
Riko masih terus menunggu balasan dari Citra, dia menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya sambil terus menatap layar ponselnya, karna ini sudah siang dia ingin mengajak istri tercinta makan siang. Tapi sampai detik ini Citra belum membalas pesannya.
Riko merasa lelah terus menerus menatap layar ponselnya, dia pun hendak meletakkannya di meja, tapi tiba-tiba
Trriiingg
Ponselnya berbunyi tanda pesan masuk, tanpa pikir panjang Riko langsung membuka pesan yang ternyata dari Citra.
My Wife ❤: Tolongin aku kak 😭
Riko terkejut dengan pesan Citra, pikirannya kemana-mana, dia khawatir dengan istrinya, diapun mencoba menghubungi istrinya, tapi tidak di jawab, karna ibu-ibu rempong itu memanggilnya.
Riko membalas pesan Citra.
"Kamu dimana sayang?" Terkirim dan kembali tidak di balas.
Riko semakin panik, diapun mengecek lokasi Citra dan menunjukkan bahwa dia sedang di mall.
"Ngapain dia di mall." gumam Riko sedikit kesal karna istrinya membuatnya panik. Diapun melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya.
"Mel,, nanti kalau ada yang cari, bilang aku lagi di luar." ucap Riko datar kepada Meli salah satu pegawainya di bagian receptionis. Meli hanya mengangguk, kemudian Riko pun meninggalkannya menuju parkiran untuk menemui Citra.
Meli masih terus menatap Riko dengan tatapan kagum.
"Mel,, pak Riko bilang apa?" tanya Desi teman kerjanya.
"Lo mau tau ngga hal yang paling luar biasa yang baru gue rasaain sekarang." ucapnya dengan ekspresi sok imut.
"Apaan?" tanya Desi penasaran.
"Selama 2 tahun gue kerja disini, hari ini gue merasa sangat berharga karna pak Riko ngajak gue ngomong." ucapnya masih senyum-senyum bangga.
"Cuma itu doang, itu mah bukan hal yang luar biasa, itu biasa aja." ketus Desi.
__ADS_1
"Itu hal yang luar biasa bagi gue,, setiap hari yang ngajak gue ngomong cuma Romi." ketusnya membela diri.
"Mending Romi kemana-mana, baik, ramah. daripada pak Riko yang eeeuuuhh bekunya ngga akan meleleh meskipun di panasin di dalam api 1°, yah meskipun Romi kalah ganteng sama pak Riko, tapi tetep aja Romi lebih baik." ketus Desi lagi.
"Udah ahh, capek ngomong sama lo." ketus Meli menyudahi obrolan mereka. Karena perbedaan pendapat mengenai idola mereka.
Next.
Riko melajukan mobilnya menuju mall tempat Citra berada, dia penasaran apa yang sebenarnya dia lakukan di sana, sampai dia mengirim pesan seperti itu kepada Riko.
Riko masih khawatir dengan Citra, Riko semakin melajukan mobilnya dengan kencang.
Beberapa menit kemudian Riko pun sampai di mall, setelah memarkirkan mobil, Riko segera berlari sambil terus memantau posisi Citra di gps.
Riko pun masuk ke dalam supermarket sesuai titik posisi Citra. Riko mencari-cari Citra di setiap lorong sambi mendorong troli.
Setelah berkeliling di antara rak-rak, Riko fokus menatap seorang wanita yang sedang menatap ice cream di dalam lemari pendingin.
Citra terus menatap ice cream di dalam lemari pendingin itu, setelah merasa bosan diapun melirik kiri kanan mencari keberadaan mertua dan mamanya, tapi pandanganya fokus pada laki-laki yang tatapannya tidak asing baginya.
Riko terus menatap Citra dengan tatapan dinginnya, dia merasa kesal dengan Citra karena dia sudah membuatnya khawatir, tapi karna senyuman Citra mengalahkan ego Riko.
Riko pun membalas senyuman istrinya yang sekarang sudah berjalan ke arahnya.
"Kak Riko." ucap Citra manja sambil memeluk lengan suaminya.
"Kamu ngapain disini?" tanya Riko penasaran, karna dia tidak melihat mama dan mertuanya.
"Sssstttt. gumam Citra sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Riko tanda melarangnya berisik.
"Ada apa?" tanya Riko lagi sambil berbisik.
"Kita keluar dari sini yuk kak." ajak Citra juga sambil berbisik.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Riko lagi berbisik.
Orang-orang yang berada disekitar mereka, merasa aneh dengan tingkah mereka yang sedang berbisik.
"Aku mau makan ice cream." bisik Citra lagi lalu menarik lengan Riko keluar dari supermarket.
"Eehhh, trolinya." ucap Riko berusaha menarik troli itu, tapi Citra mencegahnya dengan terus menarik Riko keluar dari supermarket.
Setelah keluar dari supermarket, Citra merasa lega dan bebas akhirnya dia bisa melepaskan diri dari mama dan mertuanya.
Riko menatap istrinya heran, karena Citra seperti tahanan yang bebas dari penjara, sangat antusias dan bersemangat.
"Sekarang kita makan ice cream yuk kak." ajak Citra lalu menarik lengan Riko lagi.
Merekapun masuk ke dalam restoran yang ada di dalam mall itu, lalu duduk.
"Sekarang kak Riko pesanin aku ice cream." pinta Citra.
"Ngga ada, kita makan dulu baru makan ice cream." ucap Riko sambil melihat menu.
"Tapi aku haus kak." rengek Citra.
"Iya aku tau, tapi kita makan dulu, habis itu oesan ice cream, nanti perut kamu sakit." ucao Riko membujuk Citra dan Citra hanya pasrah karna memang dia juga lagi lapar.
Rikopun memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka.
Sambil menunggu, Riko terus menatap istrinya yang tidak berhenti tersenyum menatapnya.
"Segitu senangnya kamu ketemu sama aku." ucap Riko dan Citra hanya mengangguk antusias.
"Aku kangen sama kak Riko." ucap Citra lembut.
Riko merasa senang dengan perkataab Citra, Rikopun mengelus pucuk kepala Citra dengan gemas.
__ADS_1
"Aku juga kangen sama kamu, pendek." ejek Riko menggoda Citra alhasil ejekan itu membuat Citra cemberut. dan membuat Riko puas menggoda istrinya..
Tidak lama kemudian pesanan merekaoun tiba, setelah semuanya di hidangkan, merekapun mulai makan.