Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
465


__ADS_3

Seharian tinggal dirumah mertua membuat ruang gerak Winda tidak bebas,wanita itu merasa terkurung disangkar megah tersebut lantaran Samuel tak mengizinkan dirinya keluar rumah.


Seperti saat ini,Winda sedang mengepel lantai sedangkan Lutfia duduk nyaman disofa seraya menonton acara fashion.


Dari pagi buta Winda sudah bangun membantu menyiapkan sarapan sampai membersihkan rumah meski Samuel melarang.


Lelaki itu hanya meminta Winda nyaman dirumah tapi Winda tak mematuhi suaminya lantaran ia merasa tak enak hati kepada Lutfia apalagi melihat pembantu rumah itu mengerjakan semua pekerjaan seorang diri.


" Bi,dapur udah bersih belum ?" Pekik Lutfia.


" Udah Ma " jawab Winda yang sedang membersihkan lantai.


Lutfia menoleh dan melihat penampilan Winda persis seperti pembantu dengan mengenakan daster dan ikat rambut cepol ditambah keringat bercucuran diwajah dan baju.


Winda melihat tatapan mertuanya hanya menunduk dalam merasa takut.


" Bi siapin bahan makanan " Ucap Lutfia bangun.


Winda mundur memberi jalan..


" Yang itu dibersihin juga " Kata Lutfia menujuk noda diatas meja kacanya.


" Iya Ma " Jawab Winda sopan.


Lutfia langsung berjalan menjauh dengan langkah angkuh.


Sungguh perempuan yang Winda kenal lembut dan penuh kasih kini berubah drastis.


Winda begitu terkejut sudah tau sifat asli ibu Samuel,tapi Winda tak bisa mundur lagi karna sekarang ia juga harus menganggap wanita itu orang tua yang harus ia hormati.


Dengan menahan lapar,Winda kembali membersihkan lantai yang bukan hanya sepetak dua petak.


Setelah selesai mandi,Winda kembali merasa kelaparan.


Perutnya sudah sangat keroncongan,pagi tadi ia hanya makan sepotong roti selai karna menu sarapan dirumah Samuel beda dirumahnya.


" Huh gimana bisa minum obat kalo aku aja belum makan ?" gumam Winda menatap nanar obat yang sudah Samuel siapkan untuk siang hari.


" Aku lapar banget,tapi kalo aku kedapur Mama lagi masak buat makan siang,aku pasti dimarahin kalo minta makan jam segini " Gumam Winda bisa menebak.


Perempuan itu mendekati jendela kamar dan menghela nafas panjang.


Ia bagaikan burung dalam sangkar emas,Winda tak bisa kemana pun bahkan sekedar keluar saja Lutfia pasti menegurnya dan Winda tak mau ada perkelahian.


" Oh iya Bibi " Gumam Winda teringat akan satu nama dikepalanya.


Perempuan itu langsung bergerak cepat mencari hape yang tak ia sentuh dari kemarin.


Saat menemukan benda tersebut,Winda kaget melihat banyak panggilan dari orang yang akan ia hubungi.


" Astaga aku pasti dimarahi " Gumam Winda yakin.


Dengan gercep Winda langsung menghubungi nomor tersebut.


" Tutttt....


Panggilan tersambung,beberapa menit kemudian tak ada jawaban.


" Duh bibi kemana ya ?" Gumam Winda heran.


Biasanya Yuni akan cepat mengangkat panggilan tapi kini berbeda,berapa kali Winda menelfon belum juga dibalas.


" Alexi " Gumam Winda yakin.


Perempuan itu kembali beraksi mencari nomor sahabatnya.

__ADS_1


" Halo " Sapa seseorang disebrang.


" Halo Sa,kalian dimana ?" tanya Winda cepat.


" Dirumah Win,ada apa ?" tanya Salsa.


" Bibi mana ?" tanya Winda.


" Ibu lagi kepengadilan buat nemenin Mama kamu " Jawab Salsa.


" Apa !" Pekik Winda kaget.


" Kamu lupa hari ini sidang perdana keputusan ?" Tanya Salsa heran.


" Mama,Papa " Gumam Winda nanar.


" Halo Win " Sapa Salsa merasa heran.


" Kamu lupa ya ? sekarang kamu dimana ?" tanya Salsa tenang.


" Aku lupa Mama dan Papa hari ini sidang " Jawab Winda bergetar.


Salsa terdiam mendengar pengakuan sahabat suaminya.


" Kamu gak jenguk mereka ?" Tanya Salsa lagi.


" Aku belum sempat jenguk " jawab Winda mulai berkaca kaca.


" Astaga Winda " kata Salsa tak menyangka.


" Hiks hiks " Winda mulai menangis.


Ia terlalu sibuk dengan Samuel hingga lupa dengan nasib orang tuanya yang berada diujung tombak.


Beberapa hari ini memang Winda tak ada waktu untuk pergi karna Samuel selalu mengurung dirinya bersama.


" Aku dirumah Mama Sam,aku gak bisa keluar Sa hiks hiks "


" Kenapa ? mereka mengurung mu ?" tanya Salsa syok.


" Sam tidak mengizinkan aku keluar " Jawab Winda jujur.


" kau sudah makan ?" tanya Salsa lagi.


" Pagi tadi sudah tapi aku belum kenyang " Jawab Winda.


" Astaga yang benar saja,apa tidak ada makanan dirumah orang kaya ?" tanya Salsa kesal.


Winda kembali terdiam,dirinya juga merasa terpojok tinggal dirumah besar itu saat ini.


" Kamu tunggu disana aku jemput " kata Salsa memutuskan.


" Alexi mana ?" Tanya Winda sedih.


" Alexi sakit,dia gak bisa ngapai2n sekarang " jawab Salsa.


" Ya ampun " Kata Winda kembali terkejut.


" Kamu siap2 ya aku otw nih ".


" iya kamu hati2 ya " Balas Winda paham.


Tut.


Panggilan terputus,Winda menghapus air matanya dan langsung bergerak cepat.

__ADS_1


" Aku gak bisa berdiam diri,Mama dan Papa butuh aku sekarang " Gumam Winda yakin.


Ia pun langsung bergegas mengambil alat2 nya dan membuka dompet Samuel yang diberi lelaki itu pagi tadi.


" Aku butuh kartu ini " Gumam Winda mengambil kartu atm Samuel untuk belanja.


Setelah semua dirasa aman,Winda mengendap keluar.


Terdengar suara Lutfia masih berada didapur,Winda mulai deg2an berhadapan dengan wanita itu karna Lutfia tidak segan2 melarangnya bahkan mengeluarkan kata kasar.


" Sedikit lagi Winda " Gumam Winda pelan menuju pintu.


Saat akan menyentuh ganggang pintu tiba2 suara seseorang menyergap dirinya.


" Mau kemana ?" tanya wanita itu tegas.


Winda berbalik badan dan kaget melihat pembantu Lutfia berdiri dibelakangnya seraya memegang pisau.


" Ma mau ke kluar Bi " Jawab Winda gemeteran.


Wanita itu mendekat dan berdiri didepan Winda.


" Sama siapa Non ?" tanya Bibi itu lagi.


Winda menelan ludah kasar,ujung pisau terlihat sangat tajam dan bisa mengoyak apa saja dengan sekali tusukan.


" Eh eh maaf Non gak sengaja " Ucap Bibi menyembunyikan pisau itu kepunggungnya.


Deg..


Nafas Winda tersendat mendengar kata maaf.


" Uhhh Bibi bikin aku takut aja " kata Winda menghela nafas lega.


" Non gak boleh keluar nanti Nyonya marah " Ucap Bibi pelan.


" Mama masih lama gak Bi ?" tanya Winda khawatir.


" Masih Non,biasanya Nyonya sampe 1 jam didapur " jawab Bibi.


" Aku mau kepengadilan Bi,Mama sama Papa aku lagi sidang disana,aku harus menemani " Kata Winda memelas.


" Iya Bibi tau " jawab wanita itu kasihan.


" Tolong aku ya Bi,nanti kalo Mama cariin bilang aja aku dikamar dia gak bakal kesana " Kata Winda memelas.


" Ya udah nanti Bibi pura2 gak tau,sekarang aja keluarnya " Kata Bibi paham.


" Beneran Bi ?" tanya Winda girang.


" Shuyytttt "


" Eh maaf2 kebablasan " kata Winda cengengesan.


" Cepetan Neng,nanti Nyonya lihat "Kata bibi tak sabaran.


Winda mengangguk,wanita itu pun langsung membuka pintu dan berlari keluar.


" Pyuhhhhhhhhh " Winda menghela keringat didahinya setelah berhasil keluar dari pintu rumah mèwah tersebut.


" aku harus pergi sekarang " Gumam Winda yakin.


Meski belum ada Salsa menjemput tapi Winda berlari menjauh dulu sebelum Lutfia mengetahui dirinya kabur.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2