
Disebuah taman seorang gadis duduk sendirian dengan beberapa paperbag disamping kiri dan kanannya.
Gadis itu tak datang sendiri lantaran ada beberapa orang bersenjata sedang bersembunyi disemak2.
Gadis itu dijaga sangat ketat oleh Rafael,pria tersebut tak mau cucu tersayangnya hilang.
Rafael tak bisa menemani karna lelaki itu harus bekerja mengurus perusahaan yg sedang berantakan.
" Kenapa lama sekali ?" Gumam Nur melihat kebelakang.
Tak ada siapapun disana,gadis itu benar2 sendirian karna tak ada yg ketaman untuk bermain.
Hanya ada tukang sapu lingkungan yg mondar mandir didepannya yg sedang memungut sampah.
" Apa Mama dan Papa gak kangen aku ya ?" Gumam Nur sedih.
Gadis itu kembali duduk dengan benar berharap akan datangnya orang yg dirindukan.
Nur tak bisa datang langsung kerumah,ia tau saat ini Rafael dan beberapa orang berbadan besar memblokir semua jalurnya untuk bertemu keluarga,Nur tak tau apa yg terjadi,yg ia tau jika gadis itu melanggar sama saja ia akan mencelakai keluarga kecilnya.
Ditempat lain,seorang wanita terlihat sibuk mengurus anak lelaki nya yg habis buang air.
Ntah apa yg terjadi,seharian ini Afdhal sakit perut,bocah itu mengaduh terus membuat Winda panik.
" Yank udah belum ? Nur udah nungguin kita " Kata Restu membuka kamar mandi.
" Belum Yank,lihat nih Afdhal sampe pucat " Jawab Winda bercucuran keringat.
" Aduhh dia kenapa ya ? apa muntaber ?" tanya Restu bingung.
" Gak tau Yank,kayaknya masuk angin deh,perutnya juga bunyi2 " jawab Winda.
" Kakkkkk " Teriak Doni dari kejauhan.
" Huh Doni udah gak sabar lagi " Kata Restu menggeleng pelan.
" Mama " Rengek Afdhal menarik tangan Winda.
" Iya sayang,udah selesai ?" tanya Winda menghadap putranya.
" Hm " jawab Afdhal mengangguk.
" Ya udah,Mama bersihin ya " kata Winda lembut.
Afdhal kembali mengangguk,Restu berjalan keluar menemui adik iparnya yg sudah bersiap dari tadi.
" Kak kapan jalannya ?udah jam 10 lewat nih " Kata Doni terlihat kesal.
" Afdhal sakit " Jawab Restu lesu.
" Apa ! jadi gak jadi pergi nih ?" Tanya Doni syok.
Restu diam,pria itu bimbang harus memilih yg mana bertemu dengan putrinya atau mengurus sang putra.
Doni mulai jengah,pria itu berlari kekamar sang kakak dan berpapasan dengan Winda yg hendak keluar.
" Gak jadi pergi Kak ?" tanya Doni serius.
" Jadi,habis itu kita kerumah sakit " Jawab Winda tak kalah tegas.
Restu menoleh kebelakang,manik keduanya saling bertemu seolah mengatakan sesuatu yg hanya bisa mereka mengerti.
Detik kemudian,Restu tersenyum mengangguk begitupun Winda.
__ADS_1
" Yeeeee " Pekik Doni semangat.
Remaja itu memeluk keponakannya yg masih lemas digendongan dan memberi beberapa kecupan hangat.
" Ayo Dek berangkat ketemu Kakak kamu " Ajak Doni semangat.
" Yee " Jawab Afdhal tersenyum.
Mereka pun langsung bergegas,sesampai didepan rumah Restu terdiam melihat sebuah mobil hitam terparkir didepan.
Yap,sejak menerima kabar Winda langsung menghubungi Alexi untuk mencarikan mereka mobil rental,tapi sang sahabat malah mengirimkan mobil pribadinya untuk dipakai.
" Yank " Tegur Winda kepada Restu.
Restu masih diam melihat mobil tersebut nanar.
" Gak papa Kak,kali ini kita akan selamat " Ucap Doni tau keadaan iparnya.
" Kamu bisa nyetir Don ?" tanya Restu menoleh.
" Megang stirnya sih bisa,cuma buat jalaninnya enggak Bang " jawab Doni terkekeh.
" Gak papa Mas,kamu pasti bisa " Kata Winda mulai paham..
" Aku trauma Win " Balas Restu menunduk.
" Kamu tau,aku yg bikin kita kayak gini " Kata Restu sedih.
" Itu masa lalu Mas,hadapi trauma itu kita jangan mau kalah sama dia " kata Winda menguatkan.
" Iya Kak,semuanya sudah berakhir,ayo kita jemput Nur pulang kerumah ini " Kata Doni ikut menguatkan.
Restu semakin menunduk,maniknya mulai berair memikirkan kejadian masa lalu yg membuat ia terpisah cukup lama dari keluarga bahkan anak gadisnya..
Winda mengangguk cepat dengan senyum mengembang.
Restu menarik nafas panjang,kaki jenjangnya pun mulai melangkah mendekati mobil keren tersebut.
Winda dan Doni saling melihat,mereka tau Restu pria yg kuat dan bertanggung jawab.
Keduanya seolah sangat percaya bahwa Restu bisa membawa mereka ketempat tujuan.
Brooommm....
Suara knalpot terdengar sangat garang,Afdhal sampai melonjak kaget begitupun sang ibu.
" Wahhhh gilaa mobilnya Bang Alexi keren banget " Ucap Doni takjub.
" Iya Don,untung Kakak gak jantung denger suara mesinnya " kata Winda terkekeh.
" Ayo Kak,Bang Restu udah siap tuh " Kata Doni menunjuk Restu yg juga terlihat terkejut.
Kakak beradik itu pun sedikit berlari mendekati mobil Alexi.
Broom brommmm...
Suara mobil kembali terdengar,semuanya tertawa geli merasa sangat udik.
" Sudah siap ?" Tanya Restu ala pembalap.
" Siap !" Jawab Doni dan Winda semangat.
" Gasss ngenggggggg.....
__ADS_1
Mobil ceper itu meninggalkan pekarangan rumah dan melesat kejalan raya.
Ditengah lapang,seorang gadis mulai merasa jenuh.
Keringat sudah membasahi bajunya,payung pun seolah tak berarti lagi saat ini.
" Ayo Nona kita pergi,ini sudah sangat siang " Ucap Bodyguard Rafael sopan.
" Hm bisakah sebentar lagi Paman,aku yakin Mama dan Papa akan datang " kata Nur memelas.
Pria berbadan besar itu menghela nafas,ia juga merasa kasihan dengan Nur yg terlalu berharap.
" Mereka tidak datang Non,Tuan meminta kita kembali " kata Bodyguard lembut.
" Tapi Paman,aku belum bertemu Mama dan Papa " Kata Nur hendak menangis.
Bodyguard mengusap kepala gadis itu lembut,ntah mengapa selama menjaga Nur ia juga merasakan hal yg sama untuk melindungi gadis polos itu,Nur sangat bisa menghipnotis setiap orang.
" Baiklah,kita tunggu 5 menit lagi ya,jika mereka tidak juga datang kita harus pergi " Kata Bodyguard tegas.
Nur mengangguk setuju,gadis itu kembali duduk dibangku dengan memegang satu buah payung.
Ia yakin orang tuanya akan datang,beberapa kali ia menoleh kebelakang dan tak mendapati siapapun.
Detik mulai berjalan menuju menit,tapi belum ada juga tanda2.
" Apa Papa dan Mama sudah melupakan aku ? kenapa mereka tidak juga datang ?" Gumam Nur mulai menangis.
Gadis itu menutup wajahnya dan menangis dibawah teriknya matahari.
Penjaga hanya bisa menghela nafas dan merasa sangat kasihan.
" Gadis yg malang "
Tring tring...
Hape kembali terdengar,pria itu melihat nama dilayar dan kembali menghela nafas.
" Mereka belum juga datang ?" tanya seseorang diseberang.
" Belum Pak,tapi Nona belum ingin beranjak " Jawab Penjaga.
" Kasihan sekali dia,bawa pulang saja matahari sangat terik " Kata si Bos tegas.
" Siap Pak " Jawab penjaga mengerti.
Tut.
Panggilan terputus,penjaga menaruh hapenya di saku dan mendekati Nur lagi.
" Tak ada waktu lagi Nona,ayo !" Ajak penjaga tegas.
Nur memejamkan matanya dan mengangguk pelan.
Dengan wajah yg sangat terluka,gadis itu ditenteng meninggalkan bangku yg ia duduki selama lebih dari 2 jam.
" Ayo cepetannn " Pekik Doni tak sabaran keluar dari mobil.
" Kamu duluan Don " Kata Restu ikut panik.
Doni mengangguk,pria itu pun langsung berlari mendekati taman yg sangat sepi..
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.