
Sore hari Restu pulang kerumah,lelaki itu disambut hangat oleh Kakek dan Nenek Winda yang kebetulan ada dirumah.
" Winda mana Nek ?" tanya Restu melepas tas ranselnya.
" Tadi ketaman nemenin Nur main " Jawab Risa tersenyum.
" Nur rewel ya ?" tanya Restu hati2.
" Iya dari pagi tadi manggil nama kamu terus nangis2,makanya Nenek suruh bawa ketaman biar tenang " Jawab Risa.
Restu ber oh ria,lelaki itu memang sempat ditelfon Winda siang tadi tapi ia tak bisa mengangkat panggilan karna dirinya masih sibuk.
" Gimana keadaan mertua sama Ibu kamu ?" tanya Rudi mengalihkan.
" Baik Kek,Mama juga nitip oleh2 dari kampung " Jawab Restu teringat.
" Apa ?" tanya Risa semangat.
" Hem kripik ubi sama pisang Nek,terus Mak juga nitip anyeman tas yang dia bikin sendiri " Jawab Restu mengambil tasnya.
Risa dan Rudi saling melihat,keduanya sedikit aneh mendengar oleh2 yang diberikan Sindi dan Ibu Restu.
" Ini Nek " Ucap Restu memberi kantong keresek kepada Risa.
Risa menerima dan mengeluarkan isi kresek tersebut,terlihat memang ada beberapa bungkus krpik dan 1 buah tas rajut tangan yang terlihat sederhana.
" Wahh ini bagus banget " Kata Risa menyelisik.
" Kakek mau kripik ini " Kata Rudi mengambil 1 kripik dan membukanya dengan cepat.
" Hmm enak " kata Rudi girang.
" Bagi Pa " Ucap Risa tergiur.
" Ini Nek masih banyak " Ucap Restu terkekeh geli.
Pasangan itu mencicipi buatan menantu mereka dan kembali girang.
" Wah kripiknya enak ya Pa " kata Risa semangat mencomot.
" Iya Ma,Sindi hebat banget bisa bikin snack enak gini " Kata Rudi takjub.
" Iya Tasnya juga lucu loh,aku mau pake ah untuk acara minggu depan " Balas Risa gembira.
" Ehh jangan Nek " Larang Restu kaget.
" Kenapa ?" tanya Risa mengernyit.
" Hm ini tas biasa,gak cocok buat acara penting " kata Restu tak enak.
" Masa sih,cocok2 aja tuh,modelnya unik " Kata Risa tenang.
Restu menggaruk kepala gatal,lelaki itu merasa tak enak hati sebenarnya memberi Risa hasil jahit tangan ibunya karna ia pikir itu tidak cocok untuk sekelas nenek tua tersebut.
Risa juga sebenarnya tak terlalu antusias,tapi melihat wajah lugu Restu membuat wanita itu takut menyakiti perasaan cucunya apalagi ini pertama bagi Restu.
Saat asik2nya bercengkrama,tak lama suara tangisan terdengar.
Mereka semua menoleh ke sumber suara dan terdiam melihat bocah kecil berontak didekapan ibunya.
" Huhuhuhu Papa huhuhu " Kata Nur terisak.
" Iya nanti Papa belum pul....a.ang" Ucap Winda menggantung dengan mata melotot.
" Mas Restu " Pekik Winda girang.
" Hay " Sapa Restu hangat.
" Papaaa hiks hiks " Nur memanggil Restu seraya menangis.
__ADS_1
" Cup cup sayang,sini sama Papa " Kata Restu merentangkan tangan.
Nur berontak ingin turun,Winda langsung membawa bocah itu mendekati Papanya.
" Pa pa huhuhu " Nur memeluk Restu dengan erat seolah tak ingin lelaki itu pergi dari hidupnya.
" Iya sayang,ini Papa Nur kenapa nangis ?" tanya Restu lembut.
Nur menggeleng dan terus memeluk leher Restu.
" Dia kangen Mas sama kamu " Kata Winda duduk disebelah suaminya.
" Hm kamu gak kangen sama aku ?" tanya Restu.
Winda melirik Kakek Neneknya,pasangan tua itu hanya diam tak menjawab.
" Kangen Mas " Jawab Winda menunduk.
" Kangen apa nggak ? kok kayak gak iklas sih ?" Goda Restu.
" Ihh kamu,aku beneran kangen " kata Winda merajuk.
" Iya2,jangan mencetut dong " Balas Restu terkekeh.
" Hm ya udah kalo gitu,kami tinggal dulu ya " Kata Rudi bangun dari duduknya.
" Kakek mau kemana ?" Tanya Restu mengernyit.
" Kita ada urusan bentar " Jawab Risa.
" Nenek ikut juga ?" tanya Winda.
" Iya " Jawab Risa tersenyum.
" Ya udah,Winda kamu urus Restu ya,makanan udah Nenek siapin di meja,terus ada cake juga di kulkas " Kata Risa tegas.
" Iya Nek " Jawab Winda paham.
Winda melihat punggung kakek neneknya dengan nanar,ntah mengapa Winda merasa pasangan itu akan melakukan sesuatu,apalagi tatapan Risa sedikit berbeda dari biasanya.
" Yank " Panggil Restu memegang bahu Winda.
" Hah ya ?" tanya Winda kaget.
" Laper " Jawab Restu cengengesan.
" Belum makan ?" Tanya Winda mengernyit.
Restu menggeleng pelan dan memegang paha perempuan itu.
" Malam ini jadi gak ?" tanya Restu malu2.
" Hm mau ?" Tanya Winda.
Restu mengangguk cepat dengan wajah bersemunya.
" Tunggu Nur tidur ya " Jawab Winda lembut.
" Oke,aku mandi dulu " Kata Restu semangat.
" Aku siapin makanan buat kamu,Nur bawa ke kamar aja " Kata Winda tersenyum.
" Oke " jawab Restu hormat.
" Ayo kita mandi sayang " Pekik Restu kepada anaknya.
" Hm " Pekik Nur semangat 45.
Bapak dan anak itu pun segera meluncur kekamar mereka,tawa Nur terdengar nyaring mendapat energi lagi dari cinta pertamanya tersebut.
__ADS_1
" Huh baru bisa diem tuh anak " Gumam Winda menggeleng pelan melihat putrinya tertawa riang.
Winda bangun dari duduknya dan berjalan menuju dapur.
Ditempat lain,2 pasangan sedang duduk santai disebuah restoran mewah.
Mereka b4 sedang menunggu tamu yang mengundang mereka datang untuk bertemu.
" Itu mereka " Ucap Rafael melihat Risa berjalan mendekat bersama Rudi.
" Maaf menunggu " Ucap Rudi menunduk sopan didepan mereka.
" Tidak apa2 " Balas Zaki tenang.
" Kenapa kalian terlambat ?" tanya Pony tenang.
" Tadi kami menyambut suami Winda pulang " Kata Risa memberitahu.
Hening....
Semua orang diam mendengar wanita itu berbicara.
Risa tersenyum miring denga respon mereka semua,seolah dirinya sangat bangga mengakui Restu sebagai suami Winda.
" Silahkan duduk " kata Rafael mengalihkan.
Risa dan Suaminya duduk didepan mereka dengan aura misterius.
" Langsung saja " kata Pony tak ingin basa basi.
" Baiklah,saya akan menjelaskan kenapa kami mengundang kalian datang " Jawab Risa.
Keluarga Samuel mengangguk paham.
" Tolong jangan ganggu Winda lagi " Pinta Risa tegas.
" Kami tidak mengganggu nya " Jawab Rafael.
" Kami merasa terganggu dengan kalian memberikan celah untuk Samuel bertemu Winda " Kata Risa menahan geram.
" Masalah Samuel ?" tanya Lutfia membuka suara.
" Ya ini masalah anak kalian yang belum berakhir " Jawab Risa.
" Begini Pak,Bu,Winda cucu kami sudah menikah dengan Restu dan sekarang sudah punya anak bernama Nurfadila,saya harap kalian maupun Samuel tidak usah mengusik kehidupan Winda lagi dalam segi apapun " Kata Rudi membuka suara.
" Kami tidak meminta Winda untuk datang dan merawat Samuel,semua itu Samuel yang lakukan tanpa sepengetahuan kami " Kata Lutfia tegas.
" Tapi seharusnya kalian sebagai orang tua memantau apalagi Samuel sedang sakit,Winda berbuat seperti itu karna dia masih merasa hutang budi kepada Samuel yang sudah mendonorkan ginjal untuk nya " Kata Rudi tenang.
" Seharusnya dari awal ini tidak terjadi dan Winda tidak mengenal Samuel " Sahut Pony.
" Tidak ada yang tau kehidupan akan berjalan seperti apa,itu bukan salah cucu kami,Winda disini sebagai korban keegoisan kalian !" Kata Risa mulai tersulut.
" Dia juga mengorbankan Samuel yang seharusnya tidak ikut andil !" Kata Lutfia emosi..
" Ibu mana yang terima ginjal anaknya dibagi dengan orang asing !" Lanjut Lutfia geram.
" Ini sudah berakhir,Winda sudah membayar dengan mengorbankan pernikahannya dengan anak kalian " Kata Risa melemah..
Wanita itu merasa sedih jika mengingat masa2 dimana Winda sangat terpuruk dan bingung atas kasus yang menimpa dirinya.
" Itu tidak cukup !" Kata Lutfia ketus.
" Lalu apa yang harus kami lakukan untuk membuat kalian puas ?" Tanya Risa heran.
" Kembalikan ginjal Samuel " Jawab Lutfia tajam.
" Apa !" Pekik semua orang kaget dengan jawaban wanita itu.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.