
Disebuah perusahaan seorang pria dewasa sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya,lelaki itu menatap laptop dengan jari yang tak lepas dari kursor,bertahun berlalu menjadikan lelaki itu gila kerja.
Setiap hari kehidupannya hanya seputar pekerjaan dan olahraga,bahkan dihari libur pun ia tetap bekerja dirumah tanpa lelah.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang pria dengan gagah berani masuk kedalam dengan gelengan pelan.
" sudah jam istirahat,apa perut mu terbuat dari besi ?" Tanya lelaki itu mendekat.
Pria tampan dengan jas hitam itu menoleh dan menatap lelaki tua tersebut datar.
" Masih banyak yang harus aku urus " Balas lelaki itu tenang dan kembali mengetik.
" Sam,perusahaan ini punya banyak sekali karyawan,kau ini bos besar " Balas Lelaki tua itu heran.
Samuel tak menjawab,ia masih fokus dengan pekerjaan didepan matanya.
" Nenek mu sakit,jenguk lah dia " Ucap Zaki menarik kursi.
" Aku belum sempat " Balas Samuel.
" Kami ini sudah tua Sam,sampai kapan kau akan begini "
" Apa yang salah dari ku ?" tanya Samuel mendongak.
" Tak ada yang salah,hanya saja pikiran mu terlalu dipaksakan " balas Zaki.
" Hanya ini caranya agar aku melupakan wanita itu " Jawab Samuel tenang.
Zaki terdiam,memang sejak pisah dari Winda,cucunya menjadi pria gila kerja dan jika isi kepalanya tak bisa lagi ditampung Samuel akan melampiaskannya ke minuman alkohol,kadang Zaki tak tau lagi harus menegur bagaimana,Samuel terlalu keras dengan hidupnya sendiri dan tak memikirkan perasaan orang lain.
" Ada satu cara Sam agar kau lupa pada dia " Balas Zaki tenang.
" Apa ?" tanya Samuel mengernyit.
" Menikah " jawab Zaki hati2.
Samuel tersenyum miring mendengar usulan kakeknya.
" Menikah ?" ulang Samuel terkekeh.
" Ya,kau harus segera menikah dan punya anak " Jawab Zaki serius.
" Untuk apa ? kalian ingin aku menghancurkan anak orang lain lagi ?" tanya Samuel mengangkat sebelah alisnya.
" Sam !" bentak Zaki tak suka.
" Aku sedang bekerja,keluarlah " Usir Samuel kembali mengetik.
" Sampai kapan kamu bakal gini terus,kasihan orang tua mu " Kata Zaki emosi.
Samuel tak menjawab,lelaki itu terus berkutat dengan laptopnya.
Zaki menarik nafas berusaha agar tenang,menghadapi Samuel yang sekarang lebih parah dengan Samuel yang dulu.
Ia sebagai Kakek tak bisa melakukan apapun lagi karna Samuel sudah bisa menentukan hidupnya sendiri.
Zaki keluar ruangan,belum sempat menutup pintu bunyi pecahan gelas terdengar nyaring ditelinga.
" Astaga " Ucap Zaki menggeleng lagi.
__ADS_1
" Pak Sam " Ucap sekretaris yang berada didepan.
" Minta Ob bersihkan dan ganti gelas baru " Ucap Zaki tenang kepada perempuan itu.
" Siap Direktur " Balas perempuan itu sopan.
Zaki berjalan menjauh seraya mengurut kepalanya.
Didalam ruangan manik Samuel bermerah padam,lelaki itu melempar apa saja yang ada didepan matanya,sudah tidak tau lagi berapa banyak lusin gelas dan piring pecah ulah lelaki itu,bahkan Samuel harus ganti laptop 10x dalam sebulan karna amarahnya.
" Aaakhhhh bajingannnnnnn " Teriak Samuel mengamuk.
Pria itu menyugar rambutnya kasar,bayang2 mantan istrinya mulai merasuki kepala,dimana ia teringat akan masa indah dan sulit yang berpadu menjadi satu film rusak yang menyayat hati.
" Wanita sialan,harusnya kamu mati saja dulu !" Umpat Samuel geram.
Pria itu menendang pecahan gelas dan berjalan kekamar mandi.
Seperti itu lah hidupnya dalam 3 tahun terakhir,Rafael sudah membawa pria itu ke psikiater untuk memastikan mental Samuel tapi yang ada malah semakin membuat masalah karna Samuel menutup klinik psikiater tersebut dengan brutal,bahkan Samuel berapa kali tersandung kasus membuat Zaki dan Rafael hampir menyerah,tapi Lutfia masih bisa bersabar,meski anaknya tak terkontrol wanita itu tetap menemani Samuel hingga saat ini..
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,Sekretaris Samuel masuk dengan membawa Ob yang bertugas membersihkan ruangan.
" Pak Sam mana ?" Tanya Sekretaris heran.
" Mungkin dikamar mandi " jawab Ob mulai menurunkan alat pembersih.
" Dia selalu seperti ini,aku rasanya ingin resign saja " balas wanita itu frustasi.
" Pak Sam itu baik Mba,dia gak gitu kalo lagi tenang " Balas Ob.
" Kamu tau dari mana ?" tanya Sekretaris heran.
" Ya sih,dia kalo lagi banyak masalah kerjaan juga sabar banget hadapinnya " Balas wanita itu mengingat.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,kedua karyawan tersebut kelabakan sendiri melihat Samuel berdiri diambang pintu melihat mereka.
" Maaf Pak,kam...
" Ya lakukan saja " Potong Samuel tenang.
Lelaki itu mendekati mejanya dan duduk melanjutkan pekerjaan.
Wanita dan Ob terlihat begitu segan dengan lelaki tersebut.
Ditempat lain,sepasang suami istri baru saja sampai disebuah rumah kecil dengan tiang penyangga.
" Ma ita di ana ?" Tanya seorang bocah perempuan melihat ibunya.
" Kita udah sampe sayang,ayo turun " Jawab wanita itu tersenyum.
" Papa " Panggil bocah perempuan itu menoleh.
" Iya ada apa sayang ?" tanya pria yang mengaku sebgai papanya.
Bocah kecil itu menggeleng tersenyum..
" Uwuuuu ucul banget sih anak Papa,coba kasih kiss dulu " pinta lelaki itu menyodorkan pipi.
__ADS_1
Dengan malu2,gadis kecil tersebut bersembunyi didada ibunya..
" Lex apa bener ini rumahnya ?" tanya Salsa tak yakin.
" Hm menurut foto dan alamat sih ini Yank " Jawab Alexi mengangguk.
" Ya udah ayo turun,pinggang aku dah sakit " Balas Salsa.
Alexi mengangguk,ketiganya turun dari mobil dan menatap rumah itu dengan seksama.
" rumahnya tutup Yank " ucap Salsa.
" Iya,kita ketuk aja " Balas Alexi.
Pria itu pun mulai mengetuk pintu rumah,berapa kali diketuk belim ada jawaban.
Salsa dan anaknya masih diam memperhatikan kepala rumah tangga tersebut berusaha.
Tak lama pintu rumah terbuka,keluarlah seorang lelaki sedang menggendong bayi didepannya.
Alexi terkaget begitu pun Salsa.
" Maaf cari siapa ?" Tanya lelaki itu ikut kaget.
" Hm an anu ini bener rumahnya Pak Malvin ?" tanya Alexi gagap seketika.
" Iya ada apa ?" tanya lelaki itu lagi.
" Yank " Panggil Salsa syok.
" Hm Pak Malvin sama keluarganya mana ya ?" Tanya Alexi lagi.
" Oh mereka lagi anterin Doni puskesmas" Jawab Lelaki itu ramah.
" Doni kenapa ?" Tanya Salsa melotot.
" Dia demam tinggi semalam,jadi belum pulang sampe sekarang " Jawab lelaki asing itu lagi.
" Terus Winda mana ?" tanya Alexi makin bingung.
" Istri saya juga kesana barusan,maaf kalian siapanya ya ?" Tanya Lelaki itu ikut bingung.
" What ??!" Pekik Salsa dan Alexi terbelalak.
" I i s t ri ?" Ulang Alexi gemeteran.
" Iya,Winda istri saya dan ini anak kami " Jawab Lelaki itu tersenyum..
Deg deg deg...
Jantung Alexi berdetak sangat kencang,pria itu masih tak menyangka dengan apa yang ia dengar saat ini.
" Hiks hiks..." Bayi perempuan berapa bulan dalam gendongan lelaki itu merengek nangis menatap takut Alexi yang memplototi dirinya.
" Cup2 sayang,ini makan lagi " Ucap lelaki yang mengaku sebagai suami sahabatnya tersebut.
Alexi seketika diam mundur terduduk diteras menatap bapak dan anak itu terlihat sangat akrab.
" Winda menikah lagi ?" tanya Salsa melihat suaminya.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.