
Disebuah kampus seorang gadis terlihat tak tenang,sudah dari semalam Salsa tidak bisa tidur nyenyak,gadis itu tiba2 memikirkan Alexi.
" Aku kenapa sih ?" Gumam Salsa mengusap wajahnya pelan.
" Bisa gila aku kalo gini terus,kenapa aku harus mikirin pria itu " Gumam Salsa heran.
" Are you okay ?" tanya seorang gadis menepuk pundak Salsa.
" Hm ya,im okay " Jawab Salsa tersenyum kecil.
Gadis itu mengangguk dan duduk disamping Salsa.
Saat ini mereka bersiap2 akan ujian,tak lama lagi Salsa akan menyelesaikan sekolahnya.
Meski pikiran Salsa masih kacau tapi perempuan itu berusaha tenang,Salsa tak mau Alexi menjadi alasannya untuk gagal karna banyak yang ia pertaruhkan.
Setelah ujian selesai,Salsa berniat langsung pulang tapi saat gadis itu keluar kampus seorang pria sudah menunggunya di gerbang.
" Kamu kenapa disini ?" tanya Salsa heran melihat lelaki itu.
" Jemput kamu " Jawab Jackson tersenyum.
" Benarkah ?" Tanya Salsa kaget.
" Hm,Mama pengen ketemu kamu " Ucap Jackson terkekeh.
" Apa !" Pekik Salsa kaget.
" Hari ini aku kerja " Kata Salsa mengkrucut.
" Bukannya masuk sore ya ?" tanya Jackson.
" Iya sih tapi aku pengennya istirahat " Jawab Salsa jujur.
" Yaaahhh padahal Mama udah nungguin " Ucap Jackson lesu.
Salsa menggaruk kepala bingung,gadis itu sebenarnya sangat lelah tapi melihat raut Jackson membuat Salsa tak tega.
" Mau yaaaa " Rengek Jackson manja.
" Hmm tapi jangan lama2 ya,,aku ngantuk juga soalnya " Kata Salsa cengengesan.
" Kamu gak tidur semalam ?" tanya Jackson.
Salsa menggeleng pelan.
" Kenapa ?" tanya Lelaki itu kaget.
" Gak papa,aku belajar larut semalam " Jawab Salsa ngeles.
Jackson mengangguk paham dan keduanya pun langsung masuk mobil.
Salsa terus menguap,terlihat sekali gadis itu kelelahan karna memang Salsa lelah hati dan pikiran.
Kuliah diluar negeri tidak semudah yang orang bayangkan,Salsa harus benar2 sigap dan telaten,ia juga dipaksa mandiri dan kuat karna jika ia lemah maka tak akan lama umurnya berada dinegara orang.
Dalam mobil gadis itu tertidur,Jackson menoleh terkekeh melihat gadis itu meringkuk seperti bayi.
" Kasihan sekali gadis ini " Gumam Jackson mengusap kepala Salsa lembut.
Lelaki itu menambah kecepatan hingga keduanya sampai disebuah cafe cukup sepi.
__ADS_1
" Sa " Panggil Jackson lembut.
" Hm " Jawab Salsa bergerak.
" Masih ngantuk ya ?" tanya Jackson mengusap kepala Salsa.
" Udah sampe ?" tanya Salsa lesu.
" Udah,ayo turun " Ajak Jackson.
Salsa mengangguk,keduanya pun turun.
Salsa merapikan rambut dan bajunya lalu melangkah bersama lelaki itu.
Terlihat dari kejauhan seorang wanita duduk tenang sambil memainkan ponsel.
" Mama kamu mana ?" tanya Salsa gugup.
" Itu " Jawab Jackson menunjuk sang ibu.
Salsa menatap wanita itu dalam,seperti kebanyakan wanita barat lainnya tapi yang membedakan hanya perempuan itu berpakain sopan khas negara sendiri.
" Ma " Panggil Jackson menegur ibunya dari belakang.
Wanita itu menoleh dan tersenyum melihat putranya sudah sampai.
" Hey kau kembali " Ucap wanita itu memegang tangan putranya.
" Ya,ini Salsa yang Mama tanya " Ucap Jackson tersenyum.
" Halo Tante aku Salsa " Kata Salsa tersenyum kepada wanita itu.
" Makasih Te " Jawab Salsa malu.
" Perkenalkan saya Jasmin,Mama nya Jackson " Ucap wanita itu ramah.
" Iya Te " Jawab Salsa tersenyum.
" Jackson bilang kamu sepupunya Helen ya ?" Tanya Jasmin tersenyum.
" Hmm ya bisa dibilang begitu " Jawab Salsa sedikit bingung.
" Tante turut berduka atas meninggalnya Mommy Helen,Tante gak bisa datang soalnya Papa Jackson juga masuk rumah sakit saat itu " Ucap Jasmin merasa bersalah.
" Gak papa Te " Jawab Salsa mengerti.
Jasmin tersenyum,Jackson ikut tersenyum melihat Mama nya mulai akrab dengan Salsa.
Mereka banyak bercerita,Salsa baru tau bahwa Mama Jackson wanita yang begitu ramah,pembawaan yang santai membuat dirinya tak merasa canggung.
Seketika rasa ngantuk Salsa hilang,gadis itu bersemangat mendengarkan cerita tentang Jackson saat kecil dari wanita baik itu.
Ditempat lain,seorang pria termenung menatap langit yang terlihat gelap.
Alexi merasa dirinya tak berguna sama sekali,pria itu tau dengan keadaannya sekarang nasib Serkan dipertaruhkan..
Bukan Serkan yang takut operasi gagal tapi Alexi juga,lelaki itu sangat ingin bisa melihat lagi dan menjalani hidupnya mulai dari nol tapi mereka tak bisa menutup kemungkinan akan gagal.
Beberapa hari ini Alexi juga sering mengaduh pusing dan ngilu pada matanya dan Serkan menyarankan adiknya agar tetap tenang karna setres akan menambah penderitaan Alexi.
" Aku bisa gak ya ?" Gumam Alexi nanar.
__ADS_1
Pria itu kembali menghela nafas hingga pundaknya ditepuk seseorang.
" Ngapain sendirian disini ?" tanya seorang gadis yang Alexi kenal.
" Cari udara segar " Jawab Alexi tersenyum.
" Emang udara dirumah gak segar ?" tanya gadis itu terkekeh.
" Segar sih tapi aku merasa pengap aja " Jawab Alexi.
" Kamu besok udah siap kan ?" tanya Winda serius.
" Menurut kamu aku layak sembuh gak ?" tanya Alexi.
" Ya layak lah,semua orang layak sembuh " Jawab Winda kaget.
" Aku rasa ini teguran Tuhan Win,dulu aku selalu menyepelekan hal2 kecil " Ucap Alexi menunduk.
" Jangan ingat masa lalu lagi Lex,kita hidup dijaman sekarang " Tegur Winda lembut.
" Ntah lah,aku kalo inget dulu suka sedih aja,apalagi tentang Salsa,aku menganiaya anak yatim Win " Kata Alexi berkaca kaca.
" Lex " Tegur Winda memegang tangan pria itu.
" Aku berdosa sama dia Win,harusnya dulu aku bisa bersikap dewasa " Kata Alexi sedih.
" Udah gak papa,kan kamu udah minta ampun sama Tuhan,sekarang kamu harus fokus sama kesehatan kamu dulu,bantu Kakak kamu berjuang karna Kak Serkan akan semangat obatin kamu kalo kamu juga semangat " Kata Winda bijak.
" Iya,aku pengennya juga gitu Win tapi sesak didada,bukan hanya aku yang sakit disini,tapi semua keluarga aku bahkan Kak Serkan juga terkena imbasnya,dia udah janji bakal sembuhin aku dan kau tau jika Kak Serkan gagal maka perannya akan hilang,Kak Serkan juga akan menyesal " Kata Alexi menitikkan air mata.
Winda menatap sedih sahabatnya,Alexi yang kuat,tegar dan pencicilan kini terlihat sangat rapuh,gadis itu merasa tak tega dengan keadaan Alexi sekarang dan itu juga yang membuat Mama dan Papa Winda menyetujui anak gadis mereka tinggal bersama Yuni untuk menjadi teman Alexi.
" Kita berdoa aja ya,semoga kamu bisa sembuh " Kata Winda mengusap air matanya yang sempat jatuh.
Alexi mengangguk tersenyum.
Keduanya pun masuk kedalam karna angin semakin kencang tanda akan datangnya hujan.
Kebesokan paginya,semua anggota keluarga Romi bangun sangat pagi.
Winda dan Yuni sibuk didapur sedangkan Romi dan Serkan menyiapkan semua peralatan yang akan Alexi gunakan nanti.
" Ayah " Panggil Serkan saat memasukkan baju2 Alexi kedalam koper.
" Hm " jawab Romi tenang.
" Restui aku dan Alexi " Ucap Serkan menggigit bibir bawahnya.
Romi menoleh dan senyum kecil terbit dibibir sexy pria itu.
" Ayah selalu merestui kalian " Ucap Romi memegang kepala putranya.
Serkan tersenyum mengangguk.
Pria itu sudah siap untuk menjalankan tugasnya.
❤❤❤❤
Hay guys yukk kasih semangat buat author biar semangat up.
Vote,Like,Comentnya jangan pernah ketinggalan yaa
__ADS_1