Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
125


__ADS_3

Setelah selesai makan malam Serkan menjelaskan hubungannya dan Histi.


Reno sangat terkejut mengetahui hal itu terjadi kepada cucunya.


Histi memasang wajah tanpa dosa,gadis itu merasa tak bersalah sama sekali karna ia mengikuti kata hatinya.


" Ini bener2 suatu hal yang diluar dugaan " Batin Reno.


" Dulu Bara mengalah dengan aku dan Nisa hingga meninggalkan Hena,tapi sekarang malah Histi yang mempertahankan cintanya melawan Bara dan Zaiva " Lanjut lelaki tua dengan perut kenyang itu.


Histi menatap Kakeknya dalam,gadis itu tau Reno sangat lah berkuasa tentang diri mereka tapi Histi yakin didalam kekuasaan Kakeknya pria itu masih punya hati untuk sebuah cinta yang murni.


" Aku tau cara aku salah Kek,tapi yang namanya cinta siapa yang bisa menebak " Kata Histi menyambung melihat Reno diam.


" Histi " Tegur Serkan.


" Aku bicara apa adanya Dok,aku tidak mau membohongi diri ku sendiri,jika orang tua ku masih meminta aku menikahi Bryan,apa yang terjadi dengan hidup ku nanti,kita semua sudah besar,masalah cinta hanya diri sendiri yang tau " jelas Histi dengan berani.


Reno menatap cucunya takjub sedangkan Romi dan Yuni terbelalak dengan keberanian bocah itu melawan Reno.


" Lalu bagaimana dengan orang tua Bryan ?" Tanya Reno tenang.


" Aku sudah meminta maaf kepada Bibi dan Paman,mereka menerima permintaan maaf ku karna Bryan tidak mau memperpanjang masalah " Jawab Histi.


Reno menghela nafas menatap Romi dan Yuni bergantian.


" Sepertinya kita akan berbesan Rom " kata Reno menepuk pundak Romi.


Romi yang ingin mengambil gelas kopi di meja langsung terdiam melihat lelaki tua itu tersenyum geli.


" Hm " Jawab Romi pasrah


Reno tertawa,Yuni terlihat sangat malu karna ia tak pernah terpikirkan akan mempunyai besan keluarga besar.


" Jadi kapan rencana kalian ?" tanya Reno mengambil gelas kopinya.


Lelaki dengan kaos metal itu terlihat santai dirumah Asistennya seolah rumah sendiri.


" Aku harus lulus kuliah dulu dan kerja setahun baru dikasih nikah " Jawab Histi terlihat kesal.


" Hahahaah,yaa kau harus memberi jasa dulu kepada Papa mu " Balas Reno tertawa.


" Papa memang perhitungan " Cicit Histi mengkrucut dan langsung mendapat tendangan kecil dari Serkan.


Histi melihat lelaki itu,Serkan melototkan matanya tanda peringatan.


" Hehe iya " jawab Histi cengengesan.


" Itu bagus juga untuk kalian,kalo kamu langsung nikah ntar malah manja sama Serkan " Kata Reno tenang.


Histi mengangguk kecil karna ia tau tujuan Papa nya bagus untuk membentuk dirinya menjadi mandiri.


Reno tersenyum,lelaki itu paham akan maksud dari Bara menunda pernikahan,Bara ingin melihat sampai mana Histi bertahan dengan pilihannya karna gadis itu juga sudah membuang berlian mahal.


" Ingat,jaga hubungan kalian baik2,kalo sampe nanti tersebar kabar buruk awas saja,Kakek lempar kalian ke kandang buaya !" Kata Reno tajam.


Deg....


Romi langsung tersedak ludahnya sendiri mendengar ancaman lelaki tua itu.


" Iya,jangan dilemparin ke buaya darat aja " Jawab Histi malas.


Romi kembali melotot terkejut.

__ADS_1


" astaga anak ini gak ada takutnya apa,dia pikir Kakeknya bercanda " Batin Romi tak percaya melihat respon Histi sangatlah santuy.


Serkan mengangguk meski heran melihat wajah ayahnya tegang.


Hanya Romi yang tau selak beluk Reno,pria itu seperti air sungai yang tenang dengan banyak misteri didalamnya.


" Huh jangan sampe Serkan macem2,bisa habis nyawa anak ini " Batin Romi menatap putranya dalam seolah memberi ancaman tegas.


Mereka kembali mengobrol,Reno mau tidak mau harus pulang karna lelaki itu tidak bisa tidur sendirian jauh dari istri tercintanya.


meskipun ia tau kalau dia sampe dirumah nanti,banyak penonton yang akan menyoraki dirinya diterkam betina buas yang sedang kelaparan...


Serkan mengantar Histi pulang karna beda haluan dengan Reno,diperjalanan,gadis itu sangat manja.


Histi bergelayutan dilengan Serkan membuat lelaki itu berapa kali menjauhkan kepala Histi dari tubuhnya.


" Gerah Histi " Kata Serkan menahan kesal.


Gadis itu tersenyum dan sedikit menjauh.


Histi melihat keluar jendela menikmati angin malam.


Serkan yang melihat gadis itu diam merasa bersalah.


" Kamu marah ?" tanya Serkan pelan.


" Gak kok " Jawab Histi tanpa menoleh.


" Kenapa diam ?" Tanya Serkan heran.


" Gak papa,pengen diam aja cape gerak mulu " Jawab Histi cuek.


Serkan terkekeh dengan jawaban asal gadis itu.


" Dok " Panggil Histi menoleh.


" Dokter sayang gak sih sama aku ?" Jawab Histi.


" Kenapa nanya gitu ?" Tanya Serkan.


" Ya Dokter gak pernah ngomong apapun,bilang sayang atau cinta atau apa kek yang bikin aku semangat " jawab Histi.


" Emang perlakuan aku kurang ?" tanya Serkan.


" Perlakuan apa ?? Dokter juga cuek sama aku " Jawab Histi mengkrucut.


" Kan tau aku emang gini " Jawab Serkan.


Histi diam kembali melihat jendela.


Serkan menarik nafas dalam memperlambatkan laju mobilnya.


Deg...


Tiba2 rambut Histi diulus dari belakang,Histi menoleh dan terdiam melihat Serkan tersenyum kepadanya.


" Kamu ingin aku gimana hm ?" tanya Serkan memautkan sebelah tangannya ke tangan gadis itu.


" Gini " jawab Histi mengeratkan tautan mereka.


Serkan tersenyum geli dan menepikan mobilnya kesamping.


Keduanya saling bertatapan,lelaki itu mendekat dan memeluk Histi hangat.

__ADS_1


" Aku gak pandai berucap,aku juga kaku dalam bertindak,tapi melihat keberanian kamu aku jadi ikut berani mengambil tindakan " Kata Serkan lembut mengusap punggung gadis itu.


" Aku ingin berjuang bersama Dok,aku janji akan jadi gadis yang baik " Ucap Histi membalas pelukan lelaki itu.


" Jangan berjanji pada ku,berjanji lah pada orang tua mu dan buktikan,jangan kecewakan mereka lagi " Balas Serkan.


" Aku sedang berusaha,tolong nasehati aku jika aku salah " Ucap Histi ingin menangis.


" Iya sayang " jawab Serkan hangat mengecup lama kening gadis itu.


" Aaahhh nyamannya dipanggil sayang " Kata Histi tersenyum malu.


Serkan diam,dirinya tak menyangka bisa mengucapkan kata singkat itu tanpa berpikir terlebih dahulu.


" Ayo ucap lagi " Pinta Histi mendongak.


" Gak ah " Kata Serkan melepaskan pelukan mereka.


" ayo lagi " Rengek Histi menarik tangan Serkan.


" Buat apa ?" tanya Serkan merasa malu.


" Ya buat nunjukin lah kalo kamu beneran sayang sama aku " jawab Histi.


Serkan tetap menolak,membuat Histi kesal.


" Ya udah kalo gak mau,cepetan pulang !" Ucap gadis itu merajuk.


Serkan mengangguk dan menghidupkan mobilnya membuat gadis itu manahan nafas kesal permintaannya di turuti.


" Ihhh Dokter gak sosweet !" Kesal Histi menghentakkan kakinya.


Serkan diam melihat gadis itu masih memasang wajah juteknya.


Pria itu menarik Histi dan mencium gadis itu cepat.


" Hmmmppttr " Pekik Histi kaget.


Serkan menahan tangan gadis itu keatas kepala dan mengunci pergerakan Histi secepat kilat.


" Dok emptt " Pekik Histi bergerak gelisah.


Serkan menggigit sedikit keras bibir bawah Histi membuat gadis itu sedikit memekik.


" Hosh hosh hosh.... " Nafas Histi tercekat ketika Serkan melepaskan dirinya.


Lelaki itu tersenyum dan mengusap bibirnya yang sedikit basah.


" Dokterrr ihh mesumm " Pekik Histi menampar wajah Serkan geram.


" Habis nya kamu gemesin " jawab Serkan mengusap bibir gadis itu dengan ibu jarinya.


" sakitt " rengek Histi menebalkan bibir.


" Sini aku obatin " Kata Serkan menarik Histi lagi.


" Eeehhhh gak usahh,yang ada malah ditambah !" kata Histi mendorong wajah lelaki itu lalu menutup wajahnya.


" Hahahahaha " Serkan tertawa renyah melihat nyali gadis berani itu menciut.


Mobil pun kembali berjalan dengan 2 penumpang beda expresi.


Kali ini Serkan yang banyak tersenyùm sedangkan Histi memepet tubuhnya sedikit menjauh dari lelaki dingin tersebut.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment.


__ADS_2