Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
406


__ADS_3

Disebuah ruangan 3 orang pria terlihat begitu serius berhadapan satu sama lain.


Hari ini perusahaan Reno kedatangan Bos otomotif terkenal di kota siapa lagi kalau bukan Zaki.


Reno tak sendiri,ia selalu ditemani asistennya yang bernama Romi.


Meski keduanya masih berperang dingin tapi Romi bisa bersikap profesional dalam bekerja.


Diruangan besar dan elegant itu terlihat semuanya memasang wajah serius.


" Ada apa Zaki ?" tanya Reno tenang.


Zaki diam memperhatikan Romi yang menatap dirinya.


" Aku ingin tau kelanjutan kasus " Jawab Zaki.


" Kasus yang mana ?" tanya Reno.


" Penggelapan dana yang aku sumbangkan kesini " Jawab Zaki.


" Kau menuduh ku !" Bentak Romi menggebrak meja.


Reno begitu terkejut dengan serangan tiba2 Romi.


" Tenanglah Rom " Ucap Reno.


" Ini benar2 gila " Kata Romi emosi.


" Kau mengakuinya ?" Tanya Zaki.


" Kau !!" kata Romi penuh ancaman.


Zaki tersenyum miring.


" Kami memang kehilangan beberapa dana yang masuk,tapi kami pastikan dalam minggu ini semua akan clear " Ucap Reno tegas.


" Aku rasa ada semut dibalik semua ini " kata Zaki tenang.


" Ya,ini perbuatan orang dalam " Jawab Reno mengakui.


Romi diam menatap Reno dan Zaki bergantian.


" Lalu bagaimana dengan cucu mu apa sudah ketemu ?" tanya Reno mengalihkan.


" Belum,kami masih mencari siapa dalang dari semuanya " jawab Zaki.


Romi diam saja mengepalkan tangannya.


Sungguh Romi tak terima dengan ucapan Zaki yang seolah menyudutkan dirinya dalam segala hal.


Jika masalah Samuel,pria itu mengakui bahwa ia ikut terlibat tapi masalah dana Romi tak terima dituduh apalagi Reno ingin tau sumber keuangan yang ia dapatkan ditambah kartu kredit Yuni juga disita untuk mencari kebenaran.


Romi merasa Reno benar2 sudah menuduh dirinya dalang dari segala masalah.


" Aku harap Samuel baik2 saja " Kata Reno tulus.


" Ya,aku rasa dia masih ada dikota ini " Kata Zaki yakin.


" Ya,pihak bandara dan pelabuhan mengatakan bahwa tak ada aktiftas Samuel disana " Jawab Reno.


" Aku juga sudah meminta data dari rumah sakit dari besar hingga kecil tentang kecelakaan atau kematian sejak Samuel hilang tapi semuanya tak mengarah kesana " Kata Zaki menghela nafas.


" Kau tidak akan menemukan apapun karna bukti rumah sakit sudah aku gelapkan " Batin Romi tersenyum miring.


Walaupun terkesan jahat tapi Romi punya alasan untuk melakukan semua itu,Winda sudah Romi anggap anak sendiri,sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab Romi tidak ingin gadis itu mati sia2.


Ia sudah berunding dengan Yuni masalah ini dan beruntung Yuni juga tak egois memikirkan diri mereka sendiri,bagi Yuni Sindi sudah seperti keluarga dan anak2 Sindi menjadi anaknya juga, ditambah saat Alexi sakit hanya Winda menjadi teman sejati bagi lelaki itu hingga sembuh seperti sedia kala.


" Rom " Tegur Reno menyepak kaki Romi dibalik meja.

__ADS_1


" Hah iya " Jawab Romi.


" Bagaimana laporan mu ?" tanya Reno.


" Belum menemukan hasil " Jawab Romi.


" Kau sudah mencari kedaerah mana saja ?" tanya Reno.


" Semua daerah,jika ada tanda2 Samuel saya akan segera melaporkan " Jawab Romi tegas.


Reno mengangguk paham.


Mereka kembali membahas perusahaan,dalam 1 bulan ini Romi tak menghubungi Malvin dulu karna hapenya sedang dalam masa sidak.


Yuni pun dilarang kesana untuk berjaga jaga karna Reno juga sama liciknya dengan Romi.


Tak lama 2 orang pria masuk keruangan besar tersebut.


Semuanya menoleh dan mendapati Aktam,Bara berjalan kearah mereka.


" Wah2 pada ngumpul " Kata Bara tersenyum hangat.


" Iya kumpul lansia " Celetuk Aktam.


" Kurang ajar kamu !" kata Reno melempar anaknya dengan pulpen.


Aktam terkekeh pelan dan menyelipkan sesuatu ke saku baju Reno.


" Apaan nih ?" tanya Reno mengernyit.


" Buka aja kado special " Jawab Aktam.


Reno semakin bingung,karna penasaran pria itu pun mengambilnya dan kaget.


" Apa ini ? kau hamil ?" tanya Reno.


" Lulu hamil lagi ?" tanya Reno melotot.


" Iya kan dah janji bakal kasih cucu banyak " Jawab Aktam.


" Botak dah kepala Azura ngurus adiknya" Kata Reno menggeleng pelan.


" Iya,marah2 dia pas tau emaknya hamil,gak tau aja bapaknya doyan " Balas Aktam terkekeh.


" Hahah gila kamu " Kata Reno tertawa.


" Aku bilangkan sama dia ingat pepatah banyak anak banyak rejeki eh malah ditimpluk pake sandal " Kata Aktam kesal.


" Hahahaha " Bara dan Reno tertawa ngakak.


Romi dan Zaki tersenyum geli mendengar curhatan anak kembar Reno tersebut.


" Kalo Om gimana ? udah tutup ya pabriknya ?" Tanya Aktam kepada Zaki.


" Masih buka tapi gak jadi2 " jawab Zaki.


" Yaaahhh musti cari lagi nih " Kata Aktam menggoda.


" Habis itu Om di santet 40 hari sama Popy " Jawab Zaki.


" Wahahahahahahah " Bara dan Aktam kembali ngakak.


" Kalo Om Romi gimana ?" tanya Bara penasaran.


" Byan gak mau diduakan " Jawab Romi tersenyum canggung.


" Yahhhh ambyarrrr " Balas Aktam dan Bara meleleh.


" Lo gimana Bang ? masih kuat kan ?" tanya Aktam kepada Bara.

__ADS_1


" Ya iyalah,mau bikin kesebelasan juga bisa " Jawab Bara sombong.


" Heleh 2 kembar aja ngosh2an lo bang " Kata Aktam meninju lengan Kakaknya.


" Bengek gue,masih kecil mulutnya kek petasan " Jawab Bara.


" Kalo kamu gimana Ren ?" tanya Zaki kepada Reno.


" Gue metik hasil aja deh,mengcapeeee " Jawab Reno lesu.


" Wahahahahahhaahah " Semua orang langsung tertawa dengan obrolan absurd mereka.


Topik yang tadinya tegang langsung menjadi humor apalagi mereka membahas kekacauan anak2 mereka.


Hari semakin siang,bunyi kendaraan sepeda motor terdengar.


Winda yang sedang menonton tv langsung berjalan cepat keluar dan tercengan melihat ibunya tidak sendirian.


" Mama itu siapa ?" tanya Winda melihat wanita muslimah sedang mengeluarkan alat2 belanja di sangkutan motor.


" Gadis baru " Jawab Sindi menggendong Doni yang sudah tertidur.


" Gadis baru siapa ?" tanya Winda bingung.


Winda mundur saat gadis dadakan tersebut masuk membawa semua belanjaan kerumah.


" Huh panas " Ucap gadis itu membuka masker.


" Sam " pekik Winda terbelalak.


" Hujat aja " Kata Samuel malas.


" Kamu kenapa pake beginian ?" tanya Winda mengikuti lelaki itu masuk kamar.


Dengan sekali tarikan baju dan jilbab panjang Samuel terlempar diwajah Winda.


Gadis itu terlihat masih sangat syok dan langsung tertawa.


" Heh suka banget lihat orang susah " Gerutu Samuel.


" kamu kenapa pake beginian Sam hahaha " Kata Winda ngakak.


" siapin baju sexy aku mau mandi " Kata Samuel kesal.


" Hahah tangtop aku mau ?" Tanya Winda menggoda..


" Serah " Jawab Samuel masuk kamar mandi hingga detik berikutnya diikuti suara air.


Winda kembali tertawa,dari tadi gadis itu menunggu Samuel pulang dengan wajah cemas.


Malvin sudah pergi mengajar untuk mencari nafkah keluarga.


Perasaan Winda sangat was2 takut Samuel tertangkap.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,nampaklah wajah Samuel sudah terlihat segar dengan rambut basah.


" Bajunya mana ?" tanya Samuel datar.


" Oh iya maaf Nona,tunggu sebentar " Kata Winda tersadar.


Gadis itu langsung berlari mencari baju untuk lelaki tulen tersebut.


" **** " Umpat Samuel kesal masih menjadi bahan olokan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Comentya.

__ADS_1


__ADS_2