Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
416


__ADS_3

Sepasang suami istri asik menonton tv bersama kedua buah hatinya.


Bunyi ketukan pintu disambut bel rumah terdengar bersaut sautan.


" Yank ada tamu " Ucap Rafael menegur Lutfia yang sedang berbaring dipaha lelaki itu.


" Siapa Yank ?" tanya Lutfia mendongak.


" Gak tau Yank,Dek coba liat kedepan " Ucap Rafael kepada anak perempuannya.


Kedua bocah yang sedang menonton tv itu saling melihat.


" Kamu aja sana " Ucap sang Kakak kepada adiknya.


" Ih kan kamu yang disuruh " Jawab sang adik tak terima.


" Cepetan " Kata Lutfia gemas.


" Ck kamu nih males banget " kata sang Kakak menoyor kepala adiknya.


" Pa lihat nih Kakak toel kepala aku " Adu sang adik memasang wajah terluka.


Rafael memutar mata malas,memang sudah kebiasaan kedua anak itu tak akur meski bersaudara.


Tania berjalan mendekat dan membuka pintu rumah.


" Siap aaaaaaaa " Pekik Tania tak jadi bertanya.


" Siapa Taniaa ?" Pekik Rafael mengernyit mendengar suara teriakan anaknya.


" Hmmppp hmpp " Kata Tania kelabakan dengan bekapan tamu tersebut.


" shuuttt diem ngak usah teriak2 " kata seorang pria yang begitu ia kenal.


Diruang keluarga,Lutfia bangun ingin melihat siapa yang bertamu.


" aku aja Ma " Ucap Anak bungsu Lutfia menahan kaki wanita itu.


" Iya coba lihat Kakak kamu " kata Lutfia tenang.


Gadis kecil itu bangun dan mendekati ruang tamu.


" Kakak " Gumam Tini syok melihat siapa yang datang kerumahnya.


Pria itu melepas bekapan sang adik dan mendongak melihat adik satunya lagi.


" Kakak " Kata Tini langsung berlari.


" Kak Rafael " Ucap Tania dan Tini langsung memeluk lelaki itu.


Rafael memeluk adiknya dengan sayang.


" kakak kemana aja selama ini ? Mama sakit Kak " Kata Tania sedih.


" Iya Kak,kasihan Mama " Sahut Tini menangis.


" Maafin Kakak ya " kata Rafael menghela nafas panjang.


" Kak itu siapa ?" tanya Tania menunjuk seorang gadis dibelakang Samuel.


Samuel menoleh dan melambaikan tangan kepada Winda.


" Siapa dia Kak ?" Tanya Tini bingung.


" Ada Mama dan Papa ?" Tanya Samuel.


" Ada didalam " Jawab Tania.


" Baiklah ayo masuk " Kata Samuel tenang.


Kedua adik lelaki itu mengangguk dan masuk duluan.


" Sam " Panggil Winda menarik baju belakang Samuel.


" Percaya sama aku " Ucap Samuel tenang.


Winda mengangguk dan mulai melangkah.


Lutfia dan Rafael masih menonton,wanita itu menolehkan kepalanya dan langsung terbelakak.


" Sam " Ucap Lutfia tak percaya.

__ADS_1


Rafael ikut menoleh dan sama terkejutnya.


" Samuel !" Ucap Rafael langsung berdiri.


" Pa,Ma " Panggil Samuel mendekat.


" Samuel anak Mama " Kata Lutfia bangun dan berlari memeluk putranya.


" Maafin Sam Ma " Kata Samuel menahan tangis.


Lutfia diam terus memeluk anaknya dengan erat.


" Kamu kemana aja Sam ?" Tanya Rafael heran.


" Maafin aku Pa " Jawab Samuel menunduk.


" Siapa yang membawa mu pergi ?" Tanya Rafael.


" Kamu kemana aja selama ini Nak ?" Tanya Lutfia disela tangisnya.


Samuel kembali diam bingung harus bicara apa kepada orang tuanya.


Rafael mengalihkan pandangan kearah gadis yang dibawa lelaki itu.


" Ini kan gadis yang...." Ucap Rafael mencoba mengingat.


Winda menunduk sopan memberi hormat kepada orang tua Samuel.


" Winda kamu tau Sam selama ini kemana ?" tanya Lutfia mendekati gadis itu.


" Maaf Tante " Ucap Winda bergetar.


" Maaf kenapa ? apa yang terjadi ?" tanya Lutfia.


" Sam kau menghamilinya ?" Tanya Rafael.


" Apa !" pekik Samuel kaget.


Lutfia dan Winda sama kagetnya dengan pertanyaan asal Rafael.


" Ngak Pa " Kata Samuel tegas.


" Terus kenapa kamu pulang sama dia ?" tanya Rafael heran.


Samuel melihat Winda,gadis itu masih menundukkan wajah.


" Ma,Pa " Panggil Samuel tenang.


" Iya apa ? jawab pertanyaan Papa." ucap Rafael.


" Sebenarnya aku....


" Apa ?" tanya Lutfia tak sabaran.


" Kami akan menikah Te " Jawab Winda.


" Apa !" Pekik keluarga Rafael kaget.


Samuel melototkan matanya dengan jawaban asal Winda.


" Menikah ?" tanya Lutfia terbelalak.


" Iya Te,aku hamil " Jawab Winda makin ngawur.


" Apa !" Pekik Rafael dan Lutfia bersamaan.


" Apa yang kau bicarakan ?" Tanya Samuel.


" Kau lupa ? atau kau berniat tak mau bertanggung jawab ?" tanya Winda memasang wajah nanar.


" Ada apa ini Sam ?" Tanya Rafael kesal.


" Pa ini bukan seperti yang...


" Kau bilang akan bertanggung jawab Sam " Kata Winda sedih.


" Kau gila apa hah !" Kata Samuel melotot.


" Apa kau benar hamil anak Sam ?" tanya Lutfia bergetar.


" Iya Te,dia meniduri ku " Jawab Winda.

__ADS_1


" Whatt !!! kapan ?" tanya Samuel menganga lebar.


" haruskan aku bongkar kelakuan mu selama ini ?" tanya Winda.


" Sam ! kau dimana selama ini hah jawab Papa ?" tanya Rafael dengan wajah garang.


" Aku em aku..." Kata Samuel menelan ludah kasar.


" Apa ibu mu sudah tau ?" tanya Lutfia memegang tangan Winda.


Winda menggeleng pelan.


" Makanya aku dibawa Sam kesini dulu Te " Jawab Winda nanar.


" Kau benar2 ya !" kata Rafael menabok kepala anaknya.


" Aduhhh " ringis Samuel mengusap kepala sakit.


" Ini fitnah Pa,kau ini tak sesuai rencana !" kata Samuel berdesis.


" Ayo duduk kita bicarakan ini baik2 " Ucap Lutfia dengan kepala dingin.


Winda mengangguk setuju,mereka semua pun duduk dengan tenang.


" Gadis ini sudah gila atau apa ! kenapa dia malah ngaku hamil sih !" Batin Samuel heran.


" Maafin aku Sam,aku terpaksa lakukan ini demi keluarga ku,aku tidak mau Papa dan Mama dipenjara dan Dony menderita,biarlah aku saja yang menanggung semuanya " Batin Winda menatap Samuel nanar.


Winda sudah tau apa yang direncanakan Samuel saat akad menyerahan ginjal,Malvin sudah memberitahu dan Mimpi Winda benar adanya.


Winda tak mau lagi menyusahkan semua orang termasuk keluarga Alexi,sampai detik ini Romi maupun Yuni belum berani menghubungi mereka karna selalu di curigai orang.


Winda sudah siap konsekuensi jika nanti hidupnya berakhir mengenaskan dengan semua kebohongan yang ada..


Winda menjelaskan dengan tenang apa yang terjadi kepada dirinya dan Samuel,gadis itu mengada2 bahwa Samuel pernah menidurinya.


" Apa kau punya bukti ?" tanya Lutfia hati2.


" Jika kalian tak mau bertanggung jawab,tidak masalah Te,aku akan merawatnya bersama orang tua ku " Jawab Winda mencari alasan.


" Bukan seperti itu sayang,hanya saja...


" Kau tidur dengannya ?" tanya Rafael kepada Samuel.


" Tidak Yah " jawab Samuel.


" jawab yang benar,tadi Winda bilang kalian tidur sekamar !" kata Rafael kesal.


" Iya memang sekamar tap...


" Kau ini benar2 ya,pergi dari rumah gak bilang2,pas pulang bawa calon anak !" kata Rafael marah besar.


Samuel menunduk menatap Winda dengan wajah nyalang.


Gadis itu hanya diam melirik Samuel hati2.


" Gimana ini Pa,mending kita nikahkan saja Samuel sama Winda secepatnya " Kata Lutfia tenang.


" Tapi Ma ini terlalu buru2,Samuel baru saja ditemukan " Kata Rafael kurang setuju.


" Akad aja Pa,nanti acaranya pas anak itu udah lahir " Balas Lutfia.


" Lagian Winda juga anak yang baik Pa " kata Lutfia mengusap kepala Winda.


" Baik apanya Ma,dia memfitnah ku !" kata Samuel kesal.


Pletakkk....


Kepala lelaki itu kembali mendapat tabokan dari tangan sang Papa.


" Nanti kita cek kandungan dulu ya sayang " Ucap Lutfia tersenyum.


Deg....


Winda tersentak kaget,gadis itu menelan ludah kasar mendengar kata Cek.


" Gawat,gimana nih " Batin Winda kelabakan.


Samuel menatap wajah gadis itu menyelisik,seingatnya pria itu tak pernah meniduri Winda tapi ketiduran bersama sering terjadi saat mereka lelah dan sakit.


" Huhhh aku harus minta bantuan Mama " Batin Winda yakin.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2