
Disebuah rumah seorang pria datang untuk pertama kalinya kerumah sang pacar,Serkan diundang makan malam oleh Bara dan Zaiva.
Serkan yang mengetahui itu dari Histi sedikit terkejut tapi sebagai lelaki gentle,Serkan memutuskan untuk pergi memenuhi undangan.
Lelaki itu terlihat sangat tampan dengan kemeja navi dan celana jeans longgar ala anak muda,ia kadang malu berpakaian formal jika bersanding dengan Histi yang berpakain ala kadarnya layaknya remaja hits jaman now.
Pria itu pun masuk kedalam rumah satu lantai dengan rooftop diatasnya seperti tempat bersantai,terlihat sangat unik menurut Serkan.
" Assalamualaikum " Sapa Serkan melihat sepasang suami istri sedang nonton tv diruang keluarga bersama 2 anaknya.
" Waalaikumsalam " Jawab semuanya serempak menoleh.
" Sudah datang ?" tanya Bara mendekati lelaki itu.
" Iya Om " Jawan Serkan sopan.
Zaiva mendekat dan menyelisik lelaki tampan itu.
Serkan menelan ludah kasar melihat wanita berjibab itu menatapnya dalam.
" Siapa nama kamu ?" Tanya Zaiva tenang.
" Serkan Tante " Jawab Serkan tenang.
" Pacar Histi ?" tanya Zaiva lagi.
Serkan melirik Bara,lelaki dewasa itu terlihat diam tak ingin membantu.
" iya " Jawab Serkan mengangguk.
Zaiva menghela nafas dan menyuruh lelaki itu duduk.
" Pacarnya Kak Histi serem banget sih,masa iya senyum cuma sedetik " Bisik Salma ngeri.
" Iya itu namanya lelaki cuek " Sahut sang adik laki2nya.
" Aku takut ah gede punya pacar gitu,nanti dilahap lagi " Kata Salma merinding.
" Ck,masih kecil juga " Sahut adiknya menoyor kepala sang kakak.
Bara melihat kedua anak kembarnya penuh peringatan membuat kedua bocah itu mengunci mulut mereka dan membuat anak kuncingnya sembarangan dan memasang gaya mati didepan tv.
Bara terkekeh melihat tingkah 2 bersaudara itu.
" Ya ampun kenapa anak gue pada kocak semua sih " Batin Bara ingin tertawa.
Zaiva menginjak kaki Bara yang tersenyum sendiri padahal situasi sedang tegang.
Bara meringis melotot melihat istrinya,Zaiva lebih membulatkan mata membuat Bara menciut.
" Hah iya em Serkan " panggil Bara kelabakan.
" iya Om " Jawab Serkan tenang.
" kamu dan Histi sudah lama berhubungan ?" tanya Bara.
" Belum Om,tapi saya serius dengan anak Om " jawab Serkan.
Deg...
Zaiva terkejut mendengar ucapan spontan lelaki itu.
" Yang bener ?" tanya Bara ikut terkejut.
" saya tidak pernah main2 dengan ucapan saya " Jawab Serkan.
Glek...
Zaiva dan Bara saling melihat menelan ludah masing2.
Bara tau Serkan bukan pria sembarangan,lelaki itu benar2 duplikat Romi pikir Bara.
__ADS_1
" Baiklah,kita mengobrol santai saja,jangan terlalu serius " Kata Bara ngeri.
Serkan tersenyum canggung.
" duh masa iya aku bakal punya menantu kaku gini ?"Batin Zaiva tak menyangka.
Mereka kembali mengobrol,Serkan sebenarnya sangat deg degan karna ini pertama kalinya lelaki itu berkunjung kerumah seorang gadis bertemu orang tua secara langsung.
" Histi mana sih,kenapa ngak nongol2 juga gak tau apa aku dah sakit perut gini " batin Serkan celingak celinguk.
" Cari Histi ya ?" tebak Zaiva.
" Iya,dia kemana Te ?" tanya Serkan menggaruk kepala canggung.
" Lagi dandan " Jawab Zaiva malas.
" Buat apa ?" Tanya Serkan polos.
Deg...
Zaiva dan Bara saling melihat,keduanya terkejut dengan pertanyaan lelaki itu.
Tak lama suara seorang gadis terdengar,semua orang menoleh kearah suara.
" Salma dimana kamu taruh lipstik Kakak ?" Tanya Histi berkacak pinggang.
Gadis kecil yang sedang menonton tv itu terkaget2 dengan suara kesal kakaknya.
" Udah aku taruh di atas meja " jawab Salma bersembunyi di tubuh adiknya.
" Gak ada !" teriak Histi.
" Ada,kalo gak ada disana bearti lipstiknya berkaki " jawab Salma ngeri.
" Ck,cariin " Kata Histi kesal
" Males ah aku mau nonton " Jawab Salma ogah.
" Ck cariin cepat,pacar kakak mau datang bentar lagi !" Kata Histi geram
" Apa !" Teriak Histi kaget.
" Tuh diruang tamu " Jawab bocah itu menunjuk.
Histi melihat kedepan dan terbelalak saat maniknya dan pria idaman bertabrakan.
Serkan menatap gadis itu dengan tatapan datar seperti biasa.
" Ya Tuhan " Kata Histi menutup mulutnya tak percaya.
" Histiiiiiiii " Desis Zaiva berasap2.
Glek.
Gadis itu menelan ludah kasar,rambutnya masih berantakan bekas mandi dan sialnya gadis itu mengenakan celana hotpants yang membuat mata Bara melotot penuh ancaman.
" Waduh bakal dikawinin beneran nih " Gumam Histi panik dan langsung berlari menuju kamarnya.
" Maaf ya Serkan,Histi rada gak waras " kata Zaiva sangat malu.
" Gak papa Tante " Balas Serkan tenang.
" Ya Allah Pa,anak kamu tuh bikin malu " Bisik Zaiva kesal.
" Ya mana aku tau Ma " Kata Bara pelan.
Bara menggeleng pelan melihat tingkah anaknya yang tak pernah berubah.
Untuk menghilangkan rasa canggung,Zaiva menganjak Serkan untuk segera keruang makan.
Bara pun setuju,lelaki itu juga menganjak serta 2 anaknya yang masih rebahan.
__ADS_1
Mereka duduk bersamaan,tak lama Histi keluar dengan gaun sebetis berlengan panjang dan tertutup mengingat ibunya sangat cerewet.
" Maaf terlambat " Ucap Histi menunduk sopan.
" Hm duduk " Jawab Bara malas.
Gadis itu mendekati adik perempuannya yang duduk tepat dekat Serkan.
" minggir " Kata Histi berbisik.
" Kakak apaan sih kan banyak kursi kosong " Kata Salsa kesal.
Gadis itu sedang makan tapi Histi malah mengganggu ketenangannya.
" Ngalah napa,aku mau duduk samping pacar " Kata Histi penuh ancaman.
" Kan disana bisa " kata Salma emosi
" Apalagi sih kalian berdua ?" tanya Zaiva gemas.
" Hehe gak ada apa2 Ma " Jawab Histi cengengesan.
" Udah kamu duduk disana aja,ngalah napa " Kata Serkan gemas melihat kekasihnya seperti anak kecil.
Histi mengkrucut dan duduk didepan lelaki itu.
" Nih makan sayur biar gak setres " Ucap adik laki2 Histi menaruh wortel.
" Iya " Jawab Histi memakan potongan wortel itu dengan cepat.
Salma tersenyum puas berhasil menjahili Kakaknya yang sangat cemburuan.
" Udah lama ?" tanya Histi kepada Serkan.
" Hm " Jawab lelaki itu mengangguk.
Histi terlihat canggung dan malu,dirinya bingung harus bercerita apa.
" Jadi kamu anaknya Pak Romi dan Yuni ?" Tanya Bara disela makannya.
Serkan diam,dirinya bingung harus menjawab apa.
" Saya punya 2 ibu " Jawab Serkan akhirnya jujur.
" 2 ibu maksudnya ?" tanya Zaiva bingung.
Bara tersenyum,pria itu salut dengan kejujuran Serkan.
Sebenarnya Bara sudah tau semua cerita tentang hidup pilhan anaknya saat ini,tapi Bara ingin mengetes Serkan apakah lelaki itu akan jujur atau menutupi kebenaran.
" Mungkin Om sudah tau cerita hidup saya dari kecil hingga besar " Kata Serkan tenang.
" Saya tidak tau apa2 " Jawab Bara.
" Saya punya ayah bernama Romi dan Mama bernama Camelia,tapi Ayah saya menikah dengan perempuan bernama Yuni jadi saya punya 2 ibu Tante " jawab Serkan.
" Jadi ayah mu pernah menduda ?" tanya Zaiva kaget.
" Tidak " jawab Serkan.
" Lalu gimana ?" Tanya Zaiva.
Histi menatap nanar wajah kekasihnya yang berubah sedih,Histi tau mungkin Serkan punya pengalaman yang begitu menyayat hati.
" Tak apa jika tak mau menjelaskan " kata Bara tenang.
" Tidak Om,saya akan menjelaskan silsilah hidup saya,jika nanti Om dan Tante tidak merestui hubungan saya dengan Histi,itu hak kalian " ucap Serkan tegas.
" Dok " kata Histi terkejut.
Serkan memasang wajah tenang,dengan tarikan nafas dalam lelaki itu pun menjelaskan bagaimana ia bisa hadir ke dunia dengan penuh kesakitan dan air mata.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa vote,Like Coment ya.