Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
174


__ADS_3

3 hari berlalu,Bara dan Zaiva baru saja pulang dari luar negeri,mereka membawa serta Helend yang masih trauma dan sendirian.


Bara ngebet membawa gadis itu pulang kerumahnya untuk keselamatan Helen dari pria yang mengaku sebagai Ayah kandung gadis itu.


Bara tidak mau terjadi hal buruk kepada anak angkatnya.


Zaiva dan Helen tak bisa berkeras,keduanya hanya bisa menerima keputusan yang sudah dibuat kepala keluarga itu.


Romi dan Reno masih diluar negeri,Romi juga khawatir dengan keadaan mantan menantunya disana apalagi pria itu tau Helen mungkin akan lama menetap di ibu kota.


Seperti pagi ini,suasana rumah sedikit sepi karna tak ada lagi wanita yang selalu menyapa orang rumah dengan senyum hangat.


Salsa memasak sambil berderai air mata,gadis itu masih tak menyangka Hena akan meninggalkan mereka begitu cepat.


Salsa merasa sangat kehilangan sosok ibu dan sahabat baik.


" Salsa " Panggil seseorang dari belakang.


Salsa kaget dan mengusap air matanya dengan cepat.


" Iya Ayah " jawab Salsa berbalik badan.


" selamat pagi " Ucap Romi tersenyum.


" Pagi " Jawab Salsa ikut tersenyum.


" Masak apa hari ini ?" Tanya Romi duduk di kursi.


" Hm bikin nasi goreng Ayah,aku gak tau mau masak apa hehe " Jawab Salsa malu.


" Iya gak papa " Balas Romi tenang.


" Hm Pak Reno sudah bangun ?" Tanya Salsa ragu.


" Belum,biarin aja " Jawab Romi santai.


" Tunggu bentar ya Yah aku siapkan dulu sarapannya " Ucap Salsa kembali fokus


Romi mengangguk patuh.


Salsa pun mempercepat kerjaannya dan menyiapkan makanan untuk sang mertua.


Meski sedikit canggung tapi Salsa berusaha tenang.


Tak lama Reno keluar,pria dengan pakain tidur itu langsung duduk disamping Romi dan tersenyum.


" Apa ?" Tanya Romi bingung.


" Gak papa " jawab Reno terkekeh.


Romi menggeser pelan kursinya dan langsung mendapat julakan dari Reno.


" Kamu pikir aku naksir sama kamu ?" tanya Reno gemas.


" Hah bukan gitu Pak,sempit kalo deketan " Jawab Romi ngeri.


Reno mendengus dan mengeluarkan hapenya.


" Kapan pulang Rom ?" tanya Reno.


" Terserah bapak " Jawab Romi


" Kalo gak pulang gimana ?" Tanya Reno menggoda.


" Jangan dong Pak,nanti istri saya kangen " Jawab Romi gemas.


" Biarin lah,sesekali menjomblo " Kata Reno mengedipkan sebelah matanya.


Seketika Romi merinding melihat gaya centil lelaki itu.


Reno tertawa renyah melihat wajah ketakutan sang asisten.


Romi mendengus kesal dan tak menghiraukan lelaki itu.

__ADS_1


Reno terus tertawa merasa lucu.


" Ini sarapannya " Ucap Salsa memberi dua piring nasi goreng.


" Wahhh disini ada nasi goreng ya ?" tanya Reno menggoda.


" Hehe ada Pak " Jawab Salsa malu.


" Menu lainnya apa aja ?" tanya Reno menaruh tangan di dagu.


Salsa terlihat kebingungan,Romi memberi isyarat gadis itu agar menyingkir saja daripada jadi bahan olokan sang Bos.


" Dasar gila " Gumam Romi pelan.


Plakkkk....


Kepala lelaki itu seketika mendapat tempelengan dari Reno.


Romi bangkit dan duduk menjauh sebelum tubuhnya babak belur.


" Awas kamu deketin aku " kata Reno merajuk.


" Cih " Romi berdecih dan pura2 tak kenal.


Reno menggelutukkan giginya kesal dicueki lelaki itu,Salsa yang melihat keduanya ingin tertawa.


Tingkah Romi dan Reno sangatlah lucu menurut gadis itu.


" Ayah mau kopi ?" Tanya Salsa kepada Romi.


" 2 ya " Jawab Reno cepat.


" Bapak mau juga ?" tanya Salsa kaget.


" Ya dong " Jawab Reno ramah.


Gadis itu mengangguk dan berkutat dengan gelas kopi.


Romi hanya diam seraya menikmati sarapannya.


" Hm " Jawab Romi.


" Kenapa gak dibalikin aja ke Alexi ?" tanya Reno.


" Dia bukan barang " Jawab Romi.


" Ya maksudnya bukan gitu,kamu sebagai orang tua kan bisa tuh ngasih tau Alexi biar rujuk lagi " Kata Reno serius.


" Bukan hal mudah Pak " Jawab Romi.


" Karna Alexi buta ?" tanya Reno pelan.


Deg...


Romi seketika terdiam berhenti menyendok makanannya.


Pria itu menatap Reno dalam.


" Kau tersinggung ?" tanya Reno.


" Tidak,itu memang kenyataannya " Jawab Romi menghela nafas.


" Jangan berkecil hati Rom,Alexi dan Serkan anak yang baik,mereka pasti menemukan kebahagiaannya sendiri " Kata Reno tersenyum.


" Lagian kita berdua akan besanan juga,pasti seru " Kata Reno berusaha melawak.


" Hm " Jawab Romi cuek.


" Haisttt dasar pria es " Cibir Reno kesal.


Bicara dengan Romi memang sedikit menguras emosi karna jika pria itu sudah bad mood maka obrolan apapun akan terasa hambar.


Salsa datang lagi membawa 2 cangkir kopi panas.

__ADS_1


" Ini Pak " Ucap Salsa memberi gelas kepada Reno.


" Makasih " jawab Reno tersenyum


" Sama2 " Jawab Salsa ikut tersenyum.


Romi menerima gelas kopi dengan senyum kecil.


" Makan lah,kita akan pergi sebentar lgi " Ucap Romi tenang.


" Kemana Yah ?" tanya Salsa kaget.


Romi diam tak menjawab,gadis itu melihat Reno,lelaki itu pun sama diamnya.


" Ayah mau bawa aku kemana ?" batin Salsa penasaran.


Setelah semua selesai dan mereka sudah mandi.


Romi mengemudikan mobilnya menuju kesebuah perusahaan asuransi.


Salsa hanya mengikuti tanpa banyak bicara.


Kedua pria itu terlihat sangat serius seraya mengeluarkan beberapa berkas.


Baru kali ini Salsa melihat mertuanya bekerja.


" Pantas aja Ayah disegani ternyata dia memang luar biasa " Gumam Salsa takjub.


Lelaki dengan kemeja hitam itu terlihat tenang dan lancar dalam berbahasa.


" Lihat ayah gini,aku jadi inget Alexi " Gumam Salsa terkekeh.


" Alexi apa kabar ya ? kenapa Ayah gak ada cerita Alexi sama aku " Lanjut gadis itu penasaran.


Setelah selesai dari sana,mereka kembali mengintari kota.


Romi memasuki sebuah kampus yang sangat Salsa kenal karna dirinya kuliah disana.


" Ayah " Panggil Salsa deg degan.


" Kamu harus pindah " jawab Romi tanpa menoleh.


" Apa !" Pekik Salsa melotot kaget.


" Ayah akan urus pemindahan kamu,jadi menurut saja " Ucap Romi tegas.


" Tapi Yah aku udah gak lama lagi " Kata Salsa protes.


" Ayah tau,tapi ini untuk kebaikan kamu,kamu gak bisa sendirian disini,Helend akan lama di indo " Kata Romi tegas.


Salsa terdiam menatap mertuanya nanar.


" Ini demi kebaikan kamu Salsa,Ayah kamu sudah memikirkan ini 3 hari 3 malam " Ucap Reno menenangkan.


" Aku tinggal sedikit lagi " Kata Salsa mulai menangis.


Reno menghela nafas dan melihat kearah Romi yang diam saja.


Salsa terus menangis,dirinya tak ingin pindah karna ia sudah mendekati akhir.


Salsa tak ingin perjuangannya sia2,meski nanti ia dipindahkan ke kampus baru tapi gadis itu tak mau lagi mengulang.


" Rom " Panggil Reno pelan.


" Huhhh aku takut terjadi hal buruk kepadanya " Ucap Romi mengusap wajah kasar.


" Aku akan memantau Salsa disini jika kau mau,kasihan dia juga Rom,dia hampir selesai " ucap Reno membujuk.


Reno merasa iba kepada Salsa,sebenarnya Reno juga kaget dengan keputusan Romi yang mau memindahkan Salsa,tapi lelaki itu tak bisa terlalu ikut campur karna itu hak Romi.


Romi menatap Salsa,gadis itu menangis pilu karna nasibnya ditentukan oleh keputusan sang mantan mertua.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2