Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
405


__ADS_3

Winda mendekati Papanya yang berhadapan langsung dengan polisi yang masih berada dirumah.


" Ada apa Pa ?" tanya Winda mencoba tenang.


Polisi itu melihat Winda dengan tatapan serius membuat gadis itu menundukkan kepala.


" Gak papa " jawab Malvin tenang.


" Baiklah Pak,jika anda dan keluarga melihat orang yang saya cari harap segera menghubungi kantor polisi " Ucap polisi tersebut tegas.


" Siap Pak " Jawab Malvin.


Polisi tersebut keluar dari rumah mengendarai mobil patroli.


Malvin menutup pintu dengan cepat.


" Huh huh huh...." Nafas Malvin naik turun.


" Kenapa Pa ? kenapa ada polisi dirumah kita ?" Tanya Winda langsung panik.


" Gak papa " jawab Malvin melangkah duduk disofa.


" Pa ada apa ? kemana Sam ?" tanya Winda lagi.


" Polisi tadi mencari penjahat yang kabur dari penjara " Jawab Malvin.


" Penjahat ?" Ulang Winda kaget.


" Iya mereka bilang penjahatnya kabur pagi tadi dan dia larinya kearah sini " Jawab Malvin.


" Oh syukurlah mereka tidak mencari Samuel " Kata Winda menghela nafas.


" Polisi akan berjaga didaerah sini Winda,kamu dan Samuel harus hati2 dirumah " Kata Malvin serius.


Glek....


Winda menelan ludah kasar menatap lelaki itu.


" Sekarang Sam dimana ?" tanya Winda khwatir.


" Sam menemani Mama mu belanja " Jawab Malvin.


" Ke pasar ?" tanya Winda kaget.


" Iya pasar,tapi tenang saja Mama mu sangat pintar membuat Sam tak dikenali " Jawab Malvin.


" Maksudnya ?" Tanya Winda bingung.


Dipasar seorang pria dibalik masker mencetutkan wajahnya bagaimana tidak,lelaki tulen tersebut disuruh Sindi memakai gamis panjang dan jilbab pink sambil menenteng keranjang ikan.


Dan lebih mengenaskan lagi,Samuel juga menenteng tangan Doni yang tak mau ditinggal tadi pagi.


Samuel menyesal bangun terlalu pagi jika harus seperti saat ini.


" Kurangi lah,aku dah beli banyak nih " kata Sindi mengeluarkan jurus emak2nya dalam tawar menawar.


" Kasih diskon sayur mau ?" tawar penjual.


" boleh juga,tapi aku pilih sendiri ya " Tawar Sindi lagi.


" Haistt kau nih dikasih diskon malah ngelunjak " Kata ibu2 itu gemas.


" Haha aku ini pelanggan setia loh " Kata Sindi tertawa.


" Ya udah ambil aja,oh iya itu siapa ?" Tanya penjual menunjuk Samuel.


" Oh ini anak gadis aku Bu " jawab Sindi menepuk bahu Samuel.


" Hah " Pekik Samuel ngebas.


" ehhh " pekik penjual kaget.


" Suaranya jantan ya Bu,udah pake hijab sekarang alhamdulillah " Kata penjual tersenyum manis.


" Hehe iya Bu,dah hijrah " kata Sindi terkekeh.


Samuel melototkan matanya tak terima dengan obrolan 2 ibu2 tersebut.


" Ntar boleh lah dijodohin sama anak bujang aku dirumah " kata Penjual tersenyum.

__ADS_1


" Whattt ?" pekik Samuel dalam hati.


Doni melihat Samuel dan langsung tertawa ngakak.


Pletak...


Kepala bocah itu mendapat sledingan dari tangan kekar Rafael.


Doni kembali tertawa menutup mulutnya.


" Gila aja gue masih normal kaliii " Batin Samuel ingin berteriak.


Sindi mati2an menahan tawanya,wanita itu sangat bahagia melihat wajah tertekan Samuel.


" Boleh aja Bu,insyaallah anak saya ini bisa diandalkan " Sahut Sindi masih belum puas.


" Teeee " rengek Samuel tak suka.


" Malu dia Bu " kata penjual terkekeh.


" Woiiii gue lanang Buuuuu " Teriak Samuel dalam hati.


" Wkwkwkw jarang2 kan bisa jahilin nih bocah kulkas " Batin Sindi tertawa ngakak.


Samuel tak tahan lagi dan berjalan duluan dengan hijab koar2 diterpa angin.


" Banggg tungguuuu " pekik Doni mengejar Samuel yang sudah merajuk.


" Hah Bang ?" Tanya Penjual kaget.


" Namanya Bintang Bu,dipanggil Bambang " Jawab Sindi asal.


" Bambang ? namanya macho banget " kata si ibu sedikit heran.


" Iya soalnya dia pecinta Bambang si pemain Voli makanya bisa tinggi gitu " Jawab Sindi semakin ngacau.


Si ibu penjual mangut2 meski otaknya masih ngeleg.


" Ya udah Bu saya duluan ya,anak saya lagi mens suka marah2 " Kata Sindi pamit.


" Oh iya makasih ya dah belanja " Balas si penjual ramah.


Sepanjang jalan Samuel memasang wajah super datar.


Lelaki itu sangat kesal karna menjadi bahan percobaan Sindi yang ingin mendapat harga murah.


Saat asik berjalan jalan tiba2 tangan Doni terlepas dari genggaman Samuel,bocah itu berlari kearah orang yang berjualan ikan hias.


" Doni " Pekik Samuel kaget.


Sindi melihat anaknya berlari kearah jalan raya.


" Pegang ini Te " Kata Samuel memberi keranjang kepada Sindi.


Lelaki itu langsung berlari mengejar Doni.


Tiiiiiiinnnnnn....


Sebuah mobil melaju dijalan rada sepi itu.


Doni menoleh dan terdiam melihat mobil itu akan menindas dirinya.


" Doni " Pekik Samuel langsung memeluk bocah itu erat.


" Aaaaaaaaaaa " Pekik Sindi histeris.


Ciiiiiiiiiiiitttttttttt.....


Suara ereman mobil terdengar nyaring,Samuel membuka matanya dan terkejut melihat badan mobil tersebut berjarak berapa senti dari mereka.


" Abaaang " pekik Doni memeluk Samuel dengan tubuh bergetar.


" Gak papa " Kata Samuel dengan nafas tercetak.


Sang pemilik mobil keluar,nampaklah seorang wanita dengan pakaian bagus mendekati mereka.


" Apa kalian baik2 saja ?" tanya wanita itu bersama supirnya.


Samuel mendongak dan deg....

__ADS_1


Manik pria itu melotot melihat wanita tersebut begitu ia kenal dan sayang.


" Mama " Batin Samuel tak percaya.


" Kamu gak papa Dek ?" Tanya Lutfia melihat keadaan Doni.


Doni menggelengkan kepalanya tidak mau melihat siapa pun,bocah itu masih bersembunyi di dada Samuel.


" Maaf2 saya tidak sengaja,kami akan bertanggung jawab jika kalian terluka " Ucap wanita itu khawatir.


Samuel menundukkan kepalanya menahan tangis dan Rindu yang menyatu saat ini.


Sindi yang berada diseberang terlihat begitu syok mengenali wanita yang akan menabrak anaknya.


" Ya Tuhan itu Lutfia Mama Sam " Ucap Sindi mematung.


Wanita cantik itu menoleh kiri kanan dan mendapati orang2 sedang melihat kearah mereka,Sindi langsung merunduk dan berjalan kearah lapak penjual.


" Nyonya " Tegur supir.


" Iya Pak sebentar " Kata Lutfia membuka tas mahalnya.


Samuel mendongak melihat wanita itu sibuk sendiri mencari sesuatu.


" Mama,ini Sam Ma " Ucap Samuel dalam hati.


Lutfia seperti tak mengenali dirinya sama sekali,tapi Samuel sangat kenal dengan ibunya.


Pria itu ingin membuka masker tapi saat maniknya melihat Sindi menggeleng dan Doni yang masih bersembunyi membuat lelaki itu mengurungkan niat.


Samuel diam menatap ketiganya bergantian.


" Mau Mama " Rengek Doni mulai menangis.


Samuel diam masih memperhatikan Lutfia.


" Oh ini dia " Kata Lutfia menemukan apa yang ia cari.


Samuel berdiri menjulang menggendong Doni yang melingkarkan kaki diperutnya.


Lutfia mendongak kaget melihat wanita jadi2an itu ternyata sangatlah tinggi.


" Ini Bu buat berobat anaknya dan buat ganti rugi " Ucap Lutfia memberi uang 1 juta.


" Ini kartu nama saya,saya dan supir minta maaf atas kelalaian kami " ucap Lutfia tulus.


Samuel menatap uang merah itu dengan wajah syok.


" Tid..


" Jika aku mengeluarkan suara Mama pasti mengenali ku " Ucap Samuel dalam hati.


" Kenapa ?" tanya Lutfia.


Samuel menggeleng pelan dan mengambil uang tersebut lalu berjalan menjauh dengan mata berkaca kaca.


Lutfia diam memperhatikan keduanya nanar.


" Bu maaf,Tuan akan marah jika terlambat " Ucap Supir menegur.


" hah iya Pak,lain kali hati2 kalau berkendara ini pasar bukan area balap " Kata Lutfia tegas.


" Maafkan saya Nyonya tapi mereka yang tiba2 menyebrang tanpa melihat " Kata Supir sopan.


" Iya gak papa,ayo jalan " Kata Lutfia tak mau membahas.


Keduanya pun kembali menaiki mobil mahal tersebut dan melesat pergi.


Dari kejauhan Samuel menatap bayangan ibunya dengan mata berkaca kaca.


" Maafin Tante ya Sam,Tante tau ini salah Tante belum siap kehilangan anak dan suami Tante " Ucap Sindi menahan tangis.


Samuel menoleh dan menghela nafas panjang apalagi Doni masih terlihat begitu takut.


" Iya gak papa,ayo pulang " Ajak Samuel tenang.


Sindi mengangguk,mereka pun pulang kerumah.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2