
Romi sakit kepala dibuat anak keduanya itu,Alexi benar2 kekanakan.
Pria itu pun keluar dari kamar sang putra dan kembali duduk diruang tamu tempat ia bekerja.
Yuni keluar dari kamar setelah menidurkan putri kecilnya yang masih manja.
" Ada apa Yah ? pusing ?" Tanya Yuni mendekat.
" Iya,tolong bikinin kopi Yank " Pinta Romi seraya mengurut kepalanya.
Yuni mengangguk dan berjalan kedapur membuat pesanan lelaki itu.
" Udah gila kali tuh si Alexi masa iya mau 22 nya,mana sama2 cantik dan muda,aku juga mau kalo bisa " Gumam Romi menggeleng kepala mengingat keluh kesah anaknya tadi.
Tak lama Yuni datang lagi dengan secangkir kopi panas.
" Makasih Yank " Ucap Romi tersenyum.
" Sama2 Mas " jawab Yuni ikut tersenyum dan duduk bersama suaminya.
" Kerjaan numpuk ya ?" tanya Yuni memegang tangan Romi.
" Gak juga " Jawab Romi lembut.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka,keluarlah seorang pria dengan rambut tak karuan wajah kusut layaknya keset kaki.
" Kamu kenapa ?" tanya Yuni kaget melihat penampilan putranya
Alexi tak menjawab,lelaki itu terlihat sangat kesal.
" Dia kenapa Mas ?" tanya Yuni kepada sang suami.
" Ngak tau pusing aku ngadepin anak kamu itu " Jawab Romi ikut kesal.
" Loh kenapa ?" Tanya Yuni semakin bingung.
Romi menjelaskan ke sang istri perihal wajah Alexi yang tak karuan,Yuni menganga mendengar penjelasan suaminya.
" Jadi dia kesel karna Salsa blokir ?" tanya Yuni terkekeh
" Iya,tuh hapenya jadi sasaran awas aja ntar minta ganti sama aku " kata Romi geram.
" Astaga,kenapa Alexi kayak gitu " kata Yuni menggeleng pelan.
Nama yang disebut kembali lewat dengan wajah datar tanpa melihat kearah pasangan tersebut.
Yuni ingin tertawa melihat tingkah 2 pria tersebut yang sama2 mendengus.
" Baru nyesel dia Yank,emang enak " Kata Romi terkekeh.
" iya,aku tau dia maling nomor Salsa dihape aku,cuma aku pura2 ngak tau aja mau lihat dia ngapain " Kata Yuni ikut terkekeh.
" Kamu dimarahin gak ?" tanya Romi nyelisik.
" Iya,cuma ya aku cuek aja dia ngamuk ngak jelas " jawab Yuni santai.
" Kurang asem bener tuh anak,dia yang nyerein dia juga yang marah2 " Kata Romi gemas.
Yuni tertawa geli,saat ini Alexi mulai tenggelam dengan rasa penyesalannyanya apalagi Salsa sudah jual mahal membuat Alexi makin kebakaran jenggot.
Ditempat lain,seorang gadis menghela nafas lega setelah memblokir semua akun sosial mantan suaminya.
__ADS_1
Salsa tak menyangka yang menelpon tadi merupakan Alexi yang mati2an ia lupakan.
" Huh ngapain tuh anak nelfon aku,bikin orang jantungan aja " Gerutu Salsa kesal.
" Ibu tau ngak ya,aku harus kasih tau ibu,tapi kalo aku nelfon sekarang ntar Alexi ada disana,huh bisa gawat ini " Kata Salsa bimbang.
Gadis itu mengacak2 rambutnya kesal,suara Alexi yang pelan masih terasa hangat ditelinganya.
" Aduh Sa,lupain Alexi lupain Alexi,lupain anak curut itu " Gumam Salsa menabok pelan kepalanya.
Saat sedang rusing tiba2 pintu kamar terbuka,masuklah seorang perempuan dengan keresek putih.
" Hay " Sapa gadis itu hangat.
" Hay " Jawab Salsa duduk dengan benar.
" Besok ada kuliah ngak ?" Tanya Helend duduk bersama diranjang kecil itu.
" Ada cuma pagi doang " Jawab Salsa mengingat.
" Wah kebetulan,besok ada anak sahabat Daddy main kesini,dia ngajakin jalan " Kata Helend semangat.
" Dari Indonesia ?" tanya Salsa.
" Iya dia kuliah juga tapi sambil kerja selesai tahun ini " Jawab Helend.
" wahhh seru tuh " Kata Salsa semangat.
" Iya,sekalian aku juga mau jalan sama Jacob,tapi Daddy kurang setuju sama dia " Kata Helend lesu.
" Kenapa ?" Tanya Salsa mengernyit.
" Gak tau,Daddy bilang aku harus hati2,kalo ketempat jauh harus punya temen ngak boleh berduaan " Jawab Helend mengkrucut.
" Hehe iya " kata Helend malu2.
Meski wanita itu sudah cukup umur untuk pacaran bebas tapi Bara selalu mengawasi dari jauh dan Helend tak bisa lari kemana pun karna selalu ada mata2 yang mengawasi dirinya dan sang ibu.
Helend juga merupakan gadis penurut karna ia begitu menyayangi pria yang ia panggil Daddy,karna lelaki itu lah yang ia kenal saat kecil dan memberinya banyak cinta dan kasih sayang.
Bahkan sampai detik ini,Hena tak menikah perempuan dewasa itu sudah menjatuhkan hatinya kepada Bara seorang padahal banyak yang ingin bersanding dengan wanita itu tapi Hena sudah mengunci rapat hatinya meski Bara selalu meminta ia menikah untuk menemani masa tuanya.
" Jadi kamu mau ya,besok kita sama2 ntar aku jemput di kampus " Kata Hena kembali ceria.
" Iya,tapi aku malu sama temen kakak itu " Kata Salsa menunduk.
" Gak papa,dia orangnya baik kok " kata Helend menepuk pundak Salsa.
Gadis itu pun mengangguk setuju.
Keduanya kembali mengobrol hangat,Helend menjelaskan teman yang akan menemani mereka jalan2 besok pagi.
Disebuah warung,seorang gadis sedang duduk berduaan dengan pria dewasa yang menganjaknya makan seblak.
Sebenarnya Histi ingin menolak,tapi Seblak setan yang ia makan benar2 sangat menggoda jadilah gadis itu mengikuti hawa nasfunya mengikuti lelaki itu.
" Yang satu gak usah pedes Bu " Ucap Serkan kepada ibu2 yang mencatat pesanan.
" Loh buat siapa ?" Tanya Histi bingung.
" Buat kamu lah,kan gak boleh makan pedes " Jawab Serkan tenang.
" Ih ngak,mana ada makan seblak ngak pedes,Seblak setan lagi,namanya aja udah hot,iya ngak Bu " kata Histi kepada penjual.
__ADS_1
" Hehe iya Neng " Jawab si ibu malu.
" saya pedes bu,tapi dikit aja hehe " kata Histi cengengesan.
" Ya udah Neng " kata ibu itu paham.
Serkan menggeleng pelan,gadis didepannya benar2 kuat padahal sebelumnya Histi hampir mati karna sakit yang ia derita.
" Awas aja ntar sakit perut " Cibir Serkan.
" Hoh tenang,strong " kata Histi menunjukkan otot lengannya..
Serkan memutar mata malas,saat asik2nya menunggu,tiba2 hape Histi berdering,gadis itu merogoh saku celananya dan terbelalak melihat nama dilayar.
" Waduh gawat " Batin Histi menelan ludah kasar.
" Kenapa ?" tanya Serkan mengernyit melihat wajah tegang gadis itu.
" Em aku permisi dulu Dok,ada arisan hehe " Jawab Histi menyembunyikan hapenya.
" Arisan ?" Tanya Serkan aneh.
" Iya,ini lagi nagih pasti aku telat bayar hehe,aku kesana dulu ya " Kata Histi berbohong.
Serkan mengangguk polos,gadis itu pun langsung ngacir keluar dari warung.
Setelah merasa aman,Histi mulai mengangkat telepon dari pacarnya..
" Halo Bray ?" Sapa Histi tersenyum.
" Lagi dimana ?" Tanya Bryan diseberang.
" Hm em lagi diluar beli seblak,kenapa ?" Tanya Histi ketar ketir.
" Gak papa sama siapa ?" tanya Bryan santai.
" Em sendiri hehe " Jawab Histi ketakutan.
" Yang bener ?" tanya Bryan.
" ya " jawab Histi canggung.
Gadis itu berbalik badan melihat kearah Serkan tapi Histi langsung terdiam melihat lelaki itu tidak sendiri lain melainkan sedang tersenyum mengusap kepala anak kecil yang duduk didepannya bersama seorang wanita muda yang juga tertawa.
" Dia siapa ?" Gumam Histi pelan.
" Iya sayang ada apa ?" Tanya Bryan.
" Hah em ngak Bry,em pesanan aku udah ada,aku makan dulu ya ntar aku telepon lagi " Kata Histi buru2.
" Iya kamu hati2 ya,muaaachh " Sahut Byan.
Tut.
Histi mematikan panggilan seraya maniknya tak lepas menatap Serkan yang asik mengobrol dengan seorang wanita.
" Dokter " Gumam Histi meraba dadanya yang terasa nyeri.
Histi berbalik badan dengan jantung berdebar.
" Aku kenapa ?" Gumam Histi merasa aneh.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys ada yang tau Histy kenapa ? mana nih dukungannya 🙂