Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
503


__ADS_3

Hampir menuju malam Winda dan anaknya masih dirumah sakit,wanita itu tak bisa kemana pun karna Samuel tak ingin wanita itu hilang meski sekejab mata.


Seperti saat ini,lelaki itu minta dipindahkan keruangan biasa karna dirinya risih melihat banyak selang disana dengan ruang gerak yang sedikit.


" Aku lihat Nur dulu ya sebentar " Ucap Winda melepas tangan Sam yang tak henti menggenggamnya.


" Kemana ?" Tanya Samuel serak.


" Diluar " Jawab Winda lembut.


Samuel melihat keluar,terlihat disana ada Pony dan Zaki yang menatap kearah mereka.


" Jangan lama " Ucap Samuel pelan.


Winda mengangguk,lelaki itu pun melepas tangan Winda dan memanggil perawat yang stand by ditempat.


Malam nanti Samuel akan segera dipindahkan,kedatangan Winda sungguh menjadi mukjizat tersendiri bagi Samuel,bagaimana tidak lelaki yang tadinya hampir mati kini punya semangat hidup yang luar biasa.


Winda membuka pintu ruangan dan celingak celinguk sendiri.


" Anak mu bersama Lutfia " Ucap Pony menegur.


" Dimana ?" Tanya Winda sopan.


" Dia diruangan yang akan Samuel pakai,mereka sedang istirahat " jawab Pony.


Winda melihat Zaki,lelaki itu hanya diam dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Aku ingin melihat anak ku " Ucap Winda.


" Baiklah,tapi jangan pergi dulu " Jawab Pony.


" Suami ku akan pulang malam ini,aku tidak bisa berlama2 " Balas Winda.


Deg...


Pony dan Zaki saling melihat dengan ucapan Winda barusan.


" ya nanti supir akan antarkan kalian pulang " Ucap Zaki tenang.


Winda mengangguk,wanita itu pun menyusuri lorong mencari kamar putrinya berada.


" Pa " Panggil Pony melihat Zaki.


" Ini yang kamu inginkan " Jawab Zaki.


" Aku tidak tau akan seperti ini " Balas Pony menunduk.


" Jika kita tau akan menginjak kotoran pasti kita tidak akan melangkah " Balas Zaki tenang.


Pony semakin menunduk,wanita tua itu merasa sangat bersalah atas keadaan yang terjadi sekarang.


" Aku akan melihat Samuel " Ucap Zaki melangkah pergi.


Pony mengangguk lemah melihat suaminya nanar.


Dari raut wajah Zaki terlihat lelaki itu menyimpan kekecewaan,tapi semua sudah terlambat tak ada yang bisa mereka rubah lagi.


Saat berdekatan dengan sang cucu,hati Zaki teriris sangat dalam.


Sungguh ia tak menyangka cucu yang sangat ia banggakan kini tergolek lemah tak berdaya.


" Sam " panggil Zaki lembut.


Samuel membuka mata menatap kakeknya.


" Apa Winda pergi ?" Tanya Samuel lirih.


" Gak dia lagi liat anaknya " jawab Zaki.


" Apa dia putri ku ?" tanya Samuel nanar.


Deg...


Zaki tersentak,lelaki itu menggeleng pelan.

__ADS_1


" Dia bukan anak mu " Balas Zaki jujur.


Samuel memejamkan matanya menaruh tangan didada,Zaki tau apa yang sedang Samuel rasakan saat ini,pasti begitu sakit menjadi lelaki itu sekarang.


" Jika aku masih bersama Winda mungkin kami akan punya anak seperti Nur " Ucap Samuel sedih.


" yang kuat Nak,kamu bisa " Ujar Zaki memberi semangat.


Samuel diam,hatinya begitu sakit tapi ia tak bisa melakukan apapun.


" Kamu akan dipindahkan,jadi tenanglah " kata Zaki mengalihkan.


Samuel masih diam tak merespon sama sekali.


Tak lama Dokter datang dan mulai melakukan pemindahan.


Diruang lain,Winda terdiam saat maniknya melihat Nur sedang tertidur pulas diatas ranjang bersama Tania dan Tini,bocah kecil itu berada ditengah seolah benar2 dijaga oleh 2 gadis tersebut..


" Dia kelelahan bermain " Tegur Lutfia yang keluar dari kamar mandi.


Winda menoleh dengan anggukan kecil.


" Aku sudah memberinya makan dan minum,dia tidur dengan keadaan kenyang " Ucap Lutfia lagi.


" Terima kasih " balas Winda sopan.


" Bagaimana dengan Samuel ?" tanya Lutfia duduk disofa.


" Akan dipindahkan " jawab Winda mendekati putrinya.


Lutfia mengangguk,keduanya sama2 diam dalam keheningan.


" Winda " Panggil Lutfia setelah beberapa menit diam.


" iya " Jawab Winda mendongak.


" Maaf " Ucap wanita itu menghela nafas.


" Untuk apa ?" tanya Winda mengernyit.


" Semuanya " Jawab Lutfia.


" Saya bahagia melihat kamu bahagia sekarang,saya berharap orang tua mu juga " Ucap Lutfia ramah.


" Terima kasih "


" apa kau akan menetap dikota ini ?" tanya Lutfia hati2.


" Belum tau "


" Mana suami mu ?" tanya Lutfia lagi.


" Sedang bekerja " jawab Winda menoleh.


" Apa dia seperti Samuel ?"


Winda tersenyum dengan gelengan pelan.


" Sam dan Suami ku berbeda " Jawab Winda.


" Apa kau masih punya ras....


Ceklek...


Pintu ruangan tiba2 terbuka,ucapan Lutfia pun menggantung dan langsung melihat kebelakang.


" Bangunkan mereka " ucap Zaki menegur.


Lutfia mengangguk,Winda langsung bergerak cepat mengambil anaknya yang tertidur pulas.


" Huaaaa huaaaaaa " Nur seketika menangis kaget saat tubuhnya melayang.


Tania dan Tini pun ikut bangun terkejut kelabakan sendiri.


Brangkar Samuel masuk,lelaki itu dipindahkan dengan hati2 keranjang king size tersebut.

__ADS_1


" Memangnya Kakak udah sehat ?" tanya Tini masih oleng.


Semua orang tak menjawab,Winda sedikit menjauh memberi ruang seraya mendiamkan anaknya yang berubah takut.


" Papa hiks hiks " Nur menangis memanggil nama sang Papa.


Memang jika merasa terancam bocah itu selalu mengeluarkan kata tersebut seolah hanya lelaki itu yang bisa menolongnya.


" Iya sayang,tenang ada Mama " Ucap Winda menimang bocah itu.


Para Dokter masih sibuk mengurus Sam,karna tak ingin mengganggu Winda berjalan keluar dan bersamaan ponselnya berdering.


" Mas Restu " ucap Winda melihat nama dilayar.


Dengan cepat wanita itu menerima panggilan.


" Halo Mas " sapa Winda hangat.


" Sayang dimana ?" tanya Restu diseberang.


" Papa " Panggil Nur.


" Ini Papa " Kata Winda memberi telpon.


" Halo anak Papa dimana ?" Tanya Restu hangat.


" Papaaa " panggil Nur girang.


" Kita lagi diluar Mas " Jawab Winda bingung.


" Diluar ? kemana ?" tanya Restu kaget.


" Hm dirumah sakit " jawab Winda.


" Loh siapa yang sakit ?"


" hm anu temen Mas " jawab Winda berbohong.


" Temen kamu ?" Tanya Restu lagi.


" Iya temen aku,tapi sekarang mau pulang kok " Jawab Winda mengalihkan.


" Oh ya udah,aku kayaknya pulang agak larut " Balas Restu lesu.


" hm iya gak papa " Balas Winda hangat.


" Ya udah kalian jaga diri ya,jangan lupa makan "


" Iya sayang kamu juga " Balas Winda tersenyum.


" Love you " Bisik Restu terkekeh.


Winda tersentak dengan mata melotot.


" Hm love you too " Balas Winda bersemu.


Tut.


Panggilan terputus,Winda menaruh hapenya didalam tas dengan wajah mesem2.


" Papa " Rengek Nur masih ingin mendengar suara Restu.


" Papa kerja sayang " jawab Winda mendekap anaknya dengan senyum mengembang.


Winda merasa malu dengan ungkapan Restu barusan,mereka memang jarang menunjukkan sikap mesra hanya sesekali saja Restu menggombal.


" Akhh Papa mu bikin Mama merah aja " Gumam Winda terkekeh sendiri.


" Nur kangen Papa gak ? Papa lagi kerja nanti Papa bawain coklat buat Nur " Kata Winda bercengkrama dengan anaknya.


Nur terlihat melonjak girang seolah sangat suka dengan ucapan sang ibu.


Tanpa keduanya sadari,Pony mendengar dan melihat langsung percakapan dan expresi Winda saat menerima telfon dari orang lain.


" Apa aku harus kembali egois demi kebahagiaan cucu ku ?" Gumam Pony nanar.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2