Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
302


__ADS_3

Semua orang berkumpul diruang makan,seperti biasa suasana disana sangat ramai.


Salim dan Jack main kejar2an menambah situasi rusuh.


" Salim hati2 sayang " Pekik Zaiva.


" Iya Ma " teriak Salim sambil berlari.


Zaiva menggeleng pelan dan mendekati anak bujangnya yang duduk ayem di kursi.


" Ma kapan masakannya selesai ?" tanya Juna mendesah.


" Bentar lagi ya sayang " Jawab Zaiva mengusap kepala putranya.


" Ya udah ntar kalo udah selesai panggil aku ya " Kata Juna bangkit.


" Emang kamu mau kemana ?" tanya Zaiva.


" Mau mandi pantai " Jawab Juna.


" Emang bisa berenang ?" tanya Zaiva terkekeh.


" Bisa lah,tapi dipinggir hehe " jawab Juna cengengesan.


" Haha udah segede gini masih gak bisa berenang " kata Zaiva tertawa.


Juna tersenyum malu,pria itu pun berjalan keluar.


Memang Juna jarang bersosialisasi,pria itu lebih banyak mengendap dirumah dan sesekali kerumah Neneknya untuk mencari hiburan,bisa dibilang Juna anak Zaiva yang paling kalem tidak seperti kakak dan adiknya yang terkenal bar2.


" Juna mau kemana Va ?" tanya Ana baru masuk.


" Mandi dipantai " Jawab Zaiva menyiapkan piring2 makan.


" Juna bisa berenang ?" tanya Ana mengernyit.


" Gak tau tuh,dia bilang sih berenang dipinggir " Jawab Zaiva.


" Hahaha hati2 loh Va,nanti Juna tenggelam " Kata Ana mempringati


" Iya dia bisa jaga diri kok,udah remaja gitu " kata Zaiva percaya kepada anaknya.


Ana mengangguk paham dan bergerak mengambil sendok.


" Eh ya ampun " Pekik Ana melotot..


" Kenapa kenapa ?" tanya Zaiva kaget.


" Kalo Juna berenang bearti anak aku ?" Gumam Ana terbelalak.


" Jack Na !" kata Zaiva teringat


" Waduhh gawat " pekik Ana langsung berlari keluar.


Nisa yang masuk kedapur mengernyit melihat anaknya berlari seperti angin.


" Ana kenapa ?" tanya Nisa kepada Zaiva.


" Jack mandi pantai ngikut Juna " Jawab Zaiva.


" Terus kenapa ?" tanya Nisa bingung.


" Jack kan masih kecil Bun,nanti dia tenggelam " kata Zaiva ngeri.


Nisa tersenyum dan berjalan kedepan.


" Lah kenapa Bunda senyum ?" tanya Zaiva heran.


" Kalian gak tau aja Jack itu gimana " Kata Nisa santai.


" Emang Jack gimana Bun ?" tanya Zaiva kepo.


" Kalo gak ada emak bapaknya Jack nyebur ke kolam renang belajar sendiri " Jawab Nisa.

__ADS_1


" Apa !" pekik Zaiva kaget.


" Awalnya Bunda juga kaget dan panik tapi ternyata tuh bocah jago renang " Lanjut Nisa terkekeh.


" Masa sih Bun ? tapi pas berenang dirumah dia bilang gak bisa " Kata Zaiva ngeri.


" Kamu gak tau Jack aja,dia punya akal bulus buat ngelabuhin Mama dan Papanya " Kata Nisa tertawa.


Zaiva melongo mendengar fakta mengerjutkan itu,Yuni yang ikut mendengar sambil masak depan kompor terkekeh pelan.


" Pantesan Byanca takut sama Jack,dia banyak akalnya " Gumam Yuni ingin tertawa.


Didepan Vila,suasana heboh teriakan Ana melengking melarang anaknya turun ke laut.


" Jackkkkkkkkk jangannnnnnn " Pekik Ana sambil berlari.


Jack yang mengenali suara ibunya melotot kaget.


" Aku duluan " kata Jack kepada Salim.


" Aku ikuttt " Pekik Salim berlari mengejar bocah itu.


Aksi kejar2an pun terjadi,Aktam membuka pintu kamarnya dan kaget mendapat sapaan dari Jack yang melintas.


" Woii mau kemana ?" Pekik Aktam.


" Uncleeee " Panggil Salim melambaikan tangan.


" Jangan lari2 " Teriak Aktam heboh.


Salim tertawa dan terus berlari,tak lama Ana pun muncul membuat lelaki itu melonjak kaget.


" Woii Jackk berentiiii !" Teriak Ana kesal.


Aktam menggeleng pelan dan keluar dari kamarnya.


Tak ada lagi rasa pria itu ingin tidur melihat aksi Ana dan anaknya pagi ini.


" Jack " Gumam Juna menoleh.


Byuurrrr....


Jack pun menerobos air dan langsung tersungkur kedepan.


" Jack minggir " teriak Salim dari arah belakang.


" Aaaaaaaa " Pekik Jack berusaha ingin menyingkir.


Byurrrrrrrr....


Salim tak bisa mengerem lagi dan menabrak tubuh Jack membuat kedua bocah itu masuk kedalam air..


" Jackkk astagaaaa " Pekik Ana berhasil ngerem tepat didekat Juna.


" Aku mau mandi Mama,tubuh ku bauu keringat " Teriak Jack kesal.


" Kamu gak bisa berenang Jack !" Teriak Ana emosi.


" Siapa bilang ?aku jago berenang " jawab Jack.


" Haistt nanti kamu tenggalam siapa yang mau nolong " Pekik Ana geram.


" Aku bisa Ma,lihat nih nih bisa kan " Kata Jack menganyuhkan kedua tangannya.


Ana mengurut kepala pusing,meski Jack membuatnya naik darah setiap hari tapi perempuan itu menyayangi anaknya.


" Juna,kamu lihat Jack ya " Pinta Ana kepada Juna.


" hehe aku gak bisa berenang kalo Jack ke tengah Onty " Jawab Juna malu.


" Haist kamu nih badan gede nyali ciut !" cibir Ana.


Juna mengkrucut sedih.

__ADS_1


" Gak papa Onty,tenang ada aku " kata Salim menepuk dadanya


" cih badan kecil gitu emang bisa berenang !" Cibir Ana.


" Ihh Onty gak tau ya aku pernah juara renang !" Balas Salim sengit.


" masa sih ?" tanya Ana tak percaya


" Iya Onty,Salim jago renang " jawab Juna.


Ana melihat Salim nanar,perlahan raut wajah perempuan itu bisa tenang.


" Ya udah,jangan berenang ketengah ya !" Kata Ana mengalah.


" yeeeeeeee nangkap ikan " teriak Jack heboh.


Ana melototkan matanya membuat Jack tertawa ngakak.


Perempuan itu mendengus dan berlalu dari sana.


Ketiga bocah itu kembali tertawa ngakak.


Didapur para pria mulai mendatangi istri mereka.


Seperti biasa,para wanita harus aktif melayani keperluan suami.


Kali ini Lulu yang kebagian membuatkan beberapa gelas kopi dan teh untuk menyambut hari cerah mereka.


Yuni dan Zaiva berkutat di depan kompor membuatkan makanan,Nisa sebagai juri dan Ana sebagai pelayan.


Semua bergerak aktif.


" Semalam Histi sama Serkan gak keluar ?" tanya Reno membuka obrolan.


" Aku gak lihat Pa " jawab Bara.


" Sama aku juga " Jawab Prito.


" Mungkin mereka lelah " jawab Romi.


" Hm mungkin saja atau mereka sibuk ehm2 " Kata Reno terkikik.


" Ya bisa jadi,Histi sudah berjanji kepada Ayah untuk segera memberi cicit ! Ucap Antoni.


" Kalau Histi gak usah diragukan Kek,dia emang paling gercep " Sahut Aktam terkekeh.


Bara dan Romi hanya diam saja tak menyahut ucapan Aktam.


Bara akui anaknya memang sangat aktif dalam segala hal,dan dalam hal ini Bara juga yakin pasti Histi yang meracuni otak Serkan.


" Serkan berhasil gak ya ? apa dia masih kaku kayak biasa ?" Batin Romi menebak.


Sebenarnya Romi ikut kepikiran dengan putra pertamanya itu,sebab Serkan bukan pria aktif untuk hal2 sensitif,bahkan jika dibandingkan dengan Alexi,Romi menilai Alexi paling jago daripada Kakaknya.


" Kenapa diam Rom ?" tanya Reno.


" Hem gak papa " Jawab Romi tenang.


" Gak usah dipikirin,kamu itu udah tua udah sepantasnya punya cucu " kata Reno terkekeh.


" Iya Paman,jangan suruh Serkan tahan2 ya " kata Aktam menggoda.


Romi melirik Bara,terlihat lelaki yang umurnya jauh lebih muda itu hanya tersenyum canggung.


" Makanan siap " Teriak Ana ceria sambil membawakan nampan berisi lauk pauk.


" Yeee makan2 " Pekik Aktam heboh.


2 keluarga itu pun menikmati santap pagi mereka dengan suasana hangat sambil menggibahi pengantin baru yang belum juga keluar dari tempat persembunyian.


❤❤❤


Hay guys minta Vote,Like,Comentnya dong,lesu nih author mau up.

__ADS_1


__ADS_2