Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
326


__ADS_3

Dirumah sakit seorang gadis terlihat sedikit ceria saat bertelfonan dengan sang sahabat.


Yap hari ini kondisi Winda cukup membaik,gadis itu menunjukkan wajah cerianya kepada semua orang meski sedang menyimpan penyakit dalam dirinya.


" Kamu udah makan ?" Tanya Alexi diseberang.


" Belum " Jawab Winda jujur.


" Kenapa ?" tanya Alexi.


" Makanannya gak enak Lex,masa iya aku disuruh makan bubur terus " Jawab Winda mengkrucut.


" Untuk sementara kamu memang harus makan itu dulu,gak boleh makan aneh2 " Kata Alexi lembut.


" Aku pengen makan pentol waktu kita beli di pantai itu,enak banget Lex " kata Winda mengingat.


" Iya nanti kita beli ya " Balas Alexi tersenyum getir.


Winda mengangguk,gadis itu masih berada dirumah sakit tapi tidak dalam ruangan icu lagi karna Winda merasa dirinya sudah kuat,bahkan gadis itu minta pulang tapi orang tuanya melarang keras mengingat keadaan Winda sering naik turun.


" Gimana kamu sama Salsa ?" tanya Winda.


" Hm ya gitu " Jawab Alexi merubah mimik wajahnya.


" Ada apa ?" tanya Winda penuh selidik.


Gadis itu merasa ada yang Alexi sembunyikan saat ia menyebut nama Salsa.


" Hm gak papa Win,lagi capek aja " Jawab Alexi mengelak.


" Kamu udah ngelamar kerja ?" tanya Winda.


" Udah,tadi interview sama manager disana " Jawab Alexi.


" Terus keterima ?" tanya Winda.


" Menurut kamu ?" tanya Alexi balik.


" Haha pasti diterima lah,kan kamu punya the king " Jawab Winda tertawa.


" Kadang aku merasa seperti anak tiri tau gak,Ayah gak mau bantu aku masuk dengan mudah padahal kan dia punya jabatan tinggi " Curhat Alexi.


" Jangan manja ih,Ayah gitu karna mikirin kamu juga nantinya " Kata Winda menasehati.


" Iya tau kok niat Ayah baik " kata Alexi tersenyum.


Ceklek.


Pintu ruangan terbuka,seorang pria masuk kedalam ruangan Winda membuat gadis itu terdiam.


" Ada apa ?" tanya Alexi mengernyit.


" Kakek " Panggil Winda.


" Lex udah dulu ya,ada Kakek kesini " Ucap Winda pelan.


" Kakek dari Papa kamu ?" tanya Alexi cepat.

__ADS_1


" Iya "


" Gak usah dimatiin hapenya !" Kata Alexi tegas.


" Tapi Lex " Kata Winda kelabakan.


" Winda " Panggil Papa Malvin pelan.


" Iya " Jawab Winda menyembunyikan hapenya dengan panggilan masih tersambung.


" Gimana keadaan kamu Nak ?" Tanya lelaki tua itu.


" Baik Kek " Jawab Winda canggung.


" Maaf ya Kakek baru bisa datang sekarang " Ucap pria bernama Thomas itu menunduk.


" Iya gak papa " jawab Winda tersenyum.


" Papa sama Mama kamu mana ?" tanya Thomas.


" Papa kerja,Mama anter adek sekolah " Jawab Winda jujur.


" Kamu gak ada yang nemenin ?" tanya Thomas kaget.


" Bentar lagi Bibi datang " Jawab Winda.


" Bibi siapa ?" tanya Thomas mengernyit.


" Bibi Yuni " Jawab Winda.


Thomas terdiam,padahal anaknya banyak yang nganggur dirumah bisa menunggu Winda sesaat menggantikan orang tua gadis itu tapi karna rasa benci keluarganya kepada Sindi membuat keturunan wanita itu menjadi korban keegoisan.


Sindi juga sibuk mengurus putranya sekolah,apalagi jarak rumah yang sedikit jauh ditambah Malvin punya jam kerja lumayan padat,lelaki itu hanya bisa menemani putrinya saat tengah malam menuju pagi saja,selebihnya Sindi dan Yuni yang berjaga.


" Maaf " Ucap Yuni sopan kepada lelaki itu.


" Apa kau Yuni ?" tanya Thomas tersenyum.


" Iya saya teman ibunya Winda " jawab Yuni.


" Saya Papa Malvin " Ucap Thomas sopan.


" Hah " kata Yuni kaget.


Wanita itu langsung melihat kearah Winda yang memasang wajah tenang.


" Mungkin kau sudah tau masalah Sindi dengan keluarga saya,saya minta maaf untuk itu,tapi Saya selaku orang tua dan Kakeknya Winda begitu menyayangi mereka semua " Ucap Thomas getir.


" Iya " Jawab Yuni paham.


" Bibi,apa Bibi membawa makanan untuk ku ? aku diberi bubur lagi sama Suster,aku mual Bi " Kata Winda merengek.


" Iya,bibi bikinin kamu makanan sehat tapi gak ada garamnya " Balas Yuni terkekeh.


" Gak ada rasa dong Bi " Kata Winda lesu.


" Sabar ya sayang,nanti kalo Ayah dan Papa kamu udah temukan ginjal yang pas kamu bakal bisa makan enak lagi " Ucap Yuni tersenyum.

__ADS_1


" Akan sangat lama Bi,apa aku bisa bertahan hidup ?" tanya Winda polos.


Deg...


Yuni dan Thomas tersentak dengan ucapan nanar gadis itu.


" Jangan ngomong gitu ih,Bibi gak suka " Kata Yuni menampar gemas lengan Winda.


" Iya,kamu harus semangat Nak,kamu pasti sembuh " Kata Thomas merasa sedih.


" Winda kadang merasa gak pantas hidup Kek,dari kecil Nenek sama Bibi2 gak ada yang mau nerima aku,bahkan mereka lihat aku aja gak sudi " Kata Winda menahan tangis.


Yuni melirik Thomas,lelaki itu terlihat menunduk dalam dengan curhatan hati cucu nya.


Yuni baru mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi kepada Sindi dan Malvin,ternyata perjuangan cinta sahabatnya itu begitu tragis bahkan Malvin di cap pembunuh oleh keluarganya sendiri,tapi mereka tak ada yang berani mengadukan Malvin ke polisi karna Thomas melarang keras istri dan anaknya menjebloskan Malvin ke Bui,dan sebagai balasan Sindi dan keturunannya yang dibenci oleh keluarga besar Malvin.


Diseberang,Alexi mendengar dengan seksama obrolan ketiga orang itu.


Alexi tau pasti saat ini Winda sangat sedih dengan keadaaannya apalagi mengingat keluarga dari pihak Malvin tak ada yang mau menerima dirinya,sedangkan dari pihak Sindi sudah tidak ada lagi yang hidup.


Sindi menikah dengan Malvin berstatus sebatang kara,Yuni dan Romi lah wali pernikahan pasangan itu dulu.


Yuni mengalihkan pembicaraan dengan menganjak Winda makan agar pikiran gadis itu tak kacau balau.


Alexi mematikan panggilan membiarkan ibu dan sahabatnya mengobrol.


Thomas memperhatikan perlakuan Yuni kepada sang cucu,terlihat wanita itu begitu tulus merawat Winda.


" Walaupun tak ada yang menginginkan kamu,tapi kamu tetap darah daging Malvin yang otomatis menjadi darah daging ku juga,Kakek janji Winda,selama Kakek masih hidup,Kakek akan memperlakukan kamu sebaik mungkin.! " Batin lelaki itu tegas.


Tanpa siapapun yang tau ternyata Thomas sudah menuliskan surat wasiat yang masih dipegang pengacaranya untuk Winda suatu saat ini,pria itu tak mau pilih kasih,Winda tetap cucunya dan berhak mendapat sebagian harta kekayaan yang ia miliki.


Ditempat lain,Salsa mendekati Alexi yang sedang fokus menghadap laptop.


" Udah selesai ?" tanya Salsa pelan.


" Hm " jawab Alexi sibuk mengetik.


" Jadi diterima kerja ?" tanya Salsa.


" Belum,tapi sudah mendekati " Jawab Alexi pede.


" Semoga keterima " Kata Salsa tersenyum.


" Ya biar bisa nafkahin kamu nanti " balas Alexi tanpa menoleh.


Blushhhh...


Wajah Salsa bersemu,sejak kejadian berapa hari yang lalu kini Alexi sering membicarakan masalah pernikahan,bahkan pria itu sudah mulai menabung untuk acara nanti.


" Doain ya,biar calon suami mu ini sukses " kata Alexi terkekeh.


" Iya " Jawab Salsa malu.


Alexi mendongak dan tersenyum geli melihat wajah Salsa bak udah goreng.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2