Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
600


__ADS_3

Chiko menganjak Nur sedikit menjauh dari orang tuanya,bocah lelaki itu sangat ramah membuat gadis sepolos Nur begitu nyaman.


" Aku pikir kau tidak bisa bahasa inggris tadi " Ucap Chiko seraya menggigit es krimny.


" Aku bisa " Jawab Nur tersenyum.


" Aku belum pernah ke negara kamu berasal,apa disana punya musim hangat ?" Tanya Chiko penasaran.


" ya kami punya musim panas " Jawab Nur mengangguk.


Chiko mengambil sapu tangannya dan mengelap bibir Nur yg berlepotan.


Gadis itu manut saja dengan senyum malunya.


" Oh iya kaki kamu kenapa ? " Tanya Chiko penasaran.


" Aku tidak bisa berjalan " Jawab Nur menunduk.


" Kenapa ?" Tanya Chiko terkejut.


Nur hanya tersenyum kecil,Chiko pun menunduk dan mengusap kaki gadis itu.


" Nanti suatu saat kamu pasti bisa berjalan lagi " Kata Chiko mendongak.


" Bagaimana kamu bisa tau ?" tanya Nur.


" Ntah lah,aku merasa seperti itu " Jawab Chiko terkekeh.


Nur ikut terkekeh,keduanya pun kembali duduk.


Dari tempat lain,Rafael dan wanita asing tadi tersenyum melihat Nur dan Chiko terlihat senang mengobrol.


" Jadi kau anak angkatnya Bara Salders ?" Tanya Rafael terkejut.


" Iya,aku anak angkatnya Daddy " jawab Wanita bernama Helend tersebut bangga.


" Wah2 ini luar biasa,suatu kehormatan bisa bertemu dengan mu " Kata Rafael takjub.


" Ah Tuan bisa saja " kata Helen malu.


" Oh iya,apa Tuan sendirian saja bersama Nur ?" tanya Helen penasaran.


" Tidak,saya bersama istri kami kesini untuk mengobati kaki Cucu kami yg terluka " Jawab Rafael melihat Nur.


" Oh itu cucu kalian ?" tanya Helen lagi.


Rafael mengangguk kecil,pria itu seolah sangat percaya diri menganggap Nur sebagai cucunya.


" Kasihan dia,masih kecil sudah merasakan sakit " Kata Helen iba.


" Iya,dia kecelakaan bersama Ayahnya " Jawab Rafael menghela nafas.


Helen mengangguk paham,tak lama seorang gadis dan seorang pria mendekat dengan wajah penuh keringat.


" Sudah selesai ?" tanya Helen mendongak.


" Yes " Jawab pria itu tenang dan melihat Rafael.


" Oh Baby,kenalin ini Tuan Rafael dia kerebatnya Daddy Bara " ucap Helen memperkenalkan.

__ADS_1


" wah really ?" Tanya lelaki bernama Jacob tersebut syok.


" Yaeh " Jawab Helen mengangguk.


" Senang bertemu dengan anda Tuan Rafael " Ucap Jacob menyodorkan tangannya.


Rafael menerima uluran dan tersenyum manis.


" Baiklah,kalau begitu kami permisi dulu ya " Kata Helen pamit.


" Oh iya,silahkan " kata Rafael mempersilahkan.


Mereka pun bangkit dan melihat Nur dan Chiko yg masih tertawa2 sendiri.


" Boy,come here " Sapa Jacob kepada putranya.


Bocah itu menoleh dan bangun,Nur juga ikut bangun.


Brughhh...


Tiba2 Nur terjatuh karna dirinya lupa ia belum bisa berjalan sendiri.


" Nurrr " pekik Rafael terbelakak.


" OMG,are you okey ?" Tanya Chiko kaget dan langsung duduk membantu.


" Sakittt " rengek Nur meraba kakinya.


" Ya Tuhan " Ucap Rafael panik.


" Apa kita perlu membWanya kerumah sakit ?" tanya Helen ikut panik.


" Gak gak mau " Kata Nur melotot.


" Apa begitu sakit ?" tanya Rafael lembut.


" Maafin Nur Kek,Nur lupa kalo Nur belum bisa jalan " Jawab Nur ingin menangis.


" Gak papa sayang " Jata Rafael lembut.


Gadis itu memeluk leher Rafael dengan erat seolah lelaki itu sudah menjadi tempat pelindungnya.


" Baiklah,kami permisi dulu saya harus memeriksa kakinya " Kata Rafael pamit.


" Iya hati2 " Balas Helen khwatir.


Jacob memberi tongkat gadis tersebut dan mengusap kepala Nur.


" Nice to meet you beautiful girl,i hope one day we can meet again " Ucap Chiko seraya mengusap kaki Nur lembut.


Nur diam dengan wajah lugunya yg tak mengerti apa yg Chiko ucapkan.


Orang dewasa hanya tersenyum kecil,Rafael cukup terkejut mendengar ucapan Chiko yg begitu dewasa.


" Good Boy " Puji Helen kepada putranya.


Mereka pun berpisah,sepanjang jalan Nur hanya diam dan sesekali meringis.


Memang bukan hal biasa gadis itu jatuh dan menangis,kakinya masih benar2 lemah.

__ADS_1


Seharusnya Nur tidak boleh memakai tongkat lagi,tapi gadis itu ngenyel karna ia tak mau menyusahkan orang jika harus mendorong dirinya diatas kursi roda.


Gadis itu begitu mirip dengan Restu dan Winda,terkadang Rafael maupun Lutfia sering tertampar dengan tingkah laku Nur yg sangat menakjubkan.


Sesampainya dirumah,Lutfia sudah siaga dengan air kompresan.


Wanita itu sudah mendapat kabar dari suaminya bahwa Nur kembali jatuh.


Mereka harus cepat bergerak sebelum kaki cucu angkat mereka membengkak.


" Kenapa bisa jatuh sih Pa " Kata Lutfia gemas.


" Dia lupa lagi Ma " Jawab Rafael menghela nafas


" Duhh bisa bahaya Pa kalo keseringan jatuh gini,dia dalam perawatan loh " Kata Lutfia khawatir.


" Maafin Nur Nek,Nur bikin kesalahan lagi " Kata Nur merasa sangat bersalah.


" Iya sayang gak papa,tapi lain kali Nur harus hati2 ya,Dokter bilang Nur gak boleh terbentur nnti sembuhnya lama " Kata Lutfia lembut.


" Nur pengen jalan sendiri Nek " Ucap Nur menunduk.


Deg...


Lutfia terdiam,wanita itu mendongak melihat wajah Nur berubah sedih.


" Nur kangen Mama dan Papa,Nur kangen adik juga,Nur mau pulang " Kata Nur menahan tangis.


" Sayangg " Panggil Lutfia melemah.


" Nur kangen Mama hiks hiks " Gadis kecil itu pun menangis.


Lutfia melihat Rafael,keduanya hanya bisa menghela nafas panjang jika Nur sudah mode cengengnya.


" Sabar ya Nak,kamu belum boleh pulang kalo belum sembuh " Ucap Lutfia membujuk.


" Nur mau Mama huhu Nur mau lihat Mama " Rengek Nur terus menangis.


" Nur anak yg kuat,kalo Nur nangis gini nanti Mama ikutan sedih " Kata Rafael mengusap kepala cucunya.


" Kenapa Nur gak bisa jalan Kek,Nur mau seperti anak lain yg bisa lari2an " Kata Nur terus bersedih.


" Kamu akan bisa jalan dan laria2n,nanti kalo udah sembuh kita keliling bermain seluncuran dan semua yg kamu mau " Kata Rafael serius.


Nur melihat Lutfia,wanita tua itu mengangguk kecil seolah setuju dengan perkataan suaminya.


Nur terus menangis,gadis kecil itu masih merengek ingin bertemu Winda dan Restu.


" Kasihan sekali anak ini " Batin Lutfia sedih.


" Kenapa aku merasa sakit melihatnya seperti ini,dia bukan cucu ku tapi kenapa aku begitu menyayanginya ? apa ini balasan untuk ku karna menyakiti ibunya ?" Lanjut Lutfia bingung.


Beberapa kali ia menepis rasa sayangnya kepada Nur,tapi sekuat ia mencoba maka rasa itu semakin kencang menghampiri.


Bahkan saking gilanya,Lutfia pernah ingin meninggalkan Nur ditempat ramai karna mengetes kepeduliannya,tapi saat bocah itu terlihat kebingungan melihat orang2 asing,Lutfia panik sendiri dan merutuki dirinya habisa2an.


Rafael tidak tau,jika lelaki itu tau Lutfia tidak bisa membayangkan akan menjadi seperti apa dirinya nanti.


" Kamu yg sabar ya Nak,Kakek dan Nenek tidak akan menyerah,kami akan pastikan kamu kembali ke orang tua mu dalam keadaan normal seperti dulu !" Ucap Rafael tegas.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,like,coment ya.


__ADS_2