Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
365


__ADS_3

Tok tok...


Suara pintu terdengar,Sindi yang sedang melamun hanya diam tanpa ada niatan mau bangun dari tempat duduknya.


Tok tok tok..


Pintu rumah itu kembali diketuk,Winda yang baru selesai menyuapi adiknya makan mengernyit mendengar suara ketukan.


" Ada tamu Kak " Ucap Doni melepas gelas minumnya.


" Iya " Balas Winda.


" siapa yang bertamu Kak,apa itu Papa ?" tanya Doni semangat.


Deg...


Winda tersentak kaget dan berjalan cepat kearah depan.


" Ma " Tegur Winda kepada Sindi.


Perempuan itu tak menjawab,Sindi bangun dan berjalan kekamar.


" Mama " Panggil Winda ingin menangis.


" Mama cape Win,Mama pengen istirahat tolong jaga adek kamu ya " Ucap Sindi pelan hingga menutup pintu kamar.


Winda diam mematung melihat wajah lesu ibunya.


Gadis itu tak bisa berbuat apapun saat ini,semua keputusan ada di Sindi dan mereka sebagai anak hanya bira menurut saja.


Winda melangkah mendekati pintu dan membuka pelan.


Saat pintu terbuka manik Winda terbelalak melihat sepasang suami istri bersama anaknya yang sangat ia kenali.


" Ayah,Bibi " Ucap Winda dengan wajah syoknya.


" Winda " Ucap Yuni berkaca kaca.


Winda kembali mematung,Yuni melangkah masuk dan langsung memeluk gadis itu.


" Apa yang terjadi sayang ?" tanya Yuni berkaca kaca.


Winda menunduk menggigit bibir bawahnya kelu.


" Winda " panggil Yuni mengusap air mata Winda yang mulai turun.


" Papa sama Mama mau pisah Bi hiks hiks " Ucap Winda langsung menangis.


Yuni melihat Romi,terlihat lelaki itu hanya bisa menghela nafas panjang karna keduanya sudah mendapat kabar dari Malvin tadi.


" Apa yang harus aku lakukan Bi,aku gak mau Papa dan Mama pisah,kasihan Doni Bi dia masih kecil hiks hiks " Ucap Winda terus menangis.


" Winda sayang " Kata Yuni memeluk gadis itu lembut.


Winda menangis terisak dalam pelukan sahabat ibunya itu.


" Papa kamu belum kesini ?" tanya Romi berusaha tenang.


" Belum Yah " jawab Winda melepas pelukan.


" Kamu yang sabar ya sayang,pasti ada jalan keluarnya " Ucap Yuni mengusap air mata gadis itu.


" Aku gak tau lagi harus gimana Bi,Papa membuat Mama sakit " Kata Winda sedih.


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari arah luar.


Semuanya menoleh dan kaget melihat 2 orang pria berdiri diambang pintu.


" Maaf Bang aku terlambat " Ucap Malvin terlihat ngos2an.


" Gak papa kami baru saja sampai " Balas Romi tenang.


Malvin masuk kedalam dan menatap anaknya yang masih berderai air mata.

__ADS_1


Terlihat kantung mata Winda menghitam tanda gadis itu jarang tidur.


" Papaaaaaaaa " Pekik Doni heboh melihat Malvin datang.


Malvin menoleh kedapur dan meremas tangannya melihat sang buah hati berlari dengan wajah girang.


" Papa " panggil Doni memeluk kaki Malvin.


Pria itu bersimpuh dan memegang kedua bahu putranya.


" Anak Papa apa kabar ?" tanya Malvin bergetar.


" Aku kangen Pa,Papa kemana aja ?" tanya Doni polos.


Yuni menutup mulutnya menahan tangis,sungguh perempuan itu tak tega melihat Doni yang tak tau apa2 masalah orang tuanya.


" Papa em Papa kerja " jawab Malvin berbohong.


" Bearti Papa bawa oleh2 dong " Balas Doni tersenyum.


" Hah iya em ya,tentu saja " Jawab Malvin kelabakan.


Winda mendekati adiknya dan menarik bocah itu mundur.


" Winda " Ucap Romi dan Malvin pelan.


Winda menggeleng pelan tanda tak mau adiknya dekat dengan Malvin.


" Winda " Panggil sang Kakek lembut.


" jangan sebut nama ku !" Ucap Winda tegas.


Papa Malvin langsung terdiam mendengar bentakan cucunya.


" Kalian bukan keluarga ku,aku tidak punya Kakek,Nenek dan bibi,aku hanya punya Mama dan Doni !" Ucap Winda tegas.


" Winda tenanglah sayang " Ucap Yuni mengusap bahu gadis itu.


" Mereka tidak pernah menganggap kami ada Bi,jadi kami pun akan menganggap mereka seperti itu " Ujar Winda tenang.


Yuni diam dan tak berani bicara lagi.


" Mana Mama mu ?" tanya Romi mengalihkan.


" Usir mereka Yah,Mama tidak akan mau melihat wajah mereka " Jawab Winda.


Deg....


Semua orang melotot dengan ucapan kasar gadis itu.


" Kak,kenapa usir Papa,Papa baru pulang bekerja " ucap Doni tak setuju.


" Papa bukan kerja Dek,,dia menemui perempuan lain,dia menyakiti Mama " Kata Winda kesal.


" Winda " Tegur Malvin tegas.


" Apa ?" tanya Winda menantang.


" Papa tidak pernah seperti yang kamu tuduhkan " Kata Malvin tak terima.


" Benarkah ?" tanya Winda tersenyum miring.


" Kamu tidak bisa menuduh Papa sembarangan Nak " Jawab Malvin berusaha tenang.


" Lalu apa yang harus aku percayai ? semua bukti jelas mengatakan bahwa Papa sering bertemu perempuan itu !" kata Winda melawan.


" Kamu punya bukti ?" Tanya Yuni berusaha tenang.


" Iya Bi,aku punya semuanya,bahkan adiknya tak punya hati nurani menunjukkannya kepada kami " Jawab Winda tersenyum miring.


Deg...


Malvin dan Papanya tersentak kaget,wajah Winda terlihat begitu serius dengan apa yang ia ucapkan.

__ADS_1


Gadis itu berjalan ke sebuah lemari dan mengambil map yang ia dan ibunya terima malam tadi.


Dengan kasar Winda melempar semuanya ketubuh sang Papa,Malvin sontak mundur dan terbelalak melihat banyak foto yang berserakan dilantai.


" Astaga apa ini ?" tanya Yuni mengambil satu foto dan menatap Malvin tajam.


Glekkkk....


Malvin menelan ludah kasar melihat foto kebersamaan dirinya dengan Ratu.


Flashback On.


Malam tadi setelah selesai solat tiba2 pintu rumah mereka diketuk,Sindi yang ingin mengunci pintu pun sontak kaget dan membuka pintu tersebut.


Nampaklah seorang wanita yang ia kenali berdiri depan rumah.


" Kenapa ?" tanya Sindi ketus.


" Waww rumah kalian bagus ya " Ucap wanita itu terkekeh.


Sindi hanya diam tak menjawab.


" Berhubung hari mau hujan,aku langsung aja ya takut kelelep ntar kalo banjir " Kata wanita itu dengan nada sombongnya.


Sindi memutar mata malas meladeni sang ipar yang memang tak menyukainya dari hulu ke hilir.


" Nih buat kamu,biar makin sadar diri " Kata wanita itu menyerahkan amplop merah kepada Sindi.


" Apa ini ?" Tanya Sindi mengernyit.


" Tengok pake mata dan oh iya berhubung kamu punya anak cowok yang bakal warisin hartanya Malvin,kamu dapat warisan dari keluarga aku,aku rasa itu cukup buat masa depan kalian bertiga " Jawab wanita itu tersenyum mirinh.


" Aku tidak butuh harta kalian !" Kata Sindi langsung melempar map itu ke muka Sita.


Seketika isi map tersebut berhamburan,Sindi membelalakkan matanya melihat sebuah foto teronggok di lantai.


" Mas Malvin " Gumam Sindi pelan.


" Ma " Panggil Winda keluar.


" Mama sam.....


" Cihhh " Decih Sita melihat Winda apalagi menatap penampilan gadis itu hanya dibalut daster sebetis.


Winda menunduk mendekati ibunya.


" Papa !" Pekik Winda kaget melihat foto ditangan ibunya.


" Papa " Pekik Doni mendengar Winda memanggil Malvin.


Sontak Sindi langsung melempar foto itu dan menarik tangan Winda masuk kedalam rumah.


" Papaaaa " pekik Doni ingin keluar tapi ditahan Sindi.


" masuk2 " Titah Sindi berusaha menutup pintu.


Winda masih terdiam duduk disofa dengn tatapan. nanar.


" Ma aku mau ketemu Papa " Kata Doni memaksa keluar.


" Papa gak ada sayang " Jawab Sindi bergetar.


" Paaaaaaaaaaa " Teriak Doni melengking.


brakkkk....


Sindi mengunci pintu dengan cepat dan langsung berlari kekamar.


" Papaaaaaaa aku didalam Paaaa " Teriak Doni gedor2 pintu.


Winda mulai menjatuhkan air matanya melihat sang adik yang begitu merindukan sosok Malvin.


Flashback Offf..

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2