Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
614


__ADS_3

6 bulan kemudian.....


Seorang gadis duduk sendirian melihat salju yg turu n dari langit.


Nur duduk hampir setengah jam disana sambil membuat boneka dari butiran salju putih yg dingin..


Tin tin...


Suara klakson terdengar,Nur mendongak dan mendapati sebuah mobil dengan lampu putih mendekat kearahnya.


Seorang pria turun dari sana dengan jaket tebal.


" Kakek " Ucap Nur berbinar.


" Nur,kenapa diluar sayang ?" tanya Rafael sedikit terkejut.


" Nur bosen Kek didalam " jawab Nur polos.


" Nenek mana ?" tanya Rafael mendekap anak itu.


Nur menggeleng pelan.


" Ayo masuk sama Kakek " Ajak Rafael tersenyum.


Nur mengangguk dan bangkit dari duduknya.


Kini kaki bocah itu sudah sembuh meski terkadang ia sering merasa nyeri disaat tertentu.


" Nur sendirian ?" tanya Rafael lembut seraya mengusap kepala Nur yg dipenuhi salju.


Gadis itu mengangguk polos.


Rafael menghela nafas,jika sudah begitu ia tau istrinya pasti sedang keluar.


" Kek " Panggil Nur pelan.


" Iya Sayang ada apa ?" tanya Rafael.


" Hm,kapan Nur pulang Kek,Nur kangen Mama " Ucap Nur berharap.


" Pulang ?" Ulang Rafael.


" Iya Kek,Nur udah sehat,sekarang juga Nur lagi libur sekolah kan,temen2 Nur pada kumpul sama keluarganya " Jawab Nur polos.


" Nur mau ketemu Mama ya ?" tanya Rafael iba.


Nur mengangguk cepat.


" Nanti Mama gak kenal lagi sama Nur kalo Nur gak ketemu2 sama mereka " Kata Nur sedih.


" Duhh tapi Kakek lagi banyak kerjaan Nak,belum bisa balik ke negara kita " kata Rafael bingung


" Jadi gak bisa pulang ya Kek ?" tanya Nur berkaca kaca.


Rafael mengusap kepala gadis itu sambil memberikan senyum kecilnya.


Rafael juga kasihan kepada Nur yg kini mulai sering merindukan Winda dan Restu,tapi mereka juga tak bisa melepas gadis itu begitu saja.


" Nanti Kakek pikirin ya caranya agar kita bisa pulang " kata Rafael mengalihkan.


" Iya Kek " Jawab Nur dengan wajah kecewanya.


Nur kembali masuk kekamarnya,gadis itu terlihat kesepian apalagi ia tak punya teman bermain.


Disisi lain,seorang pria kini mulai bisa berjalan kembali meski harus tertatih2.


Bertahun ia menunggu agar kakinya bisa berguna lagi,dengan tekad dan kerja keras akhirnya Restu mampu.

__ADS_1


" Aku akan pulang jika pemeriksaan dari Dokter selesai " ucap Samuel semangat.


" Iya " Jawab Saras datar.


" Hm kenapa dengan mu hari ini ?" tanya Restu mengernyit.


" Tidak ada apa2 Tuan " jawab Saras tersenyum canggung.


" Kenapa ? apa kau tidak menyukai kesembuhan ku ?" tanya Restu memperhatikan lelaki tersebut.


" Bukan begitu " jawab Saras menggeleng.


" Lalu apa ?" tanya Restu meminta jawaban.


" Tidak apa2,ini tidak penting " Jawab Saras berlalu.


" Ada apa dengannya ?" gumam Restu heran.


Lelaki itu kembali bangkit dan mencoba berjalan tanpa alat bantu.


Selama ini Saras menjaganya dengan sangat baik,bahkan belum ada 3 bulan kemarin presentase kesembuhan Restu meningkat membuat lelaki itu sangat bahagia,tapi dengan sikap Saras siang ini membuat Restu bingung.


Didapur,Saras diam termenung.


Ia tidak tau apa yg terjadi kepada dirinya,ia tidak paham kenapa Restu sembuh malah membuatnya tak rela.


" Apa yg aku lakukan ? ini tidak benar " Ucap Saras menggeleng cepat.


" Aku tidak mungkin menyukai lelaki itu,dia sudah punya istri dan anak yg begitu ia cintai " Lanjut Saras menepuk pipinya.


Gadis itu berusaha menyadarkan diri,tapi semakin dipaksa hatinya terasa sakit.


Gadis malang itu sebelumnya tidak pernah sangat bersemangat mengurus orang asing,tapi sejak berkenalan dengan Restu dan melihat sikap kesehariannya membuat Saras jatuh cinta,ya gadis itu mengakui dirinya sudah menaruh hati kepada lelaki beristri tersebut.


" Aaahhh ini gila " Gumam Saras menepuk pipinya lagi.


Saras masuk keruangan yg terlihat sedikit berantakan.


" Sebentar lagi tugas mu selesai " Ucap anak buah Lutfia yg menjadi ketua geng disana.


" Iya Tuan " Jawab Saras menunduk.


" Ada apa dengan jawaban mu ?" tanya Lelaki bertato itu.


" Hah,tidak ada apa2 " Jawab Saras kaget.


" Kau seperti orang yg kecewa "


" Hm tidak,saya tidak kecewa Tuan,terima kasih sudah mempercayai saya selama disini " Kata Saras menunduk sopan.


" Hm,dalam 3 hari ini kau berlibur lah,pergilah kemana pun kau mau dan kartu kredit mu akan aku aktifkan " ucap penjaga tersenyum kecil.


" Benarkah ?" tanya Saras kaget.


" Ya,tapi kau harus kembali tepat waktu " Jawab penjaga tegas.


" Iya Tuan,em tapi..." Ucap Saras menggantung.


" Apa ?"


" Hm kalau boleh tau,Tuan Restu kapan akan dipulangkan ?" tanya Saras hati2.


" Dia akan pulang jika sudah kuat berjalan sendiri " Jawab Penjaga tenang.


" Benarkah ? saya rasa dia sudah kuat " Kata Saras mengingat.


" Ya,tapi kita tunggu perintah dari Nyonya dulu "

__ADS_1


" Baiklah " Jawab Saras paham.


Wanita itu keluar dari ruangan dan berpapasan dengan Restu yg berjalan kearah dapur.


Wanita itu menghela nafas panjang,lelaki dengan tinggi 178 cm itu begitu bersemangat melangkah.


" Tuann " Panggil Saras mengejar Restu.


Restu menoleh kebelakang dan tersenyum kecil.


" Tuan mau kemana ?" tanya Saras tersenyum manis.


" Hm aku ingin mengambil air " Jawab Restu malu.


" ya udah,ayo sama2 " Ajak Saras semangat.


Restu mengangguk,keduanya pun berjalan mendekati dapur yg tinggal berapa langkah lagi.


Seperti biasa,Saras menyediakan apapun yg Restu butuhkan walau kini Restu sering menolak lantaran dirinya sudah bisa mengambil sendiri.


" Bagaimana kalau sore ini kita jalan2 " Kata Saras semangat.


" Kemana ?" tanya Restu terkejut.


" Hm terserah sih,tapi aku maunya kita ke mall dulu " Jawab Saras malu.


" Mall ?" Ulang Restu kaget.


" Ya kalau Tuan cape jalan nanti aku bantu dorong pake kursi roda " Jawab Saras terkekeh.


" Tumben kau mau ke mall,biasanya selalu nolak " Kata Restu sedikit heran.


" Ya aku ingin membelikan sesuatu untuk Tuan sebelum Tuan pulang " Kata Saras tersenyum kecil.


Restu terdiam mendengar ucapan gadis itu.


" Ya kita akan berpisah " Kata Restu terkekeh.


" Ya em makanya aku ingin memberi sedikit kenangan " Kata Saras bersemu.


" Kau sudah memberi ku banyak kenangan gadis nakal " Balas Restu menjewer telinga Saras.


" Aaa sakitt " Rengek Saras manja.


" Haha aku bercanda " Kata Restu mengusap lagi telinga Saras dengan lembut.


Saras mendongak,keduanya terlihat saling menatap satu sama lain dengan senyum kecil.


" Hm baiklah,jadi kapan kita pergi ?" Tanya Restu mengalihkan pandangan.


" Sore ini,aku akan bersiap2 dulu " Jawab Saras mencoba santai.


Restu mengangguk kecil,keduanya pun melanjutkan obrolan.


Ditempat lain,seorang wanita banjir keringat setelah menyetrika gunungan baju yg diatar tetangganya.


Yap,Winda hingga sekarang membuka jasa londry dirumah lantaran ia tak bisa bekerja diluar karna Samuel maupun Alexi masih mencari masalah dengan majikannya.


Keputusan terakhir pun Winda pilihkan agar dapurnya tetap berasap dan perut anaknya terisi setiap hari.


" Win yang ini kapan diambil ?" tanya Sindi membawa baju yg sudah rapi.


" Sore Ma,taruh disana aja " Jawab Winda tersenyum seraya menyeka keringatnya.


Afdhal bermain sendirian dengan beberapa mobil mobilan dan kresek baju.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan Lupa,Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2