
Disebuah rumah sepasang suami istri saling tersenyum bahagia melihat perkembangan anak mereka yang kini mulai aktif.
Menginjak umur berapa bulan,Sutar sudah mulai bisa membalik badannya sendiri dan belajar tengkurap.
" Tuh2 lihat Yank " Ucap Histi menepuk paha Serkan.
Serkan melihat anaknya dan terkekeh geli,keduanya sedang bersembunyi dibalik dapur mengintip Sutar yang berusaha berbalik seorang diri.
" Eeeeee " pekik Histi kaget saat anaknya terbalik tak bisa kembali.
" Huaaaaaaaa " Tangis Sutar menggelegar merasa sakit terjeduk lantai.
" Waduhh Yank gak balik sendiri " kata Serkan panik dan langsung bangun.
Keduanya berlari mendekati sang putra yang masih dalam keadaan terbalik.
" Cup2 sayang " kata Serkan mengangkat bocah itu.
" Huaaa huaaaaa " Sutar terus menangis.
" Makanya kalo mau berbalik itu hati2,kejedut kan mukanya " Kata Histi menggeleng pelan.
Sutar melihat Histi kesal,bukannya disuport bocah itu malah di cibir oleh ibunya sendiri.
" Udah gak papa,namanya juga usaha " kata Serkan membesarkan hati sang anak.
Lelaki itu membawa Sutar keluar,Histi menghela nafas dengan senyum kecil.
Adanya Sutar hadir dalam rumah tangganya membuat hubungan ia dan Serkan semakin lengket,keduanya sama2 berjuang membesarkan sang buah hati.
Kedua lelaki itu terlihat tenang,suasana masih pagi dengan udara sejuk.
" Wah pak Dokter pagi2 udah ngasuh aja " Tegur seorang pria membawa cangkul.
" Hehe iya Pak,pergi kesawah ya ?" Balas Serkan ramah.
" Iya Pak Dokter " Balas lelaki itu lagi.
" Hati2 ya Pak " Kata Serkan tulus.
Pria dengan pakaian lusuh itu mengangguk semangat dan kembali berjalan.
" Sutarrrrrrrrrr " Pekik seseorang dari kejauhan.
Sutar yang merasa dipanggil menoleh begitupun Serkan.
Seketika manik bocah itu membesar melihat seorang gadis berlari kearahnya dengan pakaian merah putih.
" Tuhh lihat siapa itu " Goda Serkan.
Sutar tersenyum girang bahkan meloncat ingin menyambut gadis ceria tersebut.
" Huh huh huh " Nafas Sania ngos2an saat sampai didepan kedua lelaki itu.
" kenapa lari2 sih,nanti jatuh " Tegur Serkan.
" Hehehe biar sampenya cepet " Balas Sania malu.
Sutar merentangkan tangannya ingin menyentuh gadis itu.
" Jangan,aku gak bisa gendong kamu " Kata Sania menolak.
Sutar langsung mengkrucut mendengar penolakan gadis itu
" Jangan sayang,Kakak belum bisa gendong kamu " Kata Serkan merasa kasihan.
Bibir Sutar sudah menjuntai kebawah merasa kecewa.
" hehe nanti ya,kalo Kakak udah kuat baru nanti gendong Sutar " kata Sania cengengesan.
Sutar mendengus malas,gadis itu selalu memasang alasan yang sama setiap bertemu dengannya.
" Yah dia marah " kata Serkan mengkrucut didepan Sania.
__ADS_1
" Aku gak berani Om,nanti Sutar jatuh bisa babak belur aku dihajar emaknya " Kata Sania menunduk.
" Hehe iya,Om aja takut " kata Serkan pelan.
" Hahaha " Keduanya saling tertawa geli dengan tingkah mereka.
" Sania " panggil Histi dari belakang.
Sania menoleh dan mendapati Histi membawa mangkuk dan air dibotol.
" mau sekolah ?" tanya Histi mendekat.
" Gak,mau pacaran nih sama Om " Jawab Sania tersenyum.
" Haist pelakor " Gerutu Histi.
" Kan udah tau aku pake seragam,ya pasti sekolah dong " Kata Sania memutar mata.
Serkan mengacak gemas rambut gadis itu,saat ada Sania pasti rumahnya semakin ramai dan Serkan menyukainya..
" Dah sana berangkat nanti terlambat lagi " Usir Histi bersiap menyuap Sutar sarapan.
" Hm " jawab Sania mengangkat tas sekolahnya.
" Om jangan lupa ya,ditempat biasa " Kata Sania mengerdipkan sebelah mata.
" Ehh bocahhh " pekik Histi melotot.
" Dadaahhhhh " Kata Sania berlari kencang sebelum mendapat tabokan dari wanita posesif itu.
" Woiii sini kauuu " pekik Histi geram.
" Gak mauuu " Teriak Sania menjulurkan lidah.
" Haist tuh bocah,awas aja kalo ketangkep !" Ancam Histi kesal.
" Hahaha,udah lah Yank ngabisin tenaga kamu aja ladenin Sania,dia masih anak2 " kata Serkan tertawa.
" Dia mau rebut kamu dari aku Yank,musuh dalam selimut itu " kata Histi kesal.
" tapi kan masih muda Yank " Rengek Histi khawatir.
" Heh emang kamu kira aku pedofil apa ! mending sama Sutar aja sama Sania " Kata Serkan terkekeh.
" Ehhh sama Sutar ?" ulang Histi.
" Iya bentar lagi kan Sutar udah bujang " Jawab Serkan menggoda anaknya.
" Mam am " kata Sutar membalas.
" Tuh dia mau " kata Serkan terkekeh.
" Ma mam " Balas Sutar lagi.
" Dia laper Yank,bukan mau " kata Histi peka.
" Ma mam " Ulang Sutar lagi.
" Coba ulangi lagi sayang " pinta Histi.
" Mamamammmmmmmmmm huaaaaaaaaa " Sutar membalas dengan bentakan disertai tangisan kencang.
" Oke oke,ini Mamam " kata Histi seketika panik.
Perempuan itu pun langsung menyuapi anaknya dengan bubur bayi dan langsung dilahap Sutar dengan wajah kebencian.
" Heheh marah dia Yank " bisik Serkan pelan.
" Kamu sih udah jodohin dia aja sama Sania " Balas Histi tak kalah pelan.
Pasangan itu terdiam,Sutar memakan makanannya dengan wajah datar.
Ntah apa yang dipikirkan bocah kecil itu hanya ia dan Tuhan yang tau.
__ADS_1
Ditempat lain,sebuah keluarga duduk didepan pintu menunggu hasil keluar.
Mendengar kabar menantunya hamil,Romi dan Yuni langsung membawa Salsa kerumah sakit.
Mereka ingin mengecek secara langsung apakah itu benar atau hanya fiktip belaka.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,nampaklah wajah Alexi banjir keringat seraya memegang sebuah map.
" Gimana Lex ?" Tanya Yuni tak sabaran.
" Ish Ibu Alexi bikin malu " Jawab Salsa keluar marah2.
" Loh2 ada apa ?" tanya Yuni bingung.
Alexi diam menunduk,Salsa menutup pintu ruangan dan duduk dibangku.
" Ada apa Salsa ?" tanya Romi heran.
" Alexi muntah Yah,mana didepan dokter lagi " Jawab Salsa kesal.
" Apa !" Pekik Romi dan Yuni kaget.
" Aku gak sanggup cium bau obatnya Sa " Balas Alexi membela diri.
" Ya kenapa gak keluar aja tadi " Gerutu Salsa.
" Kan nemenin kamu " Balas Alexi sengit.
" Buat apa nemenin kalo ujung2 nya bikin malu " Balas Salsa tak kalah sengit.
Romi dan Yuni saling melihat,pasangan itu dibuat kebingungan dengan perkelahian anak mereka.
" Ih Kak Alexi jorok deh,masa iya cium bau obat aja muntah " Cibir Byanca.
" Kamu gak tau bau obatnya nyengat banget,bikin mual kek tae ayam " Kata Alexi serius.
" Iuuhhh " Seketika bulu kuduk Byanca merinding.
Plak....
Pria itu mendapat tempelengan dari ayahnya.
" Mana ada obat bau tae ayam " Cibir Romi.
" Beneran Yah " kata Alexi memelas.
Romi mendengus,pria itu merasa heran dengan Alexi yang sangat sensitif akhir2 ini hingga membuat menantunya sering meradang.
" Ibu aku maluuu " rengek Salsa ingin menangis.
" Udah gak papa,nanti kita pindah tempat buat control " Kata Yuni menenangkan.
" Semua ini gara2 kamu !" kata Salsa mencubit lengan Alexi.
" Ish kenapa aku terus sih yang dimarahin,kan aku lagi sakit " kata Alexi kesal.
" Terus mau nyalahin siapa ? kan kamu yang bikin ulah " Balas Salsa geram.
" Permisi,maaf suaranya boleh dikecilin ini rumah sakit bukan arena pertandingan " Tegur seorang perawat yang melewati mereka.
" Ayo pulang Yah,nanti kita dimarahi sama dokter " Bisik Yuni menarik lengan suaminya.
" Ibu ikuttt " pekik Byanca berlari mengejar Yuni.
Salsa dan Alexi saling melihat,pasangan itu masih sama2 kesal dengan kejadian tadi.
" Awas kamu !" Ancam Salsa menabrak bahu suaminya.
" ehh istri kurang ajar !" Pekik Alexi kesal.
Salsa berjalan cepat menyusul mertuanya sedangkan Alexi ngomel2 disepanjang langkah..
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.