Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
512


__ADS_3

Wajah Risa berubah memerah mendengar Lutfia meminta kembali ginjal yang Samuel beri kepada cucunya.


" Maksud kamu apa ? kamu ingin Winda mati ?" tanya Risa emosi.


" Tidak,aku hanya ingin anak ku punya ginjal yang lengkap " jawab Lutfia.


" Tapi bukan seperti itu caranya,kau menyakiti Winda dan Samuel bersamaan !" Kata Risa geram.


" Aku tidak berniat menyakiti mereka,tapi Samuel membuat ku kesal,dia tidak ingin mendapat ginjal baru " Balas Lutfia.


" Tapi jangan libatkan Winda seperti ini,kasihan dia " Balas Risa.


" Aku harus bagaimana ? perpisahan yang aku buat tidak membuat Samuel melupakan gadis itu " Balas Lutfia lagi.


" Seharusnya kau tidak melakukan itu dengan kesombongan mu " Cibir Risa.


Lutfia diam tak membalas,Pony menghela nafas seraya mengurut kepala pusing.


Kasus Samuel dan Winda tak kian selesai,kedatangan Winda kali ini membuat suasana makin kacau.


" jangan menyuruh cucu ku pergi lagi " Kata Risa tegas.


" Iya kami tidak akan mengambulkan kalian kali ini " Sahut Rudi.


" Kami tidak meminta Winda pergi,itu hak dia jika ingin berada dikota ini " Ucap Zaki tenang.


" Ya cucu kami berhak menentukan pilihannya " Balas Rudi.


Zaki dan Rafael mengangguk paham,kedua lelaki itu memang tak menghalangi Winda berada dikota bahkan didekat Samuel.


" Jadi apa yang harus kita lakukan ?" tanya Pony bingung.


" Nikahkan Samuel dengan wanita lain " Kata Risa tegas.


" Tidak semudah itu,sudah banyak gadis cantik yang Samuel tolak " Kata Lutfia malas.


" Kalian harus segera menikahkan Samuel dan meminta dia melupakan Winda " Kata Rudi serius.


" Kami tidak punya solusi untuk itu Rud,Samuel sangat keras kepala " Kata Zaki ikut serius.


" Lalu kita harus membiarkan semua ini berlanjut,Winda sudah punya suami dan anak,kami tidak mau rumah tangga Winda berantakan karna cucu kalian !" Kata Risa tajam.


" Aku punya solusinya " Kata Rafael tiba2.


" Apa ?" tanya Pony sedikit terkejut.


" Dulu Samuel belum melepaskan Winda secara langsung,nah sekarang kita harus melakukan itu " Kata Rafael tenang.


" Bagaimana caranya ?" tanya Pony antusias.


" Ya kita harus mengumpulkan mereka semua,dan sebenarnya perceraian Samuel tidak sah,tapi karna Samuel tidak memberi nafkah lebih dari 3 tahun itu bisa dikatakan selesai " Jawab Rafael.


" Jadi maksud kamu Restu ?" Tanya Rudi mulai paham.


" Restu ?" tanya Zaki mengernyit.


" Ya Restu pria yang baru masuk bekerja diperusahaan kamu " jawab Rudi jujur.

__ADS_1


" Apa !" pekik Zaki melotot.


" Jadi itu suami Winda ?" tanya Zaki tak percaya.


" Iya dia dari kampung dan tolong jangan pecat dia sekarang karna mereka butuh biaya " Kata Rudi menghela nafas.


" Suami Winda kerja diperusahaan kamu Mas ?" tanya Pony syok.


" Iya,aku kira itu cucunya Rudi " jawab Zaki.


" Astaga " Ucap Pony tak menyangka.


" Tidak masalah,kami tidak akan menyentuhnya selagi dia bekerja dengan baik " kata Rafael menengahi.


" Iya tenang saja " Celetuk Zaki yakin.


Rudi mengangguk paham,sebeneranya lelaki itu memang sangat khawatir dan berencana meminta Restu resign,tapi melihat semangat cucunya membuat Rudi tak tega.


" Jadi kapan kita harus pertemukan mereka ?" tanya Lutfia fokus.


" Setelah Samuel keluar dari rumah sakit " Jawab Rafael.


" Itu terlalu lama " balas Rudi.


" itu akan cepat jika Winda bersedia membantu " jawab Zaki.


" Maksud Papa ?" tanya Lutfia mengernyit.


" Winda harus menjadi penyemangat Samuel untuk bangkit dulu,jika dia sudah baikan baru kita pertemukan semuanya " Jawab Zaki.


" Itu tidak mungkin " Tolak Risa.


" Bagaimana ini Pa ?" tanya Risa kepada suaminya.


" Tidak akan lama,saat ini Samuel butuh Winda " Kata Zaki tenang.


" Iya Om,hanya sampai Samuel keluar " Celetuk Rafael.


" Tapi Winda punya suami " Kata Risa pelan.


" Restu bisa kami urus,dan Winda tidak akan ketahuan suaminya " Balas Rafael.


Risa dan Rudi saling melihat,pasangan itu bingung harus mengiyakan atau menolak permintaan keluarga Samuel,tapi jika tidak seperti itu maka benang kusut tersebut tidak akan pernah lurus selamanya..


" Baiklah,nanti kami beritahu Winda " kata Rudi sepakat.


" Ya " Kata Zaki tersenyum.


Lutfia dan Pony diam,keduanya tak tau juga harus menolak atau menerima ide para ĺelaki.


2 keluarga tersebut masih berbincang2 hingga Risa dan Rudi pamit pulang karna sudah larut malam.


" Ma " Panggil Rafael menahan Lutfia.


" Kenapa ?" tanya Lutfia tak jadi berjalan.


Rafael menarik pelan tangan Lutfia sedikit menjauh dari mertuanya.

__ADS_1


" Ada apa Yank ?" tanya Lutfia heran.


" Aku minta kali ini kamu jangan melakukan apapun,ini demi anak kita dan masa depannya juga " pinta Rafael serius.


" Aku gak berniat mau melakukan apapun lagi Pa,aku dah cape " Balas Lutfia lesu.


" Ya biarkan ini mengalir dulu,yang penting Samuel sembuh " kata Rafael tegas.


" Maaf Pa,aku membuat anak kita menderita " kata Lutfia menunduk.


" Aku tau kamu ingin yang terbaik untuk Samuel,tapi cara nya salah " Kata Rafael menghela nafas.


" Aku tidak membenci Winda,aku hanya tak rela ginjal anak ku diambil dia tanpa sepengetahuan kita " kata Lutfia drfih.


" Ini sudah berlalu Ma,ikhlaskan semuanya,Winda juga menderita karna kita " kata Rafael lembut.


" Aku ingin berdamai Pa,jika dulu aku tidak gegabah mungkin Samuel tidak akan seperti ini " Kata Lutfia berkaca kaca.


Rafael mengangguk pelan,lelaki itu merasa kasihan juga kepada istrinya yang begitu berjuang selama 3 tahun terakhir tapi seolah tak ada hasil sama sekali.


" Ya udah,ayo pulang " Kata Rafael mengusap bahu Lutfia.


Wanita itu menganguk,mereka pun berjalan keluar bersamaan dengan orang tuanya.


Ditempat lain,Winda menatap wajah Restu dengan nanar.


Restu berbohong kepada Winda,padahal sebelumnya lelaki itu menganjak Winda berolahraga tapi yang ada malah Restu tidur dengan damai dengan tubuh kelelahan.


" Maafin aku Mas,harusnya aku jujur sama kamu " Batin Winda seraya mengusap wajah suaminya.


" Samuel begitu berarti buat aku Mas,dia memberi aku kesempatan hidup untuk kedua kalinya,aku tidak bisa melupakan dia begitu saja "


" Tapi aku juga tak bisa menyakiti kamu,kamu juga begitu berarti buat aku,kamu memberi aku banyak cinta dan harapan " Lanjut Winda dengan mata berkaca kaca.


Ingin rasanya Winda mengeluarkan semua isi hatinya kepada sang suami,tapi Winda sadar sekali ia menyebut nama Samuel,maka sama saja ia menyakiti hati Restu.


" Apa yang harus aku lakukan Mas ? Nur butuh kamu begitupun aku,tapi Samuel juga butuh aku untuk bertahan hidup,,aku harus bagaimana ?" Kata Winda mulai menangis.


" Hmmm " Lenguh Restu bergerak pelan.


" Astaga " ucap Winda langsung mengelap air matanya.


" Sayang " Panggil Restu serak..


" Hm ya Mas " Jawab Winda berdehem.


" Sini peluk Mas " Kata Restu menarik punggung Winda mendekat.


Winda menggeser tubuhnya dan menerima pelukan lelaki itu.


" Jangan nangis lagi " Ucap Restu serak.


" Iya gak nangis " Jawab Winda menyembunyikan wajahnya diceruk leher Restu.


" Aku cinta kamu Winda " Ucap Restu setengah sadar.


Winda diam mengeratkan pelukannya tanda balasan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2