Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
387


__ADS_3

Kondisi Samuel mulai membaik,saat ini Samuel dikelilingi orang terdekat Winda yaitu keluarga Yuni dan anaknya.


Ruangan Winda dan Samuel pun dijadikan satu agar Sindi tak mondar mandir memantau keadaan keduanya.


" Kakak kapan datang ?" Tanya Winda memegang tangan Serkan dengan wajah sumringah.


" Kemarin " Jawab Serkan tersenyum.


" Jadi hari ini mau pulang ?" tanya Winda berubah lesu.


" Iya,kasihan Histi kalo Kakak gak pulang " Jawab Serkan mengusap kepala gadis itu.


" kenapa gak pindah kesini aja sih Kak,kan kasihan Kak Histi tinggal dikampung " Ucap Winda.


" Nanti,kita bakal pindah kesini lagi kok tapi saat Histi udah lahiran " Jawab Serkan.


" Hm ya udah,gak papa " Balas Winda pasrah.


" Kamu masih merasa sakit ?" tanya Serkan.


" Hm kadang nyeri mual " jawab Winda jujur.


" Iya pasti gitu,kamu belum boleh banyak gerak " Balas Serkan lembut.


Winda mengangguk tersenyum dan melirik Samuel yang menatapnya datar.


Tapi bukan itu fokus Winda melainkan,manik Samuel yang menuju kearah tangannya dan Serkan.


Perlahan Winda melepas tangan pria beristri itu pelan dengan wajah menunduk.


Winda merasa tatapan Samuel saat ini begitu menusuk meski lelaki itu tak mengeluarkan suara.


Serkan melihat gerak gerik Winda lalu menoleh ke Samuel.


" Kamu baik2 aja ?" tanya Serkan ramah.


" hm " jawab Samuel cuek.


" Bagus lah,saya sangat berterima kasih kepada kamu karna udah bersedia nolongin Winda " Ucap Serkan serius.


" Sama2 " Balas Samuel tenang.


Serkan diam,melihat Samuel saat ini membuat pria itu flashback kembali ke masa lalu dimana ia juga terkenal dingin saat membujang.


Kini Serkan banyak berubah karna ia punya istri yang tak bisa diam.


Tak banyak yang keduanya bicarakan,Samuel lebih memilih memejamkan mata tanda malas untuk bicara.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,masuklah Romi dengan tergesa gesa.


" Ada apa Mas ?" tanya Yuni bangun dari duduknya.


" Gimana keadaan Samuel dan Winda ?" Tanya Romi berusaha tenang.


" Mereka baik,ada apa ?" Tanya Sindi bingung.


" Kita harus membawanya pergi dari sini " Jawab Romi.


" Kenapa ?" tanya Serkan kaget.


" Orang suruhan Papa Malvin akan kesini besok,kita tak punya banyak waktu jika semuanya ingin selamat !" Kata Romi tegas.


" Apa !" kata Samuel kaget membuka matanya.


" Ya ampun " kata Sindi menutup mulut.


" Mas Malvin kemana ?" tanya Sindi panik.


" Tadi izin beli makanan " jawab Serkan teringat.

__ADS_1


" Sama Doni dan Byanca ?" tanya Yuni.


Serkan mengangguk pelan.


" Jadi gimana ini Mas ?" Tanya Yuni takut.


" Ada apa Ayah ?" tanya Winda kebingungan.


" Kita harus keluar sekarang,Ayah sudah konfirmasi sama Dokter buat bawa kalian pulang " Jawab Romi.


" Hah tapi kenapa ? ada masalah apa ?" tanya Winda bingung.


Samuel hanya diam tak bersuara meski dalam hati lelaki itu ingin bertemu orang tuanya.


Ceklek...


Pintu ruangan kembali terbuka,masuklah seorang pria dengan nafas ngos2an.


" Ayah ayo " ucap Alexi terlihat buru2.


" Siapkan semua bayu mereka " Titah Romi tegas.


Yuni mengangguk,Sindi langsung berlari mengambil tas anaknya.


Seketika ruangan itu menjadi rusuh,Serkan dan Alexi saling melihat,Serkan sudah tau maksud sang Ayah yang menyuruh pergi demi kebaikan Sindi dan keluarga.


Beberapa orang Dokter masuk keruangan membantu Winda dan Samuel pindah ke kursi roda.


" Bagaimana dengan keadaan mereka Dok ? apa memang sudah boleh dirawat jalan ?" tanya Serkan khawatir.


" Keduanya sudah normal Pak,nanti saya yang akan datang langsung kerumah memantau keadaan mereka " Jawab Dokter yang mengoperasi Winda kemarin.


" Pasti akan memakan banyak biaya " Batin Serkan bisa menebak.


Dokter kembali bergerak cepat,Romi pun ikut membantu mondorong kursi roda Samuel.


Romi sudah mengkonfirmasi semua kepada Dokter,meski menyalahi aturan tapi ini demi kebaikan semuanya terutama Winda yang masih tak tau apa yang terjadi.


Sindi sibuk menelfon suaminya yang ternyata sudah lebih dulu tau dan kini berada dirumah baru menyiapkan segala keperluan.


" Kau baik2 saja ?" tanya Winda kepada Samuel yang diam menutup mata.


" Hm " Jawab lelaki itu dingin.


" Maafkan aku,aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi " Kata Winda merasa bersalah.


Samuel diam tak menjawab.


Hampir 1 jam perjalanan,mereka pun tiba disebuah rumah yang berada diplosok kota.


Suasana sepi masih banyak hutan dan beberapa butir rumah berpagar.


" Kita krumah siapa Ma ?" tanya Winda bingung.


" Kerumah baru kita " Jawab Sindi masih dengan wajah khawatirnya.


" Jadi Samuel benar2 ikut ?" Batin Winda melirik lelaki disampingnya.


Serkan dan Alexi dengan setia duduk dibelakang memegang masing2 botol impus pasien tersebut.


Mereka semua turun dengan hati2.


Samuel mengaduh sakit membuat Sindi panik.


" Gak papa,pelan2 tarik nafas " Ucap Serkan menenangkan.


Samuel terus meringis,ia merasa perutnya tertusuk benda yang begitu menyayat.


Langkah demi langkah mereka lewati hingga keduanya tiba dikamar yang memiliki 2 ranjang terpisah layaknya dirumah sakit tadi.


Disana juga sudah tersedia tiang impus dan beberapa obat yang sudah diresepkan dokter.

__ADS_1


" Hati2 " ucap Serkan mendudukkan Samuel diranjang.


Lelaki itu duduk tenang,Serkan memberi minum sedikit kepada Samuel agar tenang.


Winda dibantu Alexi dan Yuni diranjang lain.


" Baiklah,sekarang kalian akan aman disini " Kata Romi menghela nafas lega.


" Aku mau bicara sama kamu Mas " Ucap Yuni.


" Aku juga Yah " Jawab Serkan dan Alexi bersamaan.


" Baiklah,kita bicara diluar " Balas Romi tenang.


Ibu dan anak itu mengangguk lalu keluar kamar.


" Ada yang sakit ?" tanya Sindi kepada Samuel.


" Udah mendingan " Jawab Samuel mencoba berbaring dan langsung dibantu Sindi.


" Mama temuin Papa kamu dulu ya " Ucap Sindi pamit.


Winda mengangguk begitu pun Samuel.


Sindi pun keluar kamar meninggalkan Winda dan Samuel berduaan.


Hening...


Tak ada suara.


" Hm kita akan disini sementara,kamu gak papa kan ?" Tanya Winda tak enak.


" Hm " Jawab Samuel mengangguk.


" Oh iya,sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa mereka mencari mu ?" tanya Winda hati2.


" Tak ada " Jawab Samuel.


" Jika tak ada masalah,mereka tidak akan mencari kamu dan membuat Ayah panik " Balas Winda.


" Jika mereka menemukan aku,kau akan mati dan orang tua mu dipenjara sedangkan adik mu yatim piatu dan terlantar " Jawab Samuel tenang.


" Apa !" Pekik Winda terbelakak.


" Akhhhhh " Pekik gadis itu meringis kesakitan.


" Tak usah banyak gerak " Ucap Samuel tenang.


" Auhh sakit " Ringis Winda.


Samuel memutar mata malas,ginjalnya juga sakit tapi ia berusaha menahannya dari tadi.


" Aku akan tetap disini sampai sembuh,jadi bersikap lah yang baik kepada ku " Ucap Samuel tenang.


" Apa kau melakukan semua itu tanpa sepengetahuan orang tua mu ?" tanya Winda hati2.


" Kau pikir orang tua ku akan menyetujuinya ?" tanya Samuel bersedekap dada.


Winda menggeleng pelan.


" Maka dari itu diam lah,kau sangat berisik " Kata Samuel malas.


" Hah aku bukan berisik,aku hanya bertanya " Balas Winda tak terima.


" Suara mu jelek " Cibir Samuel.


Winda mengkrucut kesal ingin membalas tapi gadis itu mencoba sabar menghadapi mulut pedas pria penyelamatnya itu.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2