Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
557


__ADS_3

Leni diam memperhatikan sang suami yg makan tanpa suara,lelaki itu tidak canggung menggunakan tangan daripada sendok yg sudah tersedia.


" Sepertinya kau sudah biasa makan layaknya manusia normal " Ucap Leni terkekeh.


" Memangnya aku tidak normal ?" tanya Samuel.


" Hm normal sih,hanya saja aku baru kali ini melihat presdir perusahaan otomotif terbesar makan nasi pdang dengan tangan " jawab Leni tersenyum.


Samuel tak menjawab,lelaki itu masih asik makan dengan tenang.


" Dulu apa mantan istri mu bisa masak ?" tanya Leni penasaran.


" Uhuk uhuk....." Samuel langsung tersedak mendengar pertanyaan gadis itu.


" Ma maaf maaf,aduh mana air " Pekik Leni terkejut.


Wajah Samuel berubah merah lelaki itu terlihat kesakitan.


" Ini minumlah " ucap Leni memberi air digelas.


Samuel menandasnya hingga habis dan mencoba untuk tenang.


" Maaf aku tidak sengaja " kata Leni merasa bersalah.


" Tidak usah membahasnya " Balas Samuel datar.


" Iya " Jawab Leni menunduk.


" Aku hanya penasaran saja tadi " Kata Leni hati2.


Samuel diam,lelaki itu kembali melanjutkan acara makannya yg tinggal sedikit.


" Aku belum terlalu pandai dalam memasak,Papa tidak mengizinkan aku berada didapur terlalu lama " kata Leni menatap wajah Samuel.


" Hm " Jawab Samuel cuek.


" Tapi aku lihat di dapur mu banyak peralatan masak,apa kau bisa melakukannya ?" tanya Leni lagi.


" Aku memasak setiap hari " Jawab Samuel datar.


" Apa !" Pekik Leni terbelalak.


" Kau masak sendiri ?" tanya Leni tak percaya.


" Lalu siapa lagi,aku menikah dengan Lesbi yg tidak bisa memasak " Jawab Samuel menyindir.


Leni seketika terdiam dengan wajah mengkrucutnya.


" Kau menyindir ku ?" tanya Leni kesal.


Samuel memutar mata dan membukus lagi makanan yg sudah habis.


" Hei sini biar aku yg buang " Kata Leni menarik kaki Samuel yg akan berdiri.


Lelaki itu menunduk melihat wajah sok cantik istrinya.


Pria itu menyerahkan bungkusan dan berjalan kekamar mandi.


" Uhhh dia dingin sekali,kenapa wajahnya jarang tersenyum ?" Gumam Leni gemas.


Wanita itu mengumpulkan bekas makanan dan membawanya kedapur.


Menuju malam,pasangan itu sibuk masing2 dengan laptop.


Samuel duduk di kursi kerjanya sedangkan Leni duduk diranjang mengenakan kaca mata bening dan rambut cepol.


Keduanya sama2 diam hingga suara azan berkumandang.


" Hei kau tidak solat ?" tanya Samuel menegur Leni


" Kau saja " Jawab Leni fokus.


" Kau ingin menjadi wanita penghuni neraka ?" Tanya Samuel tenang.


Leni menoleh dengan wajah terkejutnya.

__ADS_1


" Hati2 kalau bicara " Kata Leni tak terima.


" Kalau tidak mau sana solat dulu " Balas Samuel santai.


Pria itu langsung bangun dan berjalan keluar dari kamar.


Leni masih diam ditempatnya melihat kepergian sang suami.


" Huh apa dia beneran solat ?" Gumam Leni pelan


Wanita itu kembali berkutat dengan laptop,tapi ucapan dan pikirannya mulai kacau mengingat kata2 terakhir Samuel tadi.


" Haissstttt,aku gak mau jadi penghuni neraka !" kata Leni menggeleng cepat.


" Tapi aku harus mulai dari mana ? aku gak bisa solat " Ucap Leni menggaruk kepala.


" Mukena juga dimana ya ? kayaknya aku gak punya deh " Balas Leni makin bingung.


Wanita itu sudah lama tak menjalankan perintah Tuhan lantaran tak ada satupun orang yg mengingatnya akan hal itu,Leni pun termasuk wanita yg begitu sibuk dengan karir.


" Ck mending aku ngintilin dia aja deh " Ucap Leni mendapat ide.


Wanita itu turun dari ranjang dan berlari keluar.


Disebuah ruangan kecil seorang lelaki sudah bersiap dengan baju koko dan surang serta kopiah dikepala.


Tampilannya begitu adem dan menenangkan,membuat aura gentle pria itu membara seketika.


" Allahuakbar " Ucap Samuel sudah memulai solat.


" Sa...mmm " Ucap Leni menggantung.


" Yaaahhh dia udah mulai " Gumam Leni lesu.


Baju Leni sudah basah ditambah wajahnya yg tersapu air wudhu.


" Kok dia nggak nungguin aku sih,kan aku istrinya " Kata Leni kesal.


Samuel tetap fokus tanpa terganggu sedikit pun.


Beberapa menit kemudian lelaki itu selesai,Leni masih diam disejadah menatap punggung Samuel.


" Kenapa kamu gak nungguin aku sih ?" Tanya Leni bersedekap dada.


" Kan kamu gak mau " Jawab Samuel polos


" Siapa bilang gak mau ?" Tanya Leni merajuk.


" Lah tadi " Jawab Samuel heran


" Ck aku udah lupa gimana bacaannya " Balas Leni menunduk.


" Gak pernah solat ?" Tanya Samuel terkejut.


Leni menggeleng pelan


" Astaga " Kata Samuel menepuk jidatnya.


" Ajarin Sam " Rengek Leni.


" Belajar sama ustad " Balas Samuel.


" Hei kau suami ku,sudah sepantasnya kau mengajari istri mu ini " Kata Leni kesal.


" Memang kau istri sungguhan ?" tanya Samuel mengangkat ssbelah alisnya.


" Maksud mu ?" Tanya Leni tak paham.


Samuel langsung mendengus tanpa bicara lagi.


" Akhhhh " Pekik Samuel tiba2 merasa dadanya sakit.


Leni yg masih menggerutu langsung berbalik badan dan kaget melihat Samuel menunduk menahan perutnya.


" Samm " Pekik Leni berlari mendekat.

__ADS_1


" Sam kamu kenapa ?" Tanya Leni panik.


" Dada ku sakit " Ucap Samuel gemetar.


" Astaga ayo kita ke kamar " Balas Leni memapah lelaki itu.


Samuel mengangguk kecil dan mulai melangkah hati2.


Setibanya di kamar,pria itu dibaringkan di ranjang besar.


" Mana yg sakit Sam ?" Tanya Leni terlihat panik.


" Ambilkan obat ku " Jawab Samuel.


" Obat ? dimana ?" tanya Leni melihat kiri kanan.


Samuel menunjuk laci depan cermin,tak menunggu lama Leni langsung melesat.


" Ini ?" Tanya Leni melihat banyaknya bungkusan obat.


Samuel mengangguk,Leni kembali berlari mendekati sang suami.


" Yg mana obatnya ?" tanya Leni tak tenang.


Samuel menganbil botol obat dan mengeluarkan beberapa butir.


Leni terdiam,wanita itu memperhatikan Samuel yg meminum obat seperti menelan permen kapas.


Setelah sedikit tenang dan wajah Samuel tidak pucat lagi,Leni memberanikan diri memegang dada lelaki itu.


" Kau kenapa ?" Tanya Leni lembut.


" Tidak apa2 " Jawab Samuel tenang.


" Jawab aku Sam,kita bisa berbagi cerita,anggap saja aku sebagai teman mu sekarang " Kata Leni tersenyum.


" Kau akan menolak berteman dengan ku jika tau yy sebenarnya " balas Samuel.


" Kenapa begitu ? aku tidak memilih dalam berteman " Kata Leni terkejut.


Samuel menghela nafas dan tersenyum kecil.


" Sam " Panggil Leni mulai mendesak.


" Aku harus istirahat " Balas Samuel menarik selimut.


" Kau yakin baik2 saja ? apa perlu kita telfon dokter ?" tanya Leni khawatir.


Drt drt...


Hape wanita itu berdering,Samuel yg awalnya ingin tersenyum langsung mengurungkan niat saat melihat nama dilayar.


" Kenapa dia menelfon sekarang ?" Gumam Leni menggerutu sendiri.


" Huh dah sana aku akan tidur " Ucap Samuel mengusir gadis tersebut.


" Sam " Panggil Leni pelan.


" Pergi lah,jangan membawa pacar mu masuk kerumah ku " Kata Samuel tegas.


" Maafkan aku " Kata Leni tak enak.


" Hm " jawab Samuel cuek


" Kau yakin baik2 saja ?" Tanya Leni memastikan.


Samuel bukannya menjawab malah menutup mata.


" Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu " Ucap Leni bangun.


Gadis itu berjalan keluar kamar seraya menatap Samuel dengan tatapan yg sulit dimengerti.


Setelah Leni pergi,Samuel membuka matanya melihat langit2 kamar.


" Apa aku akan seperti ini selamanya ?" Gumam Lelaki itu sendu.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2