
Alexi keluar dari rumah menatap Samuel tajam.
" Ngapain lo kesini ?" Tanya Alexi bersedekap dada.
" Gue mau bawa Winda " Jawab Samuel tenang.
" Cih bawa Winda ? gak semudah itu ferguso " Balas Alexi berdecih.
Samuel melihat yang lain,Serkan dan Romi hanya diam saja.
" Kak Sam " Panggil Doni.
Samuel menundukkan pandangan melihat adik iparnya.
" Kak Sam,kenapa Kak Sam bawa Mama sama Papa kekantor polisi ? emangnya Mama sama Papa ada salah apa sama Kak Sam ?" Tanya Doni polos.
Samuel terdiam,Adik iparnya belum tau apa masalah yang sebenarnya terjadi.
" Kenapa Kak Sam jahat ? bukankah Mama sama Papa selalu baik sama kak Sam ?" Tanya Doni sedih.
" Doni sayang,jangan tanya dulu ya " Kata Serkan mendekat.
" Aku bingung Kak,padahal Mama dan Papa gak pernah jahat sama Kak Sam,tapi kenapa Kak Sam tega biarin Mama dikantor polisi,Mama dikurung kayak hewan " Kata Doni berkaca kaca.
Serkan menghela nafas mengusap kepala bocah itu,Doni memang tak banyak bertanya tapi bocah itu mendengar setiap orang yang berbicara.
Winda semakin menunduk menahan air matanya,ia begitu kasihan kepada sang adik yang sudah berapa hari ini kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya..
" Pulang " Usir Alexi tenang.
" Gue cuma mau ketemu Winda " Balas Samuel.
" Gue melarang " Balas Alexi sengit.
" Lo hanya sahabat,dan gue punya hak lebih sebagai suami " Balas Samuel tak kalah sengit.
" Lo lupa ? oh atau mau gue kasih tau lagi,orang tua lo sudah mengutus pengacaranya buat urus surat cerai kalian ?" Kata Alexi geram.
" Gue gak perduli,Winda harus ikut gue sekarang !" Balas Samuel tegas.
Lelaki itu mendekati istrinya dan menarik tangan Winda.
" Aku gak bisa Sam " Kata Winda menggeleng.
" Aku ini suami mu Winda " Kata Samuel menahan emosi.
" Mereka sudah menceraikan kita " Balas Winda menahan tangis.
" Itu tidak akan terjadi jika bukan dari mulut ku sendiri " Kata Samuel geram.
" Sam jangan kasar " Tegur Romi.
" Om aku mohon,biarkan Winda ikut aku sekarang kami akan menyelesaikan masalah ini bersama2." Pinta Samuel memohon.
" Biarkan dia tenang dulu " Ujar Romi.
" Aku tidak bisa tenang lagi Om,ini pernikahan kami " Kata Samuel kesal.
Romi melihat Kakek Winda,lelaki tua itu hanya diam saja tak menuntut ataupun membiarkan.
" Aku mohon Om,Winda masih istri ku dan aku suaminya " Kata Samuel memelas.
" Tapi kamu harus janji untuk melindungi Winda " Kata Romi tegas.
" Baik Om,aku janji akan melindungi Winda " kata Samuel mengangguk cepat.
" Aku mau ikut Kakak " Rengek Doni melepas tangan Serkan.
" Kamu gak usah ikut dulu ya,biar Kak Winda sama Suaminya " Kata Serkan membujuk.
__ADS_1
" Kalo aku gak sama Kakak aku harus sama siapa hiks hiks " Ucap Doni menangis.
" Kamu ikut Kakek ya " Bujuk Papa Malvin lembut.
" Gak mau,Kakek sama Nenek gak sayang aku sama kak Winda huhuhu " Kata Doni menggeleng.
" Kami sayang sama kamu Nak " Kata Papa Malvin sedih.
" Kalo sayang kenapa Kakek dan Nenek tidak mau mengeluarkan Papa sama Mama ?" Tanya Doni kesal.
Lelaki tua itu terdiam,dirinya memang baru mengetahui sang anak dan menantu mendekam dipenjara hari ini,tak ada yang memberitahu mereka.
" Doni sama Kakak aja ya dirumah,kan banyak temen " Bujuk Serkan lembut.
" Iya kan ada temen baru " Sahut Romi tersenyum.
" Aku malu Ayah,mereka semua perempuan " Kata Doni mengkrucut.
" Ya gak papa,kan temenan gak harus pandang gender " Kata Romi terkekeh.
Doni menebalkan bibir bawahnya,manik Serkan melihat Sania yang diam2 mengintip diambang pintu.
Senyum kecil tercipta dibibir sexy pria tersebut,dengan lambaian tangan Sania melotot kaget dirinya terciduk.
" Sini " Kata Serkan tersenyum.
Semua orang berbalik badan melihat Sania yang masih bersembunyi.
Bocah perempuan itu mendekat dengan wajah tertunduk.
" Maaf " Ucap Sania merasa bersalah.
" Kamu nguping ya ?" Goda Serkan.
" Tante yang suruh Om " Jawab Sania polos.
" Ck pengen tau aja tuh anak " Gumam Serkan heran kepada istrinya yang mengutus Sania menguping.
Sania mengangguk dan memegang tangan Doni.
" Ayo kita main lagi " Ajak Sania tersenyum.
" Tapi jangan main barby ya,aku kan cowok " Kata Doni lesu.
" Iya kita main masak2 aja " Kata Sania tersenyum.
" Ya udah gak papa " Kata Doni ngikut.
Kedua bocah itu pun masuk kedalam rumah,Serkan menghela nafas dengan senyum mengembang.
Menganjak Sania ke kota sedikit membantu masalah mereka,dengan adanya gadis itu Byanca punya teman baru dan Doni juga tak terlalu sedih memikirkan orang tuanya.
" Kami berangkat " Ucap Samuel pamit.
" Kemana kalian akan pergi ?" tanya Alexi menahan.
" Kami akan mencari kontrakan " jawab Samuel.
" Kontrakan ?" tanya Romi kaget.
" Ya aku akan hidup bersama Winda sekarang " Jawab Samuel.
Winda diam melihat lelaki itu,ia begitu terkejut dengan keputusan Samuel.
" Bagaimana dengan orang tua mu ?" Tanya Serkan.
" Kami akan menenangkan diri dulu Bang " Jawab Samuel.
" Daerah mana ?" tanya Alexi.
__ADS_1
" Gue bakal kirim alamatnya ke lo nanti " Jawab Samuel.
" Awas aja lo bawa Winda ketempat aneh,gue tandain muka lo sampe keturunan !" Ancam Alexi.
Samuel mengangguk setuju,mereka pun pamit undur diri..
" Aku akan menelfon Ayah nanti " Kata Winda menyalami Romi.
" Iya hati2 " Balas Romi tersenyum kecil.
" Jaga diri mu Nak " Ucap Papa Malvin lembut.
Winda mengangguk pelan..
Keduanya pun berlalu mengendarai sepeda motor Samuel.
" Apa dia akan menjaga Winda ?" Tanya Papa Malvin khawatir.
" Dia masih suami Winda,kita tak bisa memisahkan mereka begitu saja " Kata Romi tenang.
" Tapi orang tuanya ?"
" Samuel tau apa yang harus ia lakukan sebagai seorang suami dan anak " Jawab Romi yakin.
" Saya khawatir Romi " Kata Papa Malvin sedih.
" Bukan hanya anda,kami juga " Sahut Alexi ketus.
Alexi masih kesal dengan orang tua Malvin yang tak tau apapun,pihak keluarga Papa Winda itu terkesan tak perduli sama sekali dengan anak cucu mereka.
" Kalau begitu saya pamit pulang,nanti saya akan menemui orang tua Samuel untuk bernegoisasi " Kata Papa Malvin pamit.
" Iya " Jawab Romi mengangguk.
Lelaki tua itu pun berjalan menjauh mendekati mobilnya,Alexi mendengus dan masuk kerumah.
" Lacak Samuel " Ucap Romi menepuk bahu Serkan.
" Sudah Yah " Jawab Serkan tersenyum.
" Waw kau bergerak cepat ternyata " Kata Romi terkekeh.
" Ya siapa dulu ayah ku " Kata Serkan ikut terkekeh.
Romi tertawa geli,pria itu pun merangkul bahu anaknya masuk kerumah,diam2 Serkan sudah bergerak tanpa sepengetahuan siapapun,jiwa hacker Romi mengalir ke tubuh anaknya.
Dikamar terlihat seorang wanita duduk diam menunggu sang suami.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,nampaklah seorang pria masuk dengan wajah lesu.
" Udah selesai ?" tanya Salsa berdiri.
" Hm " jawab Alexi mendekat dan menjatuhkan diri keranjang.
" Sini Yank " Ajak Alexi melambaikan tangan.
Salsa mendekat berdiri didepan lelaki itu.
" Main yuk " Ajak Alexi mengedipkan sebelah mata.
" Main apa ?" Tanya Salsa mengernyit.
" Cangkul cangkulan " Jawab Alexi terkekeh.
" Whatttt !!!" pekik Salsa terbelakak.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.