Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
151


__ADS_3

Seharian Histi dibuat jengkel oleh Serkan yang tak menghubunginya sama sekali.


Gadis itu bahkan tidak mau keluar kamar saking malasnya,Histi juga dicueki oleh orang tuanya yang juga mengurung diri dikamar.


Ntah apa yang dilakukan pasangan itu Histi tak perduli.


" Kakakkkkkkkkk " Suara teriakan terdengar.


Histi yang sedang mageran diranjang memutar mata malas mengenali suara cempreng itu.


" Aku pura2 tidur aja " Gumam Histi langsung menutup matanya seraya menarik selimut.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka,masuk lah seorang gadis dengan kuncir hilang sebelah,dasi kebelekang dan baju sekolah yang sudah terbuka lebar seperti preman pasar,disusul sang kembaran tak kalah tragis dengan baju sekolah sudah hilang dari tempatnya.


" Kakak " panggil Salma mendekat.


" Kak Histi tidur ya ?" tanya Salim kepada Salma.


" Gak tau " Jawab Salma terus berjalan dan menaiki ranjang.


Histi mengintip ssdikit dan menutup rapat matanya saat gadis kecil itu mulai menyelisik.


" Kak,Mama mana ?" tanya Salsa dengan nada ketus.


Hening...


Tak ada jawaban.


" Kak Histi !" panggil Salma menarik lengan Histi.


" Hhmmm " Lenguh Histi pura2 tak dengar.


Salim menyelisik manik kakaknya yang bergerak2.


" Hm,aku ada ide " Gumam bocah lelaki itu terkikik.


Salim berlari keluar,Salma terus berusaha membangunkan Histi yang masih anteng dengan tipu dayanya.


" Ihh aku laperrr Kak,masakinnnn " Teriak Salma ingin menangis.


" Suruh Mama " Jawab Histi pura2 serak.


" Mama gak ada !" Teriak Salma emosi.


" Ya udah puasa aja " Jawab Histi santai.


" Apa !! " Pekik Salma melotot.


" Mana ada puasa mulai jam segini,ihh Kakak bangun dong,cacing aku dah demo nih !" gerutu Salma geram.


" St st " Desis Salim tiba2 menarik baju belakang Salma.


" Apa ?" tanya Salma pelan.


Salim menyuruh Salma turun seraya menunjukkan apa yang ia bawa.


" ihhh aku geli " Ujar Salma merinding.


" Cepetan " kata Salim tak sabaran.


Salma mengangguk,gadis itu pun turun dan menaiki sofa kamar Histi untuk berjaga jaga.


Salim mendekati kakaknya dan melempar cicak mainan kedepan selimut Histi.


" Ya ampun ada komodo " teriak Salim pura2 ketakutan.


Seketika mata Histi melotot mendengar teriakan adiknya.


" Mana komodo ?" tanya Histi langsung bangun.


" Tuh diselimut Kakak " Jawab Salim menunjuk dengan jari kecilnya.


Histi melihat selimut dan seketika terbelalak melihat benda menjijikan itu.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaa buayaaaaa " Teriak Histi langsung loncat mengibas selimutnya.


" hah buaya " kata Salim dan Salma bingung.

__ADS_1


Histi masih berloncatan diranjangnya dan melempar benda itu kearah adiknya yang sedang kebingungan.


Tep..


Benda tersebut melesat tepat dikaki Salma.


" Aaaaasaaaaaa cicaaaaaakkkkkkk " Teriak Salma meloncat kearah kembarannya.


Sontak kedua anak itu saling kepanikan.


Histi yang tadinya takut kini tertawa melihat Salim hampir mati dicekek Salma karna gadis kecil itu naik ketubuhnya.


" Aaaaa Mamaaa,Paapaaaaaa toloooonggg " Teriak Salma dan Salim bersamaan.


" Wahahahahahahahahah " Histi tertawa terpingkal2 melihat kedua adiknya.


" Ada ap...aa " Ucap Bara melotot melihat Salma sudah menangis ketakutan.


" Apa ini ?" tanya Bara mendekat.


" Astaga Papa !!!" Teriak Histi langsung menutup matanya melihat Bara hanya mengenakan bokser sepaha berwarna kuning cerah.


Bara melihat Histi dan langsung menutup akunnya yang masih aktif dibalik layar.


" Papaaa huhuhu " Salma meloncat ke Bara sontak Bara kaget dan langsung menangkap anak itu.


" Huh huh huh " Salim hampir kehabisan nafas dicekek kembarannya yang histeris.


Tiba2 Zaiva datang dengan rambut acak2an serta daster andalannya.


" Ada apa ini ?" tanya Zaiva panik.


" Mama huhu ada cicak nempel dikaki aku huhu " Adu Salma dengan air mata berderai.


Zaiva melihat Histi dan mengernyit melihat putrinya malah menutup mata.


" Ck Bang,kamu apaan sih keluar sana,pake baju dulu " Tegur Zaiva menampar punggung Bara.


" Aduh2 iya,tadi aku dah panik dengar Salma teriak " Kata Bara kesakitan.


Zaiva mendengus dan mendorong pria itu keluar.


" Ada apa ini Histi ?" tanya Zaiva heran.


" Ada cicak Ma,aku kaget " Jawab Histi menunduk.


" Terus Salim kenapa ?"


" Hampir mati gara2 dicekek Salma yang ketakutan sama Cicak " Jawab Histi terkekeh.


Zaiva melihat benda menggelikan itu tergeletak dilantai.


" Bukannya ini mainan kamu ?" Tanya Zaiva kepada Salim.


Bocah itu mengangguk lemah.


" Oh jadi kamu yang jahilin Kakak !" kata Histi berkacak pinggang.


" Habisnya Kakak gak mau bangun! aku sama Salma udah laper pulang sekolah !" Jawab Salim kesal.


" Kan bisa minta sama Mama !" kata Histi emosi.


" Emang tadi Mama ada !" Balas Salim sengit.


Glek...


Zaiva menelan ludah kasar melihat persaingan sengit kedua anaknya.


" Kan bisa masuk kekamar Mama !" Kata Histi geram.


" Ehh jangan " Kata Zaiva kaget.


Salim dan Histi menoleh kearah wanita itu dengan tatapan menyelisik.


" Hehe " Zaiva cengengesan dan berlari keluar.


" Mamaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Histi dan Salim menggelegar.


Zaiva melesat kabur mendekati suaminya yang sedang ganti baju.

__ADS_1


" Gawat Bang gawat " kata Zaiva panik


" Gawat apa ?" tanya Bara terkejut.


" Bakal dihujat masal kita Bang,kamu sih ngajakin siang bolong " Kata Zaiva kesal..


" Ngomong apa sih Yank ?" tanya Bara heran.


" Ck mereka bakal protes keras sama kita " Kata Zaiva takut.


" Mamaaaaa,Papaaaaaaa lapaaaaarrrrrrrr " Teriak Salma dan Salim sudah mengamuk.


" Tuh kan,mana aku belum masak lagi " Kata Zaiva berjalan mondar mandir.


Bara terkekeh melihat wajah ketakutan istrinya,memang tadi ia yang memulai makanya Zaiva tak bisa bekerja didapur demi melayani dirinya tapi Bara tak menyangka itu sebuah hal yang cukup fatal karna anak2nya tak terima hal seperti itu.


Bara berjalan keluar dengan Zaiva mengintil dari belakang.


Saat pintu terbuka,nampaklah 2 anak kembarnya sudah memasang tanduk didepan mereka.


" Hehe ada yang mau makan ayam geprek ?" tanya Bara cengengesan.


" Sekaranggggg !!! " Teriak kedua bocah itu emosi.


" I y ya ya " Kata Bara menutup telinganya sakit.


" Aku juga mau " Teriak Histi dari arah ruang tv.


" Haisst tuh anak,gak bisa apa dihandle dulu tadi,kan gagal terbit jadinya !" Gerutu Bara gemas melihat Histi rebahan dengan santai tanpa beban.


" Pa " Tegur Salma pelan penuh ancaman.


" hehe iya,ayo berangkat " Kata Bara menghela nafas lelah.


Kedua bocah itu berjalan duluan dengan keadaan masih berantakan.


Bara dan Zaiva saling melihat dan tertawa geli dengan keabsuran keluarga kecilnya.


Mereka pun langsung berangkat sebelum 2 malaikat kecil tadi kembali murka.


Ditempat lain,seorang pria duduk tenang dibawah pohon menikmati angin sepai sepoi.


Alexi duduk sendirian seraya mendengarkan lagu santai.


Lelaki itu terlihat nyaman meski sebenarnya banyak beban yang ia pikirkan.


" Uhhh sampai aku akan begini ?" Gumam Alexi menghela nafas.


" Apa Ayu akan tetap menerima aku ? tapi dia bilang akan setia " Gumam Alexi mulai galau.


" Hay " Sapa seseorang tiba2 duduk disampingnya.


" Kamu siapa ?" tanya Alexi kaget.


" Aku Sifa,kamu kenal ?" tanya gadis itu ramah.


" Oh,pacarnya Kak Serkan ?" tanya Alexi menggoda.


" Haha bukan,aku tidak berpacaran dengan siapapun " kata Sifa terkekeh.


" Aku pikir kamu gadis yang cantik " kata Alexi menebak.


" Benarkah ?" tanya Sifa malu.


" Ya suara mu halus " Jawab Alexi tersenyum.


" Hm,,kalau begitu apakah Kakak mu akan menyukai ku ?" tanya Sifa tersenyum.


" Ntah lah aku tidak tau,Kak Serkan pria yang aneh dan kaku mungkin kau akan bosan " Jawab Alexi tenang.


" Ya aku tau,tapi dia pria yang baik " Jawab Sifa tersenyum.


" Dia akan menjadi penyelamat ku suatu hari nanti " Balas Alexi yakin.


Sifa mengangguk tersenyum.


❤❤❤


Guyssss mana nihh dukungan kalian,jangan kasih kendor dongg buat kasih Vote,Like,Coment nya biar author gak lesu buat Up.

__ADS_1


__ADS_2