Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Tiga Satu "TSJC"


__ADS_3

Setelah makan Citra masih di dapur menemani bi Ina membereskan dapur.


"Bi,, bibi udah lama kerja disini?" tanya Citra sambil membersihkan meja makan.


"Lumayan non, bibi disini kerja sejak den Riko SMP." jawab Bi Ina yang sedang cuci piring.


"Wah udah lama juga yah bi,, berarti bibi tau dong semua sifat dan kebiasaan kak Riko." ucap Citra.


"Lumayan juga non, saat pertama kali masuk ke rumah ini, bibi segan sama den Riko. Karna den Riko itu dingin, cuek banget. Sifatnya sangat susah di tebak non, tapi setelah lama kelamaan kenal sama den Riko ternyata dia orangnya baik non, perhatian terus mandiri." jelas bi Ina


"Masa sih bi." jawab Citra ngga percaya.


Bi Ina berbalik menatap Citra dan tersenyum.


"Iya non, dan hari ini bibi liat sisi yang berbeda dari den Riko." ucap bi Ina membuat Citra penasaran.


"Apaan bi?" tanya Citra penasaran.


"Den Riko ternyata bisa perhatian sama perempuan." ucap bi Ina membuat Citra bingung dan mengerutkan keningnya.


"Bukannya kak Riko selalu menebar perhatiannya ke semua perempuan yah bi, secara kan kak Riko itu populer, ganteng terus pengusaha sukses lagi." ucap Citra.


"Den Riko memang populer di kalangan perempuan ganteng dan juga pengusaha sukses, tapi non Citra salah kalau den Riko itu suka menebar perhatian sama perempuan lain,, den Riko itu tidak pernah berhubungan sama perempuan manapun, baru non Citra seorang." ucap bi Ina yakin.


Citra berfikir sejenak.


"Bi Ina tau dari mana, kak Riko kan ngga tinggal disini, kak Riko kan punya rumah sendiri, siapa tau dia selalu bawa perempuan kerumahnya." ucap Citra menuduh karna cemburu.


Bi Ina menatap Citra dengan tatapan menyelidiki.


"Non Citra cemburu yahh.." tuduh bi Ina.


"Si.. siapa yang cemburu, aku ngga cemburu." ucap Citra yakin.


"Den Riko itu baru 3 tahun keluar dari rumah ini non. Den Riko sangat sibuk mengurus semua perusahaan dan kuliahnya yang membuat den Riko lelah pulang balik ke kantor, kampus lalu pulang ke Rumah, makanya den Riko milih tinggal pisah, dan memilih rumah yang lebih dekat dengan perusahaan dan kampusnya non. Lagian non yah den Riko itu sangat anti sama perempuan. dia ngga suka sama perempuan karna katanya perempuan itu berisik dan nyusahin, makanya banyak yang bilang kalau den Riko itu Gay." jelas Bi Ina lagi.


"Terus bibi percaya kalau kak Riko itu gay?" tanya Citra penasaran.


"Awalnya bibi percaya non, tapi setelah bibi melihat apa yang sudah terjadi antara non Citra dan den Riko, bibi udah ngga percaya lagi." ucap bi Ina asal nebak.


Seketika Citra salah tingkah mendengar perkataan bi Ina dan pipinya merona.


"Ee..eee..emangnya apa yang terjadi antara aku sama kak Riko bi." ucap Citra terbata.


Bi Ina menyadari sesuatu dan kembali memberikan umpan ke Citra.


"Yahhh,, mungkin semacam hubungan antara suami dan istri.." ucap bi Ina mencari tau dan Citra termakan oleh umpan bi Ina, seketika Citra mengingat kejadian saat Riko ******* bibirnya membuat dia semakin salting dan pipinya semakin memerah karena malu.

__ADS_1


"Bii Ina sok tau.." ucap Citra lalu meninggalkan bi Ina.


Senyum kemenangan terpancar di wajah bi Ina.


"Emangnya hal itu belum terjadi yah non?" tanya bi Ina berteriak menggoda Citra sambil.


"Tauu ahhh." teriak Citra yang sudah meninggalkan dapur.


"Emmm,, sepertinya memang sudah terjadi.." gumam Bi Ina senang lalu kembali mencuci piring.


Maksud dari pikiran Bi Ina mengenai hal yang terjadi tadi pagi saat Riko memberi perhatian ke Citra, dan itu tidak seperti Riko yang bi Ina kenal. Tapi pikiran Citra tentang ******* Riko 😂.


Citra menuju ke kamarnya dengan rasa malu..


"Kok bi Ina bisa tau sihh, kalau udah terjadi sesuatu antara aku dan kak Riko." gumam Citra bingung.


Saat Citra di ambang pintu, Citra mendengar ponselnya berdering, Citra segera melihat ponselnya dan merasa kecewa, karna dia mengharapkan telfon Riko tapi ternyata itu ari Indah.


"Haloo.."


"Cit, kamu dari mana sih, kok angkat telfon lama banget." ucap Indah di seberang telfon.


"Tadi aku lagi di dapur, ponsel aku di kamar, jadi aku ngga denger."


"Ok,, gimana keadaan kamu sekarang?" ucap indah khawatir.


"Ngga, aku cuma khawatir aja, soalnya kamu tadi ngga ke kampus, terus semua senior cowok nyariin kamu terutama kak Anton, terus kak Doni bilang kamu izin karna sakit, makanya gue khawatir."


"Oh itu, sekarang gue udah ngga apa-apa kok, besok gue udah ke kampus."


"Umm, Cit, aku boleh nanya sesuatu ngga sama kamu?"


"Iya Ndah apaan?"


"Sebenarnya kamu sama Kevin lagi ada masalah apa sih?"


"Ngga ada kok. Kok tiba-tiba nanya gitu?" ucap Citra bingung.


"Ngga soalnya aku kaget aja sama pesan kamu ke Kevin."


"Pesan,, pesan apaan?" ucap Citra penasaran.


"Kok lo nanya aku sih Cit, kan kamu yang ngirim ke dia."


"Ehh, bukan gitu kan siapa tau aja Kevin ngomong ke kamu beda."


"Huff,, gini tadi pagi Kevin ngirim pesan ke kamu, nanyain kabar kamu, tapi balasan kamu tuh jahat banget Cit, kamu bilang ke Kevin untuk jangan ikut campur sama urusan kamu lagi, kamu juga bilang supaya Kevin jauhin kamu terus kamu juga bilang kalau dia itu sok perhatian dan kamu ngga butuh itu." Ucap Indah kesal.

__ADS_1


Citra bingung dengan apa yang dikatakan oleh Indah, karna dia merasa tidak pernah mengirim pesan itu ke Kevin, kemudian dia kembali mengingat saat ponselnya di kembalikan oleh Riko.


"Ini pasti ulah kak Riko." Batin Citra.


Citra masih melamun dan membuat Indah meneriakinya.


"Cittt.. Sebenarnya kamu dengerin aku apa ngga sih.." gerutu Indah kesal


"Ehhh,, kamu kenapa sih Ndah malah nyalahin aku,, yah harusnya kamu berterima kasih sama aku, karna aku udah bilang kayak gitu ke Kevin biar dia jauhin aku, dan itu bisa jadi kesempatan kamu untuk deket sama Kevin." Ucap Citra kesal.


"Aku kan udah pernah bilang Cit, kalau aku ngga mau deketin Kevin dengan cara itu." ucap Indah juga kesal.


"Terus sampai kapan kamu akan terus menyimpan perasaan kamu yang ngga jelas itu,, harusnya kamu itu usaha buat dapetin Kevin, bukannya malah nyalahin aku, kenapa sih kamu itu selalu perduli dengan perasaan Kevin, sementara perasaan kamu tersakiti, lo tuh **** banget sih Ndah." teriak Citra kesal.


"Kamu ngatain aku ****.." ucap Indah dan mereka pun bertengkar di telfon...


Beberapa menit kemudian perdebatan mereka berakhir karna Citra memutuskan telfon lebih dulu karna Indah tidak mau mengalah dalam berdebat.


"Dia itu kenapa sih,, ngebelain Kevin sampai segitunya,, malah nyalahin aku nyakitin Kevin. siapa juga yang nyakitin Kevin, aku itu ngga salah apa-apa, aku ngga pernah ngasih Kevin harapan, dianya aja yang selalu ngejar-ngejar aku.." gerutu Citra kesal menatap ponselnya.


"Kak Riko juga, kenapa belum ngasih kabar, emang yah kalau manusia beku kayak gitu." gerutu Citra kesal sambil mengaktifkan ponselnya lagi, dan melihat ada pesan masuk lalu membukanya.


Dari MakTuRa: Sekarang aku udah sampai di Amrik 😘.


Citra membaca pesan Riko dan tidak percaya dengan apa yang dia liat.


"Kak Riko ngga salah kirim kan.. kok bisa dia ngirim emo gitu sih, maksudnya apa coba.." gumam Citra tersipu malu.


"Ya udah deh aku bales aja." gumam Citra lagi lalu me.balas pesan Riko.


Isi Pesan: Ya udah Kak Riko baik-baik disitu, jaga kesehatan 😊.


Citra mengirim pesannya ke Riko dengan mood yang sedang bahagia.


Citra terus menerus mengecek ponselnya menunggu balasan dari Riko, tapi tidak ada balasan.


Citra gelisah menunggu balasan Riko, dia selalu mengubah posisi tidurnya sambil terus mengecek ponselnya, dia masuk ke kamar mandi tapi tidak lupa melirik ponselnya siapa tau ada balasan dari Riko, tapi tidak ada.


"Huffff,, Emang yah dia itu selalu ngegantungin perasaan orang kayak gini, nyebelin, ngapain juga aku nungguin hal-hal yang ngga pasti." gerutu Citra kesal lalu kembali berbaring dan menutupi seluruh badannya dengan selimut.


Sementara Riko di Amrik, sedang berbelanja keperluannya bersama Romi, dan dia tidak membawa ponselnya.


Setelah berbelanja Riko kembali ke hotel, Riko langsung masuk kamarnya dan tidur, karna dia merasa sangat lelah, karna saat dia baru tiba di Amrik dia kemudian melanjutkannya dengan berbelanja.


Selama Di Amrik Riko tidak pernah memberi kabar ke Citra dan tidak pernah melihat balasan pesan dari Citra, karna Riko sangat sibuk dengan pekerjaannya yang selalu sampai larut malam sampai-sampai dia tidak ada waktu untuk memegang ponselnya.


Sementara Citra sudah tidak berharap Riko membalas pesannya atau tidak, dia kecewa dengan Riko, karna Riko selalu menggantung perasaan Citra.

__ADS_1


__ADS_2