
Malam ini keluarga Romi mengunjungi rumah Bara untuk mengulang lamaran anak mereka.
Yuni sudah mempersiapkan berbagai buah tangan sebagai hantaran ala2 agar lebih terkesan.
Winda juga ikut dalam proses itu sebagai teman untuk Alexi.
Keluarga Romi diterima hangat oleh Bara dan istrinya.
Histi juga sudah berdandan cantik malam ini,seperti halnya pasangan lain gadis itu mendekor sedikit ruang tamu ibunya untuk acara lamaran mereka.
Histi dan Serkan mengenakan baju couple yang Histi pesan langsung dari tangan desainer handal yaitu para bibinya sendiri.
" Wahh cantik banget " Guman Winda menatap Histi yang dibalut kebaya lengan panjang dengan aksen seperti mutiara yang berkilauan.
" Bakal betah nih Kak " Bisik Winda kepada Serkan yang tak berkedip menatap kekasihnya.
" Hah iya " Jawab Serkan tersentak.
Winda langsung terkekeh,Serkan bersemu malu dan mencubit gemas pinggang gadis itu.
" Kamu ih ngolokin Kakak terus " Gerutu Serkan gemas.
" Habisnya Kakak kayak gak pernah lihat cewek cakep aja " cibir Winda.
" ini paling cakep Win " Jawab Serkan terkekeh.
Winda tertawa renyah dengan anggukan kecil.
Alexi mengenakan batik yang sama dengan Ayah serta ibunya,Winda pun kebagian gadis itu merasa senang dapat satu ragam dengan keluarga Alexi.
Kini giliran Camelia tak datang karna wanita itu sudah sibuk mempersiapkan pernikahan Serkan.
" Ayo silahkan dimakan Paman " Ucap Bara tersenyum.
" kok paman sih ?" Tanya Romi gemas.
" Ya terus mau panggil apa ? Paman kan emang paman " jawab Bara terkekeh.
" Eh maksudnya gimana ?" tanya Zaiva oleng.
Yuni dan Romi tertawa,mereka merasa lucu dengan keadaan saat ini.
Romi memang seharusnya dipanggil Paman oleh anak2 Reno termasuk Bara,bahkan sebenarnya Histi harus memanggil Romi Kakek menyamai Reno,tapi Histi juga kebingungan harus memanggil siapa lelaki itu.
" Nasib udah tua emang gitu Mas " Kata Yuni menepuk bahu suaminya.
" Haistt aku masih muda lah " Kata Romi tak terima.
Semua orang tertawa.
Obrolan mereka sedikit santai malam ini karna Romi hanya mempetegas saja lamaran anaknya.
Serkan dan Histi saling curi2 pandang,keduanya terlihat malu2 seperti baru pertama bertemu.
Histi tak menyangka calon suaminya sangat tampan mengenakan batik yang ia pilih dan itu sangat terlihat cocok ditubuh Serkan yang tinggi dan putih..
Winda kebagian tukang foto malam ini sedangkan Alexi dan Byanca tukang makan.
2 Kakak beradik itu kebetulan belum makan malam,jadi keduanya makan apa yang disodorkan oleh tuan rumah.
Saat asik mengobrol seorang gadis baru pulang ntah dari mana.
Gadis itu terkejut melihat Romi yang ia kenal.
__ADS_1
" Uncle " Tegur Helen ramah.
" Oh Helen " Jawab Romi tersenyum.
" Dia gadis itu ?" tanya Yuni menatap Helen dengan paras bulenya.
" Iya,ini anaknya Hena tempat Salsa tinggal " Jawab Romi.
Yuni ber Oh ria,wanita itu nampak takjub melihat wajah Helend yang sangat cantik dan ceria.
" Apa ini istri Uncle ?" tanya Helend menunjuk Yuni.
" Iya,ini istri Uncle cantik bukan ?" Goda Romi menyenggol Yuni.
" Haha cantik,paman pintar mencari istri " Jawab Helend tertawa.
Yuni bersemu malu mencubit gemas paha suaminya.
Bara dan Zaiva terkekeh geli melihat mereka semua.
" Jadi Serkan ini anak Uncle ?" Tanya Helend baru paham.
" Ya,dia anak pertama Uncle " Jawab Romi tersenyum.
" Dan ini Alexi ?" tanya Helend menunjuk Alexi yang sedang menguyah kue.
Pria yang ditunjuk terdiam mendengar suara asing itu.
" Ya ini anak no 2 dan ini yang bontot " Jawab Romi tersenyum.
Helen menatap Alexi,gadis itu mengernyit melihat Alexi duduk diam menatap kearah lain dengan tatapan kosong.
" Dia kenapa ?" Tanya Helend pelan.
Zaiva memberi kode kepada gadis itu tapi naas Helen ternyata tak paham maksud Zaiva.
" Aku gak bisa lihat Kak " Jawab Alexi tersenyum.
" Hah !" Pekik Helend terbelalak.
" Kamu buta ?" tanya Helen tak percaya.
" Helen " Tegur Bara gemas kepada mulut putrinya.
" Upss Sorry Dad,aku sangat terkejut " Ucap Helen menutup mulutnya.
" Gak papa,emang kenyataannya gitu Om " Kata Alexi tenang.
Yuni menghela nafas sedih melihat raut Alexi yang terlihat tenang tapi perempuan itu tau Alexi malu dan sedih dengan keadaannya.
Serkan menatap adiknya nanar,ntah mengapa saaf bertanya tentang Alexi,Serkan merasa sangat bersalah.
Histi menatap Serkan dalam dengan senyum kecilnya memberi semangat.
" Sejak kapan ? em maaf aku banyak bertanya " Kata Helen duduk disamping Alexi.
Lelaki itu langsung dikelilingi wanita cantik.
" Kau mendengar berita Alexi kecelakaan ??" Tanya Romi kepada gadis itu.
" Ya aku mendengarnya dari Salsa dan dia sangat sedih " Jawab Helen teringat.
" Apa,Salsa sedih ?" Gumam Alexi kaget.
__ADS_1
" Ya,dia sangat sedih bahkan menangis saat aku jemput dibandara " Jawab Helen jujur.
Romi diam begitu pun semua orang yang ada disana.
" Aku tidak tau apa yang terjadi tapi Sals...
Helen langsung diam melihat kode keras dari Romi yang menaruh telunjuk di bibir.
" Salsa kenapa Kak ?" tanya Alexi penasaran.
" Hm dia em..." kata Helen bingung mau ngeles kemana.
Winda juga penasaran,dirinya tak terlalu mengenal Salsa dulu karna dirinya jarang berkunjung.
" Dia harus sekolah " Jawab Yuni cepat.
Alexi diam dengan helaan lesu.
Helen menatap Alexi,gadis itu merasa kasihan dan ingin memberitahu yang sebenarnya tapi melihat Romi membuat Helen tak berani buka suara karna itu urusan keluarga mereka.
Zaiva memanggil Helen untuk duduk didekatnya,wanita itu ngeri2 sedap dengan mulut Helen yang gampang kecoplosan.
Helen mengangguk patuh dan duduk diam bersama ibu angkatnya.
Histi dan Serkan tak bersuara,mereka berdua juga takut salah ucap apalagi Histi sudah tau alasan kenapa harus menyembunyikan kebenaran dari Alexi.
Alexi tak banyak bicara lagi,pria itu menganjak Winda keluar untuk menghirup udara segar.
Keduanya pun pamit keluar.
" Kasihan Alexi paman " Ucap Bara menghela nafas.
" Ya,tapi dia harus menjalaninya " Jawab Romi tenang.
" Salsa sangat merindukan Alexi Uncle,dia sering curhat kepada Mommy " Kata Helen sedih.
" Apa Salsa sering bercerita tentang kami ?" Tanya Yuni.
" Ya,dia bercerita banyak tentang kebaikan kalian dan pengalamannya bersama Alexi " Jawab Helen.
" Aku pikir mereka masih berjodoh Paman " Ucap Zaiva.
" Ya aku rasa juga begitu " Jawab Yuni.
" Berjodoh atau tidak itu urusan mereka nantinya,sekarang Alexi harus memantaskan diri dan belajar dari kesalahan " Ucap Romi tegas.
" Ya,dia harus melakukannya daripada nanti kembali terulang " Sahut Bara setuju.
" Apa penglihatan Alexi akan terganggu selamanya ?" tanya Helen hati2.
" Itu tergantung Serkan " Jawab Romi menatap putranya.
Semua orang menoleh ke Serkan,pria itu seketika menunduk dalam.
Ntah mengapa Serkan juga sangat takut menghadapi Alexi.
" Serkan pasti bisa " Ucap Histi tegas.
" Ya Serkan harus bisa,ia sudah berjanji untuk menyembuhkan Alexi " Ucap Yuni tersenyum.
Serkan menatap nanar ibunya,lelaki itu ingin menangis disana,Serkan tak bisa membayangkan jika dirinya gagal maka wanita baik hati itu mungkin akan menjauh darinya.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.