
Sehabis acara,tinggallah keluarga inti yg masih berberes dirumah.
Histi tepar diruang tamu,wanita itu kelelahan karna menyambut banyak tamu undangan tadi.
Baru keluarga saja sudah membuatnya kecapean apalagi harus mengundang orang asing.
" Ma " Panggil Sutar mendekat.
Histi menoleh dan melihat penampilan putranya hanya memakai kain tanpa baju.
" Hadeeh nih anak kenapa gak pake baju " Gumam Histi jengah.
" Maaa " Rengek Sutar lagi.
" Iya ada apa ?" tanya Histi malas.
" Ma hadiah aku mana ?" Tanya Sutar kesal.
" Hadiah ?" ulang Histi.
" Iya Ma,kalo habis khitan itu kan harus dapat hadiah " Jawab Sutar.
" Konsep dari mana itu ?" Tanya Histi lagi.
" Ck,semua temen2 aku bilang gitu,makanya kita mau disunatin " Jawab Sutar gemas.
Histi diam,dirinya memang belum memberi apapun untuk sang anak..
" Papa bilang minta sama Mama " Kata Sutar mulai emosi.
" Ck,Mama gak ada duit " Jawab Histi memejamkan mata.
" Kok gitu sih ! Sutar gak mau tau pokoknya aku harus dapat hadiah !" Kata Sutar merajuk.
Histi diam sejenak,wanita itu baru sadar bahwa dirinya memang tak meminta sanak keluarga membawa hadiah untuk sang anak karna Histi pikir Sutar pun tak mengharapkan itu.
Keduanya diam,Sutar masih dengan mulut mengkrucutnya.
" Hmm kamu mau apa ?" Tanya Histi bangun.
Tin tin....
Suara klakson mobil terdengar,keduanya sama2 terkejut dan saling melihat.
Tak lama seorang gadis mendekat kepada mereka.
" Te ada tamu " Ucap Sania sopan.
" Siapa San ?" Tanya Histi.
Sania mengangkat bahu tidak tau,Sutar berjalan menjauh mendekati pintu rumah.
Sesampainya didepan bocah itu dikejutkan dengan sebuah mobil truck berwarna kuning cerah.
" Loh apa ini ?" Tanya Histi kaget.
" Kenapa ada Truck Te ?" Tanya Sania kepada Histi.
" Ada apa ?" Tanya seseorang dari belakanh.
Keduanya menoleh dan mendapati Serkan hanya memakai kolor dan kaos oblong.
" Kamu pesen alat bangunan ya ?" Tanya Histi kepada sang suami.
" Gak ada " Jawab Serkan kaget.
" Terus ini apa ?" tanya Histi menunjuk mobil.
Si pengemudi membuka kaca mobil membuat keluarga kecil itu terbelakak.
__ADS_1
" Kakek !" Pekik Sutar heboh.
" Halo " Sapa Romi dibalik kemudi.
" Hayy " Sapa wanita disampingnya.
" Ibu " Gumam Histi ikut melotot.
Pasangan itu turun dari mobil dan membuka kap.
Sesaat pintu besi itu terbuka,manik Sutar membesar seketika.
" Wawwwwwwww " Ucap Sutar melongo.
" Waaahhh " Ucap Sania dan Serkan takjub.
" Mo motor ?" Kata Histi tak percaya.
" Ya,ini motor buat Sutar " Jawab Romi terkekeh.
" Buat aku ?" Ulang Sutar menunjuk dirinya.
" Ya buat kamu,dari Kakek Reno hehe " Jawab Romi cengengesan.
" Haha iya,kalo dari Nenek cuma yg ini aja " Kata Yuni menunjuk sepeda lipat disamping motor tril tersebut.
" Hahaha " Serkan terkekeh geli.
Expetasinya terlalu tinggi,pria itu pikir motor mahal itu dibeli oleh orang tuanya tapi nyatanya uang Romi tak sebanyak itu untuk membeli hadiah istimewa.
" Yg ini terlalu mahal,Ibu takut gak bisa makan besok hehe " Kata Yuni terkekeh malu.
" Haha ya Bu,mandangin ini motor gak bisa bikin kenyang " Balas Histi.
Sania diam masih dengan wajah polos yg sangat disukai banyak orang.
Motor diturunkan dengan hati2,kaki Sutar sudah gatal ingin mendekati motor baru tersebut.
" Ehh mau ngapain ?" Tanya Serkan menahan bocah tersebut.
" Mau naik lah Pa " Jawab Sutar kaget.
" Gak liat itu kamu masih basah ?" Tanya Serkan menunjuk burung anaknya.
Sutar menunduk kebawah dan mengintip sedikit.
" Terus gimana dong,Sutar mau nyobain " kata Sutar polos.
" Nanti aja,kalo dah sembuh !" Balas Serkan tegas.
" Tapi Pa ini kan hadiah aku " Balas Sutar tak terima.
" Kamu mau itunya dipotong habis " Kata Serkan gemas.
Glek....
Sutar menelan ludah kasar dan mengintip miliknya.
Masih sangat kecil,jika dipotonh lagi maka miliknya akan habis tak tersisa.
Semua orang menunggu Sutar mengeluarkan kata,tapi saat bocah itu mendongak hanya helaan nafas terdengar.
" Ya udah,kalo Sutar gak bisa naikin ini,ganti sama mobil aja " kata Sutar santai.
" Apa ! Pekik Romi dan Histi kaget.
" Gak bisa aku naik ini Kek,bilang sama Kakek Reno ganti mobil aja biar burung aku gak terbang " Kata Sutar bersedekap dada.
" Ini aja belinya bengek,apalagi mobil " Kata Romi tak percaya.
__ADS_1
" Ck kalo gak mampu kenapa beli,bikin kesel aja " Kata Sutar geram.
" Lah namanya juga hadiah " Kata Yuni bingung.
" Udah lah,Sutar gak mau hadiah ini " Kata Sutar merajuk dan berjalan menjauh seraya memegang kain kramatnha.
Mereka menatap Sutar dengan wajah melongo.
Histi melihat suaminya,Serkan yg ditatap aneh pun menelan ludah kasar.
" Aku salah omong ya ?" tanya Serkan polos.
" Hehhh " Kata Histi gemas.
" Hehe,aku ngilu liatnya Yank kalo dia naik itu " Kata Serkan mengkrucut.
" Udah lah,sini Yah stnk sama bpkb nya " Kata Histi menadahkan tangan.
" Buat apa ?" Tanya Romi mengernyit.
" Buat digadai beli mobil " Jawab Histi terkekeh.
Plakkkk....
Lengan wanita itu mendapat tabokan bpkb dari mertua perempuannya.
" Gila kamu " Kata Yuni gemas.
Histi tertawa ngakak,ia sangat gemar menjahili mertua dan suaminya yg mudah emosian.
Ditempat lain,seorang lelaki duduk didepan komputer.
Hari ini ia bekerja dirumah karna Samuel sedang malas kekantor.
Suasana begitu hening,hanya ada suara ketikan jarinya dikomputer meski sang istri ada diruangan yg sama.
Keduanya sama2 diam,tak ada yg membuka suara biasanya Leni akan sangat berisik tapi hari ini wanita itu memilih diam seribu bahasa.
" Aaarrrggghhhhhhhh " Suara Samuel terdengar saat dirinya merenggangkan badan.
Pria itu berbalik badan dan tersentak melihat Leni tertidur diranjang sambil memegang hape yg menyala ditangan.
Lelaki itu bangun dan berjalan mendekat.
Terlihat hape wanita itu bermain sendiri di galerinya.
Samuel mengambil hape itu dan melihat sejenak.
Terlihat disana vidio Leni sedang jalan2 bersama seorang wanita yg ia kenali sebagai pacar sang istri dulu.
Samuel menutupnya dan membuka yg lain.
Lelaki itu menscrool kamera dan mengernyit saat melihat foto yg ia kenali.
" Apa dia memfoto ku diam2 ?" Gumam Samuel kaget.
Disana tercetak foto dirinya yg sedang memunggungi dan ada juga foto Samuel yg sedang bertelanjang dada.
" Wanita ini sangat mesum " Gumam Samuel menggelengkan kepala.
Beberapa foto abstrak terlihat dan sc berapa quotes.
" Dia ingin menjadi penulis buku apa bagaimana ? kenapa isi hapenya tentang kata2 bijak semua ?" Gumam Samuel membaca satu persatu.
Pria itu terus membaca hingga ia menemukan kalimat yg cukup membuatnya tersentak.
" Kata orang ikhlas itu indah ? tapi kenapa aku merasa sangat sulit dan sakit ? apa kebahagiaan itu hanya milik orang tanpa masa lalu yg buruk ?"
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.