
Kebesokan paginya Serkan terbangun saat dadanya merasa sesak,lelaki itu membuka mata dan mendapati kepala Histi berada diatas dadanya bukan hanya kepala melainkan seluruh tubuh gadis itu bertumpu kepadanya.
" Putri " panggil Serkan mendorong pelan tubuh gadis itu.
" Emhhhhh " Lenguh Histi berguling merenggangkan otot2 tubuhnya.
Jedug...
Gadis itu malah terjatuh ke lantai,seketika Histi terbangun.
" Aduhhhh " Ringis Histi mengusap kepalanya yang sakit.
Serkan langsung bangun cepat melihat kondisi gadis itu.
" Pppftttt " Serkan hampir tertawa melihat gadis itu meringis dengan penampilan khas orang bangun tidur.
" Jangan ketawa !" kata Histi kesal.
Gadis itu berusaha bangun sambil memegang pinggangnya yang terhempas dari ranjang.
Serkan kembali berbaring sambil tertawa ngakak,pria itu merasa lucu dengan tingkah Histi yang seperti anak kecil.
" Dokter tolongin " Rengek Histi mengkrucut.
" Ogah " Jawab Serkan masih tertawa.
Histi bangkit kesal dan menabok pria itu dengan bantal.
Serkan menahan wajahnya dengan tangan.
" Iya iya ampun " Kata Serkan masih lesu.
Histi melempar asal bantal itu dan duduk sambil bersedekap dada.
" Makanya,udah ada kasur masih tidur diatas tubuh orang " Cibir Serkan mengusap wajahnya.
" Ya mana aku tau " Jawab Histi mendengus.
" Gimana mau tau,tidur kek kebo " Hujat Serkan.
Histi tak menjawab,lelaki itu melempar baju yang ia pakai semalam kearah wajah gadis itu.
" Lap tuh iler " Kata Serkan merinding geli.
" Hah " kata Histi kaget mengusap bibirnya.
" Ihhh gakk ada " Kata Histi melempar balik baju pria itu.
Serkan tertawa dan berjalan keluar.
Histi pun ikut mengintili lelaki itu,matahari belum nampak,suasana masih sepi dan dingin.
" Dokter ngapain ?" tanya Histi tekan pinggang dibelakang lelaki itu.
" Bikin teh " Jawab Serkan cuek.
" Gak ngopi ?" Tanya Histi heran.
Serkan tak menjawab.
Gadis itu menarik nafas berusaha sabar dengan mode cuek lelaki itu.
" Kamu mau ?" tanya Serkan tenang.
" Dikit aja " Jawab Histi tersenyum.
Serkan mengangguk paham,gadis itu berjalan keluar meninggalkan Serkan yang masih menunggu air mendidih.
Histi duduk didepan tv,gadis itu terlihat sangat tenang tak ada keraguan dihatinya bermalam bersama lelaki dingin tersebut bahkan Histi merasa sangat nyaman tidur bersama Serkan,gadis itu merasa dilindungi.
" Ahhh rasanya aku gak mau pulang " Gumam Histi tersenyum.
__ADS_1
Tak lama Serkan kembali dengan 2 gèlas teh panas,roti tawar.
" Maaf cuma ada ini untuk sarapan " Ucap Serkan menaruh nampan di meja.
Histi mengangguk tersenyum.
Serkan pun duduk bersama gadis itu,siaran kartoon anak2 menjadi pilihan gadis cantik tersebut karna dirumahnya selalu menampilkan film seperti itu.
Serkan tersenyum,lelaki itu mencoba memaklumi tontonan Histi berhubung gadis itu juga belum cukup dewasa jika menonton sinetron.
" Aku makan ya " kata Histi mengambil roti dimeja.
" Hm " Jawab Serkan menyesap teh hangatnya.
Gadis itu dengan semangat makan meski hanya roti dengan selai coklat.
Keduanya hening,hanya suara tv yang terdengar.
Serkan menatap wajah Histi dari samping,gadis itu memiliki wajah sedikit tirus dengan rambut lurus berponi menyamping,hidung sedikit mancung dan kulit sedikit putih kemerahan.
Serkan sampai sekarang tidak tau siapa gadis itu sebenarnya,biodata Histi sangat tertutup membuat lelaki itu kesusahan mencari info.
Histi menoleh dan diam melihat Serkan menatapnya sangat dalam.
" Dok " Panggil Histi melambaikan tangan.
" Hah iya " Jawab Serkan tersadar.
" Kenapa liatin aku gitu ?" tanya Histi mengernyit.
" Hm gak papa " Jawab Serkan menelan ludah.
" Naksir ya ?" Goda Histi tersenyum.
" Gak " Jawab Serkan.
" Jujur hayooo,dari tadi dokter liatin aku kan " Tebak Histi tersenyum.
Pliip...
Tv pun mati,lelaki itu kaget dan langsung melihat pelakunya.
" Kenapa dimatiin ?" tanya Serkan heran.
" Suka yang redup gini " Jawab Histi pelan.
Serkan terdiam,gadis itu mendekat dan berbaring dipaha lelaki tersebut.
Serkan sangat terkejut tapi lelaki itu berusaha tenang.
Histi menatap pria itu dengan dalam,hatinya tak merasa risau,ada rasa malu sebenarnya tapi Histi menepis rasa itu untuk tau perasaan yang sesungguhnya.
" Kenapa ?" Tanya Serkan mengusap kening gadis itu.
" Aku suka kayak gini " Jawab Histi jujur.
" Benarkah ?" tanya Serkan.
" Hm,aku merasa bahagia " jawab Histi mengambil tangan lelaki itu dan menggenggamnya.
" Apakah Dokter merasakan hal yang sama ?" tanya Histi nanar.
Serkan diam tak menjawab.
" Aku berharap Dokter punya rasa yang sama " Jawab Histi melihat ķediaman lelaki itu.
" Aku akan mengantar mu pulang " Ucap Serkan mengusap rambut Histi.
" Aku ingin lebih lama disini " Jawab Histi.
" Jangan,kita tak punya ikatan,saya tidak mau kau dianggap gadis nakal " Jawab Serkan lembut.
__ADS_1
" Aku memang nakal Dok " Jawab Histi.
Serkan tersenyum geli.
" Kau memang sangat nakal " Ucap lelaki itu menyentil kening Histi.
Gadis itu tertawa,Histi bangun dan memegang wajah Serkan.
Manik mereka bertemu,ntah siapa yang memulai keduanya sudah berpangutan.
Serkan mengecap lembut bibir gadis itu seolah menyalurkan semua kasih sayangnya,beda hal dengan Histi yang sedikit tergesa ingin tau hatinya segera.
" Cukup " kata Serkan melepaskan pangutannya.
Nafas Histi memburu,gadis itu benar2 sudah pasrah jika Serkan memintanya.
Cinta memang membuat pelakunya lupa akan segala hal waras.
" Dok " panggil Histi dengan bergetar.
" Aku tidak ingin membuat mu menyesal Put,kau masih muda kau punya masa depan yang harus kau raih " Kata Serkan tenang.
" Aku ingin masa depan ku bersama Dokter " Jawab Histi.
" Kau harus melupakan aku Putri " Jawab Serkan tegas.
Histi menggeleng.
" Aku tidak bisa,aku sudah melakukannya Dokter tapi aku tidak berhasil " kata Histi sedih.
" Kau hanya kurang keras berusaha " Kata Serkan berdiri menjauh.
Histi diam menatap lelaki itu masuk kamar dan menutupnya dengan rapat.
Air mata gadis itu kembali turun,ia pikir hubungannya dengan Serkan akan membaik tapi lelaki itu malah mengecewakannya lagi.
Beberapa hari kemudian Serkan bekerja seperti biasa.
lelaki itu masuk kekantin dan mendapati para dokter sedang berkumpul makan siang disana.
" Serkan " Panggil seorang perempuan melambaikan tangan.
Serkan mendekat dan duduk bersama teman yang lain.
" Ada info penting Kan,mau tau gak ?" Tanya Dokter muda bernama Bayu.
" Info apa ?" Tanya Serkan menerima menu dari ibu kantin.
" Putri mau tunangan " Jawab Bayu semangat.
Deg....
Serkan yang sedang menyingkap menu pun terdiam melihat lelaki itu.
" hah beneran ?" Tanya Adiva kaget.
" Iya,dan yang lebih mengejutkan adalah ternyata Putri itu cucu pemilik rumah sakit ini dan kabar yang gue terima mereka bilang Putri akan dinikahkan dengan sahabat keluarga besar itu,dan kabarnya juga Putri udah dari kecil suka sama cowok tsb" Jawab Bayu berbisik.
Deg....
Serkan melotot kaget,semua orang terlihat sangat terkejut.
" Dapat berita dari mana Lo ?" Tanya Dokter lain.
" Dari receptionist depan,dia bilang mau anter berkas ke rumah Pak Antoni,eh dia syok lihat Histi ada disana lagi ngumpul sama keluarga besar " Jelas Bayu semangat.
Jantung Serkan berdegub sangat kencang,lelaki itu berpegangan pada ujung meja menahan gejolak yang bergelora dihatinya saat ini.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1