Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
466


__ADS_3

Disebuah ruangan sepasang suami istri saling menatap satu sama lain,hari ini keputusan pengadilan akan dakwaan dirinya yang akan ditetapkan bersalah atau tidak.


Sindi tersenyum getir melihat Malvin yang terlihat sedih,didekapannya hadir sang buah hati yang berapa hari ini tidak menjenguk mereka.


" Ma,Mama akan pulang kan setelah ini ?" Tanya Doni mendongak.


" Hm ya mungkin " Jawab Sindi tersenyum.


" Aku kesepian Ma,rumah Nenek besar tapi aku gak punya temen " Adu Doni sedih.


" Enak gak dirumah Nenek ?" tanya Sindi mengusap kepala anaknya.


" Enak Ma,Nenek sama Kakek baik tapi aku belum puas karna gak ada Mama dan Papa,Kak Winda juga sibuk sama suaminya gak perhatiin aku " Jawab Doni berkaca kaca.


Sindi melirik Yuni,sang sahabat menghela nafas panjang mendengar cerita Doni yang menyayat hati.


" Apa Winda juga jarang kesini ?" Tanya Yuni kepada Sindi.


" Hm " jawab Sindi jujur.


" Aku gak tau Winda sekarang gimana,dia sulit dihubungi " kata Yuni kesal.


" Dia sudah bersuami jadi mungkin sibuk " Kata Sindi menenangkan.


" Seharusnya dia jadi anak harus perhatian dong sama kamu dan Malvin,kasihan juga Doni gak ada yang jaga " Gerutu Yuni sinis.


" Gak papa Yun " kata Sindi tersenyum.


Bukan tanpa sebab Yuni marah kepada anak sahabatnya itu,sejak Sindi dan Malvin masuk bui perempuan itu sulit dihubungi bahkan untuk menjenguk pun seolah tak ada waktu.


Sindi juga menyesali tindakan putrinya tapi Sindi mencoba mengerti mungkin Winda juga berjuang menghadapi Lutfia yang berubah jahat.


" Ayo sudah waktunya masuk " Tegur Romi kembali seraya menggandeng tangan Byanca.


Lelaki dewasa itu dari tadi sibuk berbicara dengan kuasa hukum Sindi dan Malvin agar sidang berjalan lancar.


" Ayo Nak " Ajak Malvin bersimpuh didepan putranya.


" Papa " Rengek Doni ingin menangis.


" Doni jangan sedih ya,anak Papa kan pinter,hebat masa gini aja nangis " Kata Malvin mengusap wajah Doni.


" Doni mau Papa Mama pulang,Doni gak ada temen Pa huhu " Kata Doni semakin menangis.


Malvin menahan nafas berusaha agar air matanya tidak jatuh,orang tua mana yang tega melihat sang anak begitu merindukan waktu kebersamaan mereka,tapi Malvin tak bisa melakukan apapun.


Mereka hanya bisa berpasrah akan jalan hidup yang dialami saat ini.


Malvin menggendong Doni masuk,lelaki itu juga menggandeng tangan istrinya menguatkan Sindi yang tak bisa membendung air mata.


" Jangan takut,kita hadapi bersama " Ucap Malvin tersenyum.


Sindi mengeratkan tautan tangan mereka dan menampilkan senyum manis.


Keduanya pun berjalan beriringan memasuki aula.


Didepan halaman parkir 2 orang perempuan baru saja sampai,Salsa terpaksa menjemput Winda dengan motor mertuanya lantaran Alexi belum sanggup mengendarai mobil.


Lelaki itu tak ikut datang karna Alexi masih sakit dan mengeram dirumah seorang diri.


" Ayo masuk " Ajak Winda menarik tangan Salsa.


" Ehh bentar,belum kunci stang motor " Jawab Salsa tertarik.

__ADS_1


" Gak ada yang curi " kata Winda gemas.


" Ini motor Ibu,kalo hilang bisa dipecat jadi menantu nanti " Kata Salsa takut.


Winda menghela nafas dan membiarkan istri sahabatnya mengunci ganda motor kesayangan Yuni tersebut.


Setelah semua selesai dan aman,Winda kembali menarik tangan Salsa memasuki gedung.


Terlihat suasana sudah sepi,hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang memegang kertas.


" Itu pengacara Ayah " Ucap Salsa melihat seorang pria sedang bertelfon didepan pintu.


" Ayo temui " Ajak Winda yakin.


Salsa mengangguk dan berlari bersama Winda mendekati orang kepercayaan Romi.


" Om " Panggil Salsa menegur.


Lelaki dengan jas biru tua itu menoleh dengan wajah mengernyit.


" Menantu Pak Romi " Ucap Salsa mengenalkan diri.


" Oh istri Alexi ?" Tanya pria bernama Satya tersebut.


" Ya Om,apa Ayah sudah masuk ?" Jawab Salsa cepat.


" Sudah,masuk saja keruangan itu " Jawab Satya menunjuk pintu sedikit terbuka.


Salsa belum sempat mengangguk tapi Winda sudah melesat duluan.


" Haisst gak sabaran banget " Gerutu Salsa kesal melihat dirinya ditinggal.


Perempuan itu pun ikut berlari memasuki ruangan.


" Mama sama Papa dimana ?" tanya Winda melihat kiri kanan.


" Aku rasa mereka ada didepan Win " Jawab Salsa mendongakkan kepalanya.


Winda mulai berjalan kedepan dengan kepala terus berputar melihat sekeliling.


Saat akan melangkah lagi,perempuan itu tersentak dikala maniknya melihat sepasang suami istri mengenakan baju orange duduk diantara seorang bocah laki2.


" Winda " Ucap Yuni tak sengaja melihat anak sahabatnya datang.


Romi menoleh dan terdiam melihat Winda menatap Sindi dan Malvin dengan mata berkaca kaca.


Yuni bangun mendekati Winda yang malah mematung ditempat.


" Kamu kemana saja ?" Tanya Yuni menegur.


Winda menoleh dengan air mata yang hampir tumpah.


" Aku jemput dia dirumah mertuanya Bu,Winda gak tau kalo orang tuanya bakal sidang hari ini " Jawab Salsa.


" Kamu gak tau ?" tanya Yuni nanar.


Tess....


Air mata Winda pun seketika tumpah,wanita itu langsung berlari mendekati keluarga tercintanya.


" Mama hiks jiks " Ucap.Perempuan malang itu langsung menangis memeluk sang wanita yang telah melahirkan dirinya.


" Winda !" pekik Malvin dan Sindi kaget.

__ADS_1


" Hhuhuhu maafin Winda Ma,Pa " Ucap Winda dalam tangisnya.


" Gak papa sayang " Ucap Malvin mengusap punggung bergetar sang putri.


" Winda anak durhaka Pa,seharusnya aku berada disamping kalian hiks hiks " Ucap Winda terus menangis.


Sindi mengusap rambut Winda dengan lembut,belum sembuh rasa sakit melihat putranya kesepian kini sang putri juga merasa hal yang sama.


" Kamu yang sabar ya Nak,jangan sedih " Kata Sindi menahan tangis.


" Aku sayang Mama,Papa aku ingin kita kembali seperti semula Pa hiks hiks " Ucap Winda melihat wajah pria yang memberinya banyak cinta.


Malvin mengusap air mata sang anak dengan manik berkaca kaca.


Sungguh ia pun tak mau ini terjadi kepada keluarganya tapi apa boleh buat,semua sudah terjadi.


Beberapa saat menangis,Winda mengusap air matanya dengan cepat.


" Pa " Panggil Winda serius.


" Iya sayang " Jawab Malvin lembut.


" Aku akan mengeluarkan kalian dari sini " Kata Winda tegas.


" Bagaimana caranya ?" tanya Sindi.


" Hanya ada satu cara Pa,dan aku yakin kalian pasti akan bebas " Jawab Winda tajam.


Malvin dan Sindi saling melihat dengan wajah bingung mendengar ucapan anaknya.


" Apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Sindi memegang bahu Winda.


Ceklek...


Pintu ruangan kembali terbuka,semua orang menoleh kebelakang dan terdiam melihat 3 orang pria bersama 2 orang wanita berdiri diambang pintu.


" Sam " Ucap Malvin pelan melihat menantunya ada disana.


Winda berdiri mengusap air matanya,manik perempuan itu berubah sangat tajam menatap keluarga suaminya tersebut.


Beberapa saat hening,Samuel maju kedepan dan terdiam saat maniknya melihat sang istri ada disana.


" Loh kok Winda ada disini ?" Gumam Lutfia terbelalak.


Samuel terus melihat istrinya,tatapan Winda sedikit berbeda dari biasanya membuat lelaki itu terhipnotis.


Tok tok tok..


Bunyi palu terdengar nyaring,hakim dan para genknya mulai duduk dikursi kebesaran.


" Sidang akan dimulai,jadi harap semuanya tenang agar sidang ini berjalan dengan lancar " Ucap hakim ketua tegas.


" Ayo Win duduk " Ajak Salsa menarik tangan perempuan itu.


Tatapan Winda masih mengarah kepada Samuel yang juga melihatnya dalam diam.


" Jangan banyak tingkah Win ada mertuamu disini " Bisik Salsa ngeri.


Winda mengangguk paham dengan tangan terkepal.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2