
Kebesokan paginya,keluarga kecil Winda bersiap untuk mengantar Doni tanding bola,mereka semua sangat berantusias begitupun Kakek Nenek Winda,bahkan semalam Nur tak balik kekamar orang tuanya lagi karna bocah itu diculik kekamar sebelah.
Restu begitu bahagia melihat Kakek Nenek Winda sangat baik kepada anaknya meski ada perasaan tak menyangka karna dulu membuat Winda dan orangtuanya menderita sampai ke bathin.
" Kakek ikut juga ?" tanya Doni melihat Rudi sudah siap dengan pakaian santai dan topi.
" Iya dong,nanti sekalian main golf " Jawab Rudi semangat.
" Jadi gak nontonin aku gitu ?" tanya Doni lesu.
" Ya nonton kan habis kamu baru main golf " Jawab Rudi.
Doni ber oh ria dengan senyum kecil.
" Kamu ikut juga ya Res " Ajak Rudi melihat cucu menantunya.
" hah aku ?" tanya Restu kaget.
" Iya temanin Kakek main " jawab Rudi.
" Hm maaf Kek aku gak bisa main begituan " Balas Restu menggaruk kepala.
" Tenang nanti Kakek ajarin " jawab Rudi santai.
Restu melirik Doni,bocah itu mengangguk pelan memberi semangat.
" Iya Kek " Balas Restu setuju.
" Ya udah ayo,itu Nur udah muncul " Kata Rudi melihat cucunya keluar dengan kaki tertatih dibantu Risa.
" Udah siap semuanya ?" tanya Risa semangat.
" Siappp " balas Mereka girang.
" Lets go " Pekik Risa heboh.
Winda terkekeh geli,nenek kakeknya meski sudah tua tapi jiwa muda tak pernah hilang bahkan Risa masih tetap cantik awet muda dengan riasan tipis.
Mereka berangkat ke lokasi,Winda terlihat cantik hari ini dengan baju biru hampir sama dengan suaminya.
Memang keduanya sering membeli baju copelan di pasar malam,meski murah tapi Winda merasa nyaman.
Mereka membawa banyak bekal,pagi2 sekali Risa sudah memasak banyak dibantu Winda karna Risa tak mau menyianyiakan waktu bersama cucu dan cicitnya.
Sesampainya disana suasana sudah sangat ramai,beberapa anak lelaki berkumpul bersama tim mereka.
" Temen2 kamu yang mana ?" tanya Restu kepada Doni.
" kayaknya disana Bang " jawab Doni menunjuk.
" Ya udah ayo " kata Restu mendekat.
Terlihat seorang pria tinggi sedang mengarahkan para murid yang seumuran dengan Doni.
" Maaf terlambat " ucap Restu menegur.
" ehh Doni,sudah sampai " jawab pelatih ramah.
" Iya Pak " Balas Doni hangat.
__ADS_1
" Saya titip adik saya ya,kami akan menunggu didalam " Ucap Restu sopan.
" oh siap2 " jawab pelatih tersenyum.
" Ayo sayang kita masuk " Ucap Restu merangkul Winda.
" Kamu yang semangat ya Kakak tunggu didalam " Ucap Winda pelan kepada sang adik.
Doni mengangguk,bocah itu juga mendapat semangatan dari Kakek neneknya.
Rudi benar2 merasa bahagia,sikap dewasa Restu dan cara penyampaian nya membuat lelaki itu terharu.
ia kini merasa tak khawatir lagi dengan Winda karna menurut Rudi,Restu sudah sangat cocok jadi Kakak,ayah dan suami yang bertanggung jawab.
Mereka semua masuk kedalam,Risa mengeluarkan snack cucunya untuk dimakan.
Nur terlihat girang,maklum bocah itu baru pertama kali melihat keramaian yang benar2 sangat ramai pengunjung bahkan mengalahi ramainya pasar malam dikampung.
" Sini Nur sama Nenek aja biar Papa mama kamu bisa berduaan " Ucap Risa mengambil alih.
" Ah nenek bisa aja " kata Winda malu.
" Haha gak papa sini2 " kata Risa terkekeh.
Nur menurut,bocah itu sangat entan berada dalam dekapan neneknya.
Risa menatap manik Nur dengan wajah yang sulit dimengerti,bahkan semalam ia sempat menangis terisak teringat akan perlakuan kejam yang pernah ia buat kepada Winda dan Sindi.
Kini Risa berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan memperlakukan semua cucu dan anaknya dengan layak.
Waktu permainan dimulai,terompet dibunyikan dan para pemain keluar dari kandang.
" Doniiiiiii " pekik Winda heboh melihat sang adik berjalan dilapangan hijau dengan baju kebanggaannya.
Priiiiiittttt....
Detik berikutnya pertandingan dimulai,para pemain mulai ambil posisi menggiring bola kearah lawan.
Semua suporter sangat bersemangat begitupun Winda dan Suaminya.
Keduanya terlihat sangat serasi membuat Rudi tak henti tertawa geli.
2 jam berlalu,Winda masih melihat keadaan adiknya baik2 saja meski tadi sempat ada cekcok lapangan.
Beberapa saat kemudian permainan dihentikan,skor seri yang mana nanti akan dilanjutkan menentukan siapa pemenang.
" Gila keren bangett " ucap Winda takjub.
" Iya aku gak nyangka Doni bisa sekuat itu jaga bolanya " Jawab Restu terkekeh.
" Siapa dulu dong,kan adik aku " kata Winda bangga.
" Hm ya " Balas Restu memutar mata.
" Hahahaha " Winda tertawa mencubit gemas lengan suaminya.
Mereka semua keluar dari arena,terlihat Doni sedang minum seraya mendapat arahan kembali.
" Udah selesai ?" tanya Rudi mendekat.
__ADS_1
" Udah Kek,tapi aku gak bisa pulang sekarang " Jawab Doni.
" Kenapa ?" tanya Rudi kaget.
" Masih ada acara Pak,dan kemungkinan Doni akan ikut menginap dihotel bersama teman yang lain " Jawab pelatih sopan.
" Oh jadi gak bisa sama2 ya ?" Tanya Risa paham.
" Iya " jawab Pelatih tak enak.
" Hm ya udah,kita balik dulu ya nanti kalo ada apa2 telfon aja " Ucap Rudi paham.
Pelatih mengangguk,mereka pun berpisah disana..
" hm Nur sama Winda ikut nenek ke mall yuk kita jalan2 " ajak Risa saat dimobil.
" Mall ?" ulang Winda mengrenyit.
" Iya,Nenek mau beli sesuatu buat Nur " jawab Risa.
" Hm tapi Nek aku...
" Gak usah mikir biaya " tegur Risa menepuk bahu Winda lembut.
Winda melihat suaminya,Restu terlihat tak enak mereka memang saat ini kekurangan dana,makanya kemarin Winda tak terlalu semangat pergi ke kota.
" Jadi kamu tetap sama Kakek ya kita main golf " Kata Rudi mengalihkan.
" Loh pisah ?" tanya Risa kaget.
Rudi mengangguk cepat.
" Oalah,suami kamu dah janjian ternyata " kata Risa terkekeh.
Restu mengulum senyum,pasangan itu terlihat masih canggung.
Setelah memutuskan setuju mereka berpisah,Rudi mengantar para ciwi ke mall terdekat dari lokasi.
" Ayo masuk " Ajak Risa semangat.
Winda mengangguk setuju,mereka pun mulai melangkah masuk kedalam mall yang sangat dingin.
Di perjalanan,Rudi dan Restu saling diam,Restu bingung harus mengobrol apa kepada lelaki tua itu.
" Hm kerjaan kamu dikampung gimana ?" tanya Rudi membuka suara.
" Hm aman Kek " jawab Restu pelan.
" Sebenarnya dikota banyak kerjaan bagus,kalo kamu mau nanti Kakek bisa masukin " Kata Rudi tenang.
" Iya Kek,tapi kayaknya Winda gak mau dikota " Balas Restu.
" Ya itu berat bagi dia " balas Rudi paham.
" Tapi sebenarnya aku memang butuh kerjaan lain Kek,kasihan juga Mama dan Papa banting tulang dirumah,gaji honor dirangkap terus 3 bulan dan itu gak cukup buat susu Nur " Ucap Restu jujur.
" Ya Kakek paham,nanti kita bicarakan lagi " Kata Rudi mensudahi.
Restu mengangguk,ia terpaksa bercerita karna memang keadaan mereka tak memungkinkan,uang simpanan Winda yang Restu stor tak akan cukup,dan Restu juga punya tanggungan membantu orang tua dan adiknya sekolah,karna ia anak lelaki 1 dikeluarga..
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.