
Selesai belanja,Alexi dan Salsa pulang kedua insan itu dijemput Serkan yang kebetulan satu arah dan tau kedua adiknya sedang berada di Mall.
" Kak Serkan belum sampe ya ?" Tanya Alexi menunggu dipinggir jalan bersama Winda yang sedang minum es teh dalam kresek.
" Belum katanya bentar lagi " Jawab Winda.
" Bagi minum,haus " Pinta Alexi menyodorkan tangan.
" Nih " Jawab Winda memberi kresek kepada lelaki itu.
Alexi pun meminumnya tanpa rasa jiji,sejak berteman dengan Winda pria itu kini sering makan dipinggir jalan.
Alexi tak pernah lagi makan direstoran dan Cafe,Winda dalam sekejap merubah pandangannya.
Meski begitu Winda selalu memberikan yang terbaik untuk Alexi,gadis itu tak mau memberi Alexi makan yang aneh2 atau ditempat yang kotor,kebersihan selalu nomor 1 meski terkadang gadis itu juga sering khilaf seperti saat ini.
" Itu Kak Serkan nyampe " Kata Winda heboh melihat sebuah mobil hitam yang ia kenal.
" Mana ?" tanya Alexi.
" Itu " Kata Winda merubah posisi badan lelaki itu menghadap kearah lain.
Seorang lelaki keluar dari mobil menghampiri mereka.
" Udah lama nunggu ?" tanya Serkan.
" Lumayan,es kita udah habis " Jawab Winda menyindir.
" Hehe maaf ya tadi jemput Histi dulu " Kata Serkan menggaruk kepala malu.
" Ada Histi juga ?" tanya Winda kaget.
" Hm,ayo masuk " Ajak Serkan menggandeng tangan Alexi..
Winda mengangguk dengan wajah lesu.
Histi membuka kaca depan dan tersenyum kearah Winda yang menatapnya dengan wajah tertunduk.
" Ayo masuk " Ajak Histi ramah.
Winda mengangguk pelan.
Serkan membuka pintu belakang dan memasukkan Alexi dengan hati2 disusul Winda.
" Pake sabuk pengaman ya " Ucap Serkan mengusap kepala Winda.
" Iya Kak " Jawab Winda patuh dan memasangkan sabuk pengaman Alexi dan dirinya.
Histi menatap gadis itu dari kaca spion,kini Histi tak cemburu lagi kepada Winda karna ia mempercayai kekasihnya.
" Kalian habis belanja ya ?" Tanya Histi ingin menganjak gadis itu ngobrol.
" Iya " Jawab Winda canggung.
Serkan melihat Histi,pria itu tersenyum seolah memberi kode bahwa Winda masih tak enak kepadanya.
Histi mengangguk paham,sebenarnya Histi merasa bersalah kepada gadis itu karna pernah menganggap Winda sebagai musuh padahal gadis itu sahabat baik Alexi dan adik bagi Serkan.
" Belanja apa aja Dek ?" tanya Serkan melihat Winda.
" Alexi beliin aku baju Kak " Jawab Winda tersenyum.
__ADS_1
" Wahhh lagi gajian ya ?" Goda Serkan.
" Hehe iya " Jawab Winda malu.
" Winda juga beliin aku baju Kak " Adu Alexi.
" Beneran ?" Tanya Serkan kaget.
" Iya kita tuker2an sebelum aku dioperasi " Jawab Alexi semangat.
Deg...
Senyum Serkan langsung meredup,Histi menoleh kearah lelaki itu dan menghela nafas.
Winda pun melihat kearah Serkan dengan wajah bingung.
" Kenapa Kak ?" tanya Winda penasaran.
" Hah em gak papa,jalanan macet " Jawab Serkan mengalihkan..
Winda melihat kedepan dan benar saja banyak mobil berhenti disisi depan mereka.
Serkan menggigit bibirnya kelu,pria itu seketika langsung memikirkan nasib Alexi yang berada ditangannya.
" Kamu pasti bisa jangan takut " Ucap Histi tersenyum.
Serkan mengangguk lemah.
Histi tau kekasihnya sedang galau gundah gulana memikirkan Alexi,2 hari lagi lelaki itu akan berjuang untuk kesembuhan adikny.
Histi juga tau ini tantangan besar bagi Serkan,karna jika pria itu gagal Serkan sudah bertekad akan keluar dari dunia kedokteran,pria itu tidak mau lagi menjadi Dokter jika adiknya tak selamat dan itu juga menjadi ketakutan bagi Histi selaku calon istri karna dirinya juga akan terkena imbas jika menikah dengan Serkan,tapi Histi tak ingin menyerah gadis itu sebisa mungkin menyemangati dan menemani Serkan disaat lelaki itu sedang jatuh dan bahagia.
Semua orang diam dalam keheningan.
Sesampai dirumah,Serkan langsung masuk kamar.
Histi menghela nafas merasa sedih,gadis itu membantu Winda mengantar Alexi masuk.
" Ayo masuk dulu mau magrib " Ucap Winda kepada Histi.
" Iya " Jawab Histi tersenyum.
Kedua gadis itu pun masuk kerumah,suasana rumah sedikit sepi.
Orang tua Alexi dan juga adiknya tak ada dirumah,mereka sudah berangkat untuk menghadiri acara pernikahan kolega Romi malam ini.
Winda dan Alexi masuk kamar,Histi hanya melihat sampai pintu saja karna Alexi akan merasa risih jika ia juga masuk membantu Alexi mandi.
" Huhhh ya ampuunnn " Gumam Histi merasa lelah.
Gadis itu duduk disofa selonjoran disana menatap foto keluarga Romi.
Senyum kecil tercetak saat melihat wajah Serkan tanpa senyum disana,lelaki itu benar2 datar dan sulit ditebak.
" Kenapa aku bisa memilih lelaki es ini ?" Gumam Histi heran kepadanya.
" Kenapa setiap ada masalah,aku selalu ingin berada disampingnya,kenapa aku selalu merengek ingin masuk kedalam masalah hidupnya ? bukan kah aku menginginkan hidup tenang ? tapi kenapa sekarang aku memilih dia yang mempunyai banyak masalah hidup,kenapa aku bahagia,aaahhh aku ini kenapa ?" Gumam Histi mengacak rambutnya bingung.
Sejak bertemu dengan Serkan,masalah silih berganti masuk tanpa tau aturan,tapi bodohnya Histi malah menerima semuanya dengan lapang dada.
Ceklek...
__ADS_1
Pintu kamar terbuka,keluar lah Serkan dengan pakaian kerjanya yang sedikit berantakan.
Keduanya saling melihat dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Histi tersenyum kecil,Serkan mendekat dan menarik tangan gadis itu pelan.
" Hei kau mau bawa aku kemana ?" tanya Histi tersenyum.
" Kau menggoda ku " Jawab Serkan berdesis.
" Menggoda apa,aku hanya duduk " kata Histi terkekeh.
Serkan mengusap wajahnya mencoba menenangkan diri.
" Sana mandi,kau bau " Usir Histi kembali duduk disofa.
" Benarkah ?" tanya Serkan mengendus keteknya.
Histi mengangguk kecil.
Lelaki itu duduk disamping Histi dan merangkul pundak gadis itu.
" Jangan macam2 " Tegur Histi melihat glagat aneh Serkan.
" Macam apa nya,orang cuma naruh tangan doang " Kata Serkan mendengus.
" Nanti ya sayang,nunggu sah dulu " Ucap Histi mengusap wajah lelaki itu.
Serkan tersenyum dengan wajah lesunya.
Histi tertawa renyah,sebenarnya Histi juga tak sabar ingin menjadi istri lelaki itu apalagi Serkan sudah memasang tampang polosnya membuat Histi gemas.
Saat asik berduaan tiba2 pintu kamar Alexi terbuka,Winda terkaget2 melihat keduanya,Histi dan Serkan juga sama kagetnya.
Serkan langsung berdiri merapikan bajunya yang memang sudah berantakan.
" Maaf " Ucap Winda tak enak.
" Gak,ini gak seperti yang kamu pikirin Dek " Ucap Serkan pucat.
" Emang aku mikirin apa ?" tanya Winda bingung.
" Aku cuma mau ambil cardigan yang kalian duduk " Ucap Winda terkekeh.
" Oh ini ya ?" Tanya Histi mengambil benda itu di tempat duduk Serkan tadi.
" Hm " jawab Winda mengangguk dan menerima miliknya.
Serkan mengusap wajah malu,ia pikir Winda berpikiran aneh tadi.
" Jangan dua2an,tau kan yang ketiga siapa ?" Tanya Winda menggoda.
" Setan " Jawab Serkan polos.
" Ya aku lah,kan aku ada disini " Kata Winda menampar lengan lelaki itu.
" Oh iyaaa " Kata Serkan langsung tertawa.
Histi ikut tertawa sedangkan Winda maish menampar Serkan dengan wajah kesalnya.
Lelaki itu langsung berlari dan Winda mengejarnya masih tak terima dikatai Setan.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Comentnya dongg🥴🥴