Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC Extra Part 1 "Mita Ke New York"


__ADS_3

Pukul 10 pagi Mita sudah berada di Bandara untuk check in, terlihat Mita di temani oleh kedua orang tuanya dan juga Citra.


Setelah melakukan check in, Mita kemudian menunggu waktu penerbangannya yang masih 1 jam lagi.


Citra mengantar Mita untuk terakhir kalinya, terlihat raut wajah Citra bahagia walaupun sebenarnya hatinya sedih melepas sahabatnya yang bisa dibilang sedikit gila.


Begitupun dengan orang tua Mita, dia sangat sedih melepas anak bungsunya untuk pergi jauh. Mereka sebenarnya tidak menyetujui kepergian Mita ke New York, tapi karena Mita yang ngotot, akhirnya mereka setuju karena mereka takut Mita bakalan nekat lagi seperti dulu waktu dia kabur dari Bandung menuju ke Jakarta sendirian.


Terlihat jelas juga, raut wajah Mita sangat gugup, karena ini adalah kali pertama Mita pergi keluar Negeri.


Mita berangkat ke New York untuk pindah kuliah, Mita mendapatkan beasiswa dengan jurusan fashion desaign, Miita akan menjadi desainer profesional katanya, karena dia pandai menggambar dan mendesain.


Alasan Mita pergi ke New York setelah mendapat beasiswa kepada teman-temannya, dia sudah menetapkan masa depannya, dan dia merasa masa depannya adalah menjadi seorang desainer profesional, makanya dia memutuskan untuk mendaftar dan kuliah di luar negeri.


Menurut Citra alasan Mita tidak masuk akal baginya, Citra merasa kepergian Mita hanya untuk sekedar bersenang-senang agar dia bisa melupakan masa lalunya, yaitu Doni yang sudah menikah, tapi alasan Mita yang sebenarnya bukan itu.


Mereka masih duduk bersama untuk menunggu penerbangan Mita, terlihat Mita sangat gugup dan Citra menyadari itu.


"Kamu ngga usah gugup, kamu tenang aja pesawat ngga akan nyulik kamu kok." canda Citra sambil menggenggam tangan Mita yang sangat dingin karna gugup dan Mita hanya tersenyum mendengar candaan Citra.


Mita kemudian menggandeng tangan Citra lalu menyandarkan kepalanya dipundak Citra.


"Cit, aku sangat berterima kasih karna kamu udah ngedukung aku dan mau mengantar aku ke Bandara disaat kamu sedang hamil seperti ini." ucap Mita merasa sedih karena kedua temannya yang lain Indah dan Vivi tidak hadir mengantarnya.


Indah dan Vivi merasa kecewa dengan keputusan Mita yang pergi secara tiba-tiba. Mita memberitahu mereka 3 hari yang lalu dan itu membuat Indah marah, karena Mita tidak bisa menghadiri pernikahannya dengan Kevin yang tidak lama lagi, sementara Vivi marah, karena dia merasa dikhianati oleh Mita. Diantara mereka ber empat Mita dan Vivi sangat dekat, dan itu membuat Vivi kecewa karena Mita tidak menceritakan masalah ini sebelumnya kepada Vivi.


Penerbangan Mita sisa 40 menit lagi dan Mita terlihat mengobrol dengan orang tuanya dengan serius sebagai obrolan perpisahan, sementara Citra terlihat gelisah, dan sesekali melirik kearah pintu masuk. Citra mengharapkan kedatangan Indah dan Vivi karena semalam Citra sudah menelfon mereka untuk hadir di Bandara mengantar Mita.


"Cit, kamu lagi liat apa?" tanya Mita merasa heran melihat Citra yang terus meneru melihat kearah pintu masuk.


"Ngga ppa kok Mit." timpa Citra sambil tersenyum.


"Mereka kemana sih? kenapa mereka belum datang?" batin Citra khawatir karena sebentar lagi Mita akan masuk dan menuju pesawatnya.


"Cit." ucap Mita lirih.


"Mmm." gumam Citra berbalik kearah Mita, dan Mita langsung memeluknya dengan erat.


"Cit,, makasih yah, kamu udah jadi sahabat aku yang paling ngertiiin aku, hari ini aku sangat kecewa sama mereka berdua, aku fikir kemarahan mereka hanya sehari doang, ehhh ternyata mereka bahkan ngga nganterin aku untuk terakhir kalinya." ucap Mita lirih sambil air matanya menetes.


Disaat mereka berpelukan, Citra melihat Indah dan Vivi tiba bersama di Bandara, bukan hanya Vivi bahkan Romi, Anton dan Kevin juga datang untuk mengantar Mita, dan itu membuat Citra tersenyum.

__ADS_1


Citra melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Mita.


"Kamu jangan sedih, mereka ada disini kok." ucap Citra.


"Mmm." gumam Mita tidak percaya, lalu Citra membalik badan Mita kearah mereka.


Seketika Indah dan Vivi langsung memeluk Mita dengan erat sambil mereka menangis karena merasa bersalah kepada Mita.


"Maafin kita yah Mit, kita udah egois, kita ngga mikirin perasaan kamu." ucap Indah.


"Iya Mit, kita itu hanya mikirin ego kita aja, kita selalu nuntut pengertian sama kamu, sementara kita ngga ngertiin kamu, kita selama ini sibuk dengan urusan pribadi kita masing-masing, tanpa kita bertanya keadaan kamu dan masalah kamu apa?" ucap Vivi.


"Aku yang harusnya minta maaf, aku yang salah karena tidak memberi tahu kalian tentang hal ini." ucap Mita.


"Ngga Mit, kita yang salah, kita yang ngga peka dan ngga bertanya tentang apa yang terjadi sama kamu." bantah Vivi.


Mereka terus berdebat sambil terus berpelukan, membuat Citra dan orang tua Mita tersenyum melihat tingkah mereka, tapi berbeda dengan Romi, Anton dan Kevin yang merasa bosan melihat tingkah mereka yang sangat dramatis.


Romi langsung berdehem dengan keras untuk menghentikan tingkah mereka, dan itu membuat Mita terkejut dan langsung melihat kearah Romi.


"Kak Romi kenapa bisa ada disini?" tanya Mita heran sambil melepaskan pelukannya. Karna Mita tidak memberitahu Romi, dan Romi mengetahuinya dari Riko saat di kantor tadi. Sementara Kevin diberitahu Indah dan Anton oleh Vivi.


Tiba-tiba Romi menjitak kepala Mita, membuat Mita mengeluh kesakitan.


"Rasainn, makanya jangan jadi sepupu yang bandel." ucap Romi menghardik Mita.


"Siapa bilang aku bandel, aku itu sepupu yang selalu patuh dengan kak Romi, bahkan kak Romi dzalim sama aku, aku tetap nurut sama semua perkataan kak Romi." bantah Mita sambil mengelus kepalanya.


"Siapa bilang, lo itu selalu buat gue pusing selalu nyusahin gue, lo tau kerjaan gue di kantor yang gue kerjain dirumah ngga pernah kelar gara-gara lo yang selalu nangis, ketawa kayak mak lampir, teriak ngga jelas kayak orang utan hanya karna drama korea kamu itu, dan itu bikin gua ngga konsen dan pusing tau ngga." bantah Romi ngegas.


"Ohh, kalau masalah itu aku minta maaf, itu karna aku terlalu menghayati dramanya." ketus Mita.


"Ohh, bukan hanya itu, lo juga selalu nyusahin gue tau ngga, lo selalu berantakin rumah gue, barang-barang lo berserakan disana sini, dan pakaian kotor lo, selalu gue yang nyuciin, dasar jorok." bantah Romi lagi membuat Mita merasa malu.


"Ohh, kalau masalah itu aku minta maaf, mengenai barang-barang aku yang berserakan dan cucian kotor aku, aku minta maaf dan aku berterima kasih, karna kak Romi baru ngomong sekarang, aku lega karna kak Romi ngomong semua unek-unek kak Romi sebelum aku pergi." Ucap Mita tiba-tiba merasa bersalah.


"Tapi kak Romi tenang aja, sebelum aku pergi tadi aku udah ngeberesin rumah kak Romi, aku udah bersihin semua, setiap sudut rumah kak Romi, jadi sekarang rumah kak Romi udah kinclong, bersih dan rapi tanpa ada jejak dari Mita sedikitpun, dan kak Romi juga ngga usah khawatir tentang barang-barang aku, semua barang aku, udah aku beresin udah aku simpan digudang dengan rapi." bantah Mita membuat Romi merasa iba dan langsung memeluk Mita dengan erat.


"Dasar bodoh, gue bilang kayak gitu karena gue suka dan gue senang lo kayak gitu, sebelum lo dan Kevin dateng ke rumah gue, gue selalu kesepian semenjak orang tua gue meninggal, tapi semenjak lo dan Kevin dateng, gue bisa ngerasain gimana rasanya hidup berbagi, hidup bersama, dan semenjak ada kalian gue ngerasa lebih dewasa dalam menyikapi kalian sebagai seorang kakak." ucap Romi tulus membuat Mita terlihat sedih.


"Dan lo..." ucap Romi penuh penekanan membuat Mita gugup.

__ADS_1


"Kenapa lo mau pergi tanpa sepengetahuan gue? haaa.." bentak Romi sambil melepas pelukannya dan menatap Mita dalam.


"Ituuuuuu.. karna aku fikir kak Romi ngga perduli sama aku, jadi aku mutusin pergi tanpa memberi tahu kak Romi terlebih dahulu." ucap Mita lirih membuat Romi kembali merasa bersalah dan langsung memeluk Mita lagi.


Setelah mereka semua mengucapkan kalimat perpisahan, Mita akhirnya masuk menuju pesawatnya, karena penerbangannya sebentar lagi. Sebelum masuk Mita kembali memeluk sahabatnya 1 per satu, kemudian dia memeluk Anton dan berpesan agar dia berbuat baik kepada Vivi. Lalu memeluk Kevin dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka walaupun dia mengucapkan lebih awal, kemudian dia kembali memeluk Romi.


"Terima kasih karna kak Romi sudah menjadi abang yang menyebalkan selama aku di Jakarta, dan menjadi abang yang selalu perhatian meskipun ngga begitu perhatian-perhatian amat sih." ucap Mita mengejek Romi setelah melepaskan pelukannya membuat Romi mengerutkan keningnya heran dan itu membuat Mita tertawa.


"Aku mau ngucapin selamat atas pernikahan kak Romi, dan semoga kak Romi bahagia bersama kak Silfa." ucap Mita lagi dan Romi hanya mengangguk sambil tersenyum.


Dan tibalah Mita memeluk kedua orangtuanya, Mita tidak bisa menahan lagi kesedihannya, Mita menangis saat memeluk ibunya, sambil mengucapkan permintaan maafnya karena dia selalu menyusahkan mereka dan belum bisa membahagiakan mereka.


***


Sekarang Mita sudah berada didalam pesawat, dan Mita sudah duduk di kursi dekat jendela. Sebelum berangkat Mita terlihat melihat keluar jendela sambil mengingat kenangan.


Mita mengingat momen saat dia sedang menggambar di bawah pohon di kampusnya, tiba-tiba Doni menghampirinya dan memuji gambarnya, Doni mengatakan kalau Mita bisa menjadi orang yang akan sukses dengan gambarnya. Doni juga menyayangkan kenapa Mita tidak mengembangkan bakatnya menjadi seorang penulis ataupun menjadi seorang desainer, kenapa dia harus masuk ke jurusan hukum. Mengingat hal itu membuat Mita kembali meneteskan air matanya karena sangat merindukan Doni.


Mita juga mengingat masa dimana terakhir kali Mita dan Doni berhubungan. Saat itu dimana setelah Mita tau bahwa Doni akan segera menikah melalui percakapan Romi dan teman-temannya di VC. Doni menelfon Mita setelah itu dan meminta maaf kepada Mita.


"Aku minta maaf Mit." ucap Doni lirih diseberang telfon membuat Mita semakin menangis.


"Ngga ppa kok kak, aku bisa nerima, mungkin ini bukan takdir kita untuk bersama." ucap Mita lirih kepada Doni berusaha menahan tangisnya.


"Aku sayang sama kamu Mit, kamu wanita yang berbeda yang pernah aku liat, kamu itu selalu ceria disegala situasi, selalu tersenyum ceria, wanita yang selalu tertawa lepas tanpa beban sedikitpun." ucap Doni dengan suara seraknya dengan air mata yang terus mengalir dan Doni berusaha menahan tangisnya begitupun dengan Mita.


"Tapi sekarang aku menghilangkan itu semua dari kamu, iya kan?" ucap Doni lagi merasa sangat bersalah dan Mita hanya diam mendengar perkataan Doni sambil menangis.


"Ini sangat lucu yah kak, kita belum memiliki hubungan apa-apa, kak Doni belum pernah nembak aku, dan sekarang hubungan kita tanpa status, tapi kenapa aku ngerasa, aku sedang diputuskan oleh pacarku." ucap Mita lagi dengan dada yang yang sesak.


Mita kembali menangis setelah membayangkan hal itu, Mita kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam ranselnya. Mita mengeluarkan buku gambarnya, yang setiap lembarannya berisi kenangan yaitu gambar sahabat-sahabatnya dan segala kenangannya, di akhir lembaran terdapat gambar seorang laki-laki yang berparas tampan sedang melompat sambil memegang bola basket, itu adalah gambar Doni dan Mita menggambar Doni diam-diam saat Doni sedang bermain basket, melihat gambar itu membuat Mita tersenyum dan kembali mengingat momen-momen kebersamaan mereka.


Doni selalu memberi Mita motivasi tentang masa depan, dan Doni selalu mengatakan ke Mita agar Mita mengembangkan bakatnya menjadi seorang penulis ataupun desainer karena menurut Doni, Mita akan mudah berhasil apabila dia melakukan apa yang dia senangi, lalu Doni kembali mengatakan bahwa Mita akan menjadi terkenal dengan karyanya, dan orang terkenal akan sulit dilupakan dia akan selalu muncul kapanpun dan dimanapun.


Perkataan itulah yang memotivasi Mita untuk pergi ke New York mengejar mimpinya, menurut Mita perkataan Doni ada benarnya, dan Mita berharap selama dia disana dia juga bisa melupakan perasaannya kepada Doni dan hidup lebih baik tanpa memikirkan Doni lagi.


Itulah alasan Mita untuk berkuliah di New York.


***


Okk, TSJC2 belum aku buat yah gaess, aku lebih fokus untuk buat extra partnya dulu biar nyambung, dan kalian ngga penasaran ok, tunggu extra part berikutnya yahhh danJangan lupa dukungannya yah, thank you 💚

__ADS_1


__ADS_2