
Disebuah ruangan seorang pria berkutat dengan laptop dan tab yang tersaji didepan mejanya.
Pria dengan baju kaos oblong itu terlihat begitu serius mengerjakan pekerjaan yang tidak ada kata selesai.
Meski belum mandi tapi tampang pria tersebut tak pernah mengecewakan para permirsa.
" Kak Sam " Panggil seseorang membuka pintu ruangan.
Samuel menoleh melihat sang adik menampilkan senyum bodohnya diambang pintu.
" Ada apa ?" tanya Samuel tenang.
" Hm anu Kak,ada penghuni baru disebelah apartemen mau kenalan sama Kakak " Jawab Tini menggaruk kepala.
Samuel mengangkat sebelah alisnya merasa bingung.
" Maksud kamu ?" tanya Samuel membuka kaca mata.
" Aduh Kakak keluar aja deh,aku kurang ngerti dia ngomong apa " Kata Tini pusing.
" Dia siapa sih ?" tanya Samuel heran.
Tini mengangkat bahu tidak tau dan berjalan keluar.
Samuel diam berpikir siapa yang mau menemui dirinya.
Pria itu pun bangkit,tapi saat akan melangkah tiba2 dering ponselnya berbunyi nyaring.
Samuel melihat ke nakas dan tersentak melihat nama dilayar.
" Kenapa dia menelfon ?" Gumam Samuel bingung.
Karna penasaran Samuel pun mengangkat panggilan tersebut.
" Halo " sapa seseorang diseberang.
" iya ada apa ?" Tanya Samuel tenang.
" Hm maaf mengganggu acara libur anda Pak,saya mau em anu " Jawab seseorang itu.
" Bicara yang jelas " Kata Samuel tegas.
" Iya Pak,maksud saya em kapan saya harus berangkat dan apa semua nya sudah ditanggung ?" Tanya pria itu takut2.
" Restu " panggil Samuel tenang.
" Iya ya Pak " Jawab Restu gugup.
" Kamu jangan khawatir,semua sudah ditanggung perusahaan mulai dari transport hingga makan,tidur kamu " Jawab Samuel.
" Beneran Pakk ?" Tanya Restu tak percaya.
" Iya,selama perkerjaan kamu disana belum selesai,semua biaya saya yang tanggung " Jawab Samuel lagi.
" Oh bagus lah,terima kasih Pak saya hanya bertanya itu soalnya is...
Samuel diam mendengar ucapan Restu yang menggantung.
" Hm maksudnya..." kata Restu merasa tak enak.
" ya gak papa " balas Samuel mengerti.
" Baiklah,kalau begitu terima kasih banyak Pak,maaf menganggu " Kata Restu pamit.
" hm " Jawab Samuel cuek.
Tut.
Panggilan terputus,Samuel menaruh hapenya lagi dimeja dengan helaan nafas panjang.
__ADS_1
Ntah mengapa Samuel merasa tau kalimat yang akan Restu keluarkan tadi dan itu menyakiti hati kecilnya yang belum mengikhlaskan Winda seutuhnya.
" Haisttt apa yang aku pikirkan,please Sam,move on !" Gumam Samuel mengacak rambutnya kesal.
Memikirkan Winda membuat kepala lelaki itu sakit seketika,apalagi jika membayangkan mantan istrinya tersebut bersama lelaki lain.
" Akhhh mending aku mandi aja " Lanjut Samuel tak tahan.
Lelaki itu pun berjalan kearah kamar mandi tanpa menemui tamu yang ingin bertemu dengannya.
Didepan,Tini dan Tania saling melihat.
Kedua gadis itu merasa tak enak dengan gadis cantik didepan mereka saat ini.
" Kayaknya Kak Sam sibuk deh Kak " Bisik Tini pelan.
" Iya,duh Kak Sam bikin malu " kata Tania gemas.
" Hm gak ada ?" Tanya gadis dengan celana jins dan kemeja navi tersebut.
" maaf Kak,kayaknya Kakak kita lagi sibuk deh dikamar makanya gak keluar " Jawab Tania menggaruk kepala.
" Gitu ya,padahal aku cuma pengen kenalan aja soalnya aku juga baru dikota ini " Ucap gadis dewasa itu lesu.
" Hehe iya Kak,maaf ya kenalan ama kita aja Kak,kita juga baik kok " Kata Tini cengengesan.
" Hehe iya,aku seneng banget ketemu kalian apalagi kalian ramah " kata gadis itu tersenyum.
" Hehe iya Kak,btw namanya siapa ya ?" tanya Tania kepo.
" Aku Dini,kalian siapa ?"
" Aku Tania dan ini adik aku Tini " Jawab Tania tersenyum.
" Oh kalian kembar ya ?" tanya Dini takjub.
" Gak Kak,kita gak kembar cuma deketan aja " Jawab Tini malu.
" Cakep ya Kak " Kata Tini setelah mengunci pintu apartemen.
" Iya,mana sopan lagi " Sahut Tania kembali duduk disofa.
" Hm gimana kalo kita deketin aja tuh cewek terus comblangin deh ke Kak Sam " Kata Tini semangat.
Tania melototkan matanya mendengar ide konyol sang adik.
" Jangan aneh2 deh,Kak Sam itu lagi patah hati yang ada ntar malah dicaci maki kitanya " Balas Tania merinding.
" Aku sedih tau Kak lihat Kak Sam gila kerja lagi,hidupnya berantakan " Kata Tini mengkrucut.
" Udah gak papa,Kak Sam punya jalan nya tersendiri buat dia happy " Kata Tania tak ambil pusing.
Tini mengangguk setuju,kedua gadis itu pun melanjutkan acara rebahan mereka didepan televisi.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka,keluarlah seorang pria dengan pakaian santai dan rambut setengah basahnya melangkah keluar.
" Tiniiii " Panggil Samuel sedikit kencang.
" Iya Kakkkk " pekik Tini berteriak.
" Udah masak ?" tanya Samuel mendekat.
" Ada didapur Kak,aku beli nasi uduk " jawab Tania.
" Kalian gak pulang ?" tanya Samuel bersedekap dada melihat kedua adiknya bersantai ria didepan tv.
" Males " Jawab Tini mengganti chanel.
__ADS_1
" Udah 2 hari loh kalian disini,nanti dicariin Mama " Kata Samuel gemas.
" biarin ah,kita dah gede " Balas Tania malas.
Samuel menggeleng pelan,kehadiran kedua adiknya membuat suasana apartemen sedikit ramai,menu masakanan pun memenuhi kulkas dan lemari penyimpanan karna keduanya sering ngemil saat bosan..
" Kakak makan aja sana,oh iya tadi ada buah tangan juga dari tetangga sebelah " Kata Tini teringat.
" Dia siapa ?" tanya Samuel mengernyit.
" Namanya Dini,dia dari luar kota Kak baru pindah kesini " jawab Tini mendongak.
" Terus ?"
" Ya gitu,dia mau kenalan sama kita biar bisa saling tolong menolong nanti " jawab Tania.
Samuel mangut paham,lelaki itu pun berjalan menuju ruang makan.
Terlihat disana ada beberapa buah dan snack ala rumahan.
Pria itu menyingkirkan snack2 tersebut dan mengambil kotak nasi uduk adiknya.
Dengan wajah tenang,Samuel pun mulai makan meski tak ada yang menemani.
Siang harinya,Samuel mengantar kedua adiknya pulang.
Disana ia bertemu paman dan Mamanya yang sedang mengobrol.
Tanpa bicara Samuel langsung berbalik badan melangkah keluar.
" Sam " panggil Lutfia berdiri.
Samuel tersentak dan berhenti ditempat.
" Jangan pergi dulu " Pinta Lutfia tenang.
" Ada apa ?" tanya Samuel datar.
" Kau tidak bekerja ?" tanya Lutfia basa basi.
Samuel tersenyum miring mendengar pertanyaan ibunya.
" Bahkan mesin punya waktu istirahat agar tidak drop " Balas Samuel monohok.
Deg...
Lutfia terkejut dengan ujaran anaknya.
" Sam !" Bentak sang Paman tak suka.
" Jika tidak penting aku akan pulang " Kata Samuel malas.
" Tunggu Nak " kata Lutfia menahan tangis.
Samuel menatap ibunya dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Ntah mengapa kini hati pria itu merasa beku dengan ibunya,Samuel merasa begitu sakit hati tapi ia tak bisa membenci karna wanita itu sudah melahirkan dan membesarkan dirinya hingga sekarang.
" Ayo kita operasi ginjal kamu " Ucap Lutfia hati2.
Deg....
Manik Samuel membulat seketika.
" Mama mohon Nak " Kata Lutfia mendekat dan memegang tangan Samuel.
Pria itu masih diam melihat manik ibunya berkaca kaca.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.