau sudah gila !" bentak Alexi keras.


Malvin terkejut sedangkan Samuel memasang wajah tenang.


" Berani2nya kau !" kata Alexi menarik kerah baju Samuel.


" Jika tak mau tak masalah,anggap saja tadi aku omong kosong " Balas Samuel tenang.


Deg...


Malvin terkejut mendengar ucapan Samuel yang ingin menarik kata2nya..


" Kau !" kata Alexi semakin erat menarik kerah baju Samuel.


" lepas !" kata Samuel mengibas tangan Alexi.


" Jika kalian ingin Winda selamat maka dia harus menjadi milik ku !" kata Samuel bersedekap dada.


" Kenapa harus begitu ?" tanya Malvin bingung.


" Tak ada alasan " jawab Samuel tenang.


" Jangan mau Om,dia akan menyakiti Winda !" kata Alexi tegas.


" Ya sudah " Balas Samuel santai.


Glekkkk....


Malvin menelan ludah kasar,pria itu mulai bimbang dengan permintaan Samuel yang tak masuk akal.


" Om bisa membayar berapa pun yang kamu minta,atau jika ginjal mu nanti cocok,Om yang kan menggantikannya " ucap Malvin menawar.


" Om !" kata Alexi terkejut.


" kita tidak punya pilihan Lex " kata Malvin serius.


Alexi diam menatap Samuel dengan wajah geram.


Lelaki itu yakin Samuel ada maksud lain ingin menikahi Winda padahal ia tau bahwa Winda bukan gadis sempurna.


" Kita tes dulu,jika cocok besok lakukan operasi !" Ucap Samuel tenang.


" Ya Winda harus segera dioperasi " Balas Malvin setuju.


" Om,ini akan semakin parah kedepannya !" kata Alexi tak setuju.


" Setidaknya Winda bisa hidup lebih lama Lex,Om bisa gila jika Winda pergi " Balas Malvin membujuk.


" Tapi nanti Winda yang akan menderita Om " kata Alexi kesal.


Malvin melihat Samuel,terlihat pria tampan itu memasang wajah datar.


" Nanti bisa kita urus " Balas Malvin kekeh.


" Oh ya ampunnnnn,Om tidak memikirkan perasaan Winda !" bentak Alexi geram.


Sindi yang sedang duduk menunggu dokter menoleh kaget mendengar suara keras Alexi yang berdiskusi tak jauh dari ruangan.


" Alexi kenapa ?" guman Sindi berdiri.


" Jaga mulut mu Lex " Kata Malvin berusaha tenang.


" Winda sekarat Om,sekarang Om setuju saja lelaki ini menikahi Winda,Om tidak tau bagaimana lelaki ini mencaci Winda bersama kekasihnya !" kata Alexi mengingat semua kenangan saat bertemu dengan Samuel dulu.


Malvin diam,dirinya memang tak tau asal mula Samuel bertemu putrinya,tapi selama ini Malvin merasa Samuel pria baik bahkan beberapa kali mengantar Winda pulang dengan keadaan lengkap.

__ADS_1


" Saya tidak tau apa yang ada dalam otak kalian berdua saat ini,tapi saya sebagai Papa nya Winda hanya berharap putri saya tersebut selamat dari maut " Ucap Malvin nanar.


Alexi dan Samuel terdiam,wajah Malvin menunjukkan bahwa saat ini lelaki itu benar2 diambang kehancuran.


" Jadi tolong,jangan membicarakan yang bukan2 dulu,jika Samuel punya niat baik untuk menikahi Winda saya tidak masalah,dan kamu Lex,Om tau kamu khawatir dan sayang sama Winda,Om tau kamu perduli sama putri Om tapi Winda benar2 butuh bantuan Samuel " Ucap Malvin menahan tangis..


Alexi memejamkan mata sejenak dan berjalan menjauh.


Malvin menghela nafas panjang dan melihat Samuel yang menatap punggung Alexi dengan wajah dinginnya.


" Ayo " Ucap Malvin berusaha tenang.


" Sebelumnya kita buat surat kesepakatan Om " Ucap Samuel tenang.


" iya,dan bagaimana dengan orang tua mu ?" tanya Malvin.


" Mereka tidak akan tau selama kalian tutup mulut,aku akan pindah keluar kota untuk penyembuhan " Jawab Samuel.


" Baiklah,untuk segala biaya dan tanggungan nanti akan saya bayar " Balas Malvin.


Samuel mengangguk pelan,keduanya pun pergi menuju ruangan dokter untuk memeriksa ginjal Samuel.


Terlihat tak ada getir dari diri lelaki itu,ntah apa yang dipikirkan Samuel saat ini hanya dirinya dan Tuhan yang tau.


" Kenapa Lex ?" tanya Sindi menegur anak sahabatnya yang terlihat prustasi.


" Gak papa Bi " jawab Alexi mendongak.


" Kamu mikirin Winda ?" tanya Sindi.


" Iya Bi,apa Winda sering kesakitan ?" tanya Alexi menoleh.


Sindi mengangguk lemah.


Alexi menyugar rambutnya kasar,rasa penyesalan kembali ia rasakan.


" Maafin aku Bi,aku gak ada saat Winda butuh " Ucap Alexi berkaca kaca.


" Gak papa Lex,mungkin ini cobaan untuk keluarga Bibi " Balas Sindi tersenyum getir.


" Bibi yang sabar ya,semoga semuanya cepat berakhir " Doa Alexi tulus.


Sindi mengangguk lemah.


Diluar rumah sakit,mobil Romi terparkir dengan rapi.


Pria itu menggandeng istrinya memasuki rumah sakit,tapi baru berapa langkah tiba2 manik Romi melihat orang tua Malvin datang.


Yuni melihat kesamping dan tiba2 menghentikan langkah kakinya.


" Kenapa Yank ?" tanya Romi pura2 tak tau.


" Mau apa mereka kesini ?"Tanya Yuni pelan.


Dengan cepat Yuni melepas genggaman suaminya dan mendekati pasangan lansia itu.


" Yank " Tahan Romi menggeleng.


Yuni menatap Romi tajam dan mengibas tangannya.


" Astaga bakal perang nih " Gumam Romi mulai deg degan.


Romi pun berjalan mendekat dan tiba2 baju belakangnya ditarik seseorang.


Sontak Romi kaget menoleh kebelakang.

__ADS_1


" Mel " Ucap Romi terkejut.


" Mau kemana ?" tanya Camelia mengernyit.


Glek...


Romi menelan ludah kasar,lelaki itu melihat Camelia dan seorang perempuan disebelahnya.


" Kamu kenapa disini ?" tanya Romi balik.


" oh ini nganterin Sifa cek up " Jawab Camelia tersenyum.


" Assalamualaikum Om apa kabar ?" Tanya Sifa menyalami Romi.


" Ha iya waalaikumsalam,baik " Jawab Romi menerima tangan perempuan itu..


" Kamu dah hamil ?" tanya Romi tersenyum.


" Hehe udah Om,baru masuk 2 bulan " jawab Sifa malu2.


" Oh syukurlah,Radit gimana kabarnya ?" tanya Romi sambil melirik Yuni yang terlihat bicara dengan orang tua Malvin.


" Baik Om " jawab Sifa malu2.


" Kenapa Rom ? kamu gak tenang " kata Camelia heran.


" Hm aku kesana dulu ya,Yuni bakal ngamuk " kata Romi ngeri.


" Hah kenapa ?" tanya Camelia kaget.


" Aku duluan,kalian hati2 ya " kata Romi buru2 pamit.


Camelia dan Sifa saling melihat,kedua perempuan itu terlihat bingung dengan apa yang terjadi.


Camelia mengikuti langkah Romi dari jauh dan kaget melihat Yuni sedang mendorong perempuan tua didepannya hingga jatuh ketanah.


" astaga " Kata Camelia terbelakak.


" Bi kenapa ?" tanya Sifa mendekat.


" Yuni berkelahi " Jawab Camelia masih melotot.


" ya ampun Bibi " kata Sifa menutup mulut tak percaya melihat Yuni benar2 mengamuk ditahan oleh Romi.


" ayo masuk,kamu gak boleh lihat beginian gak baik sama calon anak kamu " Kata Camelia buru2 menarik tangan anak angkatnya.


" Iy ya Bi " kata Sifa merinding mengusap perutny ngeri.


Di tempat tempur,Romi kewalahan menahan Yuni yang ingin menjambak rambut ibu Malvin.


" Sudah Yank jangan kasar sama orang tua " kata Romi terus menahan Yuni.


" Orang tua ? kamu sebut dia orang tua Mas ? mana ada orang tua yang tega membuat rumah tangga anaknya berantakan Mas !" teriak Yuni emosi.


Papa dan Mama Malvin terdiam mendengar ucapan Yuni yang begitu menyayat hati.


" Buat apa kamu kesini hah,buat apa ! pergi dari sini dan tak usah ganggu rumah tangga Sindi lagi !" Usir Yuni kasar.


" Kami ingin melihat cucu kami " Ucap Papa Malvin nanar.


" Cucu cuihhhh,saat Winda hampir mati baru kalian mengakuinya sebagai cucu,tak puas kalian menyakiti dia dari masih benih sampai dewasa !" teriak Yuni membara.


Romi diam,istrinya terlihat benar2 sudah emosi jiwa raga,kini Yuni begitu lancar menyerang musuh karna mental wanita itu sudah ditempa saat Serkan masih kecil dan dizolimi oleh Camelia dulu,tak ada lagi Yuni yang lemah dan menye2 sekarang siapa pun yang berani menyentuh dirinya dan orang2 terdekat pasti akan dislebew habis2an.


Mama Malvin mulai menangis merasa perkataan Yuni ada benarnya juga,ia tak pernah menganggap Winda ada tapi kini mendengar gadis itu sekarat membuat dirinya tak bisa hidup tenang.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2