Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
578


__ADS_3

Malvin menatap lama cucu keduanya yg ditaruh pihak rumah sakit dalam tabung ingkubator.


Terlihat bayi mungil itu tertidur lelap setelah perutnya berisi susu sehat.


" Halo Cucu Papa " Sapa Malvin bergetar.


" Kamu yg sehat ya Nak yg kuat,Mama,Papa,sama Kakak kamu lagi berjuang hidup demi kamu,kamu gak boleh sakit ya harus jadi penawar buat mereka " Pinta Malvin lembut.


Samuel diam memperhatikan Malvin yg terus bicara pelan kepada bayi malang itu.


Samuel belum beranjak pulang,ia tak tega membiarkan bocah itu sendirian saja meski anak buahnya sudah stay didepan pintu,bahkan dengan gerakan cepat Samuel menambah cctv yg mengarah langsung kepada bayi mungil itu.


Ntah apa yg ada dipikiran Samuel sampai melakukan hal yg tak wajar lagi dan menyalahi hukum rumah sakit.


Selesai berbincang,Malvin menganjak Samuel mengobrol diluar ruangan agar cucunya dan bayi lain bisa beristiraht dengan nyaman.


" Kenapa Pa ?" tanya Samuel tenang.


" Kau punya rokok ?" tanya Malvin.


" Hah " Ucap Samuel kaget.


" Kepala Papa rasanya mau pecah Sam,Papa gak bisa mikir tenang saat ini " Kata Malvin lesu.


Samuel diam,memang wajah lelah dan sedih mantan mertuanya itu tidak bisa dibohongi.


" Bentar " Ucap Samuel berjalan mendekati bodyguard nya.


Malvin mengangguk diam melihat Samuel yg seperti bos besar yg sangat angkuh.


Tak lama anak buah Samuel mengeluarkan amunisinya dan memberikan kepada sang bos lengkap dengan korek.


Samuel kembali lagi dan menyerahkan benda itu kepada Malvin.


" Kau tidak merokok ?" Tanya Malvin menerima.


" Terkadang " Jawab Samuel tenang.


" Oh ya,kau sudah mendapat ginjal pengganti ?" tanya Malvin teringat.


" Hm sudah,aku melakukannya 1 tahun yg lalu " Jawab Samuel.


" Benarkah ?" tanya Malvin syok.


" Ya aku pikir aku harus berumur panjang Pa " Jawab Samuel terkekeh.


" Ya kau benar,masa depan mu masih panjang Sam " Balas Malvin menyesap rokoknya.


Hening....


Keduanya kembali diam menikmati suasana sepi.


" Papa dengar kau sudah menikah " Ucap Malvin lagi.


" Hm " jawab Samuel mengakui.


" Papa harap dia gadis yg sempurna untuk kamu " Balas Malvin menepuk bahu Samuel.


" Ya dia sempurna " jawab Samuel masam.


" Ada apa ?" tanya Malvin mengernyit dengan expresi sang mantan menantu.


" Ntah lah Pa,aku merasa kosong saja dengan semuanya " Jawab Samuel menghela nafas.


" Jangan terlalu dipikirkan Sam,nikmati hidup kamu sebagaimana mestinya,Kamu juga berhak bahagia " Ujar Malvin menenangkan..


Samuel mengangguk kecil,keduanya kembali bercerita.


Malvin memang mencoba mengalihkan otaknya untuk tidak memikirkan nasib sang putri,beruntung Samuel pria yg peka jadi ia tau bahwa saat ini Malvin butuh pencerahan.

__ADS_1


Hingga tengah malam,mereka masih dirumah sakit.


Hape Samuel beberapa kali berdering tapi lelaki itu seolah enggan menjawab panggilan.


Malvin memesan satu kamar untuk Doni dan adik Restu istirahat.


Tapi Doni menolak,lelaki itu tidak mau satu kamar dengan seorang gadis.


Melihat hal demikian,Samuel berinisiatif menganjak Doni menginap dirumahnya karna Samuel juga kasihan dengan mantan iparnya tersebut yg sudah berapa kali muntah.


Sindi mengiyakan ajakan Samuel,wanita itu pikir tak ada salahnya jika Doni ikut Samuel daripada tidur dirumah Risa tanpa pengawasan.


" Rumahnya dimana Kak ?" tanya Doni berada dalam mobil.


" Sebentar lagi sampai,apa kau sudah makan ?" Tanya Samuel menoleh.


" Hm sudah tapi tadi aku muntahkan kembali " Jawab Doni menggaruk kepala.


" Kau masuk angin Don " kata Samuel terkekeh.


" Iya Kak,aku rasa begitu " jawab Doni malu.


" ya sudah,kita beli makanan dulu biar kamu bisa minum obat dirumah " Putus Samuel.


Doni mengangguk setuju,Samuel menambah laju mobilnya mencari sesuatu yg bisa dimakan.


Beberapa saat kemudian,mereka tiba di parkiran.


Doni mengernyit bingung kepada Samuel membawanya ketempat asing bukan seperti rumah biasa..


" Ini apartemen,jangan takut semuanya aman " Ucap Samuel paham isi kepala Doni.


Lelaki remaja itu mengangguk dan membuka pintu mobil.


Mereka menaiki lift yg akan membawa ke tempat yg sesungguhnya.


" Apa yg kau lakukan !" Pekik Samuel kelabakan.


Leni yg melihat ada orang asing pun ikut kaget dan menutupi dadanya.


" Dia siapa ? kenapa kau membawa orang asing kerumah ?" Tanya Leni melotot.


" Ganti baju mu sekarang !" Desis Samuel sedikit membentak.


Leni mengkrucut dan berlari menjauh.


" Huh dia memang sudah gila " Gumam Samuel menghela nafas lega.


Lelaki itu menoleh kesamping dan terkejut melihat hidung Doni mengeluarkan darah.


" Don kamu kenapa ?" tanya Samuel panik.


Doni menoleh dan mengelap hidungnya.


" Astaga aku mimisan " Gumam Doni Syok.


Samuel menyeret tangan pria itu masuk lebih dalam dan meminta Doni duduk disofa mahalnya.


" Tunggu disini aku ambilkan kotak p3k " Titah Samuel egas..


Doni mengangguk kecil,Samuel menjauh memasuki kamarnya.


Leni sudah menunggu didalam dengan bersedekap dada.


" Kau darimana saja ?" Tanya Leni ketus.


Samuel diam sibuk membukakan kemeja kerjanya.


" Hei kau tuli ?" tanya Leni kesal.

__ADS_1


" Lau tidak lihat ?" Tanya Samuel balik.


" Kau pikir aku percaya kau berangkat ke perusahaan hari ini ?" Tanya Leni ketus.


" Terserah " Balas Samuel cuek.


" Sam !" Teriak Leni emosi.


" Aku ingin mandi,siapkan baju ganti ku dan beri baju ganti kepada Doni didepan " Kata Samuel berjalan membawa handuk.


" Siapa pria itu ? kau memutiknya dari mana ?" tanya Leni heran.


" Dia bukan Sampah Leni !" bentak Samuel tak terima.


" Maksud ku kau ketemu dia dimana Sam ? kau ini sensitif sskali " Cibir Leni.


Samuel kembali diam dan memasuk arena kamar mandi.


" Dan siapkan obat serta panaskan makanan " Sambung Samuel sebelum menutup pintu.


" Aku tidak perduli " Sahut Leni malas.


" Lakukan perintah ku atau aku bongkar hubungan gelap mu itu " Ancam Samuel.


Deg...


Leni melotot kaget,sudah menjadi kelemahan wanita itu jika Samuel mengeluarkan kata savage yg mematikan.


" Iya iyaaaa,apa lagiii " Teriak Leni gemas.


" Buatkan kopi untukku " Sahut Samuel.


" Haisttttt aku bukan babu mu Sam !" gerutu Leni.


Heninggg....


Tak ada lagi sahutan dari Samuel,bunyi percikan air mulai terdengar samar2.


" Sialan,kenapa aku harus menikahi pria gila itu sih." Gerutu Leni heran.


Dengan sangat terpaksa,wanita itu pun keluar dari kamar membawa baju ganti suaminya.


" Hei kau " Panggil Leni mendekat.


Doni yg terlanjur rebahan seketika bangun mendengar suara perempuan tersebut.


" Iya Kak " Jawab Doni menunduk sopan.


" Siapa kau ?" tanya Leni menyelisik.


" Aku ?" tanya Doni menunjuk dirinya.


" Ya siapa lagi " Jawab Leni gemas.


Doni diam memperhatikan wanita dengan blezer pink tersebut.


" Ah sudahlah,ini ganti baju dulu " Kata Leni jengah menunggu jawaban.


Wanita itu melempar baju suaminya dari jarak yg cukup dekat.


Leni masih bingung akan sosok Doni yg benar2 tidak ia ketahui.


" Setelah itu susul aku kedapur " Titah Leni malas.


Doni kembali mengangguk kecil meski otaknya ikut bingung.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2