Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
413


__ADS_3

" Akhhhhhh mau keluar " Kata Aktam langsung berlari ngacir mencari kamar mandi.


Samuel masih terdiam begitu pun Sindi dan Malvin.


Yuni berlari kearah mereka bertiga dan menyeret Samuel kearah kamar Serkan.


" Sam " Ucap seorang pria dari arah belakang.


Samuel menoleh dan mendapati teman Kakeknya berada diambang pintu.


Romi yang buru2 masuk langsung terdiam mendengar kata yang keluar dari mulut Reno.


Samuel melepas tangan Yuni dan menghela nafas panjang.


" Iya " Jawab Samuel menatap lelaki itu tenang.


Reno berjalan mendekat hingga berhadapan dengan Samuel.


" Kenapa kamu ada disini ?" Tanya Reno mengernyit.


Samuel diam tak menjawab.


Sindi dan Malvin memperhatikan Samuel dengan wajah getir.


Jantung keduanya begitu cepat berpacu.


" Papaaaaa " Pekik Doni tiba2 memeluk kaki Malvin.


" Jangan tinggalin Doni Pa,Doni gak mau Papa pergi huhu " Ucap Doni langsung menangis.


Malvin menatap anaknya dengan tersenyum getir,seperti sudah mengetahui apa yang terjadi Doni begitu peka dengan nasib orang tua dan kakaknya nanti.


Samuel menoleh kearah bocah itu,Sindi mencoba menenangkan Doni yang masih menangis dipelukan Malvin.


" Papa gak kemana mana sayang " Ucap Sindi menahan tangis.


" Mereka akan menangkap Papa kan Ma,aku gak mau Papa pergi Ma " Kata Doni terus menangis sedih.


" Apa yang terjadi ?" tanya Reno bingung.


" Saya akan jelaskan semuanya !" Ucap Yuni dan Sindi bersamaan.


" Ada apa ini,mana Romi " Kata Reno mencari asistennya.


Romi yang berada dibelakang lelaki itu maju kedepan dengan wajah tenang.


" Ada apa ini Rom ? kamu menyembunyikan Samuel ?" tanya Reno dengan nada menuduh.


" Ya " jawab Romi jujur.


" Mas !" kata Yuni kaget.


" Saya akan jelaskan semuanya setelah acara selesai " Balas Romi.


" Saya mau penjelasan sekarang !" kata Reno tegas.


" Maaf saya belum bisa " Tolak Romi.


" Mas udah ini acara syukuran Salsa jangan diganggu dulu " Tegur Nisa.


" Iya Pa,nanti aja " Celetuk Ana.


Reno melihat Salsa dan Alexi yang diam saja diambang pintu.


" Baiklah " kata Reno setuju.


" Sam ikut paman !" Kata Reno tegas.


Samuel mengangguk setuju,Yuni mengarahkan keduanya untuk duduk diruang tamu.


Nisa dan keluarga menuju keluar memberi ruang untuk mereka bicara.


" Saya bertanggung jawab atas Samuel " Ucap Malvin berdiri dihadapan keduanya.


" kamu siapa ?" tanya Reno mengernyit.


" Saya yang menampung Samuel " Jawab Malvin.


" benar itu Sam ?" tanya Reno.

__ADS_1


" Iya Paman " Jawab Samuel.


Reno mengangguk setuju dan meminta Malvin ikut bersama.


" Aku ikut Mas " Kata Sindi menarik pelan baju Malvin.


" Gak usah,panggil winda aja " kata Malvin tenang.


" Jangan libatkan Winda Mas " kata Sindi menahan tangis.


" Tak apa aku yang akan bertanggung jawab atas segalanya !" kata Malvin tegas.


Samuel diam memperhatikan pasangan tersebut.


Sindi berjalan menjauh mendekati Winda.


Tak lama Winda pun masuk keruangan dan terdiam melihat Samuel tak sendirian disana.


Gadis dengan es jeruk ditangan itu mendekati Papanya dan duduk berseblahan.


" Ayo dimulai !" kata Reno bersedekap dada.


" Sebelumnya saya minta maaf atas kekacauan yang kami sekeluarga lakukan " Kata Malvin membuka suara.


" Hm " Jawab Reno.


" Saya bertanggung jawab atas menghilangnya Samuel dikeluarganya,kami melakukan itu semua karna terpaksa "


" langsung ke inti saja " kata Reno tak mau basa basi.


" Samuel mendonorkan ginjalnya kepada anak saya Winda " Ucap Malvin.


" Pa " Tegur Winda kaget.


" Apa !" pekik Reno terbelakak.


" Kami tau ini elegal tanpa pemberitahuan kepada keluarganya,tapi kam....bugh....


Malvin langsung tertoleh kesamping mendapat bogeman dari Reno.


" Kau gila apa hah !" Bentak Reno emosi.


" Ya mungkin saya sudah gila Pak,tapi ini bersangkutan dengan nyawa putri saya " kata Malvin terus bicara.


" Kau !" Kata Reno geram.


" Jangan Pak " Larang Winda menahan tangannya.


" Jangan Paman " Ucap Sam berdiri.


" Kau akan dibunuh oleh Kakeknya,jika mengetahui hal ini !" Kata Reno tajam.


" Tak apa,saya akan menerimanya " Balas Malvin.


" Papa hiks hiks " Winda mulai menangis memeluk Malvin.


" Ini perbuatan ilegal,kau mengambil organ anak orang lain demi keselamatan putri mu,kau salah orang Bung !" Kata Reno geram.


" Kami melakukan persyaratan sebelum semua itu terjadi " Balas Malvin.


" syarat ?" Ulang Reno kembali terkejut.


" Ya,Samuel meminta saya untuk menikahkan diriny dengan Winda " Jawab Malvin.


" Menikah ? bagaimana bisa ?" Tanya Reno tak paham.


" Menikah ?" Ulang Winda tersentak.


" Iya Winda,maafkan Papa Nak,Papa harus melakukan itu semua agar kamu selamat " Jawab Malvin menatap wajah anaknya.


Winda diam melihat Samuel.


" Tapi kenapa harus menikah ?" tanya Winda nanar.


" Kau menyukainya ?" Tanya Reno kepada Samuel.


" Tidak " Jawab Samuel.


" Sam !" Kata Malvin terkejut.

__ADS_1


Winda semakin menunduk mendengar jawaban lelaki itu.


" Lalu untuk apa ?" tanya Reno bingung.


" Aku hanya ingin menikah " jawab Samuel.


" Hei kau pikir menikah itu hanya permainan ?" tanya Reno heran.


" Iya " jawab Samuel.


" Astaga " kata Reno tak percaya.


Malvin terlihat syok dengan jawaban lelaki itu.


" Jangan gila Sam,Winda bukan mainan !" Kata Malvin geram.


Samuel hanya diam,lelaki itu tak melihat Winda sedikit pun meski ia tau pasti kata2nya begitu menyakitkan.


" Ini sudah terjadi tak perlu dibicarakan lagi,urusan Orang tua ku aku yang akan urus !" kata Samuel tenang.


" Kau tau bagaimana frustasinya orang tuamu saat ini ?" tanya Reno geram.


" Ya,mereka berapa kali mencari ku " jawab Samuel santai.


" Aku akan pulang,tak perlu mengantar " Kata Samuel tenang.


" Dan bagaimana dengan ginjal mu ?" Tanya Reno teringat.


" Aku akan menemukan yang baru " Jawab Samuel.


Malvin dan Winda tak bersuara.


" Baiklah,ini urusan mu sendiri,setidaknya Paman bersyukur sudah menemukan kamu dalam keadaan hidup " kata Reno tak mau panjang bicara.


Samuel mengangguk dan bangkit dari sana.


" Sam " Ucap Winda mendongak.


Samuel yang ingin melangkah terdiam mendengar suara gemetar gadis itu.


" Ikut dengan ku " Ucap Samuel tenang dan melangkah masuk kamar lama Serkan.


Winda mengangguk dan mengikuti Samuel.


Dari arah jauh,Alexi menarik nafas melihat Winda dan Samuel terlihat tak akur.


Lelaki itu begitu khwatir dengan keadaan sahabatnya.


" Apa mereka ketahuan ?" Tanya Salsa hati2.


" Iya " Jawab Alexi lesu.


" Apa Papanya akan dipenjara ?" tanya Salsa khawatir.


" Aku tidak tau,jika dipenjara Om Malvin akan mendapat hukuman berlapis " jawab Alexi.


" Ya Tuhan kasihan sekali mereka " Kata Salsa ikut prihatin.


Alexi mengangguk lemah,ia tak bisa membayangkan bagaimana hidup keluarga sahabatnya jika Malvin masuk bui.


Ditempat lain,Sindi menangis sesegukkan dipinggir Yuni yang menenangkan dirinya.


Wanita itu begitu takut dengan nasib keluarganya apalagi sang suami.


" Gimana ini Yun,apa yang harus aku lakukan hiks hiks ?" Tanya Sindi terisak


" Tenang lah,semua akan baik2 saja " Kata Yuni menenangkan.


" Apa yang telah aku lakukan dimasa lalu Yun sampai anak suami ku mengalami hal seperti ini " kata Sindi pilu.


Yuni menghela nafas,dirinya juga sangat khawatir dengan nasib Malvin dan Winda.


Yuni melihat Romi,terlihat lelaki itu sangat tenang menerima tamu yang datang kerumah mereka.


" Ayo masuk dinikmati " kata Romi hangat kepada para tetangganya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2