
Sam mendorong Leni yg makin membuatnya kepepet,lelaki itu melongos begitu saja menjauh dari sang penggoda.
" Sammm " Pekik Leni terbelalak.
Sam makin menjauh tanpa kata.
" Akhhh sialan,aku benci ditolak !" Ucap Leni mengepalkan tangan.
Wanita itu mati2an menahan dirinya agar tidak menyerang duluan,tapi Samuel lebih parah menolaknya mentah2.
" Akan aku buktikan Sam,kau akan menjadi milik ku seutuhnya !" gumam Leni tajam.
Wanita itu meninggalkan dapur dengan perasaan yg meledak2.
Didalam kamar,Samuel langsung naik keranjang dan tiduran bersama Afdhal yg sudah terbang ke mimpi.
" Dia sudah gila " Gumam Samuel merinding.
Biar bagaimana pun Samuel hanyalah lelaki biasa,pria itu memang butuh belaian seorang perempuan tapi melihat keagresifan Leni tadi membuatnya takut,Samuel bukan tipe pria yg mudah menyerah dengan hawa nafasunya.
" Mending aku tidur aja " Putus Samuel menarik tubuh Afdhal mendkat.
Lelaki itu pun mulai memejamkan mata mencoba tidur.
Tak lama suara pintu terdengar,Leni masuk dan terdiam melihat pria yg ia anggap suami kini tidur nyaman seraya memeluk anak orang.
" Huhhhh " Leni menghela nafas panjang.
Ntah mengapa wanita itu merasa hangat melihat suaminya seperti saat ini,Leni mendekat dan duduk diranjang memperhatikan kedua lelaki tersebut.
" kau butuh anak Sam ?" Gumam Leni mengusap kepala Samuel lembut.
" Jika kau mau,aku akan berusaha Sam,aku akan sembuh dan memberi apapun yg kamu mau " Ucap Leni pelan.
" Aku pastikan kau akan mendapatkannya Sam dan tidak membutuhkan anak orang lain untuk menemani hari dan tidur mu " Kata Leni tersenyum.
Leni mulai membayangkan bagaimana bahagianya pernikahan mereka dimasa depan apalagi membayangkan Samuel memiliki seorang anak yg akan menjadi penerus dan penerang rumah nantinya.
" Ahh sepertinya aku harus benar2 giat sskarang " Ucap Leni yakin.
Leni melihat Samuel lagi dan bangun dari duduknya.
Wanita itu memilih keluar dan tidur dikamar lain,membiarkan Samuel dan Afdhal tidur bersama.
Kebesokan paginya,Afdhal menangis merindukan sang Ibu.
Samuel yg baru bangun langsung dibuat kelabakan.
" Iya kita pulang sekarang " Kata Samuel setengah sadar.
" Mama hiks hiks Mama " Ucap Afdhal berceceran air mata.
" Iya sabar ya Nak,ini Om telfon Mama " Kata Samuel mengambil hapenya dengan cepat.
" Huaaaa Mamaaaaa " Tangis Afdhal makin pecah.
Brakkk...
Pintu tiba2 terbuka,nampaklah Leni dengan baju tidur dan rambut acak2nya masuk dengan wajah mengantuk.
" Dia kenapa berisik ?" tanya Leni kesal.
" Aku akan mengantarnya pulang " Jawab Samuel melihat sejenak.
__ADS_1
" Ya em aku sudah siapkan susu dan roti hangat,makan lah sebelum pergi " balas Leni seraya melangkah keluar.
Samuel mengangguk kecil meski wajahnya bingung dengan sikap sang istri.
Pria itu langsung bangun dan menggendong Afdhal keluar.
Memang sangat beresiko membawa anak kecil yg jarang terpisah dari orang tuanya apalagi Afdhal biasa mengintili kemana Winda pergi,mungkin rasa kangen yg membludak membuat bocah itu sampai menangis saat bangun..
Setelah didapur,Afdhal mulai reda apalagi disuguhi Samuel dengan susu hangat dan roti lembut.
" Ayo dimakan " Pinta Samuel seraya menyuapi.
Afdhal diam memperhatikan.
" ini enak sayang,nih Om cicip ya " Kata Samuel mengigit rotinya.
Afdhal memperhatikan hingga bocah itu menarik tangan Samuel pelan.
Samuel mengulum senyum dengan tingkah malu2 anak mantannya.
" Uhhh gemesin banget sih " Kata Samuel gemas.
Afdhal mulai makan dengan hati2,setelah selesai dan kenyang mereka pun berangkat.
Para operator apartemen kembali dibuat tercengan dengan tingkah bos besar tersebut apalagi Samuel masih memakai pakaian tidur yg merupakan hal yg sangat langka untuk dilihat..
Kedua lelaki itu meninggalkan apartemen menuju lokasi.
Sesampainya disana,terlihat seorang wanita sedang menjemur pakaian disamping rumah.
" Mama " Gumam Afdhal girang melihat sang ibu.
Samuel diam memperhatikan Winda yg seperti tidak mengetahui kedatangan mereka.
" Mama mama " Ucap Afdhal ingin turun.
Lelaki itu pun turun.
" Mama...." Panggil Afdhal girang.
Winda yang asik menjemur berbalik badan dan kaget.
" Anak Maamaaaaa " pekik Winda heboh.
" Mama hahaha mama " kata Afdhal meloncat2.
Winda sedikit berlari dan menyambut anaknya yg sudah merentangkan tangan.
" Uhh Tayangg Mama kangenn " Kata Winda mencium memeluk bocah itu.
" Hahah " Afdhal tertawa bahagia dengan tingkah ibunya.
Samuel yg berjarak sangat dekat tersenyum manis melihat moment langka tersebut.
" Apa anak ku sudah makan ?" tanya Winda melihat Samuel.
" Hanya makan roti dan susu " Jawab Samuel tenang.
" Uhhh anak Mama maem Roti ya Nak " Goda Winda terkekeh.
Afdhal menunduk malu..
" hm dia belum mandi " Kata Samuel menggaruk kepala..
__ADS_1
" Ya sepertinya anak ku bangun siang kali ini " kata Winda sambil menyindir.
Samuel melihat penampilan dirinya dan kembali menggaruk kepala.
" hehe iya " Jawab Samuel malu.
" Haissttt " Decak Winda memutar mata.
Winda berjalan masuk seraya menggoda sang putra yg masih malu2,Samuel mengintili perempuan itu dengan wajah polosnya.
" Kau tidak pulang ?" Tanya Winda mengernyit heran.
" Hm apa aku tidak mendapatkan secangkir kopi ?" Tanya Samuel tanpa malu.
" Kau mengharapkan itu ?" Tanya Winda lagi.
" Hm ya anggap saja aku seorang tamu " Jawab Samuel terkekeh.
" Dasar tidak tau diri " Cibir Winda melongos.
Samuel mencebik,lelaki itu tetap masuk walaupun tuan rumah sangatlah ketus..
Winda berjalan kedapur dan membuatkan secangkir kopi panas,walaupun sikapnya terlihat cuek tapi ia masih seorang wanita berhati hangat.
Samuel duduk diruang tamu seraya melihat rumah,beberapa foto terpajang rapi,foto lawas pernikahan Winda dengan Restu pun nampak di atas nakas membuat Samuel menatap lama.
Senyum miring tercetak dibibir lelaki itu,Samuel merasa miris lagi dengan hidupnya yg tidak sebahagia sang mantan.
" Ini minumlah dan pulang " Kata Winda menegur.
" ah iya " Ucap Samuel tersentak.
Tanpa tunggu lama lelaki itu menyuput kopi panas tersebut dengan hati gembira.
Winda kembali bersenda gurau dengan Afdhal,sungguh moment yg belum pernah Samuel lihat sebelumnya,ia merasa seperti seorang kepala keluarga disana..
Cangkir kopi sudah kosong,Samuel pun pulang setelah berpamitan.
Sesampainya dirumah,terlihat Leni sudah berberes.
Wanita dengan daster sepaha itu terkejut melihat kedatangan suaminya.
" Kau tidak bekerja ?" Tanya Leni mendekat dengan kemoceng di tangan.
" Aku akan bersiap2,kau ?" tanya Samuel tenang.
" Aku sudah resign " Jawab Leni santai.
" Hah apa ?" tanya Samuel kaget.
" Ya pagi ini aku resign dan aku akan bekerja untuk mu selamanya " Jawab Leni gembira.
Samuel menganga lebar mendengar ucapan santai istrinya.
" Kenapa kau melakukan itu ?" tanya Samuel masih syok..
" Aku pikir uang suami ku sudah banyak,aku tidak perlu lagi banting tulang " Jawab Leni terkekeh.
Samuel diam memperhatikan Leni dari ujung kaki hingga kepala.
Leni mendekat dan memegang tangan pria tersebut.
" Aku akan menjadi rumah untuk mu pulang dalam keadaan apapun " Ucap Leni lembut seraya menyenderkan kepalanya didada Samuel.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.