Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Enam Belas "TSJC"


__ADS_3

Hari H


Romi terlihat tergesa-gesa setelah mandi, Dia sibuk memakai setelan jas hitam yang tergantung dibelakang pintu kamarnya, yang sudah dia setrika. Setelah memakai setelan jasnya dia kemudian meraih ponselnya untuk menelfon sesorang.


"Halo sayang, kamu udah siap?" tanya Romi sambil memakai jam tangan.


"Kamu kok lama benget sih, aku udah nungguin dari 30 menit yang lalu." ketus Silfa dengan nada yang kesal diseberang telfon.


"Iya sayang aku minta maaf, tadi aku bangun kesiangan." ucap Romi menyesal sambil. berjalan keluar kamarnya.


"Ya udah, sekarang buruan jemput aku." ketus Silfa lagi diseberang telfon.


"Iya aku kesitu sekarang." ucap Romi lalu memutuskan sambungan telfon.


Romi bangun kesiangan, karna dia sangat lelah akibat pekerjaannya selama 2 hari terakhir.


Saat Romi hendak berjalan keluar dari rumah, Romi terhenti saat melihat Kevin dan Mita sedang menatapnya.


"Kenapa?" tanya Romi heran.


"Kak Romi udah mau berangkat?" tanya Mita balik.


"Iya." jawab Romi singkat.


"Ya udah kita bareng." ucap Mita lagi, lalu melangkahkan kakinya.


"Kalian berdua duluan aja, gue mau jemput Silfa dulu, gue bareng sama dia kesana." ucap Romi..


"Ya udah kalau kayak gitu, yuk Vin kita pergi." ajak Mita lalu bersiap untuk pergi.


"Kamu duluan aja Mit, aku mau jemput Indah dulu." jelas Kevin membuat Mita tercengang.

__ADS_1


"Kalian berdua bener-bener sepupu yang jahat, kalian selalu saja mendzolimi aku." gerutu Mita kesal.


"Siapa suruh jadi jomblo kelamaan." ketus Romi.


"Ihhh,, siapa juga yang pengen jadi jomblo kelamaan." gerutu Mita kesal lalu berjalan meninggalkan Kevin dan Romi di ruang tamu, karna dia ngambek.


"Ngga usah ngambek, aku pesenin taxi online yah." bujuk Kevin sambil berjalan dibelakang Mita.


"Kelamaan." ketus Mita.


"Ya udah, kamu ngga usah ngambek. kita barengan aja." bujuk Kevin membuat Mita berbalik menatap Kevin dengan wajah berseri.


"Serius?" tanya Mita dan Kevin hanya mengangguk.


Lalu Kevinpun masuk kedalam mobilnya, diikuti oleh Mita. Sebelum Mita masuk kedalam mobil Kevin, Mita menatap Romi dengan sinis terlebih dahulu, tapi Romi tidak menghiraukan Mita, dia hanya cuek dengan tatapan Mita yang sudah sering dia lihat, lalu Romipun masuk kedalam mobilnya. Kemudian merekapun mulai berangkat. Romi menuju rumah Silfa sedangkan Kevin menuju apartemen Indah.


***


Sementara Citra dan Riko sedang sibuk berhias diruangan yang berbeda.


Saat Citra sibuk dihias, tidak lama teman-temannya pun datang untuk melihat Citra.


Vivi bersama Anton, Indah bersama dengan Kevin dan Mita sendirian, kasihan Mita jomblo sendiri 😭.


"Hay Cit." sapa Indah mendekati Citra membuat Citra terkejut.


"Kalian udah dateng." ucap Citra saat melihat teman-temannya tiba-tiba datang.


"Iya Cit, btw Riko dimana?" tanya Anton penasaran.


"Kak Riko dihias di ruangan sebelah." ucap Citra.

__ADS_1


"Ya udah, gue keruangan sebelah dulu yah, soalnya pasti Arman dan Romi ada disebelah." ucap Anton dan Citra hanya mengangguk, Antonpun pergi keruangan sebelah untuk bertemu dengan Riko.


Setelah Citra selesai dirias, Citra kemudian diajak kedalam ruang ganti pakaian, untuk dia menggunakan gaun pengantinnya. Sementara teman-temannya menunggu Citra dengan duduk di sofa yang tersedia diruangan tersebut.


Beberapa menit kemudian Citra keluar dari ruangan dengan gaun yang sangat indah membuat teman-temannya kagum lalu merekapun mendekatinya.


"Gila Cit, kamu cantik banget, sumpah." puji Mita kagum.


"Makasih." ucap Citra.


"Kita foto yuk." ajak Vivi.


"Siapa yang fotoin kita?" tanya Mita bingung.


"Aku aja." tawar Kevin lalu mengeluarkan ponselnya siap memotret mereka, Citra menatap Kevin selama beberapa detik, dalam hatinya berkata, dia bersyukur bahwa Kevin sudah tidak mengejarnya lagi dan dia bisa menerima Indah sebagai penggantinya lalu dia tersenyum.


Mereka kemudiam menuju sofa untuk berfoto dengan Citra ditengah dan duduk di sofa, sementara Mita dan Indah berdiri disamping kiri Citra dan Vivi disamping kanan Citra.


Begitupun dengan ruangan Riko, mereka sibuk berfoto bersama dengan Silfa sebagai fotografernya.


Setelah mereka berfoto, Citra penasaran dengan Riko begitupun dengan Riko, dia juga penasaran dengan penampilan istrinya. Akhirnya Riko memutuskan untuk keruangan Citra untuk melihat Citra begitupun dengan Citra dia memutuskan untuk menuju ruangan Riko.


Sebelum mereka keluar dari ruangan masing-masing, sahabat mereka lebih dulu berpamitan meninggalkan ruangan itu dan menunggu mereka dilokasi pernikahan.


Citra yang sudah tidak sabar, dia kemudian keluar dari ruangan dengan terburu-buru. Begitupun dengan Riko dia kemudian berjalan kearah pintu lalu membuka pintu untuk keluar, saat dia membuka pintu, tiba-tiba dia melihat Citra berjalan dengan langkah yang cepat melewati ruangan Riko. Rikopun segera keluar dan memanggil Citra.


"Sayang." teriak Riko kepada Citra.


Citra yang mendengar suara panggilan Riko dia kemudian berbalik kearah sumber suara.


Citra melihat Riko tengah menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.

__ADS_1


__ADS_2