Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Sembilan Sembilan "TSJC"


__ADS_3

Romi sedang dalam perjalanan pulang untuk mengantar Silfa, bersama dengan Mita yang duduk dikursi belakang.


Kecanggungan masih terjadi diantara mereka berdua membuat tidak ada satupun dari mereka yang berbicara sama sekali. Sementara Mita terus memperhatikan mereka yang hanya saling melirik satu sama lain, hal itu membuat Mita bosan dan memutuskan untuk tidur.


Romi melihat Mita di kaca yang sudah tertidur, akhirnya perasaannya pun lega. Ternyata penyebab Romi tidak berbicara dengan Silfa adalah Mita.


"Sil,, gue boleh nanya sesuatu ngga sama lo?" tanya Romi serius sambil terus fokus menyetir.


"Nanya apa." ucap Silfa.


"Lo beneran ngga ada perasaan sama gue." tanya Romi lagi.


"Gue kan udah bilang sama lo Rom, gue ngga akan jawab pertanyaan lo sebelum lo menuhin syarat dari gue." ucap Silfa lagi.


"Memang harus ya?" tanya Romi lagi.


"Yah harus lah,, karna itu adalah ujian pertama buat lo yakinin gue, kalau lo beneran sungguh-sungguh sama gue." ucap Silfa lagi.


"Kalau gue ngga bisa menuhin syarat itu gimana?" tanya Romi lagi.


"Yah, gue ngga akan pernah jawab pertanyaan lo, dan selamanya hubungan kita akan terus seperti ini." ketus Silfa.


Romi tidak mampu lagi berkata apa-apa kepada Silfa, dia hanya melirik Silfa sekilas dengan perasaan campur aduk.


"Apa dia beneran suka sama gue, atau dia cuma nguji gue." batin Romi ragu dengan Silfa.


"Apa dia tidak ingin usaha, apa dia benar-benar serius." batin Silfa juga ragu.


Lalu obrolan kembali terputus, dan mereka kembali diam-diaman dengan keraguan dihati mereka.


Tidak lama mobil Romi tiba didepan rumah Silfa, Romi sama sekali tidak mengatakan apa-apa lagi, padahal Silfa menunggu, dengan perasaan sedikit kecewa Silfa segera turun dari mobil.


"Kamu hati-hati di jalan." ketus Silfa sedikit lembut, bahkan dia menggunakan kata kamu, membuat Romi merasa aneh.

__ADS_1


Romi langsung turun dari mobil lalu menghampiri Silfa dan langsung menarik Silfa agar berbalik kepelukannya.


"Sil, gue sayang sama lo, gue tulus sayang sama lo, dan gue mau serius dengan lo." ucap Romi sambil memeluk erat Silfa.


"Kalau lo serius sayang sama gue, tulus sama gue, kenapa lo ngga bisa menuhin syarat dari gue." ucap Silfa lagi dan membuat Romi perlahan-lahan melepaskan pelukannya.


"Sil, gue bukannya ngga bisa menuhin syarat itu, tapi itu diluar kemampuan gue Sil, gue bukan tipe cowok yang romantis, yang seperti lo idam-idamkan selama ini, gue hanya cowok biasa, gue begini adanya, dan gue janji sama lo gue akan selalu jagain lo dan gue akan menyayangi lo, mencintai lo, dan menjaga lo dengan cara gue sendiri. Gue janji." ucap Romi serius membuat Silfa meneteskan air mata bahagianya.


"Kenapa lo nangis Sil?" tanya Romi khawatir.


"Dasar bodoh, kenapa ngga dari kemarin lo ucapin ini ke aku, kenapa baru sekarang." ucap Silfa kesal.


"Bukannya kemarin lo minta sesuatu dan suasana yang romantis." ucap Romi bingung.


"Iya, dan ini adalah suasana Romantis menurut gue, kata-kata itu udah romantis banget menurut gue, kenapa sih lo tuh bodoh banget." ketus Silfa lagi.


"Terus jawaban lo apa?" tanya Romi lagi..


"Gue harus jawab apa, emang lo nanya apa ke gue." gerutu Silfa lagi.


"Lo cuma nyatain peeasaan lo, tanya memberikan pertanyaan ke gue." ketus Silfa lagi, Romipun mulai pasrah berdebat dengan Silfa, Romi langsung berlutut dihadapan Silfa sambil memegang tangan Silfa membuat Silfa terkejut.


"Sil, gue bukan laki-laki yang sempurna, yang selama ini lo idam-idamkan, gue laki-laki yang penuh dengan kekurangan, dan gue ingin lo menutupi segala kekurangan gue dan membuat hidup gue sempurna." ucap Romi dengan wajah yang serius.


"Sil, apa lo mau jadi istri gue?" tanya Romi membuat Silfa terkejut.


"Ihh, kok istri sih, buru-buru banget." protes Silfa.


"Tadi lo minta di tanya, sekarang gue tanya lo malah protes, udah jawab aja, mau apa ngga?" ketus Romi yang sudah merasa sakit di lututnya akibat kerikil yang ada dibawah lututnya.


"Kalau gue jawab ngga gimana?" ucap Silfa ragu-ragu, mendengar perkataan Silfa membuat Romi langsung berdiri.


"Kalau begitu hubungan kita pending." ketus Romi kesal lalu berbalik badan hendak pergi.

__ADS_1


"Eh kok lo main pergi aja sih, gue kan belum ngasih lo jawaban." gerutu Silfa.


"Bukannya udah jelas yah, lo bakalan nolak gue." ketus Romi lagi.


"Bukan gitu Rom, gue cuma takut dan ragu, lo baru aja ungkapin perasaan lo, kita belum juga pacaran, lo udah langsung ngajak gue nikah, gue takut Rom, gue takut kalau lo ninggalin gue." ucap Silfa polos.


Perlahan Romi berbalik dan menatap Silfa, Romi mendekati Silfa dan memegang tangan Silfa.


"Tatap mata gue Sil, apa lo melihat keraguan dimata gue." pinta Romi serius lalu Silfa menatap mata Romi dan melihat keseriusan disana, Silfa pun menggeleng tanda tidak melihat keraguan dimata Silfa.


"Terus gimana sekarang?" tanya Romi lagi.


"Apa itu ngga terlalu terburu-buru Rom?" tanya Silfa lagi.


"Sil, kita udah ngga muda lagi, sekarang kita sudah berada pada usia yang matang, gue ngga bisa menunda nunda lagi, gue serius sama lo dan ingin memiliki lo seutuhnya, itu karna gue takut kehilangan lo." ucap Romi lagi dengan sungguh-sungguh membuat Silfa tersentuh dan langsung mengecup bibir Romi sekilas.


Setelah mengecup bibir Romi, Silfa langsung berbalik dan hendak meninggalkan Romi, tapi dengan sigap Romi langsung menahan Silfa dengan memegang tangan Silfa.


"Kenapa sih, setelah memancing lo selalu kabur, lo belum ngasih gue jawaban." gerutu Romi kecewa.


"Itu jawaban gue, apa itu belum cukup." ucap Silfa masih dalam posisi membelakangi Romi.


"Hanya dengan kecupan ini kamu bilang ini jawaban." ucap Romi lagi dan Silfa mengangguk pelan.


"Ini sama sekali ngga cukup." ucap Romi lagi lalu langsung membalikkan badan Silfa menghadap kepadanya dan langsung ******* bibir Silfa dengan ganas, Silfa langsung melotot dengan tindakan Romi, tapi tidak lama kemudian Silfa menutup matanya dan menikmati permainan Romi.


Sementara Mita yang masih tidur didalam mobil pun mengeliat dan perlahan-lahan membuka matanya pelan, dan tatapannya langsung kearah Romi dan Silfa yang sedang bercumbu, mata Mita seketika melotot melihat pemandangan itu, dia masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya, diapun mengucek matanya lalu kembali melihat mereka yang masih berciuman.


"Ini beneran nyata, aku menyesal membuka mata aku." gumam Mita lalu menutup matanya dengan kesal.


******


Skipp..

__ADS_1


Anton juga mengantar Vivi pulang, dan mereka juga jadian, karena memang mereka saling suka.


Sementara Arman pulang sendiri, sedangkan Indah dia dijemput Kevin untuk diantar untuk pulang ke Apartemennya.


__ADS_2